Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Hubungan antara kepatuhan minum obat anti tuberkulosis dan kualitas hidup pasien TB paru
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat anti tuberkulosis dan kualitas hidup pasien TB paru di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak. Metode: Studi analitik observasional jenis cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien TB paru yang menerima pengobatan di Pusat Kesehatan Masyarakat yang ada di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek penelitian sebesar 76 orang. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: Hasil uji analisis Rank Spearman didapatkan nilai p sebesar 0,000 (Sig <0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat anti tuberkulosis dan kualitas hidup pasien TB paru di Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.Kata kunci: pasien TB paru; kepatuhan minum obat; kualitas hidu
Potensi antibakteri bawang putih dan bawang hitam siung tunggal (allium sativum l.) terhadap proteus mirabilis
Latar Belakang: Resistensi Proteus mirabilis meningkat; eksplorasi antibakteri bawang hitam dan bawang putih siung tunggal menjadi alternatif. Tujuan: Menilai serta membandingkan potensi antibakteri ekstrak etanol herbal bawang hitam siung tunggal serta herbal bawang putih siung tunggal terhadap Proteus mirabilis. Metode: Merupakan penelitian true experiment dengan melakukan observasi setelah perlakuan diberikan. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Uji statistik memakai rumus uji Shapiro Wilk, uji alternatif menggunakan rumus Kruskal Wallis serta rumus uji Mann Whitney sebagai penutup. Hasil: Percobaan memperlihatkan ekstrak etanol bawang putih siung tunggal tidak memiliki aktivitas antibakteri apapun pada semua konsentrasi uji. Sementara itu, ekstrak etanol tanaman herbal bawang hitam siung tunggal dengan kepekatan 75% serta 100% menunjukkan adanya zona jernih (zona antibakteri) dengan ukuran masing-masing 8,2 milimeter dan 8,4 milimeter. Simpulan: Bawang hitam siung tunggal memiliki potensi dalam mencegah pertumbuhan bakteri Proteus mirabilis, dengan konsentrasi minimum efektif sebesar 75%
Prevalensi dan Faktor Risiko Self-Injury pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2021 dan 2022
Latar Belakang: Self-injury merupakan gangguan kesehatan mental yang banyak dialami oleh remaja dan dewasa muda. Faktor risiko yang dapat mendorong terjadinya perilaku self-injury yaitu jenis kelamin, usia, gangguan perilaku, gangguan mental, perundungan, dan permasalahan interpersonal. Objektif: Mengetahui prevalensi dan faktor risiko self-injury pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Angkatan 2021 dan 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pertanyaan kuesioner. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 288 orang mahasiswa. Hasil: Mahasiswa kedokteran yang pernah melakukan self-injury sebanyak 49 orang (17%). Responden yang pernah melakukan self-injury cenderung memiliki karakteristik berikut, yaitu berjenis kelamin perempuan (77,5%), riwayat gangguan tidur (79,6%), riwayat gangguan makan (69,3%), permasalahan dengan teman (49%), riwayat mengalami perundungan (40,8%), riwayat mengalami pelecehan seksual (26,5%), riwayat gangguan mntal (26,5%), memiliki permasalahan dengan dosen (22,4%), merokok (10,2%), konsumsi alkohol (2%). Kesimpulan: Seperlima mahasiswa pernah melakukan tindakan self-injury. Terdapat berbagai faktor risiko perilaku self-injury pada mahasiswa yang perlu diperhatikan
Kebutuhan Spiritual Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
Tujuan: Mengetahui kebutuhan spiritual pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif, cara pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner Spiritual Needs Questionnaire (SpNQ) yang terdiri dari 19 pertanyaan yang diberikan kepada  pasien. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Instalasi Dialisis Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling pada 165 pasien. Hasil: Didapatkan bahwa pasien membutuhkan kebutuhan spiritual dari yang tertinggi meliputi kebutuhan beragama (95,2%), kebutuhan memberi (92,7%), kebutuhan kedamaian (92,1%), dan kebutuhan makna keberadaan (87,9%). Kesimpulan: Penelitian ini menujukkan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sangat membutuhkan kebutuhan spiritual. Diharapkan penelitian ini mampu membantu tenaga kesehatan dalam memenuhi kebutuhan spiritual pasien.Â
