Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Pengaruh terapi dupilumab pada dermatitis atopik sedang hingga berat

    Get PDF
    AbstrakDupilumab merupakan antibodi monoklonal yang bekerja spesifik sebagai antagonis reseptor-α IL-4 yang menghambat kedua pensinyalan IL-4 dan IL-13 pada reseptor IL-4. Dermatitis atopik merupakan kaskade inflamasi dimediasi Th2 yang memproduksi sitokin IL-4 dan IL-13. Inflamasi kronis kulit ini disertai dengan eksaserbasi dan remisi berulang dan ditandai lesi eksem yang pruritus, yang menganggu aktivitas serta kualitas tidur pasien di malam hari dan berakibat menurunnya kualitas hidup pasien. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi dupilumab pada dermatitis atopik sedang hingga berat; Metode: Artikel ini disusun berdasarkan review beberapa literatur yang berhubungan dengan pengaruh terapi dupilumab terhadap pengobatan dermatitis atopik sedang hingga berat; Hasil: Pada penelusuran literatur didapatkan pengaruh terapi dupilumab terhadap pengobatan dermatitis atopik sedang hingga berat berupa perbaikan indeks skor keparahan lesi serta peningkatan kualitas hidup pasien dermatitis atopik sedang hingga berat; Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi dupilumab terhadap perbaikan indeks skor keparahan lesi dan peningkatan kualitas hidup pasien dermatitis atopik sedang hingga berat.Kata kunci: Dupilumab; anti IL-4Rα; Dermatitis Atopik; Keparahan Lesi; Kualitas Hidup

    Pengaruh Perendaman Kaki dalam Campuran Air dan Karbondioksida Terhadap Perubahan Nilai Aliran Darah dan Kadar ICAM-1 (Intercelluler Adhesion Molecule-1) Pada Orang Sehat

    Get PDF
    Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perendaman kaki dalam campuran air dan CO2 terhadap perubahan ICAM-1 sehingga menyebabkan peningkatan aliran darah pada orang sehat. Metode:Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain One-Group Pretest - Posttest Design dengan jumlah sampel 14 orang sehat berusia 18-73 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan cara merendam kedua kaki dengan campuran air dan CO2 bersuhu 38°C dan lama perendaman keseluruhan 20 menit. Aliran darah diukur pada kaki sebelum, intervensi dan setelah perendaman menggunakan pocket LDF. Selanjutnya dibandingkan dengan kadar ICAM-1 pada serum darah. Hasil: penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata aliran darah pada saat perendaman. Sedangkan pada kadar ICAM-1 tidak ada perubahan yang bermakna sebelum, intervensi dan setelah perendaman. Analisis multivariat yang digunakan untuk melihat hubungan antara nilai aliran darah dan kadar ICAM-1 tidak menunjukkan nilai signifikansi (p) > 0,05. Kesimpulan:Perendaman kaki dalam campuran air dan karbondioksida berpengaruh pada terjadinya peningkatan rata-rata nilai aliran darah tungkai, namun tidak diikuti dengan ekspresi kadar ICAM-1 yang bermakna

    Penatalaksanaan Sinusitis Frontalis Menggunakan Pendekatan Axillary Flap Ke Resesus Frontalis

    Get PDF
    Pendahuluan: Bedah sinus frontal dan resesus frontalis masih menimbulkan masalah karena anatominya yang kompleks sehingga beresiko menimbulkan komplikasi yang berat. Selain itu pembedahan sinus frontal dan resesus frontalis membutuhkan penggunaan alat-alat khusus yang berbentuk sudut seperti lengung 30 dan 70. Pembedahan sinus frontal dengan pendekatan axillary flap ke resesus frontalis merupakan teknik yang memudahkan ahli bedah karena cukup menggunakan alat dengan lengkung 0 dan dapat meminimalisir resiko komplikasi. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus laki-laki 35 tahun dengan nyeri kepala hilang timbul sejak 10 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik dan penunjang pasien kemudian didiagnosis dengan sinusitis frontalis, massa et sinus frontal sinistra, konka bulosa dan septum deviasi. Pada pasien kemudian dilakukan tindakan frontal sinusektomi dengan pendekatan axillary flap, ekstirpasi massa et sinus frontal, konkotomi dan septoplasti dengan hasil yang baik. Kesimpulan: Bedah sinus frontal dengan pendekatan axillary flap memudahkan ahli bedah dalam mengakses sinus frontal tanpa menimbulkan komplikasi yang berat

    Korelasi Skor Gleason dengan Kadar Prostat Spesifik Antigen (PSA) Pada Pasien Karsinoma Prostat

