Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Sindrom Guillain-barre dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C)

    Full text link
    Sindrom Guillain-Barre (SGB) adalah penyakit autoimun yang menyerang saraf tepi, dapat dipicu oleh infeksi yang baru terjadi, dan mengenai segala usia. Gejala SGB berupa kelemahan progresif yang dimulai dari anggota gerak hingga otot kranial dan pernapasan, menyebabkan kelumpuhan total, kegagalan pernapasan, bahkan kematian. Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) adalah kumpulan gejala inflamasi multisistem berkaitan dengan infeksi COVID-19, yang dapat menyebabkan kegagalan organ multipel. MIS-C menyebabkan beberapa gejala neurologis pada anak dan remaja, termasuk sindrom Guillain-Barre (SGB). Pada laporan kasus ini kami membahas mengenai anak laki-laki berusia 1 tahun yang didiagnosis Sindrom Guillain-Barre dengan MIS-C. Pasien mendapatkan terapi IVIG, obat-obatan, dan terpasang ventilator. Pasien dirawat di ruang intensive anak dengan lama rawatan selama 18 hari. Kondisi pasien telah mengalami perbaikan dan pasien diperbolehkan untuk rawat jalan serta pemantauan ke poliklinik anak.Kata kunci: Sindrom Guillain-Barre; MIS-

    Nutrient content in dadiah pudding, a potential source of probiotics from Minangkabau, West Sumatra

    Full text link
    Introduction: Dadiah is a fermented milk product derived from the milk of West Sumatran swamp buffaloes.  Methods: The manufacture of dadiah pudding used dadiah fermented milk obtained from Bukittinggi, West Sumatra. Levels of carbohydrate, protein, fat, calcium, zinc, and iron were measured according to the Indonesian National Standard, then total calories were determined using 4:4:9 kcal/g conversion. Inoculation of samples on de Man, Rogosa, and Sharpe agar was performed to determine total lactic acid bacteria counts, and Gram staining was done for further morphological confirmation. Results: The result revealed that 100 g dadiah pudding contained 6.49 g of carbohydrates, 6.12 g of protein, 23.31 g of fat, 260.23 kcal of calories, 276.61 mg of calcium, 3.75 mg of zinc, 6.60 mg of iron, and 6.1 × 10⹠CFU/ml of lactic acid bacteria assuming that modification of the liquid into pudding form has been shown to impact macronutrient, micronutrients, total calories, and total lactic acid bacteria. Conclusion: The nutrient content in dadiah pudding revealed in this study indicates that this dairy product can be used as a nutritious local food source and a potential probiotic

    Exploring the Therapeutic Landscape: A Systematic Review on the Anti-inflammatory Effects of Probiotics in Colitis-associated Colorectal Cancer

    Full text link
    Background: Colorectal cancer is closely linked to chronic inflammation; long-standing colitis confers a 2–3-fold higher risk. Modulating the gut–immune axis with probiotics may attenuate the inflammatory microenvironment of colitis-associated colorectal cancer (CAC). Objective:To evaluate the anti-inflammatory effects of probiotics in CAC animal models. Methods: We searched PubMed, ScienceDirect, and Wiley Online Library; 248 records were screened and 9 studies met inclusion. Risk of bias was appraised using SYRCLE RoB. Results: Probiotic treatment consistently reduced clinical severity, down-regulated inflammatory markers, and modulated key signaling pathways in CAC models. Nonetheless, evidence was heterogeneous, sample sizes were small, and dosing, strains, and formulations varied; safety reporting was limited. Conclusions: Probiotics show promise as anti-inflammatory adjuncts in CAC based on animal studies. Rigorous, standardized preclinical work and well-designed trials are needed to define optimal strains, dosing, and formulations, and to confirm efficacy and safety for translation

    Epidemiological Analysis and Management of Oral and Craniomaxillofacial Trauma in Indonesia: A Systematic Review

