Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Preface and ToC - Vol 41, No 1 (2018)

    No full text

    Physical violence cases in Pekanbaru, Indonesia: a 5 years retrospective study

    Get PDF
    Violence is a global public health problem. This study aims to identify the prevalence and patterns of injury among physical violence victims in Pekanbaru, Indonesia. Methods: A retrospective descriptive study was conducted at the Forensic Medical Service Center Bhayangkara Hospital Pekanbaru. All medicolegal reports of physical violence victims from January 1, 2010 to December 31, 2014 were studied for the prevalence of physical violence cases using basic data, such as sex, age, occupation, and forensic examination findings. Results: The average prevalence of sexual violence was 51.47/100,000 population/year. The total number of cases was 5,206, of which 75.7% were males. The 18-34-year-old age groups accounted for the highest proportion of cases for both genders. Bruises and abrasions were the most frequently found injuries (67.8% and 57.3%, respectively), with the head being the most common injury sites. The majority of victims had blunt and mild degree of injuries (85.6% and 83.8%, respectively). Conclusions: the prevalence of physical violence cases was high among study populated. Although most of the victims had non-fatal injury but physical violence can affect all age group and both genders

    Atrial fibrillation with flutter episode in patient with mitral stenosis

    Get PDF
    Mitral stenosis (MS) is a condition which happened because of congenital or acquired event. The most common etiology of MS in Indonesia is Rheumatic Heart Disease (RHD). Chronic inflammation on the mitral valve could lead to stenosis from mild to severe degree. Mitral stenosis could lead to many complications such as pulmonary hypertension and atrial fibrillation (AF). The prevalence of AF in patients with MS is related to the severity of valve obstruction and patient age. AF event in patient with MS could be happen because of Left Atrial (LA) dilatation of the patient. The mechanism that responsible for AF in patient with MS is a complex one. AF even with or without atrial flutter episode could lead a deterioration of patient hemodynamic. In the other way, the patient also predisposes to left atrial thrombus formation and systemic embolic events. Good awareness in diagnosis and management of atrial fibrillation in patient with MS are mandatory to reduce the morbidity and mortality

    Hubungan Aktivitas Fisik dan Kualitas Tidur dengan Dismenorea pada Mahasiswi FK UPN “Veteran†Jakarta

    Get PDF
    Dismenorea menjadi gangguan menstruasi yang paling umum terjadi pada perempuan dewasa, sehingga memengaruhi kehidupan sehari-hari dan performa akademik. Dismenorea banyak dialami oleh perempuan muda pada rentang usia 18 - 25 tahun dan prevalensi dismenorea tertinggi terjadi pada mahasiswi. Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UPN “Veteran†Jakarta. Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional menggunakan desain potong lintang dengan sampel berjumlah 70 mahasiswi. Data dianalisis dengan uji Chi-Square, uji alternatif Mann Whitney dan uji regresi logistik. Instrumen penelitian menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan Numeric Pain Rating Scale (NPRS) untuk menilai aktivitas fisik, kualitas tidur, dan derajat dismenorea. Hasil: Terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p = 0,002) dan kualitas tidur (p = 0,004) dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran UPN “Veteran†Jakarta. Simpulan: Aktivitas fisik dan kualitas tidur memiliki hubungan yang bermakna dengan dismenorea. Kualitas tidur memiliki hubungan yang lebih kuat dengan dismenorea

    Epidemi obesitas dan dampaknya terhadap status kesehatan masyarakat serta sosial ekonomi bangsa

    Get PDF
    Obesitas merupakan penyakit kronis dan multi faktorial dan juga disebut penyakit inflamasi kronik yang ditandai dengan peningkatan total lemak tubuh. Distribusi kejadian obesitas berhubungan dengan faktor jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status ekonomi. Faktor risiko dasar terjadinya obesitas yaitu faktor peningkatan asupan, faktor metabolik, penggunaan kalori dan gen. Obesitas terbagi menjadi dua tipe yaitu obesitas sentral dan obesitas periferal. Dampak obesitas terhadap kesehatan masyarakat meliputi percepatan proses penuaan, gangguan kecerdasan, resistensi insulin, kanker, osteoatritis, kolelithiasis, dan kematian pada usia muda. Selain itu, obesitas juga berdampak pada sosial ekonomi seperti menurunnya kualitas kehidupan penderita, menurunnya produktivitas individu dan negara, tingginya biaya kesehatan negara, dan tingginya biaya yang dikeluarkan individu ketika sakit. Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian dan penanganan epidemi obesitas dengan pendekatan dalam aspek sosial, biologi, teknologi, dan ekonomi. Prinsip dasarnya penanggulangan obesitas adalah intervensi gaya hidup dan terapi medik seperti obat-obatan dan operasi bariatrik bila diperlukan. Perubahan gaya hidup lebih ditekankan pada modifikasi perilaku makanan dan aktivitas fisik

    Hypertrophic pulmonary osteoarthropathy with primary lung cancer

    Get PDF
    Hipertrophic Pulmonary Osteoarthropathy (HPO) merupakan sindrom paraneoplastik yang disebabkan oleh kelainan pada paru-paru. Angka kejadian HPO sangat rendah yaitu kurang dari 1%, dimana penyebab yang tersering (90%) adalah karsinoma bronkogenik. Gambaran klinis HPO timbul akibat kelainan sistemik pada sendi dan jaringan lunak berupa pembengkakan pada jari-jari, pembentukan tulang baru terutama pada tulang panjang ekstremitas bawah, serta gambaran  menyerupai artristis pada sendi dan jaringan periartikuler (pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan dan siku). Beberapa penelitian telah melaporkan manfaat sidik tulang (bone scintigraphy)  untuk penegakkan diagnosis dan penilaian pasca terapi pada HPO. Sidik tulang selain untuk menegakkan diagnosis dan mengetahui adanya metastasis, juga dapat menggambarkan secara lebih jelas keberadaan dan luasnya aktivitas sub-periosteal dibandingkan pemeriksaan radiologi. Berikut dilaporkan kasus HPO yang awalnya didiagnosis sebagai osteoarthritis dari pemeriksaan radiologi, selanjutnya didiagnosis dengan karsinoma bronkogenik dengan HPO  dari pemeriksaan sidik tulang

