Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Not a member yet
324 research outputs found
Sort by
KELAYAKAN USAHATANI VARIETAS UNGGUL KACANG TANAH DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA
ABSTRACT Feasibility Of Peanut Farming Of The New Superior Varieties Of Bean In North Halmahera Regency,Peanut farming in North Maluku is mainly grown in dry land with low level of productivity due to some factors. One of them is due to the low adoption of high-yielding varieties of seeds. Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (IAARD) has developed superior varieties for peanut commodities. The objective of the research was to identify adaptive high yielding varieties of peanuts with high production potential and to analyze the feasibility of peanut farming in North Maluku. Research was conducted in Tiowor Village, North Halmahera District, from February to November 2014. Four high yielding varieties of peanuts namely Hipoma, Talam, Bima, and Tuban and one local variety were cultivated by applying the integrated crop management (ICM) technology. Results showed that the high yielding varieties tested had high level of adaptation. Bima peanuts was the most adaptive variety producing 3.79 ton/ha. Peanut variety Bima and peanut local variety were the most feasible varieties to be developed. The R/C ratios of peanut farming using these two varieties were 4.35 and 4.57, respectively.Keywords: Peanut, High yielding variety, farming, feasibility, adaptive. ABSTRAK Usahatani kacang tanah di Maluku Utara dominan di lahan kering dengan tingkat produktivitas yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor di antaranya rendahnya penggunaan benih varietas unggul. Di sisi lain, Balitbangtan mempunyai banyak varietas unggul untuk komoditas kacang tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan Varietas Unggul kacang tanah yang adaptif dengan produksi tinggi dan menganalisa kelayakan usahatani kacang tanah. Penelitian dilakukan di Desa Tiowor Kabupaten Halmahera Utara pada bulan Februari sampai November 2014. Empat varietas unggul kacang tanah yang terdiri atas Hipoma, Talam, Bima dan Tuban serta satu varietas lokal ditanam dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas unggul yang diuji memiliki tingkat adaptasi yang tinggi di lokasi kajian. Kacang tanah Bima merupakan varietas yang paling adaptif dengan produksi 3,79 ton/ha. Secara finansial Kacang tanah varietas Bima dan lokal paling layak dikembangkan dengan R/C ratio sebesar 4,35 dan 4,57. Kata kunci: Kacang tanah, Varietas unggul, Usahatani, kelayakan, Adapti
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN PELAKU USAHA UMKM DI PEDESAAN DAN PERKOTAAN PROVINSI JAWA BARAT
ABSTRACT Factors Influence the Sustainability of Small Medium Micro Enterprises in Bandung and Bogor. Small Medium Micro Enterprises (SMEs) provide a huge contribution on economic. In line with the global economic, the competitiveness among enterprises rises. SMEs have low competitiveness caused by low quality, limited innovation and technological mastery. To have the competitiveness and business sustainability, SMEs are required to respond rapid technological innovations, focus on long-term interests, produce environmentally friendly products and strive for natural resource conservation as well as efficient use of technology. Factors supporting business sustainability need to be improved on business activities to support the sustainability of SMEs. This study aimed to analyze the profile factor, external environmental support, utilization of ICT facilities and competence that affect the sustainability of the business. This study used survey design with sampling technique disproportioned stratified random sampling to 358 respondents in four research sites. Data were collected through data collection questionnaire and done in 2017. Data was analyzed using descriptive techniques and Structural Equation Models (SEM). The results showed the level of MSME sustainability in urban areas was higher than in the district. City of Bandung and City of Bogor with sub variable income and business growth had score percentage higher than Bandung District and Bogor Dictrict. This is shown in product quality as well as better innovation. Factors affecting business sustainability are the perceptions of SMEs and ICT utilization factors, which directly affected business sustainability. One variable of ICT utilization is more effective to increase ICT adoption among SMEs business actors.Keywords: business sustainability, utilization of ICT facilities, perception of UMKM business actors ABSTRAK Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memberikan kontribusi besar pada perekonomian. Seiring perkembangan ekonomi global, persaingan usaha semakin kompetitif. Usaha Mikro Kecil Menengah memiliki daya saing rendah, salah satu penyebab adalah: mutu yang rendah, inovasi rendah, dan keterbatasan penguasaan teknologi (TIK). Untuk memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha, UMKM harus merespon perubahan inovasi teknologi yang cepat, fokus pada kepentingan jangka panjang, menghasilkan produk ramah lingkungan dan mengupayakan pelestarian SDA, serta efisiensi penggunaan teknologi. Faktor-faktor pendukung keberlanjutan usaha perlu ditingkatkan pada aktivitas usaha untuk mendukung keberlanjutan usaha UMKM. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor profil, dukungan lingkungan ekternal, pemanfaatan sarana TIK, dan kompetensi yang mempengaruhi keberlanjutan usaha. Penelitian ini menggunakan desain survei dengan teknik pengambilan sampel dispropotioned stratied random sampling kepada 358 responden di empat lokasi penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengumpulan data pada tahun 2017. Pengolahan data menggunakan teknik deskriptif dan Struktural Equation Models (SEM). Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberlanjutan UMKM pada wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan pada wilayah kabupaten. Kota Bandung dan Kota Bogor dengan sub peubah pendapatan dan pertumbuhan usaha memiliki skor persentase lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor. Hal ini ditunjukkan pada kualitas produk, serta inovasi yang lebih baik. Faktor-faktor yang berpengaruh pada keberlanjutan usaha adalah faktor persepsi pelaku UMKM dan faktor pemanfaatan sarana TIK secara langsung berpengaruh pada keberlanjutan usaha, satu peubah pemanfaatan TIK tersebut lebih efektif untuk meningkatkan adopsi TIK di kalangan pelaku usaha UMKM.Kata kunci: keberlanjutan usaha, pemanfaatan sarana TIK, persepsi pelaku usaha UMK
EFEKTIVITAS BIMBINGAN TEKNIS DALAM PENGEMBANGAN PERBENIHAN HORTIKULTURA DI JAWA BARAT
Technical Guidance (TG) development of horticultural seedlings that took place in Bandung in October 2017 is a series of horticultural seed assistance programs, especially oranges, potatoes and mangosteen. A total of 62 horticultural seed breeders became participants in the TG. This paper aims to determine the effectiveness of TG as measured by the post-test scores, participants' appreciation of the TG implementation and changes in the level of knowledge & skills. For this reason, data is collected which includes the nominal value of the post-test, the score score of the participants' appreciation of the elements of the TG implementation which includes classical technical material, resource capabilities, infrastructure support, services, and field practice. Relevant analysis is carried out on the data collected. To test the significance of changes in test scores carried out at the beginning of the activity (pre-test) and test scores at the end of the activity (post-test), the Wilcoxon Test approach was used, while to determine the participants' appreciation for the TGimplementation using score scores approach to Likert, scale 1-5. Using this analysis, it was concluded that the implementation of TG was considered effective, as indicated by significance of changes in the positive pre-test-post-test scores, and the aspirations of participants who tended to judge good implementation of the TG. Based on the results of this study, TG can be used as an approach to improve farmers' capability in improving the performance of horticultural seed development in the future.AbstrakBimbingan Teknis (Bimtek) pengembangan perbenihan hortikultura yang berlangsung di Bandung pada Oktober 2017 merupakan rangkaian program bantuan benih hortikultura khususnya jeruk, kentang dan manggis. Sebanyak 62 orang petani penangkar benih hortikulturamenjadi peserta Bimtek tersebut.Makalah ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Bimtek yang diukur dari nilai post-test, apresiasi peserta terhadap penyelenggaraan Bimtek dan perubahan tingkat pengetahuan & keterampilan. Untuk itu dikumpulkan data yang meliputi nilai nominal post-test, nilai skor apresiasi peserta terhadap unsur-unsur penyelenggaraan Bimtek yang meliputi materi bimtek klasikal, kapabilitas narasumber, dukungan sarana prasarana, pelayanan, dan praktek lapangan. Terhadap data yang terkumpul dilakukan analisis yang relevan. Untuk menguji signifikansi perubahan nilai test yang dilakukan pada awal kegiatan (pre-test) dan nilai test di akhir kegiatan (post-test), dilakukan dengan pendekatan Uji Wilcoxon, untuk mengetahui apresiasi peserta terhadap penyelenggaraan Bimtek menggunakan pendekatan nilai skor mengikuti Likert, pada skala 1–5. Menggunakan analisis tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa penyelenggaraan Bimtek dinilai efektif yang ditunjukkan oleh signifikansi perubahan nilai pre-test –post-test yang positif, dan aspirasi peserta yang cenderung menilai baik terhadap penyelenggaraan Bimtek. Berdasarkan hasil kajian ini, Bimtek dapat dijadikan sebagai pendekatan untuk meningkatkan kapabilitas petani dalam peningkatan kinerja pengembangan perbenihan hortikultura ke depan.
