Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Upaya Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi dan Skrining Human Papillomavirus
Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kesakitan dan kematian tertinggi pada perempuan secara global akibat keganasan. Infeksi human papillomavirus (HPV) risiko tinggi (high-risk HPV/ hrHPV) terutama HPV 16 dan 18 merupakan penyebab etiologis terjadinya kanker serviks. Pemanfaatan vaksin HPV baik bivalen, quadrivalen, dan generasi terbaru 9-valen dinilai efektif untuk mencegah terjadinya kanker serviks di negara-negara maju, sementara di negara-negara berkembang masih terkendala dengan sumber daya yang terbatas. Disamping vaksinasi, skrining kanker serviks masih penting untuk dilakukan untuk preventif. Deteksi dini secara sitologis menggunakan Pap smear merupakan metode konvensional dengan sensitifitas dan spesifisitas yang tinggi, namun sulit diterapkan di negara-negara berkembang. Inspeksi visual asam asetat (tes IVA) menjadi alternatif pemeriksaan sitologis yang lebih murah, namun akurasinya untuk identifikasi lesi prakanker masih diperdebatkan. Tes DNA HPV saat ini menjadi pilihan pencegahan kanker serviks terbaru yang uji sensitiftas dan spesifisitasnya mampu menyamai Pap smear pada kasus neoplasia intraepitelial serviks (CIN) +2 dan +3. Jadwal skrining yang lebih sedikit dan adanya peluang untuk melakukan pengambilan sampel secara mandiri membuat tes HPV sangat ideal untuk dimasukkan pada program pencegahan primer pada negara berkembang. Tinjauan ini bertujuan untuk memaparkan kondisi terbaru mengenai epidemiologi kanker serviks dan upaya preventif terkini yang lebih efektif
Hubungan kualitas tidur dengan tinggi badan pada remaja usia 10-15 tahun
Kualitas tidur yang baik harus dicapai seseorang untuk mendapatkan manfaat dari tidur. Selama periode tidur, tubuh menyekresikan GH dalam darah. Sekresi GH mencapai puncaknya saat tidur nyenyak terutama tengah malam. Kadar GH yang disekresikan saat tidur dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik terutama tinggi badan pada masa pertumbuhan.Penelitian ini merupakan observasional analitik, menggunakan pendekatan cross sectional. Bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tinggi badan pada remaja usia 10-15 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, pemeriksaan tinggi badan berat badan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square.Penelitian menunjukkan sampel yang mempunyai kualitas tidur baik yakni 26 sampel (86,7%), kualitas tidur buruk sebanyak 4 sampel (13,3%). Sebanyak 16 sampel (53,3%) mempunyai tinggi badan sesuai nilai normal menurut usia dalam pedoman WHO, Kemenkes RI, dan CDC pada tahun 2001, 14 sampel (46,7%) lainnya tidak sesuai pedoman tersebut. Hasil uji Chi Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tinggi badan (p=0,022). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tinggi badan pada remaja usia 10-15 tahun. Semakin baik kualitas tidur, maka tinggi badan anak akan semakin sesuai dengan nilai normal menurut usia
Correlation between Oxidative Stress with Cartilage Thickness and Catalase Activity in Osteoarthritis Model Rat after MSC-WJ Treatment
Objective: This study was conducted to investigate the involvement of oxidative damage in rat model of osteoarthritis treated with Mesenchymal Stem Cell Wharton Jelly and to elucidate whether oxidative stress indicators correlate with cartilage damage and catalase activity. Methods: This research is an experimental research with Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of 30 OA rat divided into 5 groups. Group I was the OA rat control group, group II was the OA rat group after 4 weeks, group III was the OA rat group after 8 weeks, group IV was the OA rat group after 4 weeks of treatment with MSC-WJ and group V is the OA rat group after 8 weeks treated with MSC-WJ. Malondialdehyde were measured by Ohkawa method, Cartilage Thickness were measured by using the Betaview program and catalase activity were measured by modification of Shinha.Results: The results showed that the analysis of the Correlation between MDA with Cartilage Thickness (r= – 0.665) and CAT activity (r= – 0.666) in osteoarthritis Model Rat after Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly Treatment.Conclusion: This study demonstrated a strong negative correlation between oxidative stress and knee cartilage thickness and catalase activity of MSC-WJ treated OA rats
