Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Hubungan Efek Metabolik dan Hormon Kortisol Terhadap Pasien Gangguan Ansietas yang Berobat di Poli Psikiatri RS Madani Medan
Pendahuluan: Gangguan ansietas merupakan suatu kondisi yang sering dijumpai pada masyarakat secara umum. Gangguan ansietas jangka panjang dapat menyebabkan peningkatan hormon adrenalin sehingga terjadi peningkatan asam lemak bebas dan kadar glukosa darah, dan juga menyebabkan pelepasan hormon kortisol, yaitu hormon glukokortikoid yang disintesis dari kolesterol di korteks adrenal, yang dapat memberikan dampak negative terhadap efek kardiovaskular, metabolisme dan pernapasan. Kortisol umumnya dikenal sebagai "hormon stres", yang hanya dilepaskan selama kondisi stres. Tujuan: tujuan penelitian ini unutuk melihat hubungan antara efek metabolik terhadap peningkatan hormon kortisol pada pasien yang mengalami gangguan ansietas. Metode: penelitian merupakan penelitian analitik numerik dengan cara cross sectional, cara pengambilan sampel dengan cara non probability sampling jenis consecutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 25 orang. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara gangguan ansietas terhadap peningkatan kadar gula darah (p=0.001, r =0,625) dan kadar kolesterol (p<0.001, r=0,717). Tidak Terdapat perbedaan yang bermakana antara gangguan ansietas terhadap peningkatan hormone kortiso dengan nilai P=0.366, r=0,189. Kesimpulan: Dijumpai perbedaan bermakna antara gangguan ansietas terhadap peningkatan kadar gula darah dan kolesterol, tidak dijumpai perbedaan yang bermakana antara gangguan ansietas terhadap peningkatan hormon kortisol
Potensi kombinasi induced-pluripotent stem cells (iPSC) dan metode pengeditan gen clustered regularly interspaced short palindromic repeats–associated nuclease 9 (CRISPR-Cas9) sebagai terapi pada pasien hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit genetik berupa gangguan dalam pembekuan darah yang terjadi akibat mutasi pada gen yang mengkode faktor koagulasi. Anak yang mengalami hemofilia apabila tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan berbagai macam komplikasi yang dapat berujung kepada kematian. Pada saat sekarang ini, anak yang mengalami hemophilia memerlukan terapi pengganti atau pengobatan dengan desmopresin yang dilakukan seumur hidup dengan risiko infeksi yang tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu terapi yang dapat mengatasi penyebab dari hemofilia tersebut, satu-satunya terapi yang dapat menyembuhkan hemofilia yaitu terapi gen. Terapi gen meliputi terapi dengan menggunakan metode pengeditan gen yang fleksibel dan mudah digunakan, clustered regularly interspaced short palindromic repeats–associated nuclease 9 (CRISPR- Cas9). Metode ini mampu dengan baik memotong molekul DNA pada titik tertentu melalui aktivitas endonuklease dengan bantuan single guide RNA (sgRNA). Penggunaan metode ini dapat dikembangkan untuk dilakukan pada induced pluripotent stem cell (iPSC). Pengkombinasian teknik iPSC dan gen editing CRISPR-Cas9 pada sel pasien hemofilia dapat dihasilkan stem sel yang mampu menghasilkan faktor koagulasi yang diperlukan. Sehingga dapat mengatasi permasalahan yang mejadi penyebab dari hemofilia tersebut.Kata kunci: Hemofilia, iPSC, CRISPR-Cas
Profil Klinis dan Kejadian Kardiovaskular Mayor Selama Rawatan pada Pasien IMA-EST Usia Muda
Tujuan: Mengetahui profil klinis dan kejadian kardiovaskular mayor (KKM) selama rawatan pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMA-EST) usia muda di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian dengan metode deskriptif retrospektif. Sampel adalah pasien IMA-EST usia < 45 tahun yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Data diambil menggunakan rekam medis. Variabel berupa usia, jenis kelamin, faktor risiko, onset gejala, lokasi infark, karakteristik angiografi, arteri terkait infark, terapi, komorbid, klasifikasi Killip dan KKM selama rawatan. Hasil: Dari 100 pasien ditemukan rerata usia pasien 39 tahun dengan rentang usia 24 – 44 tahun, 95% berjenis kelamin laki-laki, 89% memiliki faktor risiko merokok, 80% dengan onset gejala < 12 jam, 60% lokasi anterior, 45% single vessel disease, 48% arteri left anterior descending, 96% mendapat terapi reperfusi dengan 75% mendapat intervensi koroner perkutan (IKP), 21% komorbid pneumonia dan 80% Killip I. KKM selama rawatan dialami oleh 4 orang pasien dengan semuanya kematian. Kesimpulan: Pasien IMA-EST usia muda pada penelitian ini paling banyak laki-laki, merokok, memiliki onset gejala < 12 jam, memiliki lokasi anterior dengan arteri left anterior descending dan single vessel disease, mendapatkan terapi reperfusi berupa IKP dan mengalami KKM selama rawatan berupa kematian
Profil Jumlah Limfosit Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Betina Galur Sprague Dawley yang Terpajan 7,12 Dimetilbenz(Α)Antracene dan Mendapat Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.)
