Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Tatalaksana terkini pada miastenia gravis

    Get PDF
    Myasthenia gravis (MG) is a disorder of the neuromuscular junction that causes fluctuating muscle weakness. The etiology of this disease is due to the presence of antibodies that attack acetylcholine receptors on the postsynaptic membrane (autoimmune). Myasthenia gravis is a chronic disease and most MG patients fall into Generalized Myasthenia Gravis (gMG) within 2 years of onset. Myasthenic crisis is a serious condition and requires high-cost management. Therefore, disease management continues to be updated to reduce mortality and mortality, as well as improve quality of life. This article discusses the latest myasthenia gravis; guidelines 2020 ; immunosuppressants; plasmaparesis; ivi

    Optic Nerve Sheath Meningioma di Dekade Awal Kehidupan : Kasus Jarang

    Get PDF
    Optic nerve sheath meningioma (ONSM) adalah neoplasma jinak sel meningotel jaringan arachnoid. ONSM menyumbang kurang dari 1% dari semua meningioma dan 5-10% dari semua tumor orbital. Mereka paling sering terjadi pada usia 30 dan 50 tahun. Kebanyakan meningioma adalah tumor yang tumbuh lambat yang mempengaruhi individu paruh baya dengan kehilangan penglihatan progresif, proptosis, edema diskus dan vena optociliary pada pemeriksaan fundus. ONSM sangat jarang terjadi pada anak-anak, dengan hanya 14 kasus yang dilaporkan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Kasus ini mempresentasi Psamomatous ONSM grade I yang langka terjadi pada usia 13 tahun

    Pengaruh Persepsi Pembelajaran Daring terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen

    Get PDF
    Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh persepsi pembelajaran daring terhadap kesehatan mental pada mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen. Metode: Penelitian merpakan penelitian observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) pada 86 orang mahasiswa maupun mahasiswi yang dipilih dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil: Mayoritas responden dalam penelitian ini cenderung menunjukkan gambaran depresi dan stress yaitu sebanyak 61 orang dan 51 orang. Persepsi pembelajaran daring cenderung menyebabkan terjadinya depresi (Nilai P: 0.032; unadjusted OR [IK95%]: 0.208 [0.044-0.975]). Namun, persepsi pembelajaran daring tidak mempengaruhi aspek kesehatan mental lainnya seperti kecemasan (Nilai P: 0.104) maupun stress (Nilai P: 0.103). Namun, setelah dilakukan analisa regresi logistik antara persepsi pembelajaran daring terhadap kesehatan mental dengan memasukkan karakteristik responden dalam model analisa, hubungan antara persepsi pembelajaran daring dan kesehatan mental menjadi tidak signifikan. Kesimpulan: Secara simultan persepsi pembelajaran daring tidak mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa maupun mahasiswi fakultas kedokteran dikarenakan keragaman pada karakteristik mahasiswa maupun mahasiswi sebagai responden

    Parotidektomi Superfisial pada Adenoma Pleomorfik

    Get PDF
    Pendahuluan: Tumor parotis merupakan tumor kelenjar liur yang paling sering terjadi. Sebagian besar dari tumor kelenjar parotis adalah jinak. Adenoma pleomorfik merupakan tumor jinak kelenjar liur terbanyak sekitar 60-80% dari seluruh neoplasma di kelenjar liur, dan paling sering ditemukan pada kelenjar parotis sebanyak 85%. Diagnosis adenoma pleomorfik ditegakkan berdasarkan anamnesis, gambaran klinis, dan pemeriksaan penunjang dengan Biopsi Aspirasi Jarum Halus (BAJAH), pemeriksaan radiologis, dan histopatologi massa tumor. Penatalaksanaa tumor jinak parotis adalah dengan eksisi tumor secara lengkap yaitu dengan parotidektomi dan preservasi saraf fasialis.  Laporan Kasus : Dilaporkan satu kasus pasien perempuan 30 tahun yang didiagnosis dengan adenoma pleomorfik parotis sinistra yang ditatalakasana dengan parotidektomi superfisial. Kesimpulan : Tumor jinak pada kelenjar liur yang paling sering terjadi di kelenjar parotis adalah adenoma pleomorfik. Parotidektomi superfisial merupakan standar operasi pada tumor jinak pada lobus superfisial kelenjar parotis dengan preservasi saraf fasialis.Â

    Perbandingan Antara Swab Nasofaring, Swab Orofaring dan Saliva Untuk Mendeteksi SARS-CoV-2

