Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Profil kepemilikan dan tingkat pengetahuan ibu-ibu tentang buku kia di Kabupaten Padang Pariaman
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang mampu menilai derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak adalah dengan memperbaiki pelayanan kesehatan terutama kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dengan pemanfaatan penggunaan buku KIA. Tujuan: Untuk menentukan tingkat kepemilikan buku KIA dan tingkat pemahaman ibu terhadap buku KIA yang dimiliki. Metode: Data ini sebagian dari penelitian yang menggunakan kuasi eksperimental pre-post dimana pada 3 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. Kecamatan yang diambil adalah kecamatan yang masalah stunting cukup tinggi, kemudian tingkat kepemilikan buku KIA yang rendah dan angka penimbangan yang rendah. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 102 responden ibu hamil, dan ibu yang memiliki anak balita. Hasil: Lebih dari sepertiga 37,3% ibu yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah, 81,4% ibu tidak bekerja atau menjadi ibu rumah tangga. Sebanyak 83,3% ibu yang memiliki buku KIA. Simpulan: Sebagian besar responden (>75%) tidak tahu informasi yang ada di buku KIA. Masih ada ibu-ibu yang tidak memiliki buku KIA dan masih rendahnya informasi yang dimiliki ibu-ibu tentang buku KIA
Hubungan kadar zink dan kenaikan berat badan ibu hamil dengan berat badan bayi lahir di RSUD Curup Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu
Berat badan lahir bayi merupakan salah satu penanda asupan gizi ibu selama kehamilan. Zink adalah salah satu mikronutrien penting untuk fungsi sejumlah enzim dan hormon pertumbuhan. Defisiensi zink dan kenaikan berat badan selama kehamilan yang kurang dari normal dapat menyebabkan berat badan lahir rendah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar zink dan kenaikan berat badan ibu selama kehamilan dengan berat badan lahir bayi. Metode: Desain penelitian ini adalah cross-sectional, observasi pada 39 orang ibu yang pada waktu hamil trimester III pernah datang memeriksakan kehamilannya dan tercatat telah melahirkan di RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kadar zink diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan Sumatera Barat dengan immunoassay, dan kenaikan berat badan ibu hamil diperiksa dengan mengukur selisih berat badan trimester III dengan sebelum kehamilan. Hasil: Didapatkan rerata kadar zink ibu hamil aterm adalah 60,35±39,16 μg/dL; rerata kenaikan berat badan ibu hamil aterm adalah 11,59±5,95 kg; dan rerata berat badan lahir bayi 3002,56±580,60 gr. Terdapat korelasi sangat kuat antara kadar zink dan kenaikan berat badan ibu hamil aterm dengan berat badan lahir bayi, dengan nilai p=0,000 dan r=0,879. Simpulan: Nilai korelasi (r) yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi kenaikan berat badan ibu hamil, maka diperkirakan berat badan bayi yang dilahirkan semakin besar, dan sebaliknya
Analisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan standar APN oleh bidan puskesmas PONED Padang Pariaman
Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan penerapan standar asuhan persalinan normal oleh bidan puskesmas PONED Padang Pariaman. Metode: Penelitian ini menggabungkan 2 jenis penelitian (mixed method) yang didahului oleh penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, sampel 74 bidan puskesmas PONED. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bidan puskesmas pelaksanaan penerapan standar asuhan persalinan normal yang baik. Faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan pelaksanaan penerapan standar asuhan persalinan normal adalah pengetahuan, sikap, persepsi kepemimpinan, motivasi, persepsi supervisi kepala puskesmas, dan persepsi organisasi profesi/IBI. Hasil penelitian juga menunjukkan persepsi supervisi kepala puskesmas sebagai faktor dominan yang mempengaruhi pelaksanaan penerapan standar asuhan persalinan normal secara baik 7,649 kali dibandingkan dengan komitmen variabel lainnya. Simpulan: Persepsi supervisi kepala puskesmas sebagai faktor dominan yang berhubungan pelaksanaan penerapan standar APN oleh bidan puskesmas PONED. Disarankan agar mempertahankan keterampilan bidan terutama dalam melaksanakan penerapan standar asuhan persalinan normal
Hubungan kadar insulin-like growth factor 1 serum maternal dengan berat badan dan panjang badan bayi baru lahir pada ibu hamil KEK
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kadar IGF-1 dengan berat badan dan panjang badan bayi baru lahir pada ibu hamil dengan kekurangan energi kronik. Metode: Penelitian ini dilakukan dii Puskesmas Belimbing dan Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang pada bulan Oktober sampai Desember 2018. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelatif dengan desain potong lintang. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik. Sampel penelitian sebanyak 40 orang ibu hamil dengan kekurangan energi kronik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar IGF-1 serum maternal dengan berat badan lahir bayi (p=0,001; r=0,493), namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar IGF-1 serum maternal dengan panjang badan lahir bayi (p=0,105; r=0,260). Simpulan: Terdapat hubungan kadar IGF-1 serum maternal dengan berat badan lahir bayi
Renal tubular asidosis tipe I dengan anemia hemolitik stomatositosis
Renal tubular acidosis (RTA) tipe I adalah sindrom klinik akibat kegagalan pengasaman urine oleh tubuli distal yang ditandai oleh asidosis metabolik, hipokalemia, hiperkloremia, sedangkan anion gap serum dan fungsi glomerulus normal. Anemia stomatositosis adalah tipe anemia hemolitik non-autoimun yang diakibatkan kelainan pada membran eritrosit yang ditandai dengan ditemukannya stomatosit pada gambaran darah tepi. Tujuan: melaporkan kasus RTA tipe I dengan anemia stomatositosis herediter. Kasus: Dilaporkan sebuah kasus, wanita 30 tahun dengan keluhan utama lemah pada keempat anggota gerak sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga merasakan sesak nafas, poliuri, polidipsi, pucat, lemah dan letih. Keluhan telah dirasakan berulang sejak 5 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik: pasien sadar, kusmaul, anemis, tetraparesis. Pemeriksaan penunjang: laboratorium Hb 8,8 gr/dL; normositik normokrom dengan sel target (+) sel stomatosit (+); Kalium 1,7 mmol/L; Khlorida 122 mmol/L. Analisis gas darah: pH 7,05; HCO3- 6,9 mmol/L. Urinalisis: pH urine 6,5; elektrolit urine; kalium 18,2 mmol; TTKG 13; anion gap serum 11,4; anion gap urine 16,2. Diberikan substitusi kalium dan bikarbonat intravena. Pasien mengalami perbaikan gejala setelah di terapi. Simpulan: Perlu diberikan terapi substitusi kalium dan alkali seumur hidup pasien untuk mencegah kekambuhan
Is narrow qrs complex tachyarrythmia always from supraventricular?
