Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Dapur Makanan Pendamping-Air Susu Ibu (MP-ASI) di Daerah Bencana Malampah, Pasaman Barat
Indonesia legislation number 24 of 2007 at 55 concerning disaster management states that children (babies and toddlers) are a vulnerable group when a disaster occurs.1 Children are a vulnerable population and have special health problems that must be considered when a disaster occurs. One of them is the very limited availability of complementary foods (MP-ASI) and this condition will worsen the nutritional status of children in disaster areas.2,3,4 The provision of food menus for toddlers in natural disaster conditions is limited because public kitchen do not prepare special menu for toddlers so that children consume food that is also consumed by adults, including instant food. The availability of MP-ASI ingredient can be achieved from public kitchens with the help and cooperation of various parties including volunteers by setting up MP-ASI kitchen so that nutritional intake for toddlers is fulfilled in disaster conditions.5 This was a activities report on establishing MP-ASI in the disaster area, Malampah, Pasaman. It has been expected to be a reference for establishing MP-ASI kitchen in disaster area, as consideration in creating operational standards for establishing MP-ASI kitchen in disaster area, and assist in managing public MP-ASI kitchen in natural disaster area
Hubungan Konsumsi Kopi, Aktivitas Fisik, dan Stres Akademik terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Kedokteran
Latar belakang: Kualitas tidur buruk dapat menurunkan performa aktivitas di siang hari. Sebagian besar mahasiswa kedokteran mengalami stres akademik dalam masa pendidikan karena durasi pendidikan yang lama dan beratnya beban.; Metode: Studi analitik potong lintang dilakukan pada lima puluh delapan mahasiswa kedokteran Angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang mengonsumsi kopi; Hasil: Responden penelitian ini berusia 18-24 tahun dengan sebagian besar perempuan (66%). Berdasarkan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), didapatkan hasil bahwa sebagian besar (42 = 72,4%) memiliki kualitas tidur yang buruk dan berdasarkan Global Physcical Activity Questionnaire (GPAQ) didapatkan hasil bahwa responden memiliki aktivitas fisik yang rendah (34 =58,6%). Berdasarkan Student Academic Stress Scale (SASS), paling banyak responden memiliki tingkat stres akademik yang sangat berat (24 =41,4%). Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk, konsumsi kopi sedang, aktivitas fisik rendah, dan stress akademik yang sangat berat. Analisis data yang dilakukan menunjukkan nilai p >0.05 untuk semua variabel. Konsumsi kopi (OR 1.8; 95% CI 0.56-0.58), aktivitas fisik (OR 0.87; 95% CI 0.27-2.80), dan stress akademik (OR 1.34; 95% CI 0.40-4.47); Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi, aktivitas fisik, stres akademik, dan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran Angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpur
Identifikasi Bakteri Aerob dengan qPCR dan Uji Sensitivitas Antibiotik pada Kasus Fluor Albus Patologis
Tujuan:  mengetahui bakteri aerob yang berperan dalam fluor albus patologis dengan pemeriksaan Quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR) serta sensitivitas dan resistensi antibiotiknya. Metode: Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian yang lebih besar mengenai pemeriksaan berbasis molekular untuk kasus fluor albus patologis dengan menggunakan desain cross sectional, memiliki jumlah sampel 27 orang dengan cara pengambilan sampel total sampling di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo Padang. Hasil: Karakteristik pasien dalam penelitian ini semua berusia dalam rentang wanita usia subur, tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, tidak bekerja, tidak menggunakan kontrasepsi, serta aktif dalam berhubungan seksual. Acinetobacter baumannii memiliki proporsi yang tertinggi yakni 48,1% tetapi bukan berarti ia menjadi penyebab utama fluor albus patologis pada penelitian ini karena terdapat bakteri lain yang dominan pada teori yang ada tidak diperiksa. Levofloxacin, amikacin, ceftazidime, cefepime merupakan antibiotik yang paling sensitif dan Ampicillin sulbactam resisten untuk Acinetobacter baumannii. Sampel Staphylococcus aureus yang sedikit pada penelitian ini membuat pemeriksaan antibiotik tidak dapat disimpulkan dan tidak direkomendasi kepada klinisi untuk digunakan. Kesimpulan: Wanita usia subur lebih beresiko untuk mengalami fluor albus patologis, pemerikssan mikrobiologi yang cepat dan tepat serta penggunaan antibiotik yang baik dapat mencegah progesivitas pada penyakit ini
