Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
    648 research outputs found

    Hubungan Askariasis Terhadap Derajat Keparahan Stunting Pada Balita di Kota Padang

    Full text link
    Tujuan: Menganalisis hubungan askariasis terhadap derajat keparahan stunting pada balita di Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penilitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini merupakan balita stunting yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 116 orang. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari penelitian induk dan dianalisis dengan menggunakan uji statistic chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menemukan 5,2% balita stunting positif terinfeksi Ascaris lumbricoides yang terdiri dari 4 balita (3,4%) dengan kategori pendek dan 2 balita (1,7%) dengan kategori sangat pendek. Hasil analisis secara statistik menemukan tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian askariasis dan intensitas infestasinya dengan derajat keparahan stunting pada balita. (p>0,05) Kesimpulan: Tidak tidak terdapat hubungan antara status infestasi askariasis dan intensitas infestasinya terhadap derajat keparahan stunting pada balita di Kota Padang

    Pengaruh Pemberian VCO (Virgin Coconut Oil) Terhadap Kadar MDA (Malondialdehid) Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Terpapar Asap Rokok

    Full text link
    Latar belakang : Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, antara lain asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh, serta kandungan antioksidan yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian VCO dapat mencegah peningkatan MDA tikus putih jantan galur wistar yang diberi paparan asap rokok, dan mengetahui dosis VCO yang efektif dalam mencegah peningkatan MDA. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain posttest only with control group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 24 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1 (dipaparkan asap rokok dan diberi VCO 0,45ml) dan perlakuan 2 (dipapar asap rokok dan diberi VCO 0,9ml). VCO diberikan secara peroral setiap hari selama 14 hari dan pada hari ke 15 dilakukan pengambilan darah tikus yang selanjutnya dilakukan pengujian kadar MDA tikus. Hasil : Berdasarkan persentase mean rank setiap kelompok, menunjukkan pada kelompok dengan pemberian VCO memiliki kadar MDA yang lebih rendah bila dibandingkan dengan kelompok hanya dengan papran asap rokok, dan dosis VCO yang efektif pada penelitian ini adalah 0,9ml. Kesimpulan : VCO dapat mencegah peningkatan kadar MDA akibat paparan asap rokok

    Hubungan status hidrasi dengan penurunan massa lemak selama puasa ramadhan

    Full text link
    Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan status hidrasi dengan penurunan massa lemak selama puasa Ramadhan; Metode : Penelitian ini merupakan studi longitudinal terhadap 67 subjek laki-laki yang menjalani puasa Ramadhan penuh. Status hidrasi dinilai dengan pemeriksaan warna urin sewaktu pada minggu ke-2 bulan Ramadhan sedangkan penurunan massa lemak didapatkan dari selisih massa lemak pada 1 minggu sebelum puasa dan minggu ke-2 puasa Ramadhan. Data yang didapat dilakukan analisis bivariat menggunakan Kruskal-wallis; Hasil: tidak terdapat hubungan bermakna antara status hidrasi dengan penurunan massa lemak selama puasa Ramadhan dengan nilai p=0.828; Kesimpulan: status hidrasi tidak berhubungan dengan penurunan massa lemak selama puasa Ramadhan namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai interaksi berbagai faktor yang ikut memengaruhi penurunan massa lemak selama puasa

    Perbedaan Nilai HOMA-B pada Penyandang Obes dan Non-Obes Dewasa Non-Diabetes

    Full text link
    Latar Belakang: Obesitas merupakan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 (DMT2). Hiperinsulinemia adalah mekanisme kompensasi sel beta pankreas untuk mempertahankan keadaan euglikemia. Homeostasis model assessment of beta cell function (HOMA-B) dilakukan untuk menilai fungsi sel beta pankreas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan HOMA-B pada penyandang obes dan non obes. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan potong lintang dilakukan terhadap 123 obes dan non-obes dewasa non-diabetes di RSUP Dr. M. Djamil Padang mulai Januari hingga Oktober 2021. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney, dinyatakan bermakna jika p<0,05. Hasil: Sebanyak 58,5% subjek adalah perempuan, median umur 28 tahun, rerata indeks massa tubuh pada obes 31,23%, rerata IMT pada non-obes  22,09%. Median nilai HOMA-B 162,95% dengan nilai terendah 27,0% dan tertinggi 570,9%. Median nilai HOMA-B penyandang obes 180% dan median nilai HOMA-B non-obes 99,86%. Uji statistik menunjukkan perbedaan rerata yang bermakna antara 2 kelompok (p=0,000). Pembahasan: Nilai HOMA-B pada penyandang obes lebih tinggi dibandingkan dengan non-obes. Median nilai HOMA-B pada penyandang obes >150% artinya berada pada keadaan hiperinsulinemia. Simpulan: Perbedaan nilai HOMA-B ditemukan pada penyandang obes dan non-obes dewasa non-diabetes. Pemeriksaan HOMA-B dapat menjadi skrining awal penyandang obes sebagai kelompok risiko tinggi DMT2

