Majalah Kedokteran Andalas
Not a member yet
648 research outputs found
Sort by
Korelasi Indeks Adipositas Viseral dengan Vitamin D pada Penyandang Obesitas
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara IAV dengan vitamin D pada penyandang obes. Metode: Penelitian analitik dengan rancang potong lintang dilakukuan terhadap 50 penyandang obes di RSUP Dr. M. Djamil Padang Januari 2021 hingga Oktober 2021. Pemeriksaan kadar vitamin D menggunakan metode CMIA. Pemeriksaan kadar trigliserida (TG) dan kolesterol high density lipoprotein (K-HDL) puasa menggunakan metode enzimatik. Nilai IAV dikalkulasi dengan rumus matematika berdasarkan indeks antropometri berupa indeks massa tubuh, lingkar pinggang, TG dan K-HDL. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman, bermakna jika p <0,05, selanjutnya dilakukan analisis regresi linear bivariat. Hasil: Rerata usia subjek penelitian 28(18-60) tahun. Rerata kadar vitamin D perempuan 12,8(6,8–28,7) ng/mL. Rerata kadar vitamin D laki-laki 17,6(9,8-26,3)ng/mL. Rerata nilai IAV perempuan 3,06(1,28-9,12). Rerata nilai IAV laki-laki adalah 2,06(0,5-4,21). Uji statistik menunjukkan korelasi tidak bermakna IAV dan vitamin D pada perempuan (r = -0,110 p= 0,599) dan pada laki-laki(r = 0,129 p= 0,537). Pembahasan: Nilai rerata IAV perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Rerata kadar vitamin D laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Keterbatasan penelitian ini jumlah sampel sedikit. Simpulan: Nilai IAV tidak berkorelasi dengan vitamin D pada penyandang obes. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan IAV dengan defisiensi vitamin D pada penyandang obes.Kata kunci: IAV, vitamin D, obes.Â
Obstruksi Intestinal Berulang et causa Jejunal Web (Windsock Deformity)
Divertikulum intraluminal/ inverted diverticulum (windsock web/ deformity) merupakan suatu kelainan bawaan yang jarang terjadi dan sebagai penyebab obstruksi intestinal, dengan angka kejadian 1 dari 9.000-40.000 kelahiran. Kelainan ini biasanya terjadi pada bagian kedua duodenum dan jarang terjadi di yeyunum. Hingga saat ini, laporan kasus dan literatur tentang windsock deformity yeyunum masih langka. Pada laporan kasus ini dibahas seorang pasien anak perempuan berusia 15 bulan dengan obstruksi intestinal berulang akibat jejunal web. Pada pasien dilakukan dekompresi dengan pipa nasogastrik, diberikan cairan rehidrasi, dan dijadwalkan untuk laparotomi elektif. Dalam perawatan, pasien mengalami ileus obstruksi total sehingga dilakukan laparotomi eksplorasi dengan temuan intraoperatif menunjukkan web dan stenosis ±20 cm dari ligamen Treitz. Dilakukan reseksi dan anastomosis jejunojejunostomy end-to-side. Asupan per oral dimulai pada hari kedua pascaoperasi dan volume ditingkatkan secara bertahap. Pasien mentoleransi asupan oral dengan baik dan dipulangkan setelah 9 hari tanpa komplikasi
Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Terhadap Pertumbuhan Vibrio cholerae
Tujuan: Mengetahui aktivitas antibakteri infusa daun dandang gendis terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae dan mengetahui konsentrasi efektif infusa daun dandang gendis pada pertumbuhan Vibrio cholerae. Metode: Skrining fitokimia infusa daun dandang gendis dilakukan dengan pengujian secara kualitatif. Pembuatan infusa daun dandang gendis dilakukan dengan merebus daun dandang gendis dalam akuades yang telah dipanaskan hingga suhu 90oC selama 15 menit. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Siprofloksasin 5 μg/cakram digunakan sebagai kontrol positif dan akuades steril digunakan sebagai kontrol negatif. Hasil: Berdasarkan hasil uji metabolit, didapatkan kandungan metabolit sekunder infusa daun dandang gendis yaitu fenol, saponin, tanin, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Metabolit sekunder dominan pada infusa daun dandang gendis adalah fenol (+++). Pengujian infusa daun dandang gendis tidak menunjukkan adanya zona hambat pada pertumbuhan bakteri. Kesimpulan: Infusa daun dandang gendis tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Vibrio cholerae