    Get PDF
    Tujuan: untuk mengetahui CT Value pada swab nasofaring, swab orofaring, saliva, gabungan swab nasofaring dan saliva, gabungan swab orofaring dan saliva, serta gabungan swab nasofaring, orofaring dan saliva. Metode: observasional dengan desain case control study. Populasi penelitian ini adalah koleksi swab nasofaring, swab orofaring, saliva serta gabungannya dari pasien yang datang untuk swab di Laboratorium PDRPI FK UNAND serta pasien rawatan RSUP dr.M.Djamil, Padang dan RSP UNAND yang dinyatakan positif COVID-19 melalui pemeriksaan swab gabungan nasofaring dan orofaring yang terdeteksi di Laboratorium PDRPI FK UNAND. Besar sampel pada penelitian ini berjumlah 49 sampel positif. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dari bulan Mei hingga Oktober 2021 bertempat di Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi, Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, Padang (PDRPI FK UNAND). Hasil: didapatkan bahwa spesimen swab nasofaring memiliki rerata CT Value paling rendah (ORF1ab: 27.70 dan N Gene: 27.44) dibanding spesimen lainnya untuk pemeriksaan SARS-CoV2. Kesimpulan: seluruh spesimen dapat dijadikan alternatif pemeriksaan SARS-CoV2, namun diantara spesimen tersebut yang paling baik untuk digunakan sebagai pemeriksaan alternatif merupakan spesimen nasofaring tunggal, sedangkan spesimen saliva tunggal hampir sama dengan spesimen orofaring tunggal yang memilki rekomendasi paling rendah

    Mekanisme Molekuler Dari Resistensi Insulin Pada Diabetes Melitus Tipe Dua

    Get PDF
    Diabetes melitus merupakan kelainan endokrin yang paling sering ditemukan. Salah satu patofisiologi utamanya adalah resistensi jaringan target terhadap insulin. Pada tahap seluler, resistensi insulin adalah adanya kemampuan yang tidak adekuat dari insulin signaling pada reseptor insulin terhadap molekul pada proses aksi insulin. Sekuensi patofisiologi yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin masih belum banyak diketahui. Tujuan: Untuk mengetahui mekanisme molekuler dari resistensi insulin pada diabetes melitus tipe dua. Metode: Artikel ini ditulis berdasarkan studi kepustakaan yang berhubungan dengan mekanisme molekuler dari resistensi insulin pada diabetes melitus tipe dua. Hasil:  Banyak molekul yang terlibat dalam pengolahan intraseluler dari insulin signaling yang diperankan oleh insulin, IRS-2, PKB, protein Foxo dan P85 subunit PI-3 kinase. Disfungsi-disfungsi dari molekul ini menyebabkan resistensi insulin in vivo. Identifikasi defek signaling dan pemahaman hubungan kompleks dari faktor yang berbeda dalam memodulasi sensitivitas insulin yang merupakan prasyarat penting untuk pengembangan senyawa anti-diabetes baru dan lebih spesifik. Simpulan: Dengan menjelaskan mekanisme molekuler pada insulin signaling yang bertanggung jawab untuk resistensi insulin, dapat dipahami sebagian besar dari resistensi insulin secara molekuler

    Hubungan Lama Merokok dan Jumlah Rokok dengan Saturasi Oksigen dan Frekuensi Pernafasan pada Perokok Aktif

    Get PDF
    Merokok merupakan suatu prilaku yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Prilaku merokok perokok aktif ini dapat membahayakan kesehatan baik bagi perokok maupun bagi orang lain di sekitarnya. Merokok akan menyebabkan perubahan patofisiologi paru secara signifikan sesuai dengan intensitas dan lama merokok. Tujuan: untuk mengetahui hubungan lama merokok dan jumlah rokok dengan saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan pada perokok aktif. Metode: Penelitian analitik observasional dengan  pendekatan  cross  sectional dengan jumlah responden sebanyak 99 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur lama merokok dan jumlah rokok yang dikonsumsi serta alat ukur pulse oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen dan gerakan dada untuk menghitung frekuensi pernafasan. Pengolahan data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil: Dari penelitian ini didapatkan sebagian besar responden memiliki karakteristik lama merokok lebih dari 5 tahun (53,5%), jumlah rokok 11-20 batang perhari (54,5%), saturasi oksigen > 97 (35,4%) dan frekuensi nafas 19-20 (55,6%) serta terdapat hubungan yang signifikan antara lama merokok dan jumlah rokok dengan saturasi oksigen (p<0.05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama merokok dan jumlah rokok dengan frekuensi pernafasan (p>0,05). Kesimpulan: Semakin lama merokok dan semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi perokok aktif maka semakin rendah kadar saturasi oksigen dalam darah

    Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Digitalisasi Layanan Rumah Sakit Berdasarkan Importance-Performance Analysis

