Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Uncontrolled diabetes and nephropathy diabetic: implication from retrospectively studied at RSUP Dr. M. Djamil Padang
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol glikemik dengan kadar kreatinin serum pada pasien diabetes melitus tipe (DMT2); Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada bulan November 2022 hingga Januari 2024. Sebanyak 1.130 rekam medis pasien DMT2 yang melakukan pemeriksaan kadar HbA1c dan kadar kreatinin serum di Instalasi Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2019–2021 diikutsertakan. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis hubungan antara kontrol glikemik dan kadar kreatinin serum; Hasil: Sebanyak 52,7% pasien DMT2 adalah laki-laki dengan rata-rata usia 55,8 tahun. Lebih dari separuh (52,7%) pasien DMT2 memiliki kontrol glikemik yang buruk dan ditemukan bahwa median kadar kreatinin serum pada pasien DMT2 dengan kontrol glikemik buruk adalah 5,3 (1,3-15,3) mg/dL, sedangkan pasien dengan kontrol glikemik baik adalah 4,2 (0,4-8,0)mg/dL. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kontrol glikemik dengan kadar kreatinin serum pada pasien DMT2 (p<0,05); Kesimpulan: Temuan pada penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara kontrol glikemik dengan kadar kreatinin serum pada pasien DMT2
Efek Pemberian Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Terhadap Proliferasi dan Migrasi Sel Kanker Serviks HeLa
Tujuan: mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sungkai dalam menghambat proliferasi dan migrasi sel HeLa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan 24 disk kultur sel HeLa yang konfluens. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok (K,P1,P2 dan P3). Kelompok perlakuan diberikan ekstrak daun sungkai dengan konsentrasi IC25, IC50, dan IC75 yang diinkubasi selama 72 jam. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil: Rerata jumlah sel proliferatif yang didapatkan pada kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 12,1 x 105, 8,94 x 105, 6,14 x 105 dan 5,04 x 105. Rerata migrasi jumlah sel yang berkumpul pada zona scratch pada kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 49,.0, 237,8, 210,5, dan 100,7. Didapatkan perbedaan yang bermakna tiap kelompok pada uji proliferasi dan migrasi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun sungkai terhadap proliferasi dan migrasi sel HeLa. Perbedaan bermakna ditemukan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak IC25, IC50, dan IC75
Korelasi Hemoglobin A1c dengan Red Blood Cell Distribution Width pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Latar Belakang: Hemoglobin A1c (HbA1c) digunakan untuk menilai kontrol glikemik pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Kondisi hiperglikemia kronik akan mengubah sifat struktural dan fungsional eritrosit sehingga menimbulkan gangguan mikrosirkulasi. Red blood cell distribution width (RDW) menggambarkan variasi ukuran eritrosit, dianggap berperan untuk menilai komplikasi vaskular pasien DMT2. Tujuan: Menganalisis korelasi HbA1c dengan RDW pada pasien DMT2. Metode: Penelitian analitik potong lintang pada 60 pasien DMT2 di RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak Maret 2022 hingga Maret 2023. Subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan pemeriksaan HbA1c menggunakan metode boronate affinity dan nilai RDW didapatkan secara kalkulasi dari alat hematologi otomatis. Korelasi HbA1c dengan RDW dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson (p<0,05). Hasil: Subjek penelitian terbanyak adalah laki-laki (51,7%) dengan rerata usia 58,13 (10,45)tahun. Rerata kadar HbA1c adalah 8,5 (1,72) % dan rerata RDW adalah 13,5 (1,2)%. Hemoglobin A1c berkorelasi sedang dengan RDW (r=0,562; p<0,001). Diskusi: Terdapat korelasi positif sedang antara HbA1c dengan RDW pada pasien DMT2. Peningkatan HbA1c, peningkatan osmolaritas eritrosit, stres oksidatif, dan inflamasi akan menyebabkan penurunan deformabilitas, peningkatan agregasi dan penurunan fluiditas membran eritrosit. Perubahan tersebut menimbulkan gangguan mikrosirkulasi dan mengakibatkan komplikasi diabetes. Simpulan: Terdapat korelasi positif sedang antara HbA1c dengan RDW pada pasien DMT2
Pengaruh Konsumsi Susu Formula melalui Botol terhadap Kejadian Early Childhood Caries (ECC) Pada Anak Balita