Hubungan Status Hidrasi Dan Intensitas Latihan Terhadap VO2Max Pada Atlet Basket Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Tujuan: Mengetahui hubungan status hidrasi dan intensitas latihan terhadap VO 2 Max pada atlet basket Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional . Subjek dari penelitian ini berjumlah 15 atlet Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura yang sesuai dengan kriteria inklusi. Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan identitas responden, frekuensi latihan, durasi latihan, pengukuran berat badan berdasarkan kriteria dari National Athletic Trainers' Association , pengukuran tinggi badan, pengukuran VO 2 Max menggunakan metode rockport jogging1,6 km dan diberikan kuesioner skala Borg RPE. Hasil: sebanyak 8 orang (53,3%) mengalami dehidrasi ringan, intensitas latihan ringan 9 orang (60%), dan 8 orang (53,3%) dengan VO 2 Max kurang. Hasil uji korelasi spearman antara status hidrasi terhadap tingkat VO 2 Max menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,036 dan angka koefisien korelasi sebesar 0,545 yang menunjukkan terdapat korelasi positif dengan korelasi kuat. Kemudian antara intensitas latihan terhadap tingkat VO 2 Max menunjukkan nilai signifikansi 0,248 yang menunjukkan tidak terdapat korelasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan searah antara tingkat status hidrasi terhadap VO 2Max dan tidak terdapat hubungan antara intensitas latihan terhadap VO 2 Max pada keranjang atlet Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Reexpansion Pulmonary Edema
AbstrakReexpansion pulmonary edema (REPE) adalah edema paru non kardiogenik, biasanya bersifat unilateral. yang terjadi pada paru yang mengembang setelah periode kolaps akibat pneumotoraks atau efusi pleura. Walaupun kejadiannya jarang terjadi, namun tingkat mortalitasnya cukup tinggi. Faktor risiko REPE adalah multifaktorial dan etiologinya belum sepenuhnya jelas. Pendekatan klinis terbaik untuk REPE adalah dengan pencegahan. Penatalaksanaan REPE biasanya bersifat konservatif dan suportif yaitu dengan pemberian oksigen tambahan, dukungan ventilasi dan pemantauan hemodinamik.  Kata kunci: edema paru reekspansi, efusi pleura, pneumotoraks, pemberian oksigen tambahan, ventilasiAbstractReexpansion pulmonary edema (REPE) is non cardiogenic pulmonary edema, usually unilateral that occurs in the lung that expands after a period of collapse due to pneumothorax or pleural effusion. Although it is a rare case, the mortality rate is quite high. The risk factors for REPE are multifactorial and the etiology is not completely clear. The best clinical approach to REPE is prevention. Management of REPE is usually conservative and supportive with supplemental oxygen, ventilatory support, and hemodynamic monitoring Keywords: reexpansion pulmonary edema, pleural effusion, pneumothorax, supplemental oxygen, ventilatory suppor
Efektivitas Terapi Adjuvan Injeksi Platelet-Rich Plasma pada Osteoarthritis Sendi Lutut yang mendapatkan NSAIDs
Osteoartritis (OA) memengaruhi 303 juta orang di dunia dan menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus diwaspadai. Terapi penyembuhan OA secara total belum ada. Platelet-rich plasma (PRP) saat ini menjadi target peneliti untuk penanganan pasien OA. Tujuan: Mengetahui efektivitas terapi adjuvan injeksi PRP pada pasien OA sendi lutut yang mendapatkan NSAIDs. Metode: Studi observasional dengan pendekatan cohort retrospektif dilakukan pada pasien osteoartritis sendi lutut di Rumah Sakit Jember Klinik dan Rumah Sakit Daerah Balung. Jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 16 pasien. Penelitian ini membandingkan terapi non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) tunggal dan NSAID dengan adjuvan PRP. Evaluasi terapi dengan menilai perubahan derajat keparahan gambaran klinis menggunakan kuesioner Western Ontario and Mcmaster Universities Osteoarthritis Index (WOMAC). Uji Fisher’s exact digunakan untuk membandingkan efektivitas terapi. Hasil: terdapat perubahan derajat keparahan gambaran klinis dari 16 sampel pasien. Sebanyak 11 pasien mengalami penurunan derajat keparahan gambaran klinis, dengan rincian 8 pasien (72,7%) dari kelompok terapi NSAIDs dengan adjuvan PRP dan 3 pasien (27,3%) dari kelompok pasien OA yang mendapatkan NSAIDs tanpa adjuvan PRP. Simpulan: Terapi adjuvan injeksi PRP pada pasien OA yang mendapatkan NSAIDs lebih efektif memperbaiki derajat keparahan gambaran klinis penyakit dibandingkan dengan pasien OA yang mendapatkan NSAIDs tanpa adjuvan injeksi PRP
Gambaran Gejala Computer Vision Syndrome Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen MedanTahun 2019/2020
