Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
KORELASI INDEKS MASSA TUBUH DENGAN FORMULA MODIFICATION OF DIET IN RENAL DISEASE PADA POPULASI SEHAT
AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui korelasi indeks massa tubuh (IMT) dengan estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) berdasarkan formula MDRD pada populasi sehat di kota Padang. Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang ini mengikutsertakan 121 orang peserta medical check up pada beberapa rumah sakit di Kota Padang pada bulan Agustus 2013-Oktober 2014. Nilai eGFR dihitung menurut persamaan MDRD, kadar kreatinin diperiksa dengan metode enzimatik yang telah distandarisasi. Korelasi IMT dengan eGFR berdasarkan formula MDRD dianalisis menggunakan korelasi Pearson. Kemaknaan secara statistik ditentukan jika nilai p < 0,05. Korelasi IMT dengan eGFR berdasarkan formula MDRD adalah korelasi negatif yang sangat lemah dan tidak bermakna (r = -0,19 ; p > 0,05). Simpulan: tidak didapatkan korelasi antara IMT dengan eGFR berdasarkan formula MDRD.AbstractThe purpose of this study was to evaluate the correlation between BMI and eGFR by MDRD formula among healthy population in Padang. This cross-sectional analytic study enrolled 121 participants taking medical check-up in several hospitals in Padang from August 2013 to October 2014. Value of eGFR was determined by MDRD formula, and a standardized enzimatic method was used for measuring creatinine levels. The correlation between BMI and eGFR by MDRD formula was analyzed using Pearson correlation. Statistical significancy was concluded if the value of p < 0.05. The correlation of BMI and eGFR by MDRD formula was found very weak, negative, and not significant (r = -0.19, p >0.05). Thus, there was no correlation between BMI and eGFR by MDRD formula
UJI DIAGNOSTIK SEDIAAN POTONG BEKU TUMOR PAYUDARA DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI PADANG
AbstrakKanker payudara menempati urutan pertama tumor ganas pada wanita di Sumatera Barat dan merupakan penyebab kematian sebanyak 1.41% dari total kematian. Pemeriksaan potong beku menjadi salah satu pilihan dalam menegakkan diagnosis tumor payudara karena cepat dan akurasi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi sediaan potong beku pada tumor payudara yang didiagnosis di Laboratorium Patologi Anatomi di Padang, dengan konfirmasi histopatologi (blok parafin). Sebanyak 72 kasus tumor payudara yang dilakukan pemeriksaan potong beku, dikumpulkan dari laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil dan RS Siti Rahmah Padang dari 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2012. Data berupa hasil pemeriksaan potong beku dan histopatologi (blok parafin) dicatat, diolah dan dilakukan uji diagnostik dengan tabel kontingensi 2x2, kemudian dilakukan penghitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, dan akurasi. Hasil uji diagnostik potong beku terhadap histopatologi pada kasus tumor payudara didapatkan sensitivitas 100%, spesifisitas 95,65%, nilai prediksi positif 98%, nilai prediksi negatif 100%, akurasi 98.6%. Pemeriksaan potong beku sangat sensitif dan spesifik yang sangat bermanfaat untuk diagnosis tumor payudara yang cepat dan akurat.AbstractBreast cancer is the most common cancer among female in West Sumatera and cause of 1.41% of the death. Frozen section examination of breast has been used as a diagnostic procedure because this method need less time and have high level of accuracy. The aim of this study is to evaluate the accuracy of frozen section examination with histopathologic confirmation.The study has been done retrospectively in 72 samples of breast tumor at the Anatomic Pathology of Dr.M.Djamil Public Hospital and Siti Rahmah Hospital Padang from January 1, 2008 to December 3, 2012. The result of frozen section and histopathology examination was collected and analyzed for counted the sensitivity and specificity value, positive predictive value, negative predictive value and accuracy value using contingency table 2 x 2. The result showed a 100% sensitivity, 95.65% specificity, 98% positive predictive value, 100% negative predictive value and 98.6% accuracy. Frozen section examination is a highly sensitive and specific test that can be useful for diagnostic choice of breast tumor and it is time less and accurate
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA ORANG DEWASA DI SUMATERA BARAT
AbstrakTerdapat banyak faktor yang mempengaruhi tekanan darah pada orang dewasa, salah satunya adalah pola makan. Makanan dapat memicu kenaikan atau penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang hubungan pola makan dengan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan pada masyarakat yang bertempat tinggal di Padang Pariaman, Padang, Solok dan Padang Panjang. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan jumlah sampel 250 orang. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara dan pengukuran tekanan darah. Analisis statistic yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 20% responden menderita hipertensi. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi lemak dengan tekanan darah sistolik (p<0,05). Sementara konsumsi lemak dengan tekanan darah diastolik tidak menunjukkan adanya hubungan (p>0,05). Konsumsi kalori, vitamin C dan kalsium juga tidak menunjukkan hubungan dengan tekanan darah (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah walaupun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan lemak, kalori, vitamin C dan kalsium dengan tekanan darah, tapi ada kecenderungan terdapat korelasi yang negatif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan memperhitungkan faktor resiko lain yang mempengaruhi tekanan darah.AbstractThere are many factors that have correlation with blood pressure in adult, one of them is food intake. Food can leads the blood pressure to increase or decrease. The objective of the study aims to further investigation the correlation of food intake with the blood pressure.The research was conducted to the people who live in Padang Pariaman, Padang, Solok and Padang Panjang. This research was a cross-sectional study with 250 subject of people. Data collection had done through the interview and measurement of blood. The statistical analysis was Spearman correlation test.The result of this research found that 20% of respondent was categorized into Hypertension. Spearman correlation test showed that there’s a relation between fat intake and systolic blood pressure (p<0,05). While there’s no relation between fat intake and diastolic blood pressure (p>0,05). The intake of calorie, vitamine C and calcium showed no relation too with blood pressure (p>0,05). The conclusion of this research is eventhough there was no relationship between intake of fat, calorie, vitamine C and calcium with blood pressure, but they have a negative correlation. There is a need to make same research about this topic with another risk factor that influence blood pressure
CLINICAL BIOETHICS AND MEDICALLY ASSISTED REPRODUCTIVE TECHNOLOGI ES
CLINICAL BIOETHICS AND MEDICALLY ASSISTEDÂ REPRODUCTIVE TECHNOLOGI E
MEDICAL ETHICS, LOCAL WISDOM AND PROFESSIONALISM
AbstractRecengy the problem of profession, professional, professionalism, and ethics in medicinehave been attracting much the public, the media, the professionals, and even also the medicalpractitioners.This may be stimulated by several cases involving medical professionals exposedby the press, originaiing from the decreasing comprehension on the above named terms' Theline differentiating profession from business is too becoming vague. Professionalism that shouldcontain also high ethical moral standards and humanitarian values beside the knowledge andskill is decreasing in comprehension among the medical practitioner and other professionals ingeneral. A clear normative definition of each of those terms is needed. As lndonesian physicians,we should refer and apply the basic principles stated in Pancasila, i.e' the philosophical moralbasis of the lndonesia foundation in providing medical and health service. Further our reflectionsgo on to whether the principles of Pancasila can replace the ethical principles of Bioethics, thewestern concept. Accepting the western completely would likely mean accepting the culturalimperialism, while replacing the western values or principles totally is unnecessary consideringthat many of the western conform our local wisdom'Keywords: Profession, professionalism, medical ethics, Pancasila, local wisdom'transculturalism and value recipi"ocity
STATE OF THE ART IN PROTEOMICS FOR CANCER DETECTION
The earliest stages of cancer detection determine the successful of cancer treatment andtherapy. The existing cancer test or detection methods have been routinely used, but they arelack of sensitivity and specificity that are needed to avoid false positive or negative results. Thegenomic basedtechniques have been applied, although molecular understandings of cancerfar from complete, but few genomic platforms are becoming routine. Application of proteomicsbasedtechniques provide intriguing outcome, which is cancer detection at their earliest stages.Proteomics have exposed a new perspective into the phases of tumorigenesis and depictedmore detailed molecular network scheme, which made important contributions in the discoveryof biomarker of early diagnosis, prognosis and prediction outcome of cancer therapies.The noticeable proteomic platforms to achieve these goals are protein microarray, tissuemicroarray, mass spectrometry-based proteomic, and two-dimensionalgel electrophoresis (2-DE). The application of these techniques will be overviewed, providing a general review ofcurrent proteomic methods in cancer detection and subsequently improvement in prognosisand prediction of cancer therapies.Keywords: proteomics, protein microarrays, mass spectrometry, cancer biomarkerAbstrakDeteksi dini kanker sangat menentukan keberhasilan penanganan dan terapi kanker. Hinggasaat ini, telah banyak jenis metoda deteksi dan uji kanker yang sudah rutin digunakan, akantetapi metoda-metoda tersebut memiliki tingkat sensitifitas dan spesifikasi yang rendah,sehingga sering menyebabkan terjadi kesalahan hasil uji baik secara positif ataupun negatif.Bidang genomik telah banyak digunakan untuk lebih memahami kanker pada level molekuler,meskipun hasil yang diperoleh belum mendalam, akan tetapi beberapa metoda berbasiskangenomik