    Get PDF
    Prostatic carcinoma is malignancy of the prostate gland which is found in inferior portion of the bladder and anterior part of the rectum. To diagnose prostatic carcinoma, required Prostate Specific Antigen (PSA) levels and Gleason Score examination. PSA is an important marker serum for prostatic carcinoma. While the Gleason score is used to determine the differentiation degree and confirm the diagnosis of prostatic carcinoma. Objectives: This study was conducted to determine the correlation between PSA level with Gleason score in patients with prostatic carcinoma at Gatot Soebroto Army Hospital in period 2015-2016. Methods: The type of this study was analitic observational by cross sectional approach and consecutive sampling method with 60 subjects. The data was analyzed by using Spearman correlation test. Results: This study proved that there was a correlation between PSA level with Gleason score (p = 0,012; r = 0,321). Conclusions: PSA level had a relation to Gleason score

    Intervensi Ibu Hamil dengan Kurang Energi Kalori pada Trimester Ketiga Melalui Suplementasi Mikronutrien di Surabaya Tahun 2019

    No full text
    Menurut RISKESDAS tahun 2013, prevalensi penduduk wanita hamil dengan KEK di Jawa Timur sebesar 29,8%, sedangkan tingkat nasional prevalensi penduduk hamil dengan KEK sebesar 24,2%. Penelitian ini adalah penelitian kohort, di lokasi kecamatan Sukomanunggal. 30 sampel, dibagi 2 kelompok yaitu ibu hamil dengan KEK dan ibu hamil normal. Dilakukan pemeriksaan fisik, obstetrik, ultrasonografi dan pemeriksaan darah. Hasil terdapat perbedaan bermakna antara ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK sebelum diberikan perlakuan adalah LILA, 27.4+2.22 VS 20.6+1.298 (p <0.00001). TFU 22,4+0.828 VS 18.8+1.014 (p <0.00001). BPD  7.84+0.135 VS 7.133+0.158 (p<0.00001). Hb 7.84+0.135 VS 7.133+0.158 (95%) (p<0.00001). Setelah diberikan perlakuan maka perbedaan ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK adalah LILA 28,4+2,164 VS 28+1.146  (p:0.754); TFU 29,6+1.121 VS 28.9+1.032 (p:0.101); BPD 8.068+0.140 VS 8.62+0.156 (p:0.230); kadar Hb 11,8+0.543 VS 11.3+0.563(p:0.380). Luaran bayi lahir antara bayi dari ibu hamil normal dengan ibu hamil KEK adalah 2853+112.5 VS 2940+91.02 (p:0.0027), tidak menunjukkan perbedaan. Pada hasil penelitian berupa perbaikan LILA, pertumbuhan TFU, biometri BPD, Hb dan luaran bayi ibu hamil KEK yang diberikan suplementasi mikronutrien pada trimester 3. Dapat disimpulkan suplementasi mikronutrien dan asupan kalori yang cukup dapat memperbaiki luaran bayi pada ibu hamil dengan KEK

    Gambir Catechins (Uncaria gambir Roxb) Prevent Oxidative Stress in Wistar Male Rats Fed a High-Fat Diet

    Get PDF
    Objective: This study aimed to examine how gambir catechins (Uncaria gambir Roxb) affect serum malondialdehyde (MDA) levels and catalase activity in Wistar white male rats fed a high-fat diet. Methods: This is a true experimental study with a post-test-only control group design. The experiment used 30 rats divided into five groups: a negative control group, a positive control group induced by a high-fat diet, and three treatment groups caused by a high-fat diet and given gambir catechins at doses of 10 mg/kg BW/day, 20 mg/kg BW/day, and 40 mg/kg BW/day for 14 days. The TBARs method measures MDA levels, while the colorimetry method measures catalase activity. One-way ANOVA and Post Hoc Tukey HSD are used to analyze the data. Results: The gambir catechin reduced serum MDA and increased catalase activity in male Wistar strain white rats fed a considerably high-fat diet (p<0.05). Conclusion: In mice fed a high-fat diet, catechin gambir was capable of dealing with oxidative damage

    Analisis Jumlah Trombosit Pada Pasien Terinfeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV-2)