Objective: The purposeof this study is to determine the ef ect of formula milk through bottles onthei ncidence of Early Childhood Caries (ECC) in children under five. Methods: The methodsof this study was conducted by searching and reviewing various journals, literature reviews, and books on caries, Early Childhood Caries (ECC), formulamilk, the ef ect of formula milk. Result: Consumption of formula milk through a bottle canincrease the incidence of ECC. The increase in the incidence of ECCwasinfluenced by the duration, frequency, time and duration of consuming formulamilk. Conclusion: The conclusion is an ef ect of the consumption of formula milk throughbottles on the incidence of Early Childhood Caries (ECC) in children under fivewhich is influenced by the duration, frequency, time and duration of consuming formula milk
Adeno-Associated Virus (AAV) Gene Therapy pada Hemofilia: A Systematic Review
Hemofilia A (HA) dan Hemofilia B (HB) adalah kelainan perdarahan terkait kromosom X yang disebabkan oleh defisiensi faktor koagulasi Faktor VIII (FVIII) atau Faktor IX (FIX). Manifestasi klinis hemofilia, yaitu perdarahan spontan berulang pada otot dan jaringan lunak, serta perdarahan serius lainnya, seperti perdarahan intrakranial, dapat menyebabkan disabilitas seumur hidup hingga kematian. Pasien hemofilia mendapat terapi standar infus konsentrat FVIII atau FIX untuk meningkatkan hemostasis yang diberikan sebagai respons terhadap perdarahan atau profilaksis untuk mencegah perdarahan, namun terapi ini tidak cost-effective dan effisien. Terapi gen menawarkan potensi penyembuhan melalui produksi FVIII atau FIX endogen. Penelitian ini bertujuan membahas efektivitas terapi gen Adeno-Associated Virus (AAV) sebagai terapi hemofilia. Metode: Penulisan artikel ini menggunakan metode systematic review. Pencarian sumber artikel menggunakan bantuan mesin pencari PubMed. Hasil: Penelitian ini menggambarkan bahwa terapi gen dengan menggunakan vektor Adeno-Associated Virus (AAV) cukup menjanjikan dalam pengobatan hemofilia. Dari penelitian yang kami tinjau, terlihat bahwa terapi ini berhasil meningkatkan tingkat faktor pembekuan yang hilang, mengurangi insiden perdarahan tahunan, bahkan memungkinkan pasien untuk menghentikan penggunaan profilaksis. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa terapi gen AAV memiliki potensi besar untuk menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mengelola hemofilia, dengan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien hemofilia
Analisa Faktor Risiko yang Mempengaruhi Infeksi Scabies di Pondok Pesantren Darunna’Im Yapia Parung Bogor
Latar belakang: Prevalensi skabies di lingkungan pesantren Indonesia tetap tinggi dan berdampak pada kesehatan serta proses belajar.Objektif: Menilai faktor yang memengaruhi kejadian skabies, kekuatan hubungan masing-masing faktor, dan faktor paling dominan di pesantren.Metode: Studi potong lintang observasional kuantitatif di Pesantren Darunna’im Yapia, Warujaya–Parung, Bogor (2023). Responden santri usia 12–18 tahun (n=74). Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner.Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=0,004; OR 4,4299), tingkat usia (p<0,001; OR 19,556), tingkat pendidikan (p=0,007; OR 4,000), dan personal hygiene (p=0,003; OR 7,931) dengan kejadian skabies. Pada analisis multivariat, tingkat usia merupakan prediktor paling dominan (p=0,036; Exp(B) 11,744). Keempat faktor secara simultan menjelaskan 41,4% variabilitas kejadian skabies.Kesimpulan: Kejadian skabies di pesantren dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, pendidikan, dan personal hygiene; usia adalah faktor paling dominan. Temuan ini menekankan perlunya intervensi terarah pada kelompok usia berisiko, disertai penguatan higiene pribadi dan tata kelola asrama
Hubungan Kadar IL-6 dengan CTX-1 dan Aktivitas Penyakit pada Artritis Reumatoid
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi kadar IL-6 dengan CTX-1 dan Aktivitas Penyakit (DAS-28) pada artriris reumatoid. Metode: Penelitian analitik dengan studi potong lintang pada 50 pasien artritis reumatoid. Teknik pengambilan sampel dengan metode konsekutif. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Penyakit Dalam Khusus Reumatologi RSUP Dr. M. Djamil Padang, bulan Januari - April tahun 2022. Variabel bebas adalah kadar IL-6 dan variabel terikat adalah kadar CTX-1 dan Aktivitas Penyakit (DAS-28). Dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Spearman. Hasil: Ditemukan peningkatan kadar IL-6 dan CTX-1 pada artritis reumatoid. Nilai median kadar IL-6 yaitu 28,85 (20,12-123,72) pg/ml, nilai median kadar CTX-1 yaitu 4,89 (0,44 – 34,692) ng/ml. Rerata Aktivitas Penyakit (DAS-28) yaitu 3,1 (1,2). Uji korelasi kadar IL-6 dengan CTX-1 didapatkan korelasi positif sangat kuat dan bermakna ( r = 0,959 dan p < 0,001). Uji korelasi kadar IL-6 dengan Aktivitas Penyakit didapatkan korelasi positif sangat kuat dan bermakna ( r = 0,911 dan p < 0,001). Kesimpulan: Terdapat korelasi positif sangat kuat antara kadar Il-6 dengan CTX-1 dan terdapat korelasi positif sangat kuat antara kadar IL-6 dengan Aktivitas Penyakit (DAS-28) pada artritis reumatoid