Karakteristik Laboratorium Inkompatibilitas ABO Pada Neonatus di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Inkompatibilitas ABO terjadi 12% (15-20%) kehamilan terutama pada neonatus golongan darah A/B dari ibu golongan darah O-positif. Gejala klinis inkompatibilitas ABO bervariasi. Anemia dilaporkan jarang terjadi dan bersifat ringan. Hiperbilirubinemia adalah gejala klinis yang sering. Berbagai kelainan ini dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Metode: Rancangan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan potong-lintang. Penelitian melibatkan 116 neonatus dari ibu golongan darah O-positif. Pemeriksaan golongan darah, Coomb’s-test, dan hematologi menggunakan sampel darah EDTA. Pemeriksaan bilirubin menggunakan sampel serum. Data demografi dan klinis dari rekam medis. Data ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil: Inkompatibilitas ABO didapatkan 58(50%) neonatus. Inkompatibilitas AO dan BO masing-masing 46,6% dan 53,4%. Coomb’s-test positif 58,7% kasus: 32,8% 1+positif, dan 25,9% 2+positif. Rerata parameter hematologi: kadar hemoglobin 15,5+2g/dL, hematokrit 46+7%, hitung eritrosit 4,4+0,7x106/µL, dan retikulosit absolut 243.440+115.875/µL. Rerata kadar bilirubin total serum 12,5+3,7mg/dL, bilirubin direct 0,5+0,2mg/dL, dan bilirubin indirect 11,9+4mg/dL. Kesimpulan: Konfirmasi laboratorium diperlukan pada inkompatibilitas ABO untuk deteksi berbagai kelainan yang dapat terjadi
Uji Aktivitas Anti bakteri Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes
Lidah buaya merupakan family Liliaceae, yang diketahui sebagai tanaman alami untuk pengobatan serta mempunyai banyak manfaat, diantarannya anti inflamasi, anti bakteri, antikanker, antioksidan, antiulcer, antidiabetes. Tujuan: penelitian ini mencari tahu aktivitas antibakteri ekstrak lidah buaya dengan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Metode: metode difusi dengan kertas cakram, dengan rancangan penelitian, postest only control group design. Pada lidah buaya menggunkan ekstrak dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, untuk control positif menggunakan ciprofloxacin dan control negative menggunkan aquadest. Hasil: penelitian menunjukan ekstrak daging lidah buaya tidak memiliki daya hambat pada konsentrasi 25%,50%,75%,dan 100% yang sudah dilakukan 4 kali ulangan terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes. Simpulan: penelitian ini ekstrak daging lidah buaya yang tidak memiliki daya hambat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus pyogenes sehingga tidak dapat ditentukan efektifitasnya
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Bawang Putih dengan Ekstrak Seledri dalam Menurunkan Tekanan Darah Sistolik
Tujuan: Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas menurunkan tekanan darah tikus Hipertensi yang diberikan kombinasi ekstrak bawang putih dengan ekstrak seledri dibandingkan dengan ekstrak seledri dengan captopril 2,5 mg. Metode: Eksperimen dengan rancangan post test dan pre test dengan desain grup kontrol. Sampel ialah bawang putih, seledri dengan 28 ekor tikus. Analisa data menggunakan program komputerisasi menggunakan uji one way anova. Hasil: Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak kombinasi seledri dan bawang putih menurunkan tekanan darah tikus putih jantan yang hipertensi, diperoleh nilai p.value senilai 0,000 bisa diambil kesimpulan jika adanya pengaruh yang besar dalam memberikan ekstrak seledri menurunkan tekanan sitolik di tikus putih jantan yang hipertensi. Kelompok kontrol positif diperoleh nilai p.value senilai 0,000, bisa diambil kesimpulan jika adanya pengaruh yang besar pada pemberian captopril 2,5 mg pada penurunan tekanan sistolik pada tikus putih yang dibuat hipertensi. Kesimpulan: terbukti terdapat efektivitas dalam menurunkan tekanan darah di tikus putih jantan galur wistar HT yang diberikan kombinasi antara ekstrak bawang putih serta ekstrak seledri (Apium graveolens) dibandingkan dengan pemberian ekstrak seledri dengan captopril sebanyak 2,5 mg
Uji Ekstrak Kulit Jeruk Sunkist pada Kadar Gula Darah dan Struktur Histologi Pankreas
