Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Pemberian antikoagulan pada wanita hamil dengan katup prostetik mekanik
         Antikoagulan sangat penting dalam berbagai macam kondisi pada wanita dalam usia reproduktif. Penggunaannya selama kehamilan meningkatkan resiko perdarahan dan efek buruk lainnya pada ibu dan janinPasien wanita usia 37 tahun, G5P4A0H4 Gravida 35-36 minggu dan riwayat mitral valve replacement (MVR) dengan katup mekanik dirawat untuk persiapan kehamilan karena pasien mendapatkan terapi warfarin sebelumnya. Selama perawatan antikoagulan diganti dengan heparin dengan target aPTT 1,5-2x kontrol, nilai ini sulit tercapai meskipun pemberian heparin sudah mencapai dosis maksimal. Dilakukan pemantauan yang ketat untuk munculnya tanda-tanda tromboemboli pada pasien selama perawatan. Terminasi kehamilan dilakukan pada usia kehamilan 38 minggu tampa adanya komplikasi akibat pemberian antikoagulan selama kehamilan dan terapi warfarin dapat dilanjutkan kembali setelah persalinan. Tatalaksana dengan antikoagulan selama kehamilan harus dipertimbangkan dengan hati-hati, dengan pemilihan yang bijaksana dari agen antikoagulan, dan dengan gambaran terhadap perubahan fisiologik dari kehamilan untuk menetapkan dosis yang tepat
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI PADA BIDAN DENGAN PEMBERI PELAYANAN METODE KONTRASEPSI EFEKTIF TERPILIH (MKET) DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA PADANG TAHUN 2019
Tujuan: Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) adalah metode kontrasepsi jangka panjang berupa Perangkat Uterium Intra (IUD) dan implan. Untuk meningkatkan penggunaan KB IUD dan implan yang telah diadakan penyuluhan dan pelatihan untuk bidan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi dalam penyediaan layanan untuk WUS dan didukung oleh Dinas Kesehatan Kota Padang sejak tahun 2011. Namun tetap menggunakan kontrasepsi IUD dan implan masih di bawah target yaitu 11, 24% pada IUD dan 7% pada implan, dan belum menunjukkan hasil peningkatkan yang signifikan. Tujuan Penelitian ini mempelajari Hubungan Pengetahuan dan Motivasi, Pada Bidan dengan Pemberi Pelayanan MKET Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Padang Tahun 2019. Metode: Penelitian menggunakan desainperbandingan cross sectional . Populasi penelitian adalah semua bidan yang bekerja di puskesmas Kota Padang yang melakukan pelayanan kontrasepsi. Sampel penelitian masing-masing 32 bidan belum dan sudah dilatih. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh bidan memiliki pengetahuan tinggi (62,5%), namun lebih dari separuh (59,4%) memiliki motivasi yang kurang baik karena tidak melakukan pelayanan MKET. Variabel Pemberi Pelayanan MKET terkait dengan pengetahuan (p = 0,023) dan motivasi (p = 0,001) Simpulan: Saran yang direkomendasikan adalah bidan lebih meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan KB MKET
Korelasi antara indeks massa tubuh dan profil lipid pada remaja obesitas di kota Palembang
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi  antara indeks massa tubuh  dan profil lipid pada remaja obesitas di Kota Palembang. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang terhadap 143 remaja di Kota Palembang. Indeks massa tubuh dihitung berdasarkan berat badan (kg) dan tinggi badan (m). Kadar profil lipid berupa kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol darah diperiksa menggunakan kit dari human® di Laboratorium Kimia Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan sekitar 29,4% remaja di Kota Palembang mengalami obesitas dan sekitar 17,5% remaja mengalami dislipidemia. Uji korelasi Pearson antara indeks massa tubuh dan profil lipid menunjukkan nilai p=0,093 r=0,141, p=0,002 r=0,260, p=0,983 r=0,002, dan p=0,256 r=0,096 masing-masing untuk kolesterol total, trigliserida, LDL-kolesterol dan HDL-kolesterol. Korelasi indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total, LDL-kolseterol dan HDL-kolesterol tidak bermakna (p>0,05). Namun, korelasi indeks massa tubuh dengan kadar trigliserida bermakna (p<0,05) dengan arah korelasi postif dan kekuatan lemah (r=0,2-0,4). Simpulan: Pada remaja, tidak ada korelasi indeks massa tubuh dengan kadar kolesterol total, LDL-kolseterol dan HDL-kolesterol. Terdapat korelasi positif antara indeks massa tubuh dan kadar trigliserida pada remaja.Â
THE POTENTIAL GRAM-NEGATIVE ENDOPHYTIC BACTERIA FROM PEGAGAN (Centella asiatica) WITH QUORUM-QUENCHING ACTIVITY