EFEKTIVITAS PERAN PENYULUH SWADAYA DALAM PEMBERDAYAAN PETANI DI PROVINSI JAWA BARAT
The Role of progressive farmers for Farmer Empowerment in West Java. Farmer empowerment is increasingly marginalized by the reduced number of government extension workers in the village. It requires an alternative problem solving to narrow the poverty gap between cities and villages. Extension services providedly of progressive farmer are needed to help farmers. To find study analyze the role of progressive farmer in providing extension services and factor affecting the services contribute advantages to other farmers. A survey was conducted to gather data from 224 respondent who represent progressive farmers in four districts (Bogor, Karawang, Majalengka, and Sukabumi) West Java. Data processing using descriptive technique and regression analysis. The results show that the majority of progressive farmer have a high role as the facilitator of empowerment, motivator, technical assistant, environmental analyzer and marketing partner in farmer empowerment. It proves the effective role of progressive farmer in assisting farmers to obtain the information needed for their agribusiness activity. Farmers are able to cooperate with their community, able to choose innovations that appropriate to their specific location, or apply local innovations existed in their region. The role of progressive farmer also has a positive effect on the effectiveness level of extension activities from farmers to farmers because they are able to facilitate and bridge the information for farmers from government research institutions and extension agencies.
PENGARUH PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI PADA LAHAN BEKAS TAMBANG, DI BANGKA TENGAH
ABSTRACT Influence of fertilization on soybean’s growth and yield in post-mined land in Central Banka. Ministry of Agriculture focuses to increase soybean production through extensification of marginal lands such as tin post-mined land. However, the soil fertility is a limitation factor to optimize the marginal land. This study aimed to get an optimum rate of inorganic fertilizer for the growth and production of soybean at the tin post-mined land in Central Bangka. This research was conducted in tin post-mined lowland in the village of Perlang, Central Bangka district from June to September 2015. The study was arranged in a randomized block design (RAK) with inorganic fertilizer treatment dose level, which were urea 50 kg/ha, SP36 125 kg/ha and KCl 50 kg/ha (P1); urea 75 kg/ha, SP36 125 kg/ha and KCl 75 kg/ha (P2); urea 100 kg/ha, SP36 125 kg/ha and KCl 100 kg/ha (P3). The treatment was repeated nine times and it used Wilis soybean variety. The activities consisted of land preparation, early soil data collection, planting, fertilizer application dose treatment, maintenance, observation, harvest and post-harvest. The oberserved parameters were the chemical properties of the soil, growth and yield of soybean. Statistical data was analyzed with analysis of variance. The results showed that the rate of inorganic fertilizer did not significantly affect the plant growth of soybean but significantly affected on the soybeans yield. Fertilizer rate of 100-125-100 kg/ha (Urea-SP36-KCl) gave the highest yield, i.e. 1.16 tonnes/ha compared with the rate of 75-125 -75 kg/ha (Urea-SP36-KCl) and 50-125-50 kg/ha (Urea-SP36-KCl). Fertilization with the rate of 75-125-75 kg/ha Urea-SP36-KCl was the optimum rate in tin post-mined land for soybean crop since it gave the highest MBCR value, i.e. 7.76. fertilization, tin post-mined land, soybean ABSTRAK Kementerian Pertanian telah memfokuskan untuk meningkatkan produksi kedelai dengan ekstensifikasi ke lahan-lahan marginal. Optimalisasi lahan marginal terkendala oleh faktor kesuburan tanah yang rendah sehingga dibutuhkan tambahan pupuk organik dan anorganik. Pengkajian bertujuan untuk mendapatkan dosis pemupukan anorganik yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi kedelai di lahan bekas tambang timah. Pengkajian dilakukan di Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