Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Terhadap Pertumbuhan Shigella flexneri
Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri infusa daun dandang gendis terhadap pertumbuhan Shigella flexneri dan mengetahui konsentrasi efektif infusa daun dandang gendis pada pertumbuhan Shigella flexneri; Metode: Skrining fitokimia infusa daun dandang gendis dilakukan dengan pengujian secara kualitatif. Pembuatan infusa daun dandang gendis dilakukan dengan merebus daun dandang gendis selama 15 menit dalam akuades yang telah dipanaskan hingga 90°C. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Siprofloksasin 5 µg/disk digunakan sebagai kontrol positif dan akuades steril digunakan sebagai kontrol negatif; Hasil: Berdasarkan hasil uji metabolit, didapatkan kandungan metabolit sekunder infusa daun dandang gendis adalah fenol, tanin, saponin, terpenoid, flavonoid, dan alkaloid. Metabolit sekunder dominan pada infusa daun dandang gendis adalah fenol (+++). Pengujian infusa daun dandang gendis tidak menunjukkan adanya zona hambat meskipun diujikan pada konsentrasi 100%; Kesimpulan: Infusa daun dandang gendis tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella flexneri
Anak dengan Perdarahan Saluran Cerna Berulang et causa Ruptur Varises Esofagus et causa Sirosis Bilier dengan Atresia Bilier dan Riwayat Infeksi Citomegalovirus
Latar belakang Sirosis pada anak adalah komplikasi umum dari berbagai penyakit genetik, infeksi, inflamasi, vaskular, dan kolestasis. Pada anak, trombosis vena portal ekstrahepatal adalah stiologi terbanyak terjadinya hipertensi portal, diikuti oleh atresia bilier. Perdarahan saluran cerna atas yang disebabkan oleh varises esofagus menyebabkan mortaltas pada 5%-19% anak-anak dengan hipertensi portal. Tata laksana hipertensi portal dan pendarahan varises pada anak masih menjadi perdebatan. Profilaksis sekunder efektif dalam menghilangkan varises esofagus dan mengendalikan episode pendarahan saluran cerna atas akut yang disebabkan oleh ruptur varises. Ligasi melalui endoskopi dapat menurunkan kejadian perdarahan berulang dan memerlukan waktu yang lebih singkat dalam menghilangkan varises. Laporan kasus Dilaporkan kasus seorang anak perempuan berusia 3 tahun dengan riwayat pendarahan saluran cerna atas berulang karena ruptur varises esofagus yang merupakan komplikasi sirosis bilier et causa atresia bilier dan riwayat infeksi citomegalovirus. Pasien masih belum menjalani transplantasi hati sebagai terapi definitif untuk sirosis bilier. Endoscopic variceal band ligation (EVBL) dilakukan pada pasien ini sebagai profilaksis sekunder untuk mencegah pendarahan saluran cerna atas akut. Kesimpulan Meskipun pasien atresia bilier dengan riwayat terinfeksi CMV dan berkembang menjadi sirosis memiliki prognosis yang lebih buruk, EVBL dapat menjadi alternatif profilaksis sekunder untuk mencegah pendarahan dan meningkatkan kelangsungan hidup pada pasien ini
Tatalaksana Papillary Thyroid Carcinoma dengan Ismolobektomi
Latar Belakang: Pappilary Thyroid Carcinoma (PTC) adalah subtipe kanker tiroid yang paling banyak terjadi. Diagnosisnya ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan fungsi tiroid, ultrasonography tiroid dan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH). Pembedahan merupakan penatalaksanaan utama pada PTC. Â Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus nodul tiroid pada seorang laki-laki usia 41 tahun. Pasien datang dengan keluhan benjolan di leher depan sisi kanan sejak 2 tahun yang membesar secara lambat dan tidak nyeri. Pada pasien dilakukan dilakukan ismolobektomi dextra dengan hasil histopatologi pasca operasi disimpulkan suatu PTC. Pasien didiagnosis dengan intermediate risk papillary thyroid carcinoma stadium I (T3N0M0). Kesimpulan: Pembedahan merupakan tatalaksana utama pada PTC. Ismolobektomi dipilih sebagai penatalaksanaan berdasarkan stratifikasi risiko pada pasien.Kata kunci: Papillary thyroid carcinoma, Biopsi Aspirasi Jarum Halus, Ismolobektom
Hubungan Ekspresi PD-L1 dengan Derajat Diferensiasi dan Staging Karsinoma Sel Skuamosa Paru di RSUP Dr.M.Djamil Padang