Deteksi crypstosporidium sp. pada pasien dengan kanker kolorektal
Cryptosporidium sp. adalah parasit obligat intraseluler yang menyerang sel epitel usus. Infeksinya mengakibatkan diare, malnutrisi, dehidrasi dan cedera usus terutama pada orang dengan gangguan imunitas. Tingginya infeksi Cryptosporidium pada pasien HIV-AIDS pada penelitian sebelumnya menandakan sumber infeksi yang tinggi di lingkungan. Cryptosporidium dilaporkan memiliki hubungan dengan kanker kolorektal baru-baru ini. Tujuan: tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi Cryptosporidium pada pasien dengan kanker kolorektal. Metode: metode yang digunakan observasional dengan desain cross-sectional study pada 43 pasien kanker kolorektal yang sesuai dengan kriteria yaitu pasien yang baru didiagnosis dan belum mendapatkan terapi onkologis. Pengumpulan sampel feses dilakukan dari bulan April hingga Agustus 2023. Pemeriksaan ookista dilakukan secara mikroskopik dengan pewarnaan tahan asam modifikasi ziehl neelsen. Hasil: hasil penelitian didapatkan 46,5% (20/43) pasien positif terinfeksi Cryptosporidium. Kesimpulan: kesimpulan hasil penelitian, infeksi Cryptosporidium tinggi pada pasien kanker kolorektal, terutama pada lokasi kanker rektum. Penelitian lebih lanjut untuk mengetahui spesies Cryptosporidium diperlukan untuk mengetahui rute penularan dan sumber infeksi
(RETRACTION) Efek Centella asiatica terhadap resistensi insulin pada parameter biokimia mencit yang diberi diet tinggi lemak
Efek Centella asiatica terhadap resistensi insulin pada parameter biokimia mencit yang diberi diet tinggi lemak. 2024; 1422-1431: The above article, published online on January, 2024 in Majalah Kedokteran Andalas, https://doi.org/10.25077/mka.v46.i9.p1434-1443.2024 , has been retracted by agreement between the authors and the journal's Editor in Chief, dr. Hirowati Ali, Ph.D. The retraction has been agreed after the authors asked to retract the article due to a misattribution of authorship
Medical Rehabilitation Program for Knee Osteoarthritis: A Narrative Review
Background: Osteoarthritis is the most prevalent degenerative joint disease, increases with age in Indonesia, affects all ethnicities, more in women, and is a leading cause of long term disability in adults 65 years or older. Prolonged NSAID use may cause gastritis, bleeding, and renal injury. Objective: To synthesize current understanding of osteoarthritis burden, mechanisms, and patient centered management. Methods: Narrative review of recent evidence on epidemiology, pathophysiology, clinical features, and treatment guidance. Results: Symptoms develop gradually and may accelerate after injury or overload. Drivers include joint aging, trauma or overuse, genetics, obesity, and hormonal factors. First line care comprises education, weight control, physical therapy, and structured exercise. Analgesics and NSAIDs with risk mitigation, intra articular injections, and assistive devices are added by severity and joint involvement. Early multimodal strategies reduce pain, improve function and quality of life, and may slow progression. Outcomes worsen with muscle weakness, obesity, and depression. Conclusion: Osteoarthritis is common yet manageable. Stratified individualized care started early and balanced for benefit and risk preserves mobility and independence and reduces complications
Hubungan Kadar 25-Hidroksivitamin D (25(OH)D) Serum pada Ibu Hamil Trimester III dengan Fetal Outcome
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar 25(OH)D serum pada ibu hamil trimester III dengan fetal outcome. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cohort terhadap 77 ibu hamil trimester III dan bayi baru lahir, penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengukuran kadar 25(OH)D serum dilakukan dengan metode ELISA secara dupleks. Data fetal outcome (berat badan, panjang badan, lingkar kepala) didapatkan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak. Korelasi antar variabel diuji dengan uji korelasi Pearson atau Spearman. Hasil: Kadar 25(OH)D serum ibu hamil trimester III didapatkan nilai median yaitu 21,10 ng/ml dan 32 ibu hamil yang mengalami defisiensi. Kadar 25(OH)D) serum ibu berkorelasi negatif dengan berat badan bayi lahir (uji Pearson; r=-0,239; p=0,036), namun tidak memiliki korelasi yang bermakna secara statistik dengan panjang badan (uji Spearman; r=-0,106; p=0,360) dan lingkar kepala bayi (uji Spearman; r=-0,031; p=0,788). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami defisiensi 25(OH)D dan hal ini dapat mempengaruhi fetal outcome