    Pencegahan nyeri kronis pasca operasi

    Get PDF
    Nyeri kronis pasca operasi merupakan salah satu nyeri kronis yang paling sering terjadi. Nyeri kronis tersebut memberikan dampak negatif bagi kesehatan mental, kualitas hidup, dan perekonomian masyarakat. Penyebab dari nyeri kronis pasca operasi belum diketahui secara pasti, tetapi diduga bahwa perubahan plastisitas pada sistem saraf pusat berkontribusi dalam terjadinya nyeri kronis. Pencegahan terjadinya nyeri kronis pasca operasi dapat ditempuh dengan beberapa cara yang bertujuan untuk meminimalisir terjadinya sensitisasi pusat di sistem saraf pusat yang mengakibatkan nyeri kronis. Cara yang ditempuh dalam pencegahan nyeri kronis pasca operasi dengan mempertimbangkan faktor psikososial, pemilihan teknik operasi yang dapat meminimalisir kerusakan saraf perifer, pemilihan teknik anestesi, dan penggunaan preemptive analgesia. Dalam penulisan ini bertujuan untuk membahas mengenai patofisiologi nyeri kronis pasca operasi, cara yang ditempuh untuk mencegah terjadinya nyeri kronis pasca operasi, dan perlunya mempertimbangkan faktor psikososial selain intervensi farmakologis sebagai bagian dari pendekatan holistik dari penatalaksanaan perioperatif untuk mencegah nyeri kronis pasca operasi

    Preface and ToC - Vol 40, No 1 (2017)

    No full text

    Identifikasi virus herpes simpleks pada anak dengan ensefalitis: sebuah studi pendahuluan

    Get PDF
    Ensefalitis Herpes simpleks merupakan salah satu penyebab infeksi virus yang paling berat pada otak manusia. Tanpa terapi yang adekuat mortalitas mencapai 70% dan sebagian besar dari pasien yang bertahan hidup akan menderita sekuele neurologis berat. Data tentang prevalensi dan proporsi Herpes simpleks ensefalitis pada anak di Indonesia belum tersedia. Tujuan: Untuk menentukan proporsi ensefalitis Herpes simpleks pada anak dengan ensefalitis di RSUP M. Djamil Padang. Metode: Penelitian dilaksanakan di Instalasi Rawat Inap Anak RSUP M. DJamil Padang dari bulan Agustus hingga Desember 2016. Ensefalitis didefinisikan menurut konsensus International Encephalitis Consortium. Variabel yang dicatat meliputi usia, jenis kelamin, manifestasi klinis, dan luaran. Subjek dikatakan menderita ensefalitis Herpes simpleks bila hasil pemeriksaan polymerase chain reaction Herpes simpleks pada cairan serebro spinal memberikan hasil positif. Sebanyak empat belas orang anak memenuhi kriteria inklusi selama periode penelitian. Hasil: Manifestasi klinis yang paling sering ditemukan adalah demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Sebagian besar subjek pulang dengan sekuele. Tidak ada virus Herpes simpleks yang ditemukan pada pemeriksaan PCR terhadap cairan serebrospinal. Kesimpulan: Tidak ada ensefalitis Herpes simpleks yang teridentifikasi pada penelitian ini. Dibutuhkan studi lebih lanjut dengan subjek yang lebih besar dan periode penelitian yang lebih panjang untuk mendapatkan gambaran besarnya masalah ensefalitis Herpes simpleks pada anak di Indonesia

    Evaluasi pelatihan dokter puskesmas sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang rujukan penyakit non-spesialistik di Pekanbaru

    Get PDF
    Tujuan: Untuk mengevaluasi pelatihan dokter Puskesmas sebagai  upaya peningkatan pengetahuan tentang rujukan penyakit non-spesialistik. Metode: Merupakan penelitian deskriptif analitik yang dilakukan secara retrospektif. Data diambil dari pelatihan dokter Puskesmas di Pekanbaru dengan materi yang dirancang oleh tim kendali mutu kendali biaya BPJS Provinsi Riau. Sampel penelitian adalah 32 peserta yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui pretest/posttest pengetahuan, kuesioner kepuasan peserta pelatihan, dan observasi. Hasil: Penelitian menunjukkan pengetahuan peserta setelah pelatihan lebih tinggi secara bermakna dibandingkan sebelum pelatihan (p<0,05), tingkat kepuasan peserta terbanyak adalah kategori cukup puas (62%), aspek kepuasan tertinggi adalah proses belajar. Beberapa masukan untuk perbaikan pelatihan antara lain waktu pelaksanaan, memperbanyak latihan keterampilan klinis, dan praktik dengan pasien nyata. Beberapa kendala yang dihadapi adalah penyesuaian jadwal narasumber, konsistensi kehadiran peserta, pelaksanaan ujian keterampilan klinik. Kesimpulan: Pelatihan dokter Puskesmas ini meningkatkan pengetahuan tentang penyakit non-spesialistik, tetapi proses pelaksanaannya perlu disempurnakan sesuai masukan peserta dengan mempertimbangkan kendala yang ada

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