Background: The use of computers among students is now a necessary, especially for medical students both study and entertainment. This situation can increase the risk of Computer Vision Syndrome (CVS). Computer Vision Syndrome (CVS) is a bunch of symptoms on eye and vision-related problems by prolonged use of computers (such as tablets, e-readers, smartphones, etc.). This study aimed to find out the representation of CVS symptoms experienced by medical students in Medical Faculty of Universitas HKBP Nommensen Medan
Systematic Literature Review: Pengaruh puasa terhadap nafsu makan pada obesitas dan bukan obesitas
Background: Fasting is the voluntary act of abstaining from food, drink, or both, as well as from anything that breaks the fast for a certain time. In medicine, fasting has an important role in various diseases and health. Several studies have assessed the benefits of fasting in various physiological and pathological conditions, one of which is an appetite in obese and non-obese people. Objective: Writing an article in the form of a systematic literature review aims to analyze the effect of various fasting methods on appetite. Method: Systematic literature review method by taking 19 international journals, according to the specified keyword criteria. Results: From the results of the systematic review analysis, it was found that fasting affects subjective appetite by changing appetite scores and objective appetite by changing appetite regulation parameters such as leptin, ghrelin, PYY, adiponectin, and neuropeptide Y (NPY). Conclusion: It was concluded that fasting had positive benefits on appetite in both obese and healthy individuals. This systematic literature review is expected to be a reference for future researchers and further research can be carried out using a more varied literature search database
Hubungan Dosis Radiasi Sinar X Terhadap Parameter Hematologi Pada Pekerja Radiasi RSUP Dr. M. Djamil Padang
Tujuan : Menganalisis hubungan paparan dosis radiasi sinar X dengan parameter hematologi pekerja radiasi. Metode : Penelitian potong lintang pada 57 subjek pekerja radiasi di Instalasi Radiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak Maret 2022 hingga Maret 2023. Data dosis radiasi sinar X didapatkan dari hasil pengukuran TLD Badge di Instalasi Radiologi. Data parameter hematologi didapatkan dari MCU dan LIS. Data dianalisis menggunakan uji korelasi pearson (p<0,05). Hasil : Subjek penelitian terbanyak adalah perempuan (56,14%) dengan rerata usia 34,67 (9,95) tahun dan rerata masa kerja >5 tahun (52,63%). Rerata dosis radiasi 2,20 mSv, rerata kadar hemoglobin 13,82 g/dL, rerata nilai hematokrit 41,75%, rerata jumlah eritrosit 4,85 106/μL, rerata jumlah leukosit 7,04 103/μL, dan rerata jumlah trombosit 291,02 103/μL. Korelasi dosis radiasi sinar X dengan hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, dan trombosit berturut-turut adalah (r=-0,109; p=0,422), (r=-0,121; p=0,260), (r=-0,118; p=0,383), (r=-0,141; p=0,295), dan (r=0,153; p=0,257). Kesimpulan : Terdapat korelasi negatif sangat lemah dan tidak bermakna secara statistik antara dosis radiasi sinar X dengan parameter hematologi. Saran dilakukan penelitian kohort dengan analisis berdasarkan kelompok usia.  Â
Diagnosis dan Tatalaksana Limfoma Non Hodgkin Tipe Sel B Sinonasal
Pendahuluan: Limfoma Non Hodgkin (LNH) sinonasal merupakan tumor ganas ekstranodal yang jarang terjadi. Lokasi paling sering adalah sinus maksilaris, sinus ethmoid dan rongga hidung. Diagnosis pasti imfoma ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia. Tatalaksana kasus berdasarkan stadium dengan menggunakan stagging Ann Arbor. Laporan Kasus: Dilaporkan satu kasus LNH sinonasal pada laki–laki usia 56 tahun dengan keluhan hidung kanan tersumbat dan keluar darah dari hidung kanan. Pemeriksaan kavum nasal dekstra ditemukan adanya massa yang memenuhi kavum nasal disertai sekret mukopurulen. Kemudian dilakukan tindakan medial maksiektomi dengan pendekatan endoskopik dan didapatkan hasil histopatologi limfoma maligna tipe sel sedang serta imunohistokimia (IHK) dengan hasil limfoma maligna tipe sel B. Kesimpulan: Dilaporkan satu kasus LNH sinonasal pada laki–laki usia 56 tahun dengan keluhan hidung kanan tersumbat dan keluar darah dari hidung kanan. Pemeriksaan kavum nasal dekstra ditemukan adanya massa yang memenuhi kavum nasal disertai sekret mukopurulen. Kemudian dilakukan tindakan medial maksiektomi dengan pendekatan endoskopik dan didapatkan hasil histopatologi limfoma maligna tipe sel sedang serta imunohistokimia (IHK) dengan hasil limfoma maligna tipe sel B.Kata kunci: Limfoma Non Hodgkin sinonasal, Limfoma tipe Sel B, Kemoterapi