Tujuan: Mengetahui efek ekstrak etanol umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) terhadap jumlah limfosit tikus putih galur Sprague Dawley yang terpajan 7,12 Dimetilbenz(α)antracene (DMBA). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan tikus betina galur Sprague Dawley yang diinduksi DMBA. Tikus dibagi secara acak menjadi 6 kelompok perlakuan, yaitu kelompok normal, kontrol negatif (DMSO 5%), kontrol positif (Tamoxifen), perlakuan I (ekstrak bawang dayak 180mg/kgBB), perlakuan II (ekstrak bawang dayak 360 mg/kgBB), dan perlakuan III (ekstrak bawang dayak 720 mg/kgBB). Hasil: Data jumlah limfosit kemudian dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Post hoc LSD. Ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki perbedaan bermakna (p<0,05) terhadap jumlah limfosit. Uji Post hoc LSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) pada kelompok perlakuan I, II, dan III terhadap kelompok kontrol negatif. Kesimpulan: Ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki efek terhadap tikus yang mengalami tumor payudara yaitu dengan meningkatkan jumlah limfosit pada tikus
Efek Protektif Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) terhadap Gambaran Histopatologi pada Sel Tumor Payudara Tikus Putih (Rattus norvegicus) Betina Galur Sprague Dawley Diinduksi 7,12 Dimethylbenz(α)Anthracene
Objective: To determine the effect of ethanol extract of dayak onion bulb on histology of mammary tumor cells in female Sprague Dawley rats strains that were induced by 7,12 dimethylbenz(α)anthracene (DMBA). Methods: The design of this study was a post-test only control group. DMBA (20 mg/kgBW) was given peroral twice a week for five weeks. In this research 30 female Sprague-Dawley rats  were used and divided into 6 groups. Normal group weren’t treated DMBA; negative control group were treated DMBA and DMSO 5%; positive control group were treated DMBA and tamoxifen; treatment I group were treated DMBA and extract 180 mg/kgBW; treatment II group were treated DMBA and extract 360 mg/kgBW; and  treatment III group were treated DMBA and extract 720 mg/kgBW. Results: There was significant difference between treatment I and negative control group (p=0,015); treatment II and negative control group (p=0,011); treatment III and negative control group (p=0,015). Conclusion: Ethanol extract of dayak onion bulb  have an effect on histology of mammary tumors in female Sprague Dawley rats that were induced by 7,12 dimethylbenz(α)anthracene (DMBA).Keywords: Eleutherine bulbosa; Anti-cancer; Histopathology; Mammary tumor; 7,12 Dimethylbenz(α)anthracen
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil dalam Vaksinasi Covid-19 di Kota Padang
Vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil menjadi salah satu upaya untuk mengurangi penyakit berat dan risiko infeksi terhadap COVID-19. Tujuan: untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu hamil dalam vaksinasi COVID-19 di Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian yaitu ibu hamil trimester II dan trimester III dengan sampel penelitian sebanyak 206 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian  penelitian kuesioner. Hasil Penelitian: Rata- rata umur ibu hamil yang vaksinasi COVID-19 adalah 30,26 tahun, sedangkan rata-rata umur ibu hamil yang tidak vaksinasi COVID-19 adalah 30,37 tahun, ibu hamil yang melakukan vaksinasi memiliki pendidikan SMA (51,3%), sedangkan ibu hamil yang tidak ikutserta vakisinasi memiliki pendidikan SMA (45,5%), ibu hamil yang ikutserta vaksinasi COVID-19 merupakan ibu rumah tangga (84,6%), sedangkan ibu hamil yang tidak ikutserta vaksinasi COVID-19 memiliki pekerjaan ibu rumah tangga (80,2%), ibu hamil yang ikutserta vaksinasi COVID-19 merupakan multigravida (51,3%), sedangkan  ibu hamil yang tidak ikutserta vaksinasi COVID-19 merupakan multigravida (67,1%). Kesimpulan : Rata-rata umur ibu yang ikutserta vaksinasi dan tidak ikut vaksinasi COVID-19 hampir sama, sebagian besar ibu hamil yang ikutserta vaksinasi dan yang tidak ikut vaksinasi COVID-19 memiliki pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga, dan multigravida
Perbandingan Efektivitas Daun Bandotan Dengan Lidah Buaya Dalam Perbaikan Luka Sayat Pada Tikus Wistar
Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas perbaikan luka sayat menggunakan ekstrak daun bandotan dan lidah buaya. Metode: Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih dengan BB 150-200g yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok yang diberi salep Burnazin, kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan ekstrak bandotan 10%, dan kelompok perlakuan ekstrak lidah buaya 10%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan True Experimental dengan Randomized Post-test only Control Group Design, dengan cara memberikan ekstrak daun bandotan dan lidah buaya konsentrasi 10% ke tikus yang telah diberi luka sayat. Hasil: Hasil uji statistik penyembuhan luka sayat pada kelompok ekstrak bandotan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara tikus 1 dan 3 (p=0,014), tikus 1 dan 4 (p=0,010), tikus 2 dan 3 (p=0,006), tikus 2 dan 4 (p=0,004), dan tikus 2 dan 5 (p=0,027) sedangkan pada kelompok lidah buaya tidak ditemukan perbedaan yang signifikan. Terdapat perbedaan efektivitas antara ekstrak daun bandotan dengan ekstrak lidah buaya terhadap penyembuhan luka sayat. Kesimpulan: Ekstrak lidah buaya memiliki aktivitas penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak daun bandotan
Perbedaan Nilai Rerata Red Blood Cell Distribution Width (RDW) Pada Pasien Covid-19 Derajat Ringan-Sedang Dan Berat-Kritis
Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh virus SARSCoV2 dan menjadi pandemi di dunia. Pasien COVID 19 terbanyak gejala ringan, tetapi 20% dapat mengalami perburukan. Penelitian sebelumnya mendapatkan peningkatan RDW berkaitan dengan tingkat keparahan penyakit. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai rerata RDW pasien COVID-19 derajat ringan-sedang dibandingkan berat-kritis. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 100 pasien COVID-19 derajat ringan-sedang dan berat-kritis di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Juli 2022- sampai Februari 2023. Pemeriksaan RDW dilakukan dengan alat hematologi otomatis. Data dianalisis dengan uji T tidak berpasangan, dengan kemaknaan p <0,05. Hasil: Subjek penelitian sebagian besar laki-laki (52%). Rerata umur penelitian 55 (15) tahun. Nilai rerata RDW subjek penelitian 14,5(1,5) %. Nilai rerata RDW pada pasien COVID-19 derajat ringan-sedang 13,7(1,0) % dan berat-kritis 15,2(1,5) %. Uji statistik mendapatkan perbedaan bermakna nilai rerata RDW pada 2 kelompok (p=0,001). Pembahasan: Nilai rerata RDW pasien COVID-19 derajat ringan-sedang dalam batas normal sedangkan derajat berat-kritis di atas rentang normal. Sitokin proinflamasi yang sangat tinggi mempengaruhi ukuran eritrosit dan meningkatkan nilai RDW pada kelompok berat-kritis. Simpulan: Terdapat perbedaan nilai rerata RDW antara pasien COVID 19 derajat ringan-sedang dan berat-kritis. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan follow up RDWÂ
Gambaran Klinikopatologi Karsinoma Tiroid Di RSUP Dr. M. Djamil Padang
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinikopatologi karsinoma tiroid di RSUP Dr. M. Djamil Padang; Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medik pasien dan patologi anatomi di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018 – 2022; Hasil: Kegiatan penelitian ini terdiri atas 284 kasus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini meliputi rentang usia, jenis kelamin, keluhan utama, ukuran klinis, jenis histopatologi, dan jenis tindakan; Kesimpulan: Pasien karsinoma tiroid lebih banyak di usia 45 – 64 tahun, dengan jenis kelamin wanita, disertai keluhan utama berupa benjolan di leher, dan ukuran nodul > 4 cm. Pasien karsinoma tiroid papiler ditemukan sebanyak 83% dari total pasien, dengan jenis tindakan total thyroidectom
Literature Review: Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Latar belakang: Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyebab utama disabilitas, hingga kematian. Latihan fisik merupakan salah satu pilar penatalaksanaan diabetes. Latihan fisik teratur pada DM tipe 2 memberikan proteksi kardiometabolik sehingga mencegah atau mengurangi morbiditas dan mortalitas. Tujuan studi: Penulisan artikel dalam bentuk systematic literature review ini bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Metodologi: Metode systematic literature review dengan mengambil 9 jurnal yaitu 7 jurnal Indonesia dan 2 jurnal Internasional, sesuai dengan kriteria kata kunci yang ditetapkan. Hasil: Dari hasil analisis literature review sebanyak 9 jurnal mengatakan semua jurnal didapatkan hasil yang signifikan antara hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Simpulan: Dari studi ini di disimpulkan bahwa terdapat hubungan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Systematic literature review ini diharapkan bisa menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut dengan database pencarian literatur yang digunakan lebih bervariasi dan pendekatan penelitian dengan desain selain cross sectional