Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa/mahasiswi Fakultas Kedokteran Pada Saat Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Tujuan : Tujuan penelitian untuk melihat perubahan tingkat stres dan kualitas tidur serta untuk melihat hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa/mahasiswi kedokteran pada saat pandemi COVID-19. Metode Penelitian : Penelitian tersebut menggunakan survei elektronik yang dikirimkan kepada mahasiswa/mahasiswi di salah satu Fakultas Kedokteran swasta di Provinsi Sumatera Utara. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi: Tingkat stres dan kualitas tidur. Hasil : 193 mahasiswa/mahasiswi menjawab survei, di mana sebanyak 66,8% (N = 129) dari responden ialah wanita. Dari jawaban survei, 62,2% responden melaporkan adanya perubahan pola tidur selama masa COVID-19. Terkait kualitas tidur, 35,8% responden memiliki kualitas tidur cukup, sementara 26,9% baik, 21,8% kurang, 9,8% sangat baik, dan 5,11% sangat kurang. Hasil uji Pearson menunjukkan terdapat hubungan  signifikan dan bermakna secara statistik antara tingkat stres yang dipersepsi oleh mahasiswa/mahasiswi Fakultas Kedokteran dengan kualitas tidur, r = 0,363, p < 0,001. Kesimpulan : Adanya perubahan kualitas tidur yang dialami saat pandemi COVID-19. Perlu adanya perencanaan yang terstruktur untuk manajemen kualitas tidur dan tingkat stres pada mahasiswa/mahasiswi kedokteran karena sampai sekarang pandemi COVID-19 masih berlanjut. Intervensi tersebut nantinya bukan hanya akan berdampak pada kualitas tidur dan tingkat stres, tetapi juga proses pembelajaran mahasiswa/mahasiswi di Fakultas Kedokteran. Â

    Hubungan Lama Masa Studi terhadap Tingkat Pengetahuan tentang Gejala, Diagnosa, Tatalaksana Covid-19 Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Sumatera Utara: cross-sectional study

    Get PDF
    AbstractPurpose:  The study aimed to identify the different level of knowledge in medical students of Universitas Sumatera Utara based on the length of study.  Methods: We conducted a questionnaire-based survey at Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia. The participants were from the 2-4 grades of medical school, 91 participants in total. This study started from March 2020 to December 2020. The questionnaire designed to identify the different level of knowledge of the students. Then, we analyzed the correlation using Kolmogorov-Smirnov test.Results: From 91 respondents, 21 (23,1%) have a good knowledge, 40 (44%) have enough knowledge, and 30 (33%) doesn’t have enough knowledge about Covid-19. Most respondents are 20 years old (29,7%), female (29,7%), live in Medan (69,2%), and most of the respondents were bataknese (40,7%). There is a correlation between the length of study and the level of knowledge about Covid-19 on medical students of Universitas Sumatera Utara (p= 0,033).Conclusion: This study shows that there is a correlation between the length of study and the knowledge about Covid-19 on medical students of Universitas Sumatera Utara.Â

    Mutasi gen KRAS pada kanker kolorektal

    Get PDF
    Onkogen RAS memiliki peran dalam pertumbuhan dan regulasi sel. Protein ini mempengaruhi banyak fungsi seluler termasuk proliferasi sel, diferensiasi, dan apoptosis. Jika KRAS mengalami mutasi, maka KRAS secara konstitutif akan tetap dalam keadaan terikat dengan GTP. Dengan demikian regulasi kaskade sinyal downstream hilang dan terjadi pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Mutasi KRAS berperan dalam terjadinya 32-40% kanker kolorektal dan hampir seluruh kejadian tersebut disebabkan oleh mutasi KRAS pada ekson 2 kodon 12 dan 13. Hal ini menyebabkan resistensi terhadap kemoterapi yang ditargetkan untuk reseptor faktor pertumbuhan epidermal (EGFR). Tulisan ini membahas peran KRAS dalam regulasi sel normal dan sel kanker, terutama kanker kolorektal. Pemahaman tentang protein ini serta interaksinya dengan protein lainnya dapat mengungkapkan potensi peran prognostik dan prediktifnya dalam agresivitas tumor