AbstrakTujuan: mengetahui hubungan ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dan staging karsinoma sel skuamosa (KSS) paru di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study, sampel sebanyak 35 kasus KSS paru yang telah didiagnosis periode Januari 2022 – Mei 2023. Sampel diperoleh secara simple random sampling dari blok paraffin yang berasal dari jaringan tumor. Dilakukan penilaian ulang pada slaid histopatologik untuk menilai derajat diferensiasi dan data staging didapat dari rekam medis pasien. Ekspresi PD-L1 pada sel tumor dilihat dengan pemeriksaan imunohistokimia. Untuk mengetahui korelasi dilakukan uji analisis statistik bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Dari 35 kasus, didapatkan ekspresi PD-L1 tinggi pada derajat diferensiasi buruk (89,5%) dan derajat diferensiasi baik-sedang (50%). Pada staging lanjut, ekspresi PD-L1 rendah-sedang, tinggi secara berturut-turut (75 %, 100 %) dibandingkan ekspresi PD-L1 staging awal yaitu ekpresi rendah-sedang (20%). Secara statistik, terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dengan nilai p=0,022. Terdapat juga hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dengan staging dengan nilai p=0,035. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dan staging KSS paru
Kista Celah Brankial Kedua: Sebuah Laporan Kasus
Pendahuluan: Kista celah brankial adalah malformasi kongenital yang timbul akibat involusi yang tidak sempurna dari sisa-sisa aparatus brankial. Kista celah brankial kedua biasanya berupa massa yang mobile, fluktuatif, tidak nyeri, yang terletak di sepanjang batas anterior otot sternokleidomastoideus. Pemeriksaan ultrasonografi, magnetic resonance imaging dan histologi dapat membantu dalam menegakkan suatu diagnosis kista brankial dan menyingkirkan diagnosis banding lainnya. Penatalaksanaan pada kasus kista brankial adalah dengan tindakan eksisi kista. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus anak laki-laki usia 1 tahun 3 bulan dengan keluhan benjolan pada leher sisi kanan. Pada pemeriksaan regio colli dekstra didapatkan massa kistik pada level IV, mobile, fluktuatif, tidak nyeri. Dilakukan tindakan eksisi kista dengan hasil histopatologi berupa kista brankial. Kesimpulan: Kista celah brankial kedua perlu dipikirkan pada kondisi pembengkakan leher bagian luar/ lateral. Kista celah brankial kedua berupa massa yang mobile, fluktuatif, tidak nyeri, yang terletak di sepanjang anterior otot sternokleidomastoideus, biasanya bersifat unilateral. Tatalaksana kista brankial berupa eksisi lengkap kista dan traktus sinus.Kata kunci: : kista celah brankial; aparatus brankial; kista celah brankial kedua; eksisi kista Â
Hubungan Ekspresi Sodium Iodide Symporter dengan Varian Histopatologi dan Stadium Papillary Thyroid Carcinoma
Abstrak
Tujuan: Mengetahui hubungan ekspresi sodium iodide symporter dengan varian histopatologi dan stadium papillary thyroid carcinoma. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah kasus papillary thyroid carcinoma dari laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2022-Desember 2022 sebanyak 37 kasus. Varian histopatologi papillary thyroid carcinoma dinilai berdasarkan WHO 2017 dan stadium klinis dinilai berdasarkan TNM American Joint Committee on Cancer edisi ke VIII. Ekspresi NIS dinilai melalui pulasan imunohistokimia. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-square dengan hasil uji statistik dianggap bermakna jika p < 0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukkan ekspresi NIS positif sebesar 13,5%. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara ekspresi NIS dengan varian histopatologi papillary thyroid carcinoma (p=0,03). Varian histopatologi tertentu menunjukkan tingkat ekspresi NIS yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian lainnya. Namun, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara ekspresi NIS dengan stadium papillary thyroid carcinoma (p =0,61). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara ekspresi NIS dengan varian histopatologi. Ekspresi NIS tidak berhubungan dengan stadium papillary thyroid carcinoma.