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) terhadap perbaikan kadar gula darah dan histologi pancreas tikus yang di induksi streptozotocin.Metode: Jenis penelitian ini ialah eksperimental, desain penelitian adalah True Experimental-Pre Test and Post-Test Control Group Design dan jumlah hewan uji 24 ekor yang dibagi enam kelompok dan mendapat  perlakuan yang berbeda. Hasilnya dianalisis menggunakan software SPSS, dan untuk gambaran histopatologi tikus dibedah dan pankreas diambil untuk dijadikan preparat lalu dilakukan pewarnaan menggunakan metode hematoksilin eosin (HE). Hasil: Pada gambaran histopatologi pankreas terdapat kerusakan yang ditandai dengan degenerasi sel, nekrosis sel, aterosklerosis dan bahkan kongesti pembuluh darah.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit jeruk sunkist bisa menurunkan kadar gula darah tikus dan terdapat perbaikan pada organ pankreas yang diberi ekstrak 1000 mg/KgBB yang ditandai dengan minimalnya degenarasi pada jaringan dan nekrosis sudah tidak dijumpai.Â
Gambaran Perilaku Mengenai Nutrisi dan Perubahan Perilaku Masyarakat Mengenai Hidup Sehat Selama Pandemi COVID-19
Introduction: COVID-19 is a disease caused by SARS Cov-2. At present, there is no specific antiviral treatment found. The most appropriate action to take is prevention to break the chain of transmission of the virus to other people. These efforts include meeting his daily nutritional needs and changing physical activity because most of his time is spent at home because he is required to do physical / social distancing.Purpose: To get a description of the behavior regarding nutrition and changes in the behavior of the Indonesian people regarding healthy living during the COVID-19 pandemic.Methods: This study used an analytic observational design with a cross sectional method. The samples in this study are all Indonesian people who have social media. Sampling was done using online participatory techniques.Results: The majority of respondents have good knowledge, attitudes, and actions regarding nutrition during the COVID-19 pandemic and pay more attention to nutritional needs and physical activity to increase immunity.Conclusion: The community has an important role in efforts to prevent the transmission of Covid-19.Keywords: COVID-19, immunity, nutrition, physical activit
Nutrition Care in Cancer Patients
Objectives: to provide information about nutritional problems in cancer patients. Method: writing this article using the literature searching method. The sources used are articles, books and the WHO website to collect epidemiological data. Articles and books are taken in Indonesian and English. Search the source of the article using the help of Google Scholar and Google search engines. Results: about 25-70% of patients with cancer are malnourished, this is related to changes in metabolism. Changes in carbohydrate metabolism such as an increase in lactate metabolism 10-100 times faster. Changes in protein metabolism such as protein degradation in muscle. Changes in fat metabolism such as increased lipolysis by 85%. These metabolic changes must be prevented by providing adequate nutrition for patients with cancer. Malnutrition in patients with this cancer can increase the length of stay and increase mortality. With the provision of adequate nutritional therapy is expected to help accelerate the healing process of patients with cancer. Conclusion: Malnutrition in patients with cancer is a condition that often occurs and can have an impact on increasing patient mortality. Provision of adequate nutritional therapy is expected to reduce the risk of mortality and accelerate the healing of patients with cancer
Hubungan Antara Menonton Televisi Dengan Kualitas Tidur Pada Pelajar
Tujuan: penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara menonton televisi dengan kualitas tidur pada pelajar. Metode: Desain studi penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling yang diikuti oleh 210 siswa berusia 15-19 tahun di SMAN 42 Jakarta Timur pada bulan Juli – Agustus 2019. Data diambil dengan melakukan pengisian kuesioner PSQI untuk mengukur kualitas tidur dan kuesioner intensitas menonton televisi yang meliputi frekuensi, durasi, perhatian terhadap tayangan televisi. Analisis data menggunakan uji Chi Square test. Hasil: Prevalensi pelajar yang mendapatkan kualitas tidur buruk sebanyak 127 siswa (60,5%) dan didominasi oleh perempuan sebanyak 79 siswa (61,2%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas menonton televisi dengan kualitas tidur (p = 0,809). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara menonton televisi dengan kualitas tidur pada pelajar