    Peripartum Cardiomyopathy in Preterm Pregnant Women during the Covid 19 Pandemic

    No full text
    Peripartum cardiomyopathy (PPCM) is a life-threatening disease with left ventricular (LV) dysfunction towards the end of pregnancy or in the months following delivery in women previously had no heart disease. Symptoms of heart failure (HF) are the main clinical manifestations of PPCM. Many pregnant women near the end of pregnancy experience shortness of breath, fatigue, swelling of the legs, which are symptoms identical to normal effects found in pregnancy. These symptoms are almost similar to early HF, so they often go unnoticed by medical personnel. Objective: We reported a case of PPCM that occurred during preterm pregnancy. Case: 29 years old woman, 33-34 weeks pregnant with a history of severe preeclampsia. The patient complained worsening shortness of breath for the last 5 days, but suspected that the symptom was just a normal process of growing pregnancy. In echocardiography examination found that the patient had LV dysfunction with low ejection fraction (EF) of 30%. The patient was diagnosed with PPCM in preterm pregnancy. Conclusion: Based on this case report, early identification of PPCM is a good predictor of outcome, because early treatment is given.Keywords: Peripartum cardiomyopathy; heart failure; pregnanc

    Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly (MSC-WJ) Terhadap Ekspresi Gen IL-1β dan Ryr3 Pada Tikus Model Alzheimer’s Disease

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly (MSC-WJ) terhadap ekspresi gen IL-1β dan Ryr3 pada otak tikus sebagai hewan model Alzheimer’s disease. Metode yang digunakan untuk mendeteksi ekspresi gen IL-1β dan Ryr3 dilakukan secara kuantitatif menggunakan Real-Time PCR. Hasil pemeriksaan ekspresi gen IL-1β menunjukan ekspresi gen IL-1β pada kontrol lebih rendah dibandingkan dengan hewan model perlakuan yang diinduksi AlCl3 yaitu sebesar 13%, sedangkan tikus yang diberikan treatment MSC-WJ setelah diinduksi dengan AlCl3 menunjukan ekspresi gen yang lebih tinggi dibandingkan dengan tikus yang hanya diinduksi dengan AlCl3 saja yaitu sebesar 66%. Hasil pemeriksaan ekspresi gen Ryr3 pada kontrol menunjukan ekspresi gen Ryr3 lebih rendah dibandingkan dengan hewan model perlakuan yang diinduksi AlCl3 yaitu sebesar 52%. Tikus yang diberikan treatment MSC-WJ setelah diinduksi dengan AlCl3 menunjukan ekspresi gen yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang hanya diinduksi dengan AlCl3 saja yaitu sebesar 69%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly (MSC-WJ) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ekspresi gen IL-1β dan memberikan pengaruh berupa penurunan yang signifikan terhadap ekspresi gen Ryr3 pada tikus model Alzheimer

    Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Pakkat (Calamus caesius blume) Terhadap Kualitas Sperma Pada Tikus Wistar Jantan yang Diinduksi Aloksan

    Get PDF
    Objective: This study aimed to see the effectiveness of pakkat extract on the sperm quality of male wistar rats (Rattus novergicus) induced by alloxan. Methods: design of this research used an experimental design with a pre-test and post-test randomized control design, the samples used were 25 hyperglycemic rats divided into 5 groups: negative control (given NaCMC), positive control (metformin), treatment 1 (pakkat extract 125 mg/kgBW ), treatment 2 (250 mg/kgBW pakkat extract), treatment 3 (500 mg/kgBW pakkat extract) for 14 days. Results: The results showed that the extract of pakkat (Calamus caesius blume) with monitoring doses of 125 mg/kgBW and 250 mg/kgBW for 14 days continuously could reduce blood glucose levels of male wistar rats induced by alloxan with the results 216.60±128.74 and 160.20± 72.75 and also found to improve sperm quality of male wistar rats induced by alloxan. Conclusion: Pakkat (Calamus caesius blume) extract with doses of 125 mg/kgBW and 250 mg/kgBW can improve blood sugar levels and also sperm quality of male wistar rats induced by alloxan.Â

    HUBUNGAN ANTARA HYPERLAXITY DENGAN KEJADIAN FLAT FEET PADA ATLET PENCAK SILAT PELATDA DKI JAKARTA

    Get PDF
    Cedera berbanding lurus dengan daya tahan atlet, menurunnya daya tahan atlet disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah hyperlaxity. Hyperlaxity adalah kondisi jaringan ikat sendi (ligamen) yang terlalu lentur. Cedera sering pada olahraga high impact. Pencak silat termasuk olahraga high impact. High impact dapat berdampak pada kaki yaitu terjadinya flat feet yang merupakan keadaan lengkung longitudinal kaki mengalami penurunan. Menurut teori salah satu penyebab jangka panjang  flat feet adalah hyperlaxity. Tujuan: Mengetahui hubungan antara hyperlaxity dengan kejadian flat feet pada atlet pencak silat untuk mengurangi risiko cedera bagi atlet. Metode: Analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional (potong lintang) pada 54 atlet pencak silat dengan kuesioner, score beighton dan foot print test dan Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil: Uji statistik menunjukan adanya hubungan hyperlaxity dengan kejadian flat feet p=0,028 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hyperlaxity dengan kejadian flat feet pada atlet pencak silat pelatda DKI Jakarta periode 2017-2020

