Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Gambaran Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) pada Balita Pendek di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang

    Full text link
    Tujuan: mengetahui angka infeksi Soil Transmitted Helminths pada balita pendek di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Metode: Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan 124 sampel feses pada balita pendek dengan rentang usia 24 – 59 bulan di Kelurahan Padang Sarai dan Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada bulan September 2022 – Juni 2023. Sampel diperiksa secara mikroskopis dengan metode Kato-Katz. Hasil: subjek penelitian didominasi oleh anak dengan kategori pendek (77,4%), jenis kelamin laki-laki (50,8%), dan kelompok usia 36 – 47 bulan (43,5%). Pada pemeriksaan feses balita pendek didapatkan sebesar 6,5% terinfeksi STH. Spesies yang ditemukan Ascaris lumbricoides (50%), Trichuris trichiura (25%), dan mixed infection Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura (25%). Ascaris lumbricoides masing-masing ditemukan 33% pada derajat ringan, sedang, dan berat sedangkan Trichuris trichiura ditemukan 50% pada derajat ringan, 25% pada derajat sedang dan berat. Simpulan: kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths yang paling banyak terdapat pada spesies Ascaris lumbricoides dengan derajat infeksi yang beragamKata kunci: Balita Pendek; infeksi soil transmitted helminths; stuntin

    Hubungan Faktor Individu dan Pekerjaan dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome pada Operator Alat Berat

    Full text link
    Tujuan: Mengetahui hubungan faktor individu dan faktor pekerjaan dengan keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada operator alat berat angkutan container PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi. Metode: Penelitian kuantitatif dengandesain cross sectional dilakukan terhadap 44 orang responden. Populasi dan sampel yaitu seluruh operator alat berat PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi. Metode sampling menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Uji statistik menggunakan uji chi-square dan ukuran asosiasi menggunakan prevalence ratio (PR). Hasil: Responden yang mengalami keluhan CTS berjumlah 26 orang (59,1%). Berdasarkan uji chi-square diketahui usia (p=0,010) PR=2,308 (95%CI= 1,162 - 4,584), masa kerja (p=0,008) PR=2,262 (95%CI=1,203-4,253), dan lama kerja (p<0,001) PR=4,180 (95%CI=1,729-10,105) memiliki hubungan dengan keluhan CTS. Variabel yang tidak berhubungan yaitu status gizi (p=0,183) PR=1,575 (95%CI= 0,771 – 3,219) dan riwayat penyakit (p=0,270) PR=1,433 (95%CI=0,902-2,276). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, masa kerja, dan lama kerja dengan keluhan CTS pada operator alat berat angkutan container PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Jambi. Diharapkan perusahaan melakukan upaya pengendalian CTS dengan pendekatan ergonomi bagi pekerja

    The Role of Microbiota and Early Detection in Colorectal Cancer Through Fecal Screening

    Full text link
    Objective: This literature review explores the link between gut microbiota and colorectal cancer, emphasizing early detection through fecal screening. Method: We conducted a comprehensive literature review, using Google Scholar and PubMed, with key search terms including "Microbiota," "Colorectal cancer," and "Fecal screening." Results: The gut microbiota plays a vital role in colorectal cancer development, involving specific bacterial strains such as Fusobacterium nucleatum, Escherichia coli, Bacteroides fragilis, Streptococcus bovis, Enterococcus faecalis, and Peptostreptococcus anaerobius. These strains contribute to cancer through various mechanisms. Fecal microbiota screening, often employing advanced techniques like next-generation sequencing, shows promise for early detection. Combining fecal microbiota data with other non-invasive screening methods can enhance colorectal cancer detection sensitivity and efficiency. Understanding this microbiota-cancer relationship is pivotal for cancer prevention and early diagnosis. Conclusion: The intricate microbiota- colorectal cancer connection, driven by specific bacterial strains and inflammation, presents opportunities for early detection. Fecal microbiota screening, combined with non-invasive methods, may reduce colorectal cancer mortality, advancing oncology prevention and diagnosis

    Harnessing the Potential of Synbiotic Therapy for Childhood Malnutrition: A Narrative Review of Onion Inulin Extracts and Probiotic-Rich Dadih