telah mulai rutin digunakan. Bidang pioteomik mulai banyak diaplikasikan untukkeperluan deteksi kankersedini mungkin. Proteomik memberikan perspektif dalam mempelajarifase-fase pembentukan tumor dan juga bisa memberikan gambaran rangkaian molekuler yangterlibat. Hasil ini akan menjadi suatu kosntribusi yang sangat besar untuk mencari biomarkeruntuk diagnosa awal, prognosa dan dan memprediksikan luaran terapiyang muncul. Beberapametoda proteomik telah banyak digunakan untuk tujuan tersebut, diantaranya adalah proteinmicroarrays, fissue microarrays, /nass spectrometry-based proteomic, dan two-dimensionalgel electrophoresis (2-DE). Beberapa aplikasi teknik proteomik tersebut akan dibahas padatulisan ini, sehingga bisa memberikan pandangan umum tentang metoda-metoda proteomikterkini yang sudah mulai digunakan untuk deteksi kanker dan selanjutnya memperbaikiprognosa yang diberikan dan bias memantau luaran yang dihasilkan dariterapi
Kelainan genetik pada kanker - sindrom kanker herediter
Selama dua dekade terakhir, pemahaman terhadap kanker yang bersifat herediter mengalamikemajuan yang cukup pesat. Dari seluruh jenis kanker, hanya sekitar 5-1O% yang diturunkan,dan sebagian besar mempunyai pola pewarisan autosomal dominan. Kelainan genetik yangdapat meningkatkan risiko terjadinya kanker disebut sebagai sindrom kanker herediter (SKH).Pada sebagian besar kasus, sindrom ini disebabkan oleh mutasi pada tumorsuppresso r gene,yaitu gen yang berperan dalam menghambat suatu sel untuk berkembang menjadi kanker.Selain itu, gen-gen lain yang berpotensi mengalami mutasi dalam kasus SKH adalah DNArepairgene, oncogen, dan berbagai gen yang terlibat dalam angiogenesis. Berbagai penemuanbidang genetik molekuler memberikan manfaat yang sangat signifikan dalam manajemenpasien dengan SKH. Sebagai contohnya adalah identifikasi berbagai gen yang memungkinkita untuk mendiagnosis SKH melalui analisa genetik. Dalam praktik klinik, tes genetik untuktujuan diagnosis cukup sering digunakan pada kanker kolon, payudara, ovarium, dan kelenjarendokrin. Berbagaikasus SKH yang paling sering dijumpaiantara lain hereditary nonpolyposiscolorectalcancer(HNPCC) atau Lynch syndrome,familialadenomatous polyposis, hereditarybreast and ovarian cancer, Li-Fraumeni syndrome, Cowden syndrome, da-n lain-lain. Dalammakalah ini, kami akan menggunakan beberapa kasus SKH yang sering dijumpai tersebutsebagai model untuk memberikan ilustrasi mengenai identifikasi, implikasi, dan tatalaksananSKH
PERBEDAAN DAYA HAMBAT PASTA GIGI BERBAHAN HERBAL TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS
AbstrakKaries gigi dan penyakit periodontal dapat dicegah dengan mengontrol pembentukan plak secara teratur. Penggunaan pasta gigi herbal dapat memberikan efek kimia untuk mengontrol pembentukan plak. Studi terdahulu mendapatkan bahwa pasta gigi herbal dapat mengurangi jumlah bakteri utama pada rongga mulut yaitu Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan daya hambat beberapa pasta gigi herbal (mengandung siwak, cengkeh, dan daun sirih) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Metode penelitian adalah eksperimental dengan meletakkan cakram yang sudah direndam dengan pasta gigi ke medium agar darah yang mengandung koloni Streptococcus mutans. Uji daya hambat bakteri dilakukan dengan metode difusi. Terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan bakteri uji. Hasil uji satu arah ANOVA menunjukkan adanya perbedaan daya hambat yang bermakna antar pasta gigi herbal yang digunakan (p<0.05). Ketiga pasta gigi didapakan memiliki kemampuan antibakteri kuat dengan rata-rata zona hambat 16.075 mm, 13.375 mm dan 11.080 mm. Jadi dapat disimpulkan bahwa pasta gigi herbal mempunyai efek anti bakteri terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans dengan efek anti bakteri terkuat di tunjukkan oleh pasta gigi mengandung cengkeh.AbstractDental caries and periodontal disease can be eliminated by regularly control plaque formation. The usage of herbal toothpaste is able to give chemical effect toward plaque control. Previous studies shown that the usage of herbal toothpaste was able to reduce the growth of Streptococcus mutans, the main bacteria in the mouth. The study aimed at investigating the difference of zone of inhibition of several herbal toothpastes (siwak- , cloves- , and betel leaves- contained) toward the growth of Streptococcus mutans.This study was experimental research using disc that had been immersed and subsequently put it onto Blood agar medium that contain Streptococcus mutans. Inhibition test of the growth of bacteria was done by using diffusion method and was said as positif result when clear zone surrounding the colony of Streptococcus mutans was identified. One way ANOVA test result showed there was a significant difference of inhibition effect among those three herbal toothpaste (p<0.05). The average diameter of zone of inhibition of clove- , siwak- , and betel leaves-containing toothpaste were 16.075 mm, 13.375 mm and 11.080 mm respectively. Hence, it can be concluded that herbal toothpaste has shown anti-bacterial effect toward the growth of Streptococcus mutans in which the strongest anti-bacterial effect were shown by clove-containing toothpaste