Idiopathic left ventricular tachycardia (previously known as fascicular VT) is characterized by right bundle branch block (RBBB) left axis ventricular tachycardia (VT) with a relatively narrow QRS (120–140 ms) in young patients and sensitive to verapamil. Objective: To remind that not all tachyarrhythmias with relatively narrow QRS are derived from supraventricular. Cases: First case of 23 years old man with chief complain palpitation and presyncope with narrow QRS ventricular tachycardia electrocardiography (ECG). Second case of 16 years old man with chief complain palpitation with narrow QRS ventricular tachycardia ECG, both of them are getting better after administration of diltiazem and verapamil. Conclusions: Idiopathic left ventricular tachycardia is associated with presyncope, palpitation and was successfully terminated with verapamil. Medical management is variable in its outcomes and given the age of the population affected. Narrow QRS complex tachycardia not always from supraventricular, we should think about ventricular tachycardia especially ILVT if there is no structural heart disease
Efektivitas intervensi psikoedukasi keluarga terhadap kekambuhan pasien skizofrenia
Psikoedukasi keluarga telah terbukti menjadi intervensi yang efektif untuk pasien dengan skizofrenia dan anggota keluarga mereka. Tujuan: Untuk menilai pengaruh intervensi psikoedukasi keluarga terhadap pengetahuan, pemberdayaan anggota keluarga serta kekambuhan pasien skizofrenia. Metode: Penelitian randomized controlled trial dengan desain true experimental pre post test with control group. Jumlah subjek adalah 49 orang yang terdiri dari kelompok I (24 orang) adalah kelompok caregiver yang memperoleh terapi farmakologi dan terapi psikoedukasi keluarga dengan 3 sesi. Kelompok II (25 orang) adalah kelompok kontrol yaitu caregiver yang hanya mendapatkan terapi farmakologi saja. Studi ini dilakukan selama 6 bulan mulai dari Juni 2014 sampai dengan Desember 2014. Pada akhir penelitian dilakukan penilaian angka kekambuhan pada pasien skizofrenia. Hasil: Didapatkan persentase kekambuhan pasien skizofrenia pada kelompok caregiver yang diberikan psikoedukasi adalah 2,04% dan persentase kekambuhan pada kelompok caregiver yang tidak diberikan edukasi adalah 12,24% dan didapatkan perbedaan yang bermakna angka kekambuhan/relap antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol. Simpulan: Intervensi psikoedukasi keluarga sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan tentang skizofrenia dan meningkatkan pemberdayaan caregiver serta secara tidak langsung menurunkan angka kekambuhan pada pasien skizofrenia
Sebaran kasus dan faktor risiko kejadian DBD berbasis SIG Kabupaten Kubu Raya tahun 2016-2018
Tujuan: Mengetahui gambaran hasil analisis spasial berdasarkan kasus kejadian, faktor risiko lingkungan pada kasus Demam Berdarah Dengue di wilayah kerja Puskesmas Sungai Durian Kabupaten Kubu Raya tahun 2016 - Juli 2018. Metode: Penelitian ini bersifat studi deksriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil: Hasil penelitian Didapatkan bahwa gambaran Kasus DBD di Puskesmas Sungai Durian di tahun 2016 - Juli 2018 yaitu 13, 35, dan 37 kasus. Terjadi penurunan rata-rata suhu udara, curah hujan, diikuti dengan peningkatan jumlah kasus DBD. Semakin tinggi kepadatan penduduk maka kejadian DBD meningkat. Tidak menggunakan kawat kasa pada ventilasi rumah meningkatkan resiko kejadian DBD. Simpulan: Gambaran Kasus DBD di Puskesmas Sungai Durian di tahun 2016 - Juli 2018 terjadi peningkatan. Suhu udara mengalami penurunan dari 27,2°C ke 27,0°C, dan curah hujan dari 409,0 ke 275,9 mm/hari namun terjadi peningkatan kasus DBD yaitu dari 13 menjadi 35 orang. Kepadatan penduduk yang paling tinggi terletak di desa Limbung yaitu 116,7/km2 dengan kejadian DBD sebanyak 17 kasus. Penggunaan kawat kasa pada ventilasi rumah masih sangat kecil hanya 19 rumah (22,4%) dari total 85 rumah pasien kasus DBD