    Get PDF
    Tujuan: menghasilkan bahan kajian tingkat kepuasan pengguna terhadap digitalisasi layanan rumah sakit. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Model Importance-Performance Analysis. Responden berjumlah 80 pengguna layanan rawat jalan. Penelitian dilakukan pada Juli-November 2021 di Instalasi Rawat Jalan sebuah rumah sakit pemerintah di Kota Padang. Pengumpulan data melalui kuesioner pre dan post intervensi dengan 16 pertanyaan yang telah diuji validitas reliabilitasnya. Variabel dijabarkan pada aspek praktikalitas dan efektivitas. Aspek praktikalitas terdiri dari 4 variabel yaitu kebergunaan, kemudahan penggunaan, kemudahan mempelajari, kualitas rupa. Variabel efektivitas terdiri dari keramahan terhadap pengguna, kelengkapan informasi dan fleksibilitas. Data dianalisis dengan menentukan tingkat kesesuaian dibandingkan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Hasil: semua pertanyaan dinyatakan valid dan reliabel. Mayoritas responden menilai tingkat harapan pada kategori sangat penting. Sebagian besar responden menilai performance aplikasi pada kategori puas. Berdasarkan analisis didapatkan bahwa tingkat kesesuaian berada pada rentang nilai 93% - 100%, yang melebihi SPM.  Nilai terendah yaitu kerahasiaan identitas pasien, kelengkapan menu dan kemudahan memahami aplikasi. Kesimpulan: Semua variabel mampu memuaskan pengguna digitalisasi layanan rawat jalan. Disarankan untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan edukasi penggunaan digitalisasi layanan pada pasien, memastikan keamanan data dan melatih operator yang kompeten dan terpercaya

    Perbandingan Efektivitas Terapi Injeksi Intralesi Triamsinolon Asetonida, 5-Fluorouracil Dan Kombinasi Keduanya Pada Perbaikan Keloid

    Get PDF
    AbstrakTujuan: Untuk mengetahui perbandingan efektivitas terapi injeksi intralesi triamsinolon asetonida, 5-fluorouracil dan kombinasi keduanya pada perbaikan keloid; Metode: Artikel ini disusun berdasarkan review beberapa literatur yang berhubungan dengan efektivitas terapi injeksi intralesi triamsinolon asetonida, 5-fluorouracil dan kombinasi keduanya pada perbaikan keloid; Hasil: Pada penelusuran literatur didapatkan ada perbaikan semua parameter pada setiap penilaian di ketiga kelompok. Perbaikan dalam hal tinggi bekas luka, vaskularisasi, dan kelenturan paling cepat terjadi pada kelompok TAC+5FU, yang signifikan secara statistik. Telangiektasis, hipopigmentasi dan atrofi kulit paling sering ditemukan pada kelompok TAC, sedangkan ulserasi kulit, hiperpigmentasi dan nyeri merupakan masalah yang umum pada kelompok 5-FU; Kesimpulan: TAC, 5FU, dan TAC+5FU semuanya efektif untuk perbaikan keloid. Kombinasi TAC+5FU terbukti memberikan manfaat seimbang, respon yang lebih cepat dan lebih manjur dengan efek samping yang lebih ringan bila dibandingkan dengan masing-masing monoterapi.Kata kunci: Keloid; Triamsinolon Asetonida; 5-Fluorouracil; POSAS; VSSÂ

    Efek Pemberian Induksi Etanol Absolut terhadap Perubahan Histologi Jaringan Gaster pada Tikus Model Gastritis

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian etanol absolut pada perubahan histologi dinding gaster. Metode: Tikus (Rattus norvegicus) jantan dengan berat badan 220g sebanyak delapan ekor dibagi kedalam dua kelompok (n = 4) yaitu kelompok kontrol tanpa pemberian etanol absolut dan kelompok gastritis yang diberi etanol absolut 1 ml. Setelah proses pembedahan dinding gaster dievaluasi secara makroskopik dan mikroskopik. Hasil: Induksi etanol absolut menyebabkan lesi hemoragik pada mukosa luminal gaster secara makroskopik. Sedangkan pengamatan histologi menunjukkan adanya tanda ulserasi, deskuamasi epitel, hemoragik akut pada mukosa, dan edema sub-mukosa, sedangkan muskularis tidak ditemukan kelainan pada lapisan muskularis dan serosa.  Kesimpulan: Etanol absolut yang diberikan pada tikus model gastritis menunjukkan lesi makroskopik berupa hemoragik mukosa luminal dan perubahan histologis berupa ulserasi, deskuamasi epitel, hemoragik akut, dan edema sub-mukosa, sedangkan lapisan muskularis dan serosa tampak normal

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