Background: Quorum-sensing is communication between bacterial involved in virulence. Bacterial virulence can be inhibited by quorum-quenching mechanism. Endophytic bacteria of pegagan leaf may produce secondary metabolit similar to bioactive compounds in the leaf wich can act in quorum-quenching; Aims: The study aimed to determine quorum-quenching ability in gram-negative bacteria from pegagan leaf; Methods: Gram-negative endophytic bacteria from pegagan were isolated, purified and subcultured by streak plate method on Nutrient Agar. Quorum-quenching activity was evaluated by measuring the purple color inhibition zone of C. violaceum. Five Bacteria with the largest inhibition zones were characterized based on the characteristics of colony morphology, cell morphology and biochemical activities; Results: A total of 15 pure isolates of Gram-negative endophytic bacteria were obtained from 46 pure isolates of endophytic bacteria from Centella asiatica leaves. All isolates of Gram-negative endophytic bacteria showed quorum-quenching activity with inhibitory zones ranged from 9.0 to 13.0 mm. Five isolates that showed the largest quorum-quenching activity were included in genus Flavimonas, Flavobacterium and Acinetobacter; Conclusions: Gram-negative endophytic bacteria from pegagan leaf (Centella asiatica) potential to have quorum-quenching activity against Chromobacterium violaceum
PERBEDAAN EKOKARDIOGRAFI PADA JANTUNG ATLET, HIPERTENSI, DAN KARDIOMIOPATI HIPERTROFI
Hipertrofi ventrikel kiri didefinisikan sebagai peningkatan massa ventrikel kiri. Peningkatan massa miokard karena latihan intensif yang teratur "jantung atlet" merupakan hal yang biasa. Meskipun terdapat korelasi langsung dengan beban latihan, hipertrofi miokard tidak hanya terjadi pada atlet. Jantung atlet dianggap sebagai fenomena fisiologis tanpa menimbulkan bahaya. Namun, bentuk lain hipertrofi miokard seperti kardiomiopati hipertrofi atau penyakit jantung hipertensi berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular. Echocardiography memainkan peran penting dalam diagnosis, strategi manajemen, dan prognostik penyakit kompleks ini. Perbedaan antara hipertrofi fisiologis dan patologis mungkin memiliki dampak besar, karena kardiomiopati hipertrofi yang tidak terdiagnosis merupakan salah satu penyebab paling umum kematian jantung mendadak pada atlet, sedangkan identifikasi penyakit kardiovaskular pada atlet dapat menjadi dasar untuk diskualifikasi dari kompetisi. Tinjauan pustaka ini akan membahas perbedaan hipertrofi fisiologis dan patologis.Kata kunci: Hipertrofi ventrikel kiri; jantung atlet; kardiomiopati hipertrofi; penyakit jantung hipertensi
Penatalaksanaan Acute Low-tone Sensorineural Hearing Loss
Acute Low-tone Sensorineural Hearing Loss (ALHL) merupakan ketulian mendadak sensorineural pada nada rendah dengan penyebab yang tidak diketahui secara jelas (idiopatik) dan tidak disertai dengan keluhan vertigo. Tujuan: Melaporkan ALHL sebagai salah satu kegawatdaruratan di bagian telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-KL) yang memerlukan tindakan penanganan yang cepat. Diagnosis dini dan penatalaksanaan segera pada kasus ALHL dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan risiko ketulian permanen pada pasien. Kasus: Dilaporkan seorang pasien perempuan 22 tahun dengan diagnosis Acute Low-tone Sensorineural Hearing Loss telinga kanan. Pasien datang dengan keluhan telinga berdengung, telinga terasa penuh, penurunan pendengaran tanpa disertai dengan pusing berputar. Pasien diberikan terapi kombinasi kortikosteroid dengan terapi tambahan lainnya dan menunjukkan perbaikan komplit dalam 2 minggu terapi. Simpulan: Pemberian terapi yang cepat dan tepat (terapi inisial) dapat memberikan perbaikan yang maksimal pada pasien dengan ALHL. Evaluasi terapi awal sangat berpengaruh terhadap prognosis jangka panjang pasien ALHL, terutama evaluasi pada satu bulan pertama
Korelasi plak, CIMT, dan skor kalsium dengan derajat stenosis arteri koroner pada pasien dislipidemia
