Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Staphylococcal Scalded Skin Syndrome in Healthy Infant

    Get PDF
    Staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS) describes a spectrum of superficial blistering skin disorders caused by the exfoliative toxins of Staphylococcus aureus that originates from a focus of infection that may be a purulent conjunctivitis, otitis media, or occult nasopharyngeal infection. It usually begins with fever, irritability, and a generalized, paint, orange-red, macular erythema with cutaneous tenderness, and the rash progress from scarlatiniform to a blistering eruption in 24 to 48 hours. A diagnosis must distinguish SSSS from other skin diseases, such as toxic epidermal necrolysis, epidermolysis bullosa, bullous erythema multiforme, Streptococcal impetigo or listeriosis and thermal or chemical burns, all of which can manifest with similar symptoms. The prognosis of SSSS in children who are appropriately treated is good, with a mortality of less than 5%. A case was a three moths old boy hospitalized in Pediatric ward M. Djamil hospital with chief complain redness and peeling of the skin since 2 days before hospitalized. Culture of the skin, eyes and nose was Staphylococcus aureus, and patients was given ampicillin and gentamycin for seven days

    Phonological Limitations of Children with Cerebral Palsy

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan terkait limitasi fonologis yang terjadi akibat kesalahan fonologis yang diujarkan oleh penyandang cerebral palsy, yakni pada kasus Fahri dan Fatir yang berstatus sebagai siswa SLB Negeri 1 Padang, Sumatra Barat. Metode: Penelitian ini menerapkan metode pemerhatian analitik, studi kasus, dan observasi alami, serta metode narrative recording behavior. Dilanjutkan dengan penerapan teknik rekam dan teknik catat. Pada penelitian ini digunakan instrumen aplikasi praat dan kartu gambar. Kemudian dianalisis menggunakan metode padan artikulatoris dengan teknik dasarnya teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutannya ialah teknik hubung banding membedakan (HBB). Hasil: limitasi fonologis yang dialami kedua subjek penelitian disebabkan oleh kesalahan fonologis yang terdapat pada ujaran mereka. Kesalahan fonologis tersebut ialah substitusi, omisi, adisi, dan distorsi dengan persentase masing-masingnya ialah 51,89%, 26,58%, 11,39%, dan 10,12% (untuk Fahri) dan 56,25%, 36,25%, 1,25%, dan 6,25% (untuk Fatir). Kesimpulan: Ditemukannya empat kesalahan fonologis sebagai bentuk penyebab limitasi fonologis pada ujaran kedua subjek penelitian yang menyandang disabilitas cerebral palsy. Dengan kesalahan fonologis yang dominan pada keduanya, yakni kesalahan fonologis substitusi

    Asam Folat: Peran dalam Metabolisme dan Metode Pemeriksaan

    Get PDF
    Tujuan: Untuk mengetahui peran asam folat dalam metabolisme dan metode pemeriksaan asam folat serum. Metode: Artikel ini dibuat dengan mengumpulkan sumber rujukan dari Sinta, Google Scholar, Pubmed, dan ScienceDirect.  Artikel-artikel yang berisi mengenai asam folat (folic acid) atau folat (folate) dan metode pemeriksaan  asam folat (folate detection method, folate analysis method) tahun 2005-2020 dikumpulkan kemudian dibahas dan ditarik kesimpulan secara umum. Hasil: Bentuk aktif asam folat, tetrahidrofolat, berperan dalam metabolisme purin, pirimidin (timin), dan metionin dengan cara mendonorkan unit satu karbon (metil, metilen, metenil, formimino atau formil). Kadar asam folat serum normal adalah 6-20 ng/ml. Beberapa metode digunakan untuk memeriksa kadar asam folat serum yakni mikrobiologi, HPLC dan protein binding assay. Metode mikrobiologi merupakan baku emas, tetapi membutuhkan waktu yang lama, mudah terkontaminasi dan perlu tenaga mikrobiologi khusus.  Metode HPLC memberikan hasil yang lebih cepat, tetapi mahal dan kurang sensitif. Metode protein binding assay merupakan metode baru yang menggunakan protein ikat folat. Metode ini memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang baik. Kekurangan pada metode ini adalah penyimpanan reagen dan kalibrasi. Kesimpulan: Asam folat dibutuhkan dalam metabolisme nukleotida dan asam amino. Metode pemeriksaan asam folat diharapkan dapat dikembangkan untuk pemeriksaan asam folat yang lebih sederhana, murah dan cepat

    Uji Aktivitas Antibakteri Air Perasan Jeruk Sambal (Citrus microcarpa Bunge) Terhadap Pertumbuhan Escherchia coli