Unlocking the Fiber Mystery: The Secret Key to Blood Sugar Control and Diabetes Management
Latar Belakang: Serat makanan terdiri dari karbohidrat kompleks dan lignin yang tidak dihidrolisis oleh enzim manusia dan, oleh karena itu, tidak dicerna atau diserap oleh tubuh manusia. Berbagai efek serat makanan, termasuk peningkatan viskositas intraluminal, penurunan penyerapan makronutrien, dan berkurangnya sekresi insulin, berkontribusi pada pengendalian glikemia postprandial dan mengurangi risiko hipoglikemia pasca-penyerapan. Tujuan: Untuk memberikan pemahaman bahwa asupan serat makanan yang cukup sangat penting untuk kontrol glikemik dan manajemen diabetes yang efektif. Metode: Artikel ini disusun berdasarkan metode tinjauan pustaka. Hasil: Serat makanan memainkan peran penting dalam kontrol glukosa darah, terutama pada individu dengan pra-diabetes dan diabetes. Efek intrinsik serat makanan dalam mengurangi asupan energi dan mempromosikan penurunan berat badan juga penting dalam manajemen diabetes. Selain itu, efek usus besar dari serat makanan, yang meningkatkan fermentasi asam lemak rantai pendek dan mengurangi glukosa harian dan produksi asam lemak bebas, dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi sekresi insulin. Kesimpulan: Serat pangan memiliki manfaat untuk mengontrol glukosa darah
The Relationship Of Therapy Frequency, Food Intake, And Nutritional Status With Quality Of Life In Breast Cancer Patients At The Andalas University Educational Hospital
Breast cancer is a non-communicable disease, the development of cancer cells affects a series of organ functions. Treatment for breast cancer is generally divided into three, namely mastectomy, chemotherapy and radiotherapy. Objective: To determine the relationship between frequency of therapy, food intake and nutritional status with the quality of life of cancer patients. Results: Cancer cell activity in the body is characterized by pain, especially in the cancer area. The frequency of therapy >3 months has an effect on decreasing nutritional status, the therapy undertaken has side effects, both chemotherapy and radiotherapy, resulting in side effects such as nausea and loss of appetite. Conclusion: Patients who undergo therapy for 3 months tend to be underweight, if the food intake they receive according to their needs will reduce the risk and disruption of a series of body system functions. Regulating the types of food with a regular eating pattern increases the body's physical defenses. Maintaining normal nutritional status while undergoing therapy can maintain physical quality that is related to quality of life.The Relationship Of Therapy Frequency, Food Intake, And Nutritional Status With Quality Of Life In Breast Cancer Patients At The Andalas University Educational Hospita
Probiotic and Its Fundamental Role In Gastrointestinal Health: A Literature Review
The gastrointestinal tracts are hosts to a wide variety of microorganisms known as intestinal microbiota. This gut microbiome may get disrupted that will influence the human health. Probiotics can restore the balance of gut microbiota by changing its composition and promoting its stability. Objective: This review aims to compile the role of probiotics in maintaining gastrointestinal health based on evidence-based through the modulation of the human gut microbiome. Method: This article is structured based on a literature review method by collecting and reviewing papers published in PubMed, Scopus, ScienceDirect, Springer, and Google Scholar. Results: The administration of probiotics have successfully shown evidenced beneficial health effects to prevent or treat for several main these several diseases including diarrhea, lactose intolerance and intestinal bowel diseases. Conclusion: Probiotics have been demonstrated to play key functions in the digestive system and to considerably reduce the symptoms of a variety of illnesses