    Breakhthrough Infection Pasca Pemberian Booster mRNA Heterolog pada Tenaga Kesehatan di RSUD Arifin Achmad

    Full text link
    Tujuan: Mengetahui prevalensi dan karakteristik responden breakthrough infection pada tenaga kesehatan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dalam 14 hari – 6 bulan pasca vaksinasi booster mRNA-1273. Metode: Metode penelitian cross sectional yang dilakukan pada Juli – September 2022 menggunakan sampel sebanyak 123 responden melalui wawancara. Hasil: 14 responden (11,4%) mengalami breakthrough infection. Mayoritas responden breakthrough infection berjenis kelamin perempuan (78,6%), rata-rata usia 44,1 tahun, pekerjaan dokter (42,9%), IMT obesitas (57,1%), mayoritas tidak ada komorbid (85,7%) dan bukan penyintas (85,7%). Simpulan: Terdapat kejadian breakthrough infection pada tenaga kesehatan di RSUD Arifin Ahmad pada 14 hari – 6 bulan pasca pemberian booster mRNA Heterolog (mRNA-1273).Kata kunci: breakthrough infection; vaksin booster; mRNA-1273; vaksin heterolog; COVID-1

    Pengaruh Ekstrak Etanol (Penorema Canescens Jack) terhadap Apoptosis Sel Hela

    No full text
    Tujuan: untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun sungkai dengan konsentrasi IC25 (34,24 μg/ml), IC50 (55,08 μg/ml), dan IC75 (88,51 μg/ml) terhadap apoptosis sel HeLa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 28 well sel HeLa yang konfluens. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan (K, P1, P2, dan P3). Sel HeLa yang telah konfluens diberikan ekstrak etanol daun sungkai dengan konsentrasi IC25, IC50, IC75 dan diinkubasi selama 24 jam. Setelah diinkubasi, dilakukan pewarnaan dengan menggunakan Acridine Orange dan Propidium Iodide. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan One Way Annova dan Pos Hoc Bonferroni. Hasil: Pada penelitian ini diperoleh rerata persentase sel yang mengalami apoptosis pada kelompok K, P1, P2, dan P3 berturut-turut 3,17; 5,12; 49,80; dan 75,62. Dari hasil uji statistik didapatkan perbedaan yang bermakna antara kelompok K, P2, dan P3 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Akan tetapi, pada kelompok P1 dengan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan. Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun sungkai pada sel HeLa dengan dosis yang bervariasi dapat menginduksi apoptosis sel HeLa. Terjadinya peningkatan apoptosis sel HeLa seiring dengan peningkatan konsentrasi dosis ekstrak daun sungkai yang diberikan.Kata kunci: Ekstrak Etanol Daun Sungkai; Apoptosis; Sel HeLa; Penorema canescens jac

    Hubungan Asupan Protein dan Zat Besi dengan Kejadian Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri di SMP Negeri 31 Padang