    Full text link
    Objective: This systematic review aims to analyze and review the epidemiological characteristics and management of oral and craniomaxillofacial trauma in patients in Indonesia. Methods: Using PRISMA guidelines, a systematic review of articles published in Scopus, PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and Garuda up to March 2024 was conducted. In selecting studies, inclusion and exclusion criteria were applied. Results: This study included 2,928 cases of oral and craniomaxillofacial trauma obtained from a total of 44 studies consisting of 25 case reports, 11 retrospective studies, 7 cross-sectional studies, and 1 case series. Summary results from pooled data, this study highlights that male patients predominate in all cases with a total of 80.70% and the male/female ratio is 4.2:1. Oral and craniomaxillofacial trauma occurred mostly in the 21-30 year age group (25.51%), followed by 11-20 year olds (24.15%) and 31-40 year olds (16.73%). Based on etiology, most cases occurred due to traffic accidents (87.88%). In the management of trauma cases, open reduction and internal fixation (ORIF) is the most frequently performed with a total of 66.71% of all cases. Conclusion: Oral and craniomaxillofacial trauma in Indonesia is dominated by male patients and in the productive age group with mandibular fractures being the highest cases

    Efek Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton's Jelly (MSC-WJ) terhadap Gambaran Histologi Pankreas Hewan Model Diabetes Melitus Tipe 1

    Full text link
    Objective: This study was conducted to determine the effect of administering Mesenchymal Stem Cell Wharton Jelly (MSC-WJ) on the histological appearance of the pancreas of rat in a type 1 diabetes mellitus model. Methods: This research is an experimental research with a Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of 3 groups (Normal, T1DM, T1DM + MSC-WJ). The treatment group was treated with MSC-WJ for 4 weeks. Data analysis used One Way ANOVA and Post Hoc Bonferroni tests. Results: WJ-MSC can increase the mean diameter and area of the islets of Langerhans in the T1DM rat group from 98.08 mm – 126.85 mm and from 4911.95 mm2 – 8995.35 mm2, but this difference is not yet significant (p > 0.05). Conclusion This research shows that there is improvement in pancreatic damage by administering WJ-MSC to diabetic rat due to alloxan induction

    Hubungan Antara Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Dasar Anak Usia Prasekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) Kota Pontianak

    Full text link
    Latar Belakang : Sebesar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan dasar, dimana penggunaan gadget yang berlebihan merupakan salah satu penyebabnya.1 Tujuan: Mengetahui hubungan antara durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan dasar anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Kota Pontianak. Metodologi: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain potong lintang pada 96 siswa di TK Kota Pontianak. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik chi square menggunakan SPSS 23.0. Hasil: Analisis univariat menunjukkan gadget milik orang tua sebesar 84,5% dan pengenalan gadget dilakukan oleh orang tua berjumlah 80,2% serta usia anak paling muda mengenal gadget adalah 8 bulan. Terdapat 15 orang (15,6%) mengalami penyimpangan, sebagian besar pada aspek bicara bahasa. Analisis bivariat antara durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan dasar yaitu p=0,376. Kesimpulan: Terdapat anak yang mengalami penyimpangan perkembangan namun tidak ditemukan hubungan bermakna antara durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan dasar anak usia prasekolah di Kota Pontianak

    Korelasi antara Diameter Limpa dengan Jumlah Trombosit pada Pasien Sirosis Hati

    Full text link
    Tujuan: Mengetahui korelasi antara diameter limpa dengan jumlah trombosit pada pasien sirosis hati; Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 96 pasien sirosis hati pada RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019–2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dalam bentuk data sekunder yaitu data diameter limpa dan jumlah trombosit pasien yang diperoleh melalui rekam medis. Korelasi antara diameter limpa dengan jumlah trombosit pada pasien sirosis hati dianalisis dengan uji korelasi Pearson; Hasil: Terdapat sebanyak 85,4% pasien mengalami pembesaran limpa dengan nilai rerata diameter limpa 13,88 ± 2,24 cm dan sebanyak 64,2% mengalami trombositopenia dengan nilai rerata jumlah trombosit 132.365 ± 66.296/mm3. Pada hasil uji korelasi Pearson antara diameter limpa dengan jumlah trombosit pada pasien sirosis hati, didapatkan nilai koefisien korelasi (r) = -0,564 dengan signifikansi (p) = 0,001 (p < 0,05); Kesimpulan: Terdapat korelasi yang bermakna antara diameter limpa dengan jumlah trombosit pada pasien sirosis hati dengan arah korelasi negatif dan nilai koefisien korelasi yang kuat