    Full text link
    Background: Childhood malnutrition stems from inadequate intake and disease; synbiotics (probiotics+prebiotics) can modulate gut microbiota and immune function, aligning with SDG-3 targets through cost-effective prophylaxis and immunomodulation. Objective: To evaluate onion (Allium cepa Linn.)-derived inulin combined with probiotic-rich Sumatran dadih as supportive therapy for pediatric malnutrition. Methods: Narrative literature review of human and relevant preclinical studies on synbiotics, inulin, dadih, gut microbiota, and immune modulation, with selection based on relevance and methodological quality. Results: Evidence suggests synbiotics improve microbiota diversity, short-chain fatty acid production, nutrient absorption, and reduce inflammation and infection rates. Onion-inulin functions as a fermentable prebiotic; dadih provides robust local lactic-acid bacteria strains. Yet data are heterogeneous, sample sizes small, and dosing/formulation poorly standardized; safety reporting is variable. Conclusion: An onion-inulin + dadih synbiotic is a plausible, context-appropriate adjuvant for managing childhood malnutrition. Rigorous, controlled trials should optimize dose, strain selection, and formulation, and confirm efficacy and safety for scalable implementation

    Gambaran Efektivitas Transfusi Thrombocyte Concentrate Pada Pasien Immune Thrombocytopenic Purpura di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Full text link
    Latar Belakang: Transfusi trombosit pasien immune thrombocytopenic purpura (ITP) diindikasikan pada kasus ITP dengan perdarahan. Transfusi trombosit pada pasien ITP tidak diikuti dengan peningkatan jumlah trombosit. Corrected count increment (CCI) merupakan penghitungan untuk menilai efektivitas transfusi trombosit. Efektif bila CCI 1 jam pasca transfusi >7,5 x 109/L dan CCI 24 jam >4,5 x 109/L. Tujuan: Mendapatkan gambaran efektivitas transfusi trombosit concentrate (TC) berdasarkan nilai CCI. Metode: Penelitian dilakukan terhadap 31 pasien ITP yang mendapatkan transfusi TC Desember 2022- April 2023. Efektivitas transfusi dinilai berdasarkan nilai CCI 1 jam dan 24 jam pasca transfusi. Hasil: Median jumlah trombosit sebelum transfusi adalah 5,0 x 103/L. Median CCI (Min-Maks) 1 jam 1,88 (0,26-14,5) dan medianCCI 24 jam adalah 2,39 (0,26-15,89). Sebanyak 16,1% sampel efektif berdasarkan nilai CCI 1 jam dan 83,9% tidak efektif. Nilai CCI 24 jam pasca transfusi, 35,5% efektif dan 64,5% tidak efektif. Diskusi: Transfusi TC pada pasien ITP tidak efektif berdasarkan nilai CCI 1 jam dan 24 jam karena pendeknya masa hidup trombosit yang ditransfusikan akibat didestruksi oleh sistem imun. Simpulan: Efektivitas transfusi TC pasien ITP berdasarkan nilai CCI 1 jam pasca transfusi adalah 16,1% pasien dan CCI 24 jam adalah 35,5%. Transfusi trombosit pada ITP perlu indikasi tepa

    Ekspresi Gen MIRO1 dan P53 pada Co-Culture Wharton Jelly-Mesenchymal Stem Cell dan Jantung Tikus Neonatus Diinduksi Doxorubicin

    Full text link
    Transfer mitokondria interseluler diduga dapat menjadi mekanisme terapi mesenchymal stem cell (MSC) terhadap berbagai penyakit yang diakibatkan oleh gangguan atau kerusakan pada mitokondria, salah satunya kardiomiopati akibat doxorubicin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran transfer mitokondria interseluler sebagai mekanisme protektif MSC. Penelitian ex vivo ini menggunakan jantung tikus neonatus yang diberikan doxorubicin dan MSC dengan metode whole organ culture. Pengukuran ekspresi gen Miro1 digunakan sebagai indikator aktivitas transfer mitokondria interseluler dan ekspresi gen p53 sebagai indikator stres sel. Ekspresi gen p53 pada kelompok yang diberikan doxorubicin 20µM selama 30 menit meningkat singnifikan (p<0,05) dibanding kelompok kontrol. Penambahan wharthon’s jelly(WJ)-MSC sebanyak 1x105  atau 1x106 pada menit ke-10 menyebabkan ekspresi gen p53 pada menit ke-30 lebih rendah signifikan (p<0,05) dibanding kelompok perlakuan tanpa penambahan WJ-MSC. Tidak ditemukan korelasi yang signifikan antara ekspresi gen Miro1 dan gen p53 pada kelompok yang mendapatkan WJ-MSC. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa transfer mitokondria interseluler tidak berperan signifikan dalam mekanisme terapi WJ-MSC tanpa rekayasa genetik