Gambaran Hasil Kultur dan Sensitivitas Antibiotik pada Pasien COVID-19 yang Dirawat di Ruang ICU COVID-19 RSUP Dr. M. Djamil Padang
AbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi superinfeksi bakteri saluran pernapasan pada pasien COVID-19 yang dirawat di ICU RS Dr. M. Djamil. Metode: Studi retrospektif ini meninjau semua pemeriksaan mikrobiologis pernapasan yang dilakukan di ICU pada pasien COVID-19 dari April 2020 hingga Maret 2021. Hasil: Jumlah pasien COVID-19 dengan pemeriksaan mikrobiologis biakan sekret sebanyak 124 orang, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki 78 (63%) dan pada kelompok usia 60-69 tahun. Pertumbuhan bakteri ditemukan pada 64 pasien (51%) yang terbagi pada Community acquired pneumonia 40 (62,5%) dan Hospital Acquired Pneumonia (HAP) 24 (37,5%) pasien. Acinetobacter baumannii mendominasi sebagai penyebab superinfeksi pada pasien Covid-19 yang sakit kritis; CAP 14 (35%) diikuti oleh Klebsiella sp 10 (25%) dan HAP 12 (50%) diikuti oleh Pseudomonas auriginosa 6 (25%). Kami juga mengevaluasi kerentanan terhadap antibiotik untuk Acinetobacter baumannii kebanyakan dari mereka memiliki resistensi terhadap carbapenem; 26 (72%). Kesimpulan:Â Superinfeksi pada pasien Covid-19 yang dirawat di unit perawatan intensif terjadi pada lebih dari setengah pasien. Acinetobacter baumannii yang resisten terhadap carbapenem ditemukan lebih dari sepertig
Pengaruh Media Video Animasi terhadap Perilaku 5M sebagai Preventif Penularan COVID-19 Siswa Kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit Kota Padang
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian video animasi terhadap perilaku 5M sebagai tindakan preventif infeksi COVID-19 siswa kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra-eksperimental one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 61 siswa kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit didapat melalui total sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan Marginal Homogeneity Test dan Mc Nemar Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian video animasi terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan dengan nilai signifikansi berturut-turut 0,023, 0,019, dan 0,001 (p<0,05). Pengaruh juga tampak dari peningkatan perilaku 5M, yaitu pengetahuan dalam kategori baik yang semula 48 menjadi 56 siswa, sikap dalam kategori positif yang semula 30 menjadi 41 siswa, serta tindakan dalam kategori baik yang semula 38 menjadi 52 siswa. Pemilihan video animasi dinilai sangat tepat karena dengan video yang dapat diulang serta visualisasi gambar bergerak dilengkapi suara dapat mempermudah siswa dalam menerima informasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan didapatkan adanya pengaruh pemberian video animasi terhadap perilaku 5M siswa kelas 3-5 SDN 10 Lambung Bukit
Refraktori Trombosit pada Ibu dengan Trombositopenia dalam Kehamilan
Pendahuluan: Refraktori trombosit selalu menjadi masalah pada pasien trombositopenia karena meningkatkan risiko perdarahan spontan yang dapat mengancam jiwa. Kondisi ini menjadi penyulit dalam terapi pasien trombositopenia dan perdarahan. Penyebab paling sering refrakter pada pasien adalah nonimun seperti perdarahan, fever/sepsis, splenomegaly, hematopoietic stem cell transplantation (HSCT), disseminated intravascular coagulation (DIC), graft-versus-host disease (GVHD), vaso-occlusive diseases (VOD), drug-induced thrombocytopenia. Laporan Kasus: Seorang wanita usia 23 tahun G2P1001 hamil 34 minggu presentasi kepala janin tunggal hidup dengan riwayat seksio cesarea dirujuk ke RSUD Dr. Soedarso dengan penurunan kadar trombosit (97.000 u/L). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan penurunan kadar hemoglobin (9,9 gr/dL) dan penurunan kadar trombosit (67.000 u/L). Pasien kemudian ditatalaksana dengan tranfusi trombosit konsentrat untuk persiapan persalinan agar dapat mengurangi risiko maternal dan neonatal, pematangan paru janin, dan pemberian metilprednisolon untuk membantu kondisi trombositopenia. Setelah tatalaksana dilakukan, tidak terjadi peningkatan trombosit sesuai target dan berdasarkan formula corrected count increment (CCI), didapatkan hasil 3,472 xm2/uL sehingga diduga terjadi rekraktori trombosit pada pasien ini. Kesimpulan: Diagnosisnya ialah refraktori trombosit pada trombositopenia gestasional suspek proses imunologi. Pilihan pengobatan pada pasien ini ialah transfusi trombosit konsentrat dan kortikosteroid intravena. Refraktori trombosit dapat terjadi pada pemberian transfusi trombosit berulang maka terapi transfusi dilakukan dengan menilai secara holistik kondisi pasien