    Pemeriksaan 1,5-Anhydroglucitol, Suatu Hal Baru dalam Pemeriksaan Prediabetes

    Full text link
    Prediabetes merupakan keadaan dimana kadar gula darah diatas normal namun tidak dapat dikatakan sebagai diabetes. Disamping pemeriksaan diagnostik HbA1c, GDP, TTGO dalam mendiagnosis prediates dan diabetes melitus, sekarang banyak penelitian melibatkan biomarker lain. Pemeriksaan biomarker seperti fructosamin, glycated albumin (GA), 1,5 Anhydroglucitol (AG), Adiponectin, Fetuin A (Fet A) dan banyak biomarker lain diteliti untuk skrining dan diagnosis prediabetes. Pemeriksaan 1,5 AG dapat dijadikan sebagai alternatif pemeriksaan mendiagnosis prediabetes.Tujuan: Untuk membahas lebih lanjut mengenai pemeriksaan 1,5-AG untuk diagnosis prediabetes. Metode: Artikel ini ditulis berdasarkan studi kepustakaan yang berhubungan dengan pemeriksaan 1,5-AG. Hasil: Pemeriksaan 1,5-AG telah digunakan sebagai alternatif pemeriksaan penunjang untuk diagnosis diabetes melitus. Pemeriksaan 1,5 AG juga dapat dijadikan sebagai alternatif pemeriksaan untuk prediabetes. Simpulan: Pemeriksaan biomarker 1,5 Anhydriglucitol (AG) dapat digunakan sebagai alternatif pemeriksaan untuk mendiagnosis prediabete

    Endoscopic Sphenopalatine Artery Ligation in Recurrent Epistaxis with Hypertensio

    No full text
    AbstractBackground: Epistaxis is the most common case in ORL-HNS emergencies. One of the risk factors of recurrent epistaxis is hypertension. Epistaxis in hypertension usually originates from the posterior vessels. This requires more invasive procedures such as sphenopalatine artery ligation. Case Report: A 58-year-old woman with complaints of recurrent epistaxis from the right nose. The results of the blood pressure examination showed the results of 190/120 mmHg. The patient underwent sphenopalatine artery ligation to prevent recurrence. Conclusion: One of the factors for recurrent epistaxis is hypertension. Initial management of epistaxis with recurrent hypertension can be done in a conservative way followed by surgery and keeping blood pressure stable. Endoscopic sphenopalatine artery ligation is the definitive treatment according to the epistaxis management algorithm. Endoscopic sphenopalatine artery ligation provides satisfactory results and minimal complications.Keywords: Recurrent epistaxis, hypertension, sphenopalatine artery ligatio

    Korelasi Lactate Dehydrogenase dengan Rasio PaO2/FiO2 pada Pasien dengan COVID-19 di Intensive Care Unit

    Full text link
    AbstrakLatar Belakang: Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS COV-2) menyebabkan COVID-19  dengan manifestasi klinis bervariasi, terutama menyebabkan kerusakan parenkim paru. Kerusakan parenkim paru menyebabkan peningkatan kadar enzim lactate dehydrogenase (LDH) dan manifestasi berat akan menimbulkan acute respiratory distress syndrome (ARDS). Derajat keparahan gagal nafas dinilai dengan rasio PaO2/FiO2. Tujuan: menganalisis korelasi LDH dan rasio PaO2/FiO2 pada COVID-19. Metode: Penelitian analitik potong lintang terhadap 52    orang pasien COVID-19 di intensive care unit (ICU). LDH diukur dengan alat clinical chemistry analyzer dan rasio PaO2/FiO2 dengan blood gas analyzer. Uji korelasi Pearson bermakna apabila p<0,05. Hasil Subjek penelitian sejumlah 52 orang, 27(51,9%) laki-laki dan 25(48,1%) perempuan dengan rerata usia 56(12,796) tahun. Manifestasi klinis ditemukan ARDS ringan (13,50%), sedang (42,30%), berat (44,20%). Rerata LDH adalah 459,33(203,95) U/L dan rerata rasio PaO2/FiO2 adalah 121,67(58,72) mmHg. Uji korelasi Pearson  menunjukkan r=-0,43 dan p=0,002. Pembahasan: Rerata kadar LDH serum meningkat pada penelitian ini. Kadar LDH dan rasio PaO2/FiO2 pasien COVID-19 di ICU menunjukan korelasi sedang dan bermakna. Simpulan: Hasil penelitian terdapat korelasi LDH dengan rasio PaO2/FiO2 pasien COVID-19. Pemeriksaan LDH  digunakan sebagai parameter untuk menilai kerusakan jaringan parenkim paru pasien COVID-19. Kata kunci: COVID-19; SARS-CoV-2;ARDS, LDH;  Rasio PaO2/FiOÂ

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