    Relationships Quality of Diet in Pregnant Women With Baby Birth Weight

    No full text
    Objective : Writing this article in the form of a systematic literature review aims to analyze the relationships between food quality in pregnancy women and the baby's birth weight .Method : Systematic literature review method by taking 9 journals , namely 9 international journals according to the specified keywords criteria .Results : From the results of the literature review analysis of 9 journals , all journals found significant results between the quality of diet and the baby's birth weight .Conclusion : From this research it is concluded that there is a relationship between the quality of diet and birth weight . It is hopefully that this systematic literature review can become a reference for future researchers and that further research can be carried out on other birth outcome

    Perbedaan Rerata Indeks Fibrosis-4 Antara Manifestasi Klinis Berat Dan Kritis Pada Pasien COVID-19.

    Full text link
    Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular baru yang disebabkan SARS-CoV-2. Indeks Fibrosis-4 (FIB-4) saat ini digunakan sebagai prediktor awal menilai derajat berat dan perburukan COVID-19. Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata indeks FIB-4 antara manifestasi klinis berat dan kritis pada pasien COVID-19. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 100 pasien COVID-19 dengan manifestasi klinis berat dan kritis di   RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak Juli 2022 hingga Februari 2023. Indeks FIB-4  dihitung dengan rumus umur × SGOT dibagi jumlah trombosit × √SGPT. Data dianalisis dengan uji T tidak berpasangan, bermakna jika p <0,05. Hasil: Subjek penelitian sebagian besar laki-laki (62%). Rerata umur subjek penelitian 57 tahun, rentang 38-80 tahun. Rerata indeks FIB-4  seluruh subjek penelitian 4,24 (1,72-8,66). Rerata indeks FIB-4 dengan manifestasi klinis berat 2,83 dan manifestasi klinis kritis 5,65 bermakna (p=0,001). Pembahasan: Terdapat peningkatan indeks FIB-4 yang lebih tinggi pada pasien manifestasi klinis kritis dibandingkan dengan manifestasi klinis  berat, sehingga pasien dengan manifestasi klinis kritis sudah terjadi fibrosis hati. Keterbatasan pada penelitian ini adalah tidak dilakukannya fibroscan sebagai konfirmasi fibrosis hati. Simpulan:Terdapat peningkatan indeks FIB-4 yang lebih tinggi pada manifestasi klinis kritis dibandingkan dengan manifestasi klinis berat pada pasien COVID-19.Â

    Trombosis Vena Dalam pada Sindrom Nefrotik

    Full text link
    Seorang pasien laki-laki usia 34 tahun yang dirawat dengan dengan diagnosis deep vein thrombosis tungkai kanan dan sindrom nefrotik primer relaps. Trombosis pada sindrom nefrotik dapat timbul dari kebocoran protein dengan berat molekul yang tinggi sehingga menyebabkan hiperkoagulabilitas, peningkatan sintesis faktor yang mendorong trombosis, aktivasi dan agregasi trombosit, aktivasi sistem koagulasi, atau penurunan antikoagulan endogen. Pasien sudah diterapi dengan heparin dan terapi untuk sindrom nefrotik. Pasien dipulangkan dengan perbaikan klinis dan kontrol rutin ke poliklinik

    Bedah Basis Kranii Hipofisektomi Tahap Kedua dengan Pendekatan Endoskopi Transfenoid pada Adenoma Hipofisis

    Full text link
    Latar Belakang: Teknik operasi bedah basis kranii dengan pendekatan endoskopi transfenoid memberikan kualitas visualisasi lapang pandang operasi lebih baik dibanding menggunakan mikroskop dan morbiditas lebih rendah dibanding teknik lainnya. Selama dua dekade terakhir bedah endoskopik telah mendapatkan dukungan sebagai pendekatan utama untuk lesi sellar dan parasellar termasuk adenoma hipofisis. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus seorang laki-laki 34 tahun dengan keluhan penurunan penglihatan dan didiagnosis dengan adenoma hipofisis. Pada pasien dilakukan tindakan reseksi tumor oleh ahli bedah saraf dengan pendekatan endoskopi transfenoid berkolaborasi dengan ahli THT-KL. Kesimpulan: Bedah basis kranii pendekatan endoskopi transfenoid adalah tindakan bedah yang menjadi pilihan utama untuk lesi basis kranii. Tindakan ini memberikan visualisasi struktur anatomi yang baik, lapang pandang operasi yang lebih luas, manipulasi struktur neurovaskular minimal, meminimalisir morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup pasien, memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi dan memberikan hasil yang memuaskan

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