Kata kunci: sodium iodide symporter; papillary thyroid carcinoma; varian histopatologi; stadiu
Evaluasi Biaya Perawatan Intensif Pasien COVID-19 Di RSUP Persahabatan Jakarta: Pendekatan Activity Based Costing
Facing the COVID-19 pandemic, the healthcare system, especially in Indonesia, encountered significant operational and financial challenges, particularly concerning intensive care costs. RSUP Persahabatan, serving as a national referral center, consistently managed COVID-19 patients ranging from moderate to critical degrees. Recognizing the importance of cost evaluation for efficiency enhancement, this study aimed to meticulously examine the unit cost of intensive care for COVID-19 patients using the Activity Based Costing (ABC) approach. In-depth analysis revealed that the intensive care unit at RSUP Persahabatan comprises 14 supporting activities and offers 61 service products. Both direct and indirect costs for each activity were successfully identified and quantified. Further, when juxtaposed with the INA-CBGs rates set by the 2023 Indonesian Health Minister's Regulation, it became evident that RSUP Persahabatan's ICU achieved remarkable cost efficiency. These findings not only provide invaluable insights for RSUP Persahabatan but also offer strategic recommendations for other healthcare institutions in the evaluation and optimization of COVID-19 intensive care costs.Â
Peran dokter spesialis anak dalam koordinasi lintas sektoral saat bencana
Bencana adalah peristiwa yang mengancam kehidupan masyarakat dan dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta dan dampak psikologis. Bayi dan anak merupakan kelompok rentan menjadi korban bencana. Dokter spesialis anak berperan sebagai tokoh pemberi pelayanan kesehatan dalam koordinasi lintas sektoral sebagai pendidik dan perlindungan sosial pada anak saat bencana. Mengetahui dan memahami peran dokter spesialis anak dalam koordinasi lintas sektoral saat bencana. Studi kepustakaan yang merujuk pada berbagai literatur dan pengalaman penulis di lapangan saat terjadinya bencana gempa bumi di Pasaman. Dokter spesialis anak dalam penanggulangan bencana dengan bekerja sama dengan IDAI, IDI, Dinas kesehatan, BPBD, Puskesmas, Pejabat setempat, Aparat terkait dan wali nagari. Kegiatan yang dilakukan oleh dokter anak yaitu terlibat dalam kajian cepat yang dikoordinasi oleh Pusdalops BPBD, membantu kelancaran proses pelayanan rumah sakit dan puskesmas, melakukan triase dan trauma healing, melakukan pemulihan pasca bencana, pengendalian penyakit menular, rehabilitas fisik dan mental akibat stress pasca bencana. Peranan dokter spesialis anak dalam penanggulangan bencana dengan bekerja sama dengan IDAI, IDI, Dinas kesehatan, BPBD, Puskesmas, Pejabat setempat, Aparat terkait dan wali nagari. Koordinasi lintas sektoral ini dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kerjasama berbagai organisasi untuk menghadapi masalah kesehatan karena kedaruratan bencana.Â
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Puasa dan Tekanan Darah Pada Tenaga Kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Tujuan : mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah puasa dan tekanan darah pada tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Metode : Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional dengan subjek penelitian sebanyak 37 orang yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada tanggal 08 September 2021. Metode pengambilan sampel ini dengan total sampling, analisis data hubungan indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah puasa dan tekanan darah menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Nilai median indeks massa tubuh sebesar 24,22 Kg/, nilai rerata 24,94 Kg/, nilai minimum sebesar 16,23 Kg/ dan nilai maksimum 40,15 Kg/. Nilai median kadar glukosa darah puasa 127 mg/dL, nilai rerata 143,65 mg/dL, nilai minimum sebesar 93 mg/dL dan nilai maksimum 399 mg/dL. Nilai median dari tekanan darah 126 mmHg,nilai rerata 128,7 mmHg, nilai minimum 94 mmHg, dan nilai maksimum 213 mmHg. Tidak terdapat korelasi bermakna antara indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah puasa (p=0,203) ataupun pada indeks massa tubuh dengan tekanan darah (p= 0,097) pada subjek penelitian. Kesimpulan: tidak terdapat korelasi bermakna antara indeks massa tubuh dengan kadar glukosa darah puasa dan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada tenaga kependidikan pada Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Â
Korelasi Positif antara Tumor Associated Macrophage dengan Stadium Klinis pada Adenokarsinoma Kolorektal
Latar Belakang: Tingginya angka kejadian kanker kolorektal mendorong perkembangan pengetahuan mengenai kanker kolorektal, salah satunya mengenai tumor associated macrophage (TAM). TAM merupakan makrofag yang ditemukan dalam lingkungan mikro tumor dan dibagi menjadi 2 sub tipe M1 dan M2. Infiltrasi TAM akan mempengaruhi pertumbuhan ukuran serta akan berdampak pada stadium kanker yang lebih lanjut sehingga dicanangkan menjadi indikator prognosis pada kanker kolorektal. Tujuan: Mengetahui hubungan tumor associated macrophage dengan ukuran dan stadium kanker pada pasien adenokarsinoma kolorektal. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder. Sampel penelitian ini adalah 37 pasien adenokarsinoma kolorektal. Analisis statistik dengan uji Spearman. Hasil: Hasil dari analisis SPSS 25.0 didapatkan nilai sebesar 0,768 (p>0,05) untuk hubungan TAM dan klasifikasi “T†dan nilai sebesar 0,026 (p<0,05) untuk hubungan TAM dan stadium klinis. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara TAM dan klasifikasi “T†dan terdapat korelasi positif antara TAM dengan stadium klinis pada adenokarsinoma kolorektal