    Full text link
    Anemia Defisiensi Besi (ADB)  memengaruhi lebih dari 30% penduduk di dunia dan sebagian besar tinggal di daerah tropis. Remaja putri merupakan salah satu kelompok usia yang sangat rentan terhadap kejadian ADB. Salah satu faktor yang masih menjadi penyebab utama defisiensi besi adalah asupan makanan yang buruk. Kondisi defisiensi gizi ini jika tidak ditanggulangi dapat berujung pada ADB; Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan protein dan zat besi dengan kejadian ADB; Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain kasus-kontrol, sampel penelitian yaitu remaja putri rentang usia 13-14 tahun sebanyak 79 responden (33 kasus dan 46 kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ); Hasil: Rata-rata umur responden pada kelompok kasus adalah 13,72±0,457 dan rata-rata umur responden kelompok kontrol adalah 13,43±0,500. Rata-rata Indeks Massa Tubuh (IMT) responden pada kelompok kasus adalah 19,79±1,184. Rata-rata indeks massa tubuh kelompok kontrol adalah 20,09±1,323. Terdapat hubungan bermakna antara asupan protein (p=0,001) dan asupan zat besi (p=0,006) dengan kejadian anemia defisiensi besi; Kesimpulan: Terdapat hubungan asupan zat besi dan asupan protein dengan kejadian anemia defisiensi besi pada remaja putri di SMP Negeri 31 Padang

    Hubungan Nilai Treshold dengan KadarAngiotensin Converting Enzyme-2

    No full text
    Introduction: The coronavirus disease-19 (COVID-19) pandemic has been a major problem in every country worldwide. Cases of  COVID-19 in children are usually caused by exposure to infected family members or other adults infected with the disease. Clinical manifestations in children vary widely from symptomatic to asymptomatic. This study aims to determine the relationship between cycle threshold (Ct) value with Angiotensin Converting Enzyme-2 (ACE-2) Method: This study is an observational study with a cross-sectional design. The purpose is to analyze the relationship between Ct value with ACE-2, IL-6, IL-10 level in asymptomatic COVID-19 pediatric patients. Ct value measured using RT-PCR and ACE 2,  Il-6 and IL-10 were measured using ELISA examinations. Result: Mean of ACE-2 is 132,66 ± 38,19 pg/mL (21,63 – 171,63 pg/m). Conclusion: The majority of Ct value in asymptomatic pediatric COVID-19 patients were high (85,7%). Statistically, there was no significant correlation between Ct value with ACE-2, IL-6 and IL-10 in COVID-19 asymptomatic children. Keyword: Angiotensin Converting Enzyme-2, Covid-19 Asymptomatic Childre

    Efektivitas Susu Kedelai Murni (Glycine max (L.) Merill) Sebagai Alternatif Bahan Remineralisasi Gigi

    Full text link
    Objective: to determine the effectiveness of pure soy milk (Glycine max (L.) Merill) as an alternative tooth remineralization material. Methods: by collecting and reviewing various journals, literature reviews, and books on soy milk, calcium, remineralization, and demineralization of teeth. Literature review is done by looking for similarities, dissimilarities, providing views, comparing, and concluding from the journals obtained. Results: Remineralization can occur due to the presence of sufficient Ca2+ and PO4 3- ions so that these ions can diffuse into the tooth surface and rebuilding of soluble hydroxyapatite crystals occurs so that it can increase the hardness of the tooth surface. Conclusion: calcium and phosphorus contained in soy milk (Glycine max (L.) Merill) are effective for increasing tooth remineralization with an indicator of an increase in the surface hardness of tooth enamel.Â

    Diagnostics of RT-PCR Accuracy and GeneXpert Method on Covid-19 Examination

    Full text link
    The COVID-19 pandemic raises demands for significant diagnostics at all pre-analytical and post-analytical levels. At the beginning of the pandemic, molecular diagnostic tests were still limited and tended to take a long time. So far, the cases examined were using the Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) method. This method can be run on multiple samples and has a turnaround time of fewer than 4 hours. This study compared the accuracy of RT-PCR and GeneXpert Xpress assays in the Covid-19 test. This study examined 30 samples of suspected Covid-19 patients collected at the Central Laboratory of Diagnostic and Infectious Diseases Research, Andalas University, and the Laboratory of the West Sumatra Lung Hospital. The examination was carried out using the RT-PCR method and then GeneXpert with a cut-off value of 37.5 and 42.5, respectively. The results showed that the examination using GeneXpert had a sensitivity value of 96%, specificity of 100%, positive and negative predictive values of 100% and 83%, and accuracy of 480%. This proves that testing using GeneXpert has a high level of accuracy and can be used as a reliable alternative in diagnosing Covid-19 samples

    581

    full texts

    648

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Kedokteran Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