Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Peranan microRNA dalam diagnosis dan tata laksana kanker payudara
Epigenetik adalah suatu perubahan ekspresi gen yang dapat diturunkan namun tidak terdapat perubahan sekuen DNA pada gen tersebut. Saat ini diperlukan adanya identifikasi proses epigenetik peranan microRNA dalam diagnosis dan tatalaksana kanker payudara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran microRNA (miRNA) dalam diagnosis dan tatalaksana kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel penelitian yang terpublikasi secara internasional pada database Pubmed/Medline dan Proquest dari tahun 1998-2019. Studi literatur ini disusun berdasarkan panduan Walker dan Avant. Hasil: Peranan miRNA yang dapat menginduksi dan dapat juga mencegah kanker serta peranannya dalam tingkat agresivitas kanker menjadikan mikro molekul dapat dijadikan biomarker untuk deteksi dini dan penilaian agresivitas kanker payudara (KPD). Lepasnya miRNA dari tumor ke dalam sirkulasi darah dapat dijadikan indikator biomarker baik sebagai diagnostik, prognostik, dan prediktif. level ekspresi miRNA juga dapat dijadikan monitor terhadap status tumor, sehingga menjadi catatan penting bahwa pengangkatan primer tumor akan mengurasi jumlah miRNA yang bersirkulasi di dalam darah. Simpulan: miRNA dapat digunakan baik sebagai biomarker pada KPD dan juga sebagai bagian dari terapi KPD
Tuberkulosis diseminata pada kehamilan
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang banyak dijumpai pada negara berkembang, bermanifestasi di berbagai organ dan menimbulkan berbagai macam tanda dan gejala. Ketepatan menegakkan diagnosa diharapkan dapat memperbaiki kualitas hidup ibu hamil dan mencegah infeksi pada janin dan bayi. Tujuan: Melaporkan tuberkulosis diseminata dalam kehamilan sebagai salah satu penyebab angka kesakitan dan kematian ibu hamil. Diagnosis dini dan penatalaksanaan segera dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Kasus: Dilaporkan seorang perempuan 28 tahun dengan keluhan sesak nafas yang bertambah berat sejak satu minggu sebelum masuk rumah sakit, demam yang terus menerus sejak 1,5 bulan yang lalu dan hamil anak I dengan usia kehamilan 18-19 minggu. Pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis, dyspnea dengan suara pernafasan yang normal dan hepatomegali. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan anemia , peningkatan laju endap darah dan pada rontgen paru dengan kesan TB milier, USG abdomen dengan hepatomegali disertai kalsifikasi dan pada pemeriksaan mata ditemui adanya koroidal tuberkel. Pasien diberikan obat anti tuberkulosis kategori I dan kortikosteroid dan mengalami perbaikan. Simpulan: Sangat penting untuk mendiagnosis adanya infeksi TB secara dini pada wanita hamil. Penatalaksanaan TB pada kehamilan sama seperti TB pada umumnya. Jika terjadi kehamilan pada saat menderita TB maka tidak dianjurkan untuk menggugurkan kandungannya kecuali atas indikasi obstetri
Peningkatan kualitas hidup pasien kanker dengan metastasis tulang yang menjalani radiasi paliatif
Tujuan: Radioterapi dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan oleh kanker dengan metastasis tulang. Penilaian hasil pengobatan berdasarkan informasi klinis sedangkan informasi kualitas hidup jarang dilaporkan. Penelitian bertujuan untuk menilai peningkatan kualitas hidup pasien yang menjalani radiasi paliatif untuk metastasis tulang. Metode: penelitian kohort prospektif dengan sampel pasien kanker metastasis tulang yang berkunjung ke-4 pusat radioterapi di Sumatera, dari bulan Mei-September 2018. Jumlah sampel adalah 18 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Perbaikan kualitas hidup dinilai dengan kuesioner EORTC QLQ C-30. Analisis statistik dengan uji T berpasangan. Hasil: Rerata Global Health Status sebelum dan sesudah terapi adalah 39,81 dan 64,81 dengan perbedaan kuat dan bermakna (r=0,75; p<0,001) dengan rerata peningkatan skala adalah 25. Rerata Functional Scales sebelum dan sesudah adalah 44,32 dan 58,27 dengan perbedaan sedang dan bermakna (r=0,48; p=0,042) . Peningkatan rerata Functional Scales adalah 13,95. Rerata Symptoms Scales sebelum dan sesudah adalah 46,15 dan 29,48 dengan perbedaan rerata yang kuat dan bermakna (r=0,743; p<0,001). Rerata penurunan Symptoms Scale sesudah terapi adalah 16,67. Simpulan: Radioterapi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan gejala secara signifikan, namun memperbaiki fungsi pada sebagian sampel
Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol annona muricata linn. terhadap vibrio cholerae secara in vitro
Vibrio cholerae merupakan satu di antara bakteri penyebab terjadinya diare. Beberapa penelitian menunjukkan terjadinya multidrug resistant terhadap V. cholerae. Daun Sirsak (A. muricata L.) yang memiliki kandungan metabolit sekunder dapat berfungsi sebagai senyawa antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui aktivitas antibakteri etanol daun sirsak dalam menghambat pertumbuhan V. cholerae. Metode: Daun sirsak diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Skrining fitokimia menggunakan uji tabung. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 25 mg/ml, 50 mg/ml, 100 mg/ml. 200 mg/ml, 400 mg/ml. 500 mg/ml. Kontrol positif yang digunakan adalah Siprofloksasin 5 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah tween 80. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol daun sirsak yaitu alkaloid, fenol, flavonoid, saponin dan tanin. Ekstrak etanol daun sirsak (A. muricata L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap V. cholerae pada konsentrasi 25 mg/ml; 50 mg/ml; 100 mg/ml; 200 mg/ml; 400 mg/ml dan 500 mg/ml dengan masing-masing diameter zona hambat 7,42 mm, 9,46 mm, 9,54 mm, 16,08 mm, 18,64 mm dan 25,28 mm. Simpulan: Ekstrak etanol daun sirsak memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat yang kuat pada konsentrasi 400 mg/ml dan 500 mg/ml namun tidak lebih baik dibandingkan kontrol positif siprofloksasin terhadap V. cholerae
Karakteristik morfologi penderita karsinoma payudara dengan reseptor estrogen positif dan negatif berdasarkan duplex ultrasound
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik morfologi dan vaskularisasi karsinoma payudara dengan reseptor estrogen positif dan negatif berdasarkan ultrasonografi grayscale dan doppler. Metode: Penelitian ini dilakukan di Bagian Radiologi RS Wahidin Sudirohusodo dan RS Pendidikan Universitas Hasanuddin Makassar pada Oktober 2018 sampai dengan Februari 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kajian potong lintang. Analisis data menggunakan statistik melalui uji diagnostik chi-square dan Mann-Whitney. Sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan karsinoma payudara. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan (p<0,05) pada morfologi akustik posterior antara reseptor estrogen positif dan negatif karena akustik posterior shadowing dominan pada reseptor estrogen positif, sedangkan akustik posterior enhancement dominan pada reseptor estrogen negatif. Morfologi akustik posterior ini hanya dapat dinilai dengan menggunakan ultrasonografi grayscale. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada morfologi akustik posterior dimana akustik posterior shadowing dominan pada reseptor estrogen positif, dan akustik posterior enhancement dominan pada reseptor estrogen negatif
Kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan Ultrasonografi dengan MR-Myelografi pada penderita nyeri punggung bawah
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan ultrasonografi dengan MR myelografi lumbosakral pada penderita Nyeri Punggung Bawah (NPB). Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasi cross-sectional dan dilakukan di Bagian Radiologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dari November 2018 - Februari 2019. Sampel penelitian sebanyak 54 dengan 22 sampel eksklusi dan 32 sampel inklusi. Dari 32 sampel pada level L3-L4 sebanyak 27 sampel normal dan 5 sampel stenosis, level L4-L5 sebanyak 21 sampel normal dan 11 sampel stenosis, level L5-S1 sebanyak 28 sampel normal dan 4 sampel stenosis. Data dianalisis dengan analisis statistik melalui uji korelasi Person. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan ultrasonografi dengan MR myelografi lumbosakral pada penderita NPBÂ pada level L3-L4 dengan nilai p=0,001 (<0,05) dan memiliki kekuatan hubungan kuat dengan nilai r=0,985. Data juga menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara hasil MR myelografi dengan Ultrasonografi lumbosakral pada level L4-L5 dengan nilai p=0,001 (<0,05) dan memiliki kekuatan hubungan kuat dengan nilai r=0,987. Data juga menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara hasil MR myelografi dengan Ultrasonografi lumbosakral pada level L5-S1 dengan nilai p=0,001 (<0,05) dan memiliki kekuatan hubungan kuat dengan nilai r=0,973. Simpulan: Terdapat kesesuaian ukuran kanalis spinalis lumbal berdasarkan ultrasonografi dengan MR myelografi lumbosakral pada penderita NPB