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui jumlah trombosit pada pasien terinfeksi SARS-CoV-2. Metode: Penelitian deskriptif cross sectional terhadap 123 pasien terinfeksi SARS-CoV-2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan mulai bulan Juli-September 2020 di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil Padang. Pemeriksaan jumlah trombosit dilakukan dengan alat hematologi otomatis metode Hydrodynamic Focusing DC Detection. Pemeriksaan trombosit dilakukan saat awal rawatan. Data jumlah trombosit disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Sampel penelitian perempuan (58,5%) lebih banyak daripada laki-laki (41,5%), rerata umur 47,8(15,6) tahun. Rentang umur pasien yaitu 21-82 tahun. Kelompok umur 30-39 dan 50-59 terbanyak yang terinfeksi SARS-CoV-2. Rerata jumlah trombosit 295.154(108.783) /mm3. Trombositopenia ditemukan pada 6 pasien (4,9%), trombositosis pada 17 pasien (13,8%) dan jumlah trombosit normal pada 100 pasien (81,3%). Jumlah kematian dengan trombositopenia sebanyak 1 pasien (16,7%). Jumlah kematian dengan trombosit normal sebanyak 13 pasien (13%). Jumlah kematian dengan trombositosis sebanyak 4 pasien (23,5%). Simpulan: Jumlah trombosit pasien terinfeksi SARS-CoV-2 memperlihatkan trombositopenia 4,9%  dan trombositosis 13,8%.Kata kunci: COVID-19 ; SARS-CoV-2 ; trombosit

    Pengaruh Ekstrak Daun Salam Terhadap Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Wistar Model Diabetes Melitus

    Get PDF
    Objective: the purpose of this study was to determine the histopathological description of the pancreas of Wistar rats with diabetes melitus model which were given bay leaf extract at various doses; Method: this type of research used an experimental design with a pretest – posttest randomized control group design. The samples used were 24 rats divided into 4 groups: normal control, negative control, treatment 1 (given extract 100 mg/kgBW), treatment 2 (given extract 200mg/kgBW); Result: after being monitored for 14 days, there was a decrease in blood sugar levels in rats given an extract dose of 100 mg/kgBW (109.17±45.86 mg/dL) and extract dose of 200 mg/kgBW (79.83±19.78 mg/dL) and in the group of rats which were given bay leaf extract, there was an improvement in pancreatic tissue; Conclusion: statistically and microscopically, it was found that bay leaf extract at a dose of 200 mg/kgBW was more effective in lowering blood sugar levels and regenerating pancreatic tissue in Wistar rats

    Hubungan parameter dosis 3-Dimensional Conformal RadioTherapy dengan kejadian dermatitis radiasi pada pasien kanker payudara setelah pembedahan

    Get PDF
    Latar Belakang Dermatitis radiasi menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien kanker payudara dan merupakan efek samping tersering pada pasien kanker payudara yang menjalani radiasi adjuvant. Penggunaan teknik 3-Dimensional Conformal Radiotherapy (3DCRT) memungkinkan dilakukan perhitungan parameter dosis dan sebaran dosis pada kulit dinding dada. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan parameter dosis 3DCRT dengan derajat dermatitis radiasi pada pasien kanker payudara setelah pembedahan Metode: Penelitian ini merupakan studi case-control dengan membagi kelompok dermatitis sedang berat sebagai kelompok case dan dermatitis ringan sebagai kelompokm control kemudian dilakukan penelusuran parameter dosis 3DCRT menggunakan “ECLIPS†treatment planning system (TPS). Parameter dosis yang dinilai adalah conformity index (CI), Homogeneity Index (HI) dan dose max sesuai perhitungan menurut standar internasional commission on radiation units and measurements-83 (ICRU-83) Hasil: Uji statistik pada  22 pasien kelompok case dan 22 pasien kontrol menggunakan spearman rho menunjukkan adanya hubungan antara parameter dosis 3DCRT dengan kejadian dermatitis pada pasien kanker payudara setelah pembedahan (p<0,05), OR untuk CI adalah 15,23 (p<0,05), OR untuk HI adalah 6,42 (p<0,05) dan OR untuk dmax adalah 20,25 (p<0,05). Kesimpulan: Parameter dosis 3DCRT berhubungan dengan derajat dermatitis radiasi dan dapat memperkirakan resiko kejadian dermatitis radiasi terutama untuk CI dan Dose max

    Gambaran Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Asfiksia di RSUP Haji Adam Malik

    Get PDF
    Objective: to observe the description of the condition of asphyxia in infants with low birth weight (LBW) at Haji Adam Malik General Hospital Medan. Methods: The research design is descriptive research. Data collection and collection used secondary data from medical records at the Haji Adam Malik General Hospital Medan in the period January 2016 to May 2019. The research sample was taken using a total sampling technique. Results: 33 infants with low birth weight with asphyxia were included in this study. The incidence of infants with low birth weight with asphyxia has decreased every year with the highest incidence in 2016 which was 2.98% of the total live births. The majority of babies are female (54.54%), including low birth weight (84.84%). The majority of pregnant women aged 20-35 years (87.87%) with spontaneous delivery (78.78%) and the most gestation period was below 37 weeks (84.84%). Most cases of asphyxia in infants with LBW are born to primiparous mothers. Conclusion: The picture of babies with LBW with asphyxia is generally the same as the picture in previous studies

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