Tujuan: Mengetahui korelasi plak, ketebalan tunika intima-media arteri karotis berdasarkan ultrasonografi dan skor kalsium total dengan derajat stenosis arteri koroner berdasarkan MSCT-scan kardiak pada pasien dislipidemia. Metode: Cross-sectional, dilakukan di instalasi radiologi sentral RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar mulai bulan Juli 2018 sampai Juli 2019. Sampel sebanyak 32 orang dengan usia >18 tahun dan memiliki riwayat dislipidemia. Metode statistik yang digunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi antara kejadian plak, ketebalan tunika intima-media arteri karotis dan total calcium score dengan derajat stenosis arteri koroner, dimana nilai p masing-masing secara berurutan yaitu 0,017 (<0,05), <0,0001, dan <0,0001 dan nilai r masing-masing yaitu 0,418, 0,65, dan 0,882. Simpulan: Skor kalsium total merupakan suatu penanda independen risiko kejadian kardiovaskular, lebih superior dibandingkan evaluasi arteri karotis. Terdapatnya nilai skor kalsium total menunjukkan adanya suatu penyakit arteri koroner namun tidak memprediksi obstruksi luminal. Di samping itu, keadaan dinding arteri karotis juga dapat mencerminkan keadaan dinding arteri koroner sehingga dapat digunakan sebagai penanda terjadinya aterosklerosis pada pembuluh darah jantung pada daerah yang belum memiliki fasilitas skor kalsium total
Potensi mikrosfer kombinasi fukoidan dan mirna-200c sebagai inovasi penatalaksanaan kanker payudara kemoresisten
Kanker payudara adalah penyakit tidak menular dan juga masalah kesehatan utama di dunia. Berdasarkan data WHO pada 2012, kejadian kanker payudara dilaporkan sebanyak 1,67 juta kasus. Salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi pada kanker payudara adalah kemoresisten. Tujuan: Untuk menggambarkan potensi kombinasi mikrosfer fukoidan dan miRNA-200c sebagai terapi untuk kanker payudara kemoresisten. Metode: Dilakukan telaah pada literatur tervalidasi seperti jurnal dan website. Kata kunci yang digunakan yaitu “Fucoidan†dan “Chemoresistant breast cancer and miRNA-200c†pada search engine www.pubmed.com dan scholar.google.com. Dari 77 jurnal yang ditelaah, 55 jurnal ditemukan sesuai dengan topik bahasan dan digunakan sebagai referensi karya ini. Hasil: Kombinasi mikrosfer ini akan membawa sel target spesifik dalam kemoresistensi kanker payudara. Fukoidan sebagai agen pro-apoptosis mempengaruhi banyak sel target (multi-target) untuk menginduksi apoptosis. Sementara itu, ekspresi miRNA-200c menginduksi Mesenchymal Epithelial Transition (MET) dengan menghambat ZEB1, ZEB2 dan TGF-β2 sebagai anti-metastasis pada chemoresistance kanker payudara. Simpulan: Kombinasi mikrosfer fukoidan dan miRNA-200c memiliki potensi yang menjanjikan sebagai pengobatan baru untuk kemoresistensi kanker payudara, karena sifat proapoptotik dan anti metastasis yang manjur. Namun, belum ada penelitian yang mengevaluasi kombinasi ini. Jadi studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi potensi sebenarnya dari kombinasi mikrosfer fukoidan dan miRNA-200c
Implementasi metode Global Trigger Tool IHI (Institute for Healthcare Improvement) untuk identifikasi kejadian tak diinginkan (KTD) di pelayanan kebidanan RSUD Pariaman Provinsi Sumatera Barat
Kesalahan yang terjadi dalam proses perawatan medis berpotensi dan dapat menyebabkan cedera pada pasien yang merupakan peristiwa buruk. Institute for Healthcare Improved Global Trigger Tool adalah salah satu metode analisis retrospektif yang menggunakan "pencetus" atau "pemicu" untuk mendeteksi kemungkinan peristiwa buruk. Pentingnya rumah sakit dalam memberikan layanan dan dalam rangka meningkatkan perawatan kebidanan, maka IHI dapat menjadi alternatif jawaban masalah yang ada. Tujuan: Untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi efek samping pada perawatan kebidanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pariaman berdasarkan metode IHI Global Trigger Tool. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus dengan desain penyelesaian masalah. Identifikasi instrumen insiden keselamatan pasien menggunakan alat Pemicu IHI digunakan untuk melakukan tinjauan rekam medis pasien sekunder data kebidanan RSUD Pariaman. Hasil: Ditemukan 41 (41,7%) pasien dengan pemicu (+) jumlah pemicu 92, rata-rata 2,04 pemicu per pasien. Ditemukan 9 (9,4%) pasien dengan efek samping 12, rata-rata 1:33 efek samping per pasien. Jumlah yang terluka adalah 12 dengan proporsi cedera parah sebanyak 16,7%. Karakteristik pasien yang paling banyak adalah 20-29 tahun (45,8%) dan umumnya terjadi dalam kasus rujukan darurat (70,8%). Simpulan: Tidak ada hubungan antara usia dan keberadaan pemicu sementara status rujukan secara signifikan terkait dengan pemicu. Unit layanan kamar kebidanan merupakan unit pemicu yang paling umum (43,9%), dan unit rawat inap adalah unit yang paling banyak terjadinya kejadian buruk (44,4%). Sedangkan unit perawatan intensif adalah unit di mana pemicunya berpotensi tertinggi untuk menjadi peristiwa buruk (100%). Hasil audit medis dalam rangka meningkatkan layanan dalam bentuk presentasi kasus salah satu pasien. Audit medis merupakan salah satu upaya untuk menemukan solusi perbaikan pelayanan kebidanan RSUD Pariaman