Perbandingan efek pemberian ekstrak kunyit dengan ibuprofen terhadap pencegahan pembentukan adhesi pasca penyambungan tendon
Proses penyembuhan cedera pada tendon masih sering kali terganggu dengan kejadian adhesi. Adhesi dari tendon harus dikurangi agar proses penyembuhan tendon dapat kembali ke fungsi maksimal. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi adhesi adalah melalui penekanan proses inflamasi. Tujuan: Untuk melihat perbandingan pemberian ekstrak kunyit dengan ibuprofen terhadap pembentukan adhesi pasca penyambungan tendon achilles kelinci. Metode: Merupakan penelitian laboratorium eksperimental dengan rancang acak sederhana dengan menggunakan 27 ekor kelinci putih jantan (ras New Zealand) yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Tendon achilles dipotong secara tajam kemudian dijahit kembali, kemudian di-imobilisasi dengan circular cast. Kemudian masing-masing kelompok perlakuan diberikan pemberian ekstrak kunyit, ibuprofen, dan placebo pasca tindakan selama 5 hari. Hasil: Didapatkan adanya perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p=0.000), ditemukan kelompok perlakuan mengurangi adhesi lebih baik dibandingkan kelompok kontrol dan ekstrak kunyit lebih baik dibandingkan dengan ibuprofen. Simpulan: Dari penelitian ini, ekstrak kunyit lebih baik dibandingkan ibuprofen dalam pencegahan pembentukan adhesi pasca penyambungan tendon achilles kelinci
Hubungan gangguan pendengaran dengan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut
Tujuan: Mengetahui hubungan antara gangguan pendengaran dengan penurunan fungsi kognitif pada usia lanjut. Metode: Menggunakan metode studi potong lintang pada kelompok usia lanjut yang menghuni panti sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu di Batusangkar dari bulan Juli sampai September 2017. Terdapat 38 orang usia lanjut lebih dari 60 tahun yang masing-masingnya dilakukan pemeriksaan fungsi kognitif dengan Mini Mental State Examination (MMSE) dan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan Oto Acoustic Emission (OAE). Data kemudian dianalisis dengan Fisher Exact Test dimana nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil: Didapatkan median umur 71 tahun (60-86 tahun), jenis kelamin laki-laki sebanyak 76,3%, fungsi kognitif terganggu sebanyak 68,4% dan pendengaran terganggu sebanyak 68,4%. Simpulan: Terdapat hubungan antara gangguan pendengaran dengan fungsi kognitif pada usia lanjut.Â
Spondilitis tuberkulosis relap pasca debridemant dan fusi
Spondilitis tuberkulosis merupakan penyakit tuberkulosis ekstrapulmonar yang sering terjadi. Insiden kasus mencapai setengah dari angka kejadian tuberkulosis muskuloskeletal. Kebanyakan spondilitis TB terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Angka kejadian cenderung meningkat pada negara berkembang. Vertebrae lumbal merupakan area yang sering terjadi. Gambaran destruksi diskus intervertebralis dan meluas ke korpus, kompresi medula spinalis dan anterior wedging menyebabkan deformitas kiposis dan terbentuknya gibbus. Tujuan: Melaporkan kasus spondilitis relap pasca tindakan pembedahan. Kasus: Sebuah kasus spondilitis tuberkulosis thoracolumbal junction yang relap setelah dilakukan debridement dan fusi sebelumnya pada pasien laki-laki berusia 31 tahun. Keluhan saat ini kembali merasakan nyeri di punggung bawah yang menjalar ke paha kiri disertai kelemahan kedua tungkai sejak 6 bulan terakhir. Pada pemeriksaan penunjang X-Ray dan MRI thoracolumbal ditemukan fusi corpus thoracal (Th) 10 - lumbal 1, stabilisasi dengan pedicel screw pada Th10-11, lumbal 1-2, terlihat destruksi corpus intervertebralis Th7-8. Dilakukan implant removal, circumferential debridement, dan dekompresi pada Th7-8 dan dilakukan stabilisasi di Th5, 6, 9, dan 10. Intra operatif ditemukan terbentuknya sinus yang menghasilkan pus dan masa perkejuan sepanjang Th7-9. Simpulan: Kekambuhan dipengaruhi oleh multifaktorial seperti usia, kepatuhan pengobatan, efektivitas debridement, dan status gizi