Exploring the Link Between Oxidative Stress Reduction and Liver Function Improvement in Jaundiced Rats with Lactococcus lactis D4
Objective: To explore the correlation between the reduction of oxidative stress and liver enzyme function in rats with obstructive jaundice, using malondialdehyde (MDA) levels as a biochemical marker, and its impact on serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) levels; Method: This experimental study used a post-test only randomized control group design in three groups of Rattus norvegicus strain Wistar rats with an obstructive jaundice model. The rats underwent biliary duct ligation and received Lactococcus lactis D4 starter fermented milk for 7 days. Oxidative stress was assessed by measuring MDA levels and Liver function was assessed by measuring levels of SGOT ; Result:Â The correlation analysis show an r-value of 0.886 revealed that there a very strong positive correlation between MDA and SGOT levels after LLD4 administration; Conclusion: Lactococcus lactis D4 starter fermented milk can improve liver function, indicated by decreased MDA levels and SGOTÂ levels in experimental animals
Characteristics of Melasma Patients in Dermatology and Venereology Polyclinic Ngoerah Hospital Denpasar Bali From 2020 to 2022
Pendahuluan: Melasma merupakan kondisi hipermelanosis akibat paparan sinar matahari. Melasma menyebabkan rasa kurang percaya diri yang berpengaruh terhadap kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan karakteristik pasien melasma di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RS Ngoerah, Denpasar, Bali. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional di Poliklinik Dermatologi dan Venereologi dan Instalasi Rekam Medis pada bulan Februari hingga Mei 2024. Hasil Penelitian: 69 (6.56%) pasien baru yang terdiagnosis melasma, dengan jenis kelamin perempuan 67 pasien (97.10%) dan laki-laki 2 pasien(2.90%), serta dominan pada usia 41-50 tahun yakni 40 pasien (57.97%). Sebanyak 50 pasien (72.25%) dengan riwayat keluarga melasma, 43 pasien (62,32%) >2 jam per hari terkena matahari, 45 pasien (65,72) menggunakan kontrasepsi hormonal, 2 pasien (2,90%) memiliki kista ovarium. Tipe melasma dominan yakni sentrofasial pada 47 pasien (68,27%) dengan kedalaman epidermal pada 47 pasien (68,11%). Payung dominan sebagai alat fotoproteksi pada 35 pasien (50,09%), dan pasien yang mendapatkan terapi tabir surya sebanyak 69 orang (100%). Kesimpulan: Rasio melasma pada laki-laki dibandingkan perempuan adalah 1:34 dan dominan pada usia 41-50 tahun. Faktor risiko utama yakni riwayat keluarga, paparan sinar matahari, dan kontrasepsi. Melasma tipe sentrofasial dengan kedalaman epidermal, fotoproteksi dengan payung, dan terapi tabir surya ditemukan paling dominan
Hubungan Pemakaian Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS) dengan Derajat Keparahan Dispepsia pada Pasien Osteoartritis di Wilayah Kerja Puskesmas Kuranji Kota Padang
Latar Belakang: Di layanan primer, OA sering ditangani dengan OAINS, namun efek samping gastrointestinal seperti dispepsia kerap menurunkan kualitas hidup. Objektif: Menilai hubungan pemakaian OAINS dan durasinya dengan derajat keparahan dispepsia pada pasien OA di wilayah kerja Puskesmas Kuranji, Kota Padang. Metode: Studi potong lintang menggunakan data primer melalui wawancara terstruktur terhadap 101 pasien OA yang sedang menjalani terapi OAINS. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil: Mayoritas responden berusia >60 tahun 54,5 persen, perempuan 79,2 persen. Natrium Diklofenak merupakan OAINS tersering 84,2 persen, dengan durasi penggunaan >3 bulan 56,4 persen. Terdapat hubungan pemakaian OAINS dengan dispepsia p=0,000, dan hubungan durasi penggunaan OAINS dengan derajat keparahan dispepsia p=0,001. Kesimpulan: Pada pasien OA di layanan primer, pemakaian dan durasi OAINS berkaitan dengan dispepsia dan tingkat keparahannya. Temuan ini menegaskan pentingnya skrining gejala cerna, edukasi pasien, serta peninjauan regimen analgesik yang lebih aman. Pertimbangkan gastroproteksi dan pemantauan berkala pada kelompok berisiko tinggi secara klinis
Closed Wedge Osteotomy Proksimal Tibia dan Fiksasi dengan Tension Band Wiring pada Penyakit Blount Bilateral yang Berat; Laporan Kasus Anak Laki-Laki Umur 7 Tahun
Laporan kasus pengobatan kasus penyakit Blount bilateral yang berat pada anak laki laki umur 7 tahun dengan closed wedge osteotomy tibialis proksimal dan fiksasi dengan tension band wiring (TBW). Anak dengan deformitas genu varum bilateral progresif, berat, sulit berjalan, dan nyeri lutut. Radiografi terlihat sudut metaphyseal-diaphyseal (MD) 33° di sisi kanan dan 46° di sisi kiri, dan dikategorikan sebagai Langenskiöld stadium V bilateral. Koreksi dengan closed wedge osteotomy tibialis proksimal bilateral dan fiksasi dengan menggunakan tension band wiring secara bertahap, dimulai tungkai kiri, dan 3 bulan kemudian pada tungkai kanan. Pasca operasi, dilakukan pemasangan gips atas lutut enam minggu, mobilisasi bertahap dan fisioterapi. Setelah 6 bulan, deformitas genu varum berkurang dan anak berjalan mendekati normal. Radiografi terlihat penyatuan tulang yang baik pada bekas osteotomi dan perbaikan sudut MD hingga 9° bilateral. Tehnik closed wedge osteotomy dan fiksasi dengan TBW dapat dilakukan untuk koreksi deformitas varus yang berat,sekaligus stabilisasi yang baik dan mobilisasi pada anak lebih awal. Tehnik ini dapat dianggap sebagai metode fiksasi alternatif pada kasus penyakit Blount yang berat, khususnya pada fasilitas dengan sumber daya yang terbatas, di mana implan yang lebih mahal dan lebih komplek mungkin tidak tersedia
Facial Nerve Paresis in Ramsay Hunt Syndrome
Introduction: Ramsay Hunt syndrome (SRH) is known as otic herpes zoster or geniculate ganglion herpes zoster, which is a late complication of Varicella-Zoster Virus (VZV) infection, which causes inflammation of the geniculate ganglion of cranial nerve VII. The SRH triad is ipsilateral facial paralysis, otalgia, and vesicular rash. Case Report:28 year old man with complaints of slanted face since 5 days ago. Right ear pain occurred 2 weeks ago, 1 day later a fluid-filled nodule appeared on the right earlobe and right cheek. On physical examination, yellowish crusts were found on the right side of the face, the auris dextra showed erythema and crusting in the turbinate and antihelix regions. In the Schirmer test the ratio of right and left tears is > 50%, the acoustic reflex is right (-) left (+). The patient was diagnosed with House-Brackmann grade III peripheral facial nerve paresis, good motor function 70% at the level of the geniculate ganglion et causaRamsay Hunt syndrome. Patients are given antiviral therapy, high doses of corticosteroids tapering offand physiotherapy. Conclusion: Management of patients with Ramsay Hunt syndrome by administering antivirals, high doses of corticosteroids, physiotherapy and rehabilitation.Keywords: ramsay hunt syndrome, varicella zoster virus, herpes zoster oticu
Analisis Ekspresi Protein c-Fos pada Cell Line Kanker Payudara
Tujuan: Untuk menganalisis ekspresi protein c-Fos pada cell line kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni menggunakan metode imunositofluoresens untuk melihat jumlah intensitas ekspresi protein c-Fos dengan sampel penelitian adalah cell line MCF-7 mewakili kanker payudara subtipe luminal A, cell line SKBR3 mewakili kanker payudara subtipe HER2+, dan cell line HaCat mewakili sel normal. Ekspresi protein c-Fos diinduksi dengan EGF 50 ng/mL, ATP 100µM dan gabungan ATP+EGF selama 45 menit. Perhitungan intensitas protein c-Fos menggunakan aplikasi imageJ. Hasil penelitian ekspresi c-Fos dianalisis menggunakan uji oneway anova  apabila p<0.05 dianggap berbeda secara signifikan. Hasil: Ekspresi protein c-Fos pada cell line yang diberi perlakuan ATP dan EGF meningkat dibandingkan kontrol. Peningkatan intensitas protein c-Fos terdapat pada ketiga jenis cell line. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada ketiga jenis sel berdasarkan jenis induksi (p>0,05). Kesimpulan: Pemberian ATP, EGF dan kombinasi ATP+EGF meningkatkan intensitas protein c-Fos pada cell line kanker payudara tipe MCF-7 dan SKBR3