    GAMBARAN FAKTOR RISIKO TEKANAN DARAH SISTOLIK PADA PEKERJA TAMBANG BATU KAPUR DI KLAPANUNGGAL, BOGOR, JAWA BARAT

    Get PDF
    Hypertension is a disease that often lead to patient death as it does not have specific symptoms. The high prevalence in Bogor Regency caused by minimal health facilities, so there was no guarantee of occupational health for workers and the workers lack of knowledge. Objective: To determine the risk factors that affected systolic blood pressure in limestone miners in Klapanunggal. Method: Uses observational analytic study with cross sectional design with a total of 47 people. Result: The measurement of noise intensity are 83.2 dB on a breaker and 91.7 dB on a stone crusher. The average systolic blood pressure before and after work was 110.28 mmHg and 126.23 mmHg. The results of one-way ANOVA test, a correlation between noise intensity, working period, prolonged exposure, and smoking habits with systolic blood pressure with p=0.001 was obtained. According to dummy regression test, noise intensity were the most influential. Workers exposed to noise with an intensity normal had an average increase 10.45 mmHg, while those exposed to an intensity abnormal 22.27 mmHg. Conclusion: Noise intensity, working period, prolonged exposure, and smoking habits affect systolic blood pressure and the most influential factor was noise intensity

    PENGARUH EMISI DEBU SEMEN TERHADAP PERMUKAAN OKULAR PADA MASYARAKAT DI SEKITAR PABRIK PT. SEMEN PADANG

    Get PDF
    Industri semen diketahui menghasilkan polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan yang dapat berupa debu dan memiliki tingkat toksisitas yang paling tinggi dibanding polutan udara lainnya. Paparan debu semen jangka panjang menyebabkan terjadinya inflamasi subklinis kronik yang dapat mempengaruhi transdiferensiasi epitel konyungtiva dan densitas sel goblet yang kemudian dapat menyebabkan timbulnya gejala dry eye syndrome. Penelitian ini berupa analytic cross sectional study pada dua populasi yaitu kelompok terpapar dan tidak terpapar emisi debu pabrik semen. Semua sampel penelitian dari dua populasi menjalani pemeriksaan pH tear film, Schirmer, Ferning dan tear break up time.Terdapat peningkatan nilai pH tear film yang bermakna pada penduduk di kelompok terpapar Terdapat juga penurunan kualitas Ferning yang bermakna pada penduduk di kelompok terpapar yang didominasi tipe III. Sedangkan hasil pemeriksaan Schirmer dan TBUT masih dalam batas normal dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Pada pemeriksaan sitologi impresi pada kelompok terpapar didapatkan densitas sel goblet yang masih dalam batas normal dan juga tidak didapatkan metaplasia pada sel epitel konjungtiva. Terdapat peningkatan rerata nilai pH tear film dan penurunan kualitas lapisan musin tear film yang bermakna pada masyarakat yang terpapar emisi debu semen namun tidak disertai kerusakan permukaan okular dan peningkatan kejadian dry eye yang bermakna

    Lupus Eritematosus Sistemik pada Pria

    Get PDF
    Objective: Systemic lupus erythematosus (SLE) is a complex autoimmune disease involving many systems. Highest incidence and prevalence of SLE is found in Northern America 23.2/100,000 population/year and 241/100,000 population. According to sex differences, SLE is predominantly occurs in women than men with ratio 15:1 to 22:1. This discrepancy often causes delay in diagnosing SLE in male patients. Method: Case report. Result: We reported a male patient aged 21 years with pain of his joints, hyperpigmentation lesions on his face, alopesia, oral ulcers and decrease of body weight. Laboratory results showed increases in AST, ALT and D-Dimer, and from ANA Profile examination we got several positives results such as RNP/Sm (RNP/Sm) (++), Sm (Sm) (+), Ro-52 recombinant (52) (+), PCNA (PCNA) (+), DsDNA (DNA) (+), Nucleosome (NUC) (+), Histone (HI) (++), Ribosomal-P-protein (RIB) (+++) dan AMA-M2 (M2) (+). This patient met SLE criteria based on ACR 1997, SLICC 2012 and EULAR/ACR 2018. Patient was given oral methyl prednisolone 16-16-8 mg and VTE prophylaxis with subcutaneous heparin 2x5000 IU. Conclusion: SLE occurs rarely in male patients than female patients and has more diverse manifestations

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