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas air perasan jeruk sambal sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Metode: Skrining fitokimia air perasan jeruk sambal dilaksanakan dengan pengujian secara kualitatif. Proses pembuatan air perasan jeruk sambal dimulai dengan memotong buah jeruk sambal menjadi dua bagian, kemudian diperas dan disaring sebanyak dua kali. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan saringan plastik dan kertas saring steril. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kontrol positif yang digunakan adalah siprofloksasin 5 μg/disk, sedangkan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil: Berdasarkan hasil uji metabolit yang telah dilaksanakan sebelumnya, didapatkan saponin (+++) sebagai metabolit sekunder dominan yang terkandung dalam air perasan jeruk sambal. Selain itu, air perasan jeruk sambal juga mengandung metabolit sekunder lainnya, seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Pengujian aktivitas antibakteri air perasan jeruk sambal menunjukkan adanya zona hambat pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kesimpulan: Air perasan jeruk sambal memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara in vitro

    Posisi prone pada terapi oksigenasi pasien COVID-19

    Get PDF
    AbstrakPenyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang dimulai sejak akhir tahun 2019 cepat menyebar di seluruh dunia hingga dinyatakn sebagai pandemi. Pneumonia menjadi alasan dirawatnya pasien COVID-19 dan memerlukan terapi oksigen. Pneumonia berat menyebabkan terjadinya hipoksemia akibat kegagalan respirasi yang dikenal dengan acute respiratory distress syndrome (ARDS). Posisi prone  sudah dikenal sejak lama dapat digunakan sebagai terapi adjuvan untuk meningkatkan ventilasi pasien COVID-19 yang mengalami ARDS.Kata kunci: COVID-19, Pneumonia, Hipoksemia, ARDS, Posisi proneAbstractCoronavirus disease 2019 (COVID-19), which began at the end of 2019 rapidly spread around the world until it was declared as pandemic. Pneumonia is the reason for COVID-19 patients to hospitalized and requires oxygen therapy. Severe pneumonia causes hipoxemia due to respiratory failure which known as acute respiratory distress syndrome (ARDS). The prone position, which has been known for a long time can be used as an adjuvant therapy to improve ventilation for COVID-19 patients who suffrered ARDS.Keywords: COVID-19, Pneumonia, Hypoxemia, ARDS, Prone positio

    Hubungan antara Faktor Stress dengan Penyakit Gastritis Pada Mahasiswa Universitas Prima Indonesia

    Get PDF
    Gastritis merupakan kondisi dimana mukosa lambung meradang disebabkan oleh iritasi dan infeksi. Gastritis terjadi bila penyakit “hanya†menyebabkan radang lambung, dan tukak lambung terjadi bila penyakit tersebut menyebabkan tukak lambung atau yang biasa kita sebut tukak lambung. Berdasarkan data kesehatan terpercaya di Indonesia tahun 2016, gastritis termasuk dalam kategori 10 penyakit terbanyak dengan pasien rawat inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah kasus 380.744 kasus. Diketahui salah satu faktor resiko gastritis adalah sering mengalami stress yang berkepanjangan, dimana hal ini sering dijumpai pada pelajar maupun mahasiswa, memicu produksi asam lambung yang berlebihan; tujuan untuk memahami hubungan antara kejadian stres pada mahasiswa dengan kejadian gastritis pada Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa dan mahasiswi Tahun Ajaran 2020/2021 Fakultas kedokteran Universitas Prima Indonesia yang berstatus aktif dengan total 94 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan kemudian dianalisa dengan uji Chi-Square, yaitu 37 orang (39.4%) mengalami kekambuhan gastritis dan 57 orang (60.6%) lainnya tidak mengalami kekambuhan gastritis dan diperoleh hasil uji Chi-Square hubungan antara stress dengan kekambuhan gastritis p=0,001 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa semakin meningkatnya stres seseorang, semakin meningkatnya peluang untuk mengalami kekambuhan gastritis

    Moringa oleifera: Tambahan Suplementasi Zat Besi pada Ibu Hamil dengan Anemia Defisiensi Besi

    Get PDF
    Tujuan: Untuk mengetahui potensi dari daun kelor sebagai suplementasi zat besi terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia defisiensi besi. Metode: Systematic Literature Review ini dibuat berdasarkan artikel dari jurnal yang diperoleh melalui pencarian Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct mengacu pada topik yang telah ditentukan. Artikel penelitan yang digunakan, diseleksi dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Daun kelor merupakan sumber utama dari berbagai vitamin dan minneral. Zat besi pada daun kelor 25 kali lebih banyak bila dibandingkan dengan daun daun bayam (Amaranthus tricolor). Kandungan zat besi didalam daun kelor yang sudah dikeringkan dan dijadikan bubuk dapat mencapai 28 mg per 100 g bubuk, hal ini membuktikan bahwa bubuk daun kelor memiliki kandungan zat besi yang sangat tinggi, selain itu daun kelor juga dapat meningkatkan absorpsi zat besi dalam tubuh oleh karena kandungan vitamin C yang dimilikinya. Sehingga menjadikan pemberian daun kelor dapat membantu memberikan tambahan zat besi serta meningkatkan absorpsi zat besi pada ibu hamil. Kesimpulan: Pemberian suplementasi tambahan zat besi dalam berbagai sediaan seperti kapsul ekstrak, tepung, biskuit, sup hingga jus yang terbuat dari daun kelor terbukti dalam membantu pemenuhan kebutuhan zat besi secara maksimal dan meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia

    Hubungan Karakteristik Ibu, ASI EkskIusif dan Akses Sanitasi Dasar Terhadap Stunting Pada BaIita Usia 2-5 Tahun di Puskesmas Manutapen, NTT, Tahun 2021

    Get PDF
    Balita pendek atau stunting merupakan panjang badan atau tinggi badan kurang berdasarkan usia sesuai dengan tabel status gizi WHO. Empat penyebab utama stunting adalah faktor keIuarga dan rumah tangga, makanan pendamping tidak adekuat, tidak ASI ekskIusif, dan kejadian infeksi. Tujuan: mengkaji hubungan karakteristik ibu, ASI ekskIusif dan akses sanitasi dasar terhadap stunting pada baIita usia 2-5 tahun di Puskesmas Manutapen tahun 2021. Metode: menggunakan metode observational analytic menggunakan pendekatan case control dengan besar sampel sebesar 48 ibu balita usia 2-5 tahun dengan masing-masing 24 pada keIompok kasus dan keIompok kontroI dan sampel diambil secara acak. Pengumpulan data meggunakan kuesioner dengan cara pengambilan data berupa wawancara terpimpin. Hasil: tidak terdapat hubungan antara usia ibu (p=0,156, OR=2,364), pekerjaan ibu (p=0,461, OR=0,429), dan pendidikan ibu (p=0,242, OR=0,500) terhadap stunting. Demikian juga tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ekskIusif (p=0,477, OR=0,600) dan akses sanitasi dasar (p=1,000, OR=1,400) terhadap kejadian stunting pada baIita usia 2-5 tahun di Puskesmas Manutapen tahun 2021. Kesimpulan: terdapat hubungan yang tidak signifikan antara usia ibu, pekerjaan ibu, dan pendidikan ibu, ASI eksklusif dan akses sanitasi dasar dengan kejadian stunting pada baIita usia 2-5 tahun di Puskesmas Manutapen tahun 2021

    Diagnosis dan Tatalaksana Rinosinusitis Kronis dengan variasi anatomi Sel Haller dan Seromucinous Hamartoma

    Get PDF
    AbstrakPendahuluan: Rinosinusitis kronis (RSK) adalah inflamasi kronis pada hidung dan sinus paranasal yang terjadi lebih dari 12 minggu. Salah satu faktor resiko terjadinya RSK yaitu variasi anatomi seperti sel haller yang dapat menyebabkan gangguan ventilasi maupun drainase sinus. RSK juga dapat disertai dengan polip nasal dimana polip memiliki berbagai diagnosis banding berdasarkan hasil histopatologi, salah satunya adalah Seromucinous Hamartoma (SH). Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus RSK dengan polip nasal dan sel haller pada perempuan usia 48 tahun dengan keluhan hidung tersumbat dan keluar ingus kental dari hidung. Pasien dilakukan tindakan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional dan ekstirpasi massa lalu didapatkan hasil histopatologi berupa SH. Kesimpulan: SH adalah kondisi yang jarang terjadi pada rongga hidung atau sinonasal. Etiologi hamartoma tidak diketahui, tetapi peradangan kronis pada mukosa hidung yang berhubungan dengan RSK dan variasi anatomi adalah hipotesis yang bisa diterima. SH hampir selalu dapat disembuhkan dengan ekstirpasi massa dan kekambuhan hampir jarang ditemukan.Kata kunci: Rinosinusitis kronis, Sel Haller, Seromusinosa Hamartoma

    Gambaran Indeks Trigliserida dan Glukosa Pada Penyandang Obes

    Get PDF
    TUJUAN: Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran TyG-Index pada penyandang obes. METODE: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik cross sectional terhadap subjek yang memenuhi kriteria IMT ≥25 kg/m2 dengan rentang usia 18-60 tahun. Sampel dikumpulkan dengan metode consecutive sampling. Subjek puasa 10-12 jam, dilakukan pemeriksaan kadar trigliserida dan glukosa darah puasa, kemudian TyG-Index dihitung menggunakan kalkulator TyG-Index otomatis. TyG-Index ≥4,49 adalah resistensi insulin. Data TyG-Index disajikan dalam bentuk tabel.HASIL: Total 81 subjek, terdiri dari 34 pria dan 47 wanita, rerata usia 30 (rentang 18-58) tahun. Kelompok obes I 34 subjek dan obes II 47 subjek. Sebanyak 44 (54,3%) dari total subjek memiliki TyG-Index ≥4,49; terdiri dari 19 (23.8%) pria, 25 (30,9%) wanita, serta 16 (19,8%) obes I dan 28(34,5%) obes II. PEMBAHASAN: Akumulasi lemak berlebihan pada penyandang obes menyebabkan kondisi lipotoksisitas dan glukotoksisitas yang memicu resistensi insulin. Kondisi ini tercermin pada peningkatan TyG-Index sebagai penanda resistensi insulin.SIMPULAN: TyG-Index pada penyandang obes sebanyak 54,3% resistensi insulin, dengan wanita lebih banyak dibandingkan pria, dan obes II lebih banyak dibandingkan obes I.Â

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