Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Gambaran Kejadian Infeksi STH Pada Murid SDN 33 Ikur Koto Kecamatan Koto Tangah Padang
Latar Belakang: Infeksi cacing usus atau yang lebih dikenal dengan kecacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Pada saat awal terinfeksi, penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala sehingga kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Jenis yang paling sering menginfeksi manusia berasal dari kelompok soil transmitted helminth. Infeksi ini lebih banyak menginfeksi anak usia sekolah.
Objektif: Mengetahui gambaran kejadian infeksi pada murid SDN 33 Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Metode: Penelitian deskriptif dengan melibatkan 33 murid dari kelas I-VI. Pemeriksaan tinja dilakukan dengan menggunakan metode langsung. Data sosiodemografi dan faktor risiko kecacingan dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan status gizi dinilai berdasarkan IMT/U.
Hasil: Menunjukkan 3,0 % (1 orang) murid terinfeksi dengan tipe infeksi tunggal oleh spesies Trichuris Trichiura. Anak yang terinfeksi umumnya memiliki kebiasaan menggigit kuku, bermain di tanah, dan tidak selalu memakai alas kaki saat keluar ruangan. Umur orang tua responden terinfeksi berada direntang 39-48 tahun, tamatan SLTA, tidak bekerja, dan memiliki pendapatan keluarga yang tergolong tinggi. Status gizi anak terinfeksi tergolong normal.
Kesimpulan Hanya satu anak yang ditemukan terinfeksi soil transmitted helminth
Uji Organoleptik dan Zat Gizi Formula Bareh Randang dengan Penambahan Dadih Terhadap Penurunan Hiperkolesterolemia
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji organoleptik dan kandungan zat gizi formula bareh randang dengan penambahan dadih terhadap penurunan hiperkolesterolemia. Metode: Jenis penelitian ini eksperimen dengan melakukan percobaan langsung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf penambahan dadih yaitu 0 gr, 15 gr, 25 gr dan 35 gr per satu formula adonan yang dilakukan dengan dua kali pengulangan. Uji organoleptik dilakukan oleh 25 orang panelis. Data dianalisis dengan uji kruskal wallis dan Uji lanjut mann whitney. Uji laboratorium dilakukan uji kandungan zat gizi proksimat dan uji BAL. Hasil : Berdasarkan uji organoleptik formula terbaik didapatkan dengan penambahan dadih 25 gr. Dari hasil uji kruskal wallis menunjukkan adanya perbedaan nyata p<0,05 terhadap warna, rasa dan teksture sedangkan pada aroma tidak terdapat perbedaan nyata P>0,05. Dari pengujian kandungan BAL ditemukan bahwa pada produk bareh randang mengandung BAL 108CFU/g yang bermanfaat sebagai makanan probiotik. Kesimpulan: Dalam pembuatan produk bareh randang sebaiknya menggunakan penambahan dadih 25 gram.Kata kunci: hiperkolesterolemia; dadih; bareh randang; organoleptik; zat giz
Gambaran Histopatologi Limpa Mencit (Mus Musculus Balb/C) yang Diinfeksi dengan Plasmodium Berghei
Objective: to determine the histopathological picture of the spleen of mice (Mus musculus Balb/C) infected with Plasmodium berghei which has been immunized with An. sundaicus salivary gland extract. Method: This type of research is a descriptive study with a quantitative approach. This research was conducted at the Histology Laboratory of the Faculty of Medicine, Andalas University, from March 2023 to September 2024. Result: research on the histopathological picture of the spleen of mice Mus musculus Balb / C infected with Plasmodium berghei showed the number of spleen cell megakaryocytes in the control group with an average of 2.63 per field of view, in the pellet extract group 2.23 per field of view and in the supernatant extract group 2.13 per field of view. Conclusion: the average megakaryocyte cells in the spleen were the highest in mice injected with the control group and the average megakaryocyte cells in the spleen were the lowest in mice injected with the supernatant extract group
Karakteristik dan Profil Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas I Denpasar Selatan
Abstrak
Tujuan: Diabetes mellitus tipe 2 (DMT2) merupakan suatu penyakit metabolik kronis dengan hiperglikemi yang persisten. Kondisi ini berhubungan dengan berbagai komplikasi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik klinis dan profil pengobatan pasien DMT2 di Puskesmas I Denpasar Selatan. Metode: Studi ini merupakan studi deskrpitif observasional dengan pendekatan potong lintang. Studi ini menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien DMT2 yang dirawat di Puskesmas I Denpasar Selatan pada 1 Februari 2023 28 Februari 2023, dengan menggunakan total sampling. Hasil: Terdapat 50 pasien dimasukkan pada penelitian ini. Sebagian besar berjenis kelamin perempuan (n=29;58,0%), dengan median usia sebesar 60 tahun. Prevalensi hipertensi adalah sebesar 54,0%. Sebagian besar pasien tergolong tidak mengalami obesitas (n=28;56,0%) dan memiliki kadar gula darah puasa yang tidak terkontrol (n=34;68,0%), dengan median gula darah puasa sebesar 160 mg/dL. Mayoritas pasien memiliki durasi pengobatan DMT2 sebesar >10 bulan (n=26;52,0%). Metformin merupakan obat yang paling banyak diberikan pada bulan Februari 2023 (n=43;86,0%), diikuti dengan glimepiride (n=42;84,0%). Sebagian besar pasien memiliki riwayat penggunaan obat selain obat anti diabetes (n=44;88,0%), meliputi simvastatin (n=29;58,0%), amlodipine (n=26; 52,0%), alopurinol (n=21; 42,0%), dan captofril (n=6; 12,0%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan, memiliki kadar gula darah puasa yang tidak terkontrol, dan mendapatkan pengobatan metformin
Perbandingan antara CT Score dan Saturasi Oksigen pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit UKI Tahun 2021
Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease that has caused pandemic effects on world demographics. It is caused by severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV 2). COVID-19 can attack various organs, especially the lungs. The first time a COVID-19 case was discovered in Indonesia was announced on March 2, 2020. The number of casesspread rapidly in Indonesia. The objective of this study is to findout the comparison of CT scores and oxygen saturation of COVID-19 patients at UKI Hospital in East Jakarta. This study uses a cross-sectional design using medical records and data analysis using Mann– Whitney. Based on the result of the study, high CT-Score causes low Oxygen Saturation, Furthermore, there is a relationship between CT Score and oxygen saturation of COVID- 19 patients at UKI Hospital in East Jakarta with a p-value of 0.05
Potensi Terapeutik Tanaman Andalas (Morus macroura Miq.) sebagai Sumber Antioksidan dan Antiinflamasi : Narrative Review
Latar Belakang: Tanaman Andalas (Morus macroura Miq.) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang dianggap sebagai maskot Sumatera Barat. Tanaman herbal ini kaya akan senyawa bioaktif. Tujuan: Mengetahui potensi terapeutik dan preventif tanaman andalas sebagai sumber antioksidan dan antiinflamasi. Metode: Pendekatan narrative review, sumber literatur dari Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct. Penulis menggunakan kata kunci Morus macroura Miq. atau andalas, potensi terapeutik, antioksidan, antiinflamasi. Kriteria inklusi berupa artikel sesuai dengan tema penelitian, artikel terindeks scopus, serta diterbitkan tahun 2019-2023. Kriteria eksklusi meliputi artikel yang tidak dapat diakses, tidak menjawab jenis review. Hasil: Tanaman andalas berpotensi sebagai antioksidan dengan cara mengurangi indeks stres oksidatif dan meningkatkan pertahanan antioksidan. Tanaman andalas juga berpotensi sebagai antiinflamasi dengan cara menurukan kadar biomarker peradangan dan meningkatkan ekspresi miRNA-223. Kesimpulan: Tanaman andalas berpotensi sebagai sumber antioksidan dan antiinflamasi serta agen terapeutik yang menjanjinkan dalam pengobatan penyakit terkait inflamasi dan stres oksidatif, seperti kolitis ulserativa, kanker, neurotoksisitas, dan lainnya yang memerlukan uji klinis lebih lanjut
Case Report of Esophageal Food Impaction in Partially Edentulous Patient
Introduction: Esophageal food impactionis a medical ailment characterised by the obstruction of the oesophagus due to food becoming stuck. Loss of teeth can lead to food impaction, which lowers the ability to chew and create a bolus. This can cause bigger food particles that interfere with swallowing. Objective: Understanding diagnosis dan management of Esophageal Food Impaction in which partially Edentulous as risk factor. Case Report: A 60-year-old man came with complaints of having difficulty in swallowing since 3 days before admission. There was history of feeling something stuck in his throat after swallowing a chunk of meat. Oral cavity examination revealed missing 21 of teeth. There was standing secretion in pyriform sinus. The patient was managed with diagnostic and therapeutic esophagoscopy with diagnosis of impaction of "meat" food in the esophagus. A chunk of meat was removed at the level of 18 cm away from upper incisor. After removal, difficulty of swallowing was improved. Conclusion: Food bolus impaction “meat†can be successfully removed using rigid esophagoscopy without any complications. There was significant improvement in symptoms after removal of food impaction. Loss of teeth is a risk factor for food impaction in this case.Â
Pola Kuman dan Uji Kepekaan Antibiotik pada Kasus Infeksi Daerah Operasi di Departemen Obstetri & Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2020-2022
Latar Belakang: Infeksi Daerah Operasi (IDO) adalah infeksi pada lokasi insisi yang muncul dalam 30–90 hari setelah tindakan operasi. Pedoman penggunaan antibiotik di rumah sakit perlu disesuaikan dengan hasil surveilans pola kuman dan uji kepekaan antibiotik.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan data sekunder berupa hasil kultur mikrobiologi dan rekam medis pasien IDO di Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2020–2022. Dari 28 pasien yang terdata, 18 memenuhi kriteria inklusi.
Hasil: Kelompok usia terbanyak yang mengalami IDO adalah wanita usia subur 15–49 tahun (77,8%). Kultur mikrobiologi menunjukkan kuman terbanyak adalah Escherichia coli (27,8%), diikuti Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter cloacae, dan Staphylococcus aureus. Uji kepekaan menunjukkan kuman Gram negatif sebagian besar sensitif terhadap amikasin dan meropenem, sedangkan kuman Gram positif sensitif terhadap gentamisin, klindamisin, tetrasiklin, dan vankomisin. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah seftriakson (66,7%).
Kesimpulan: Escherichia coli merupakan penyebab utama IDO pada pasien obstetri dan ginekologi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Amikasin dan meropenem efektif untuk kuman Gram negatif, sementara gentamisin, klindamisin, tetrasiklin, dan vankomisin efektif terhadap kuman Gram positif. Seftriakson menjadi antibiotik profilaksis yang paling banyak diresepkan, sehingga perlu evaluasi kesesuaiannya dengan pola kuman lokal
Pola sensitivitas kotrimoksazol terhadap bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada pasien diabetes melitus tipe 2
Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui sensitifitas kotrimoksazol terhadap bakteri penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian dilakukan pada isolat bakteri penyebab ISK tersimpan dengan total 22 isolat bakteri. Uji sensitivitas antibiotik menggunakan metode difusi cakram dengan panduan dari  Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI). Hasil uji sensitivitas dikategorikan sebagai sensitif (diameter ≥16 mm), intermediet (diameter 11-15 mm), dan resisten (diameter ≤10 mm). Hasil: Penelitian ini mendapatkan data bahwa bakteri penyebab ISK mengalami resistensi terhadap kotrimoksazol sebesar 59,09% dengan jumlah isolat sebanyak 15 dari 22 isolat uji. Resistensi kotrimoksazol ditemukan pada bakteri Escherichia coli (46,15%;6/13), Pseudomonas aeruginosa (80%;4/5), Enterobacter aerogenes (100%;2/2), Klebsiella (100%;1/1), dan sensitif terhadap Shigella (100%;1/1). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bakteri penyebab ISK pada pasien DM tipe 2 mengalami resistensi terhadap kotrimoksazol dengan persentase sebesar 46,15%-100%
Time and Concentration-dependent Cytotoxicity of Piperine on Hela Cells
Piperine, the primary alkaloid of Piper nigrum and Piper longum, is believed to have anticancer properties. Although research on cervical cancer is still in its early stages, piperine's anticancer capabilities have been established in numerous types of cancer and have been shown to target pathways involved in the cell cycle and apoptosis. This study aims to determine how piperine administration time and concentration affect the viability of Hela cells. The MTT method was used to conduct this study. The concentration of piperine utilized was 1,000; 500; 250; 125, and 62.5 µg/mL, and it was administered for 24 and 48 hours. The IC50 values, obtained after incubation for 24 and 48 hours, were 711.21 µg/mL and 419.75 µg/mL, respectively. We may conclude that the viability of HeLa cells is influenced by piperine in a time- and concentration-dependent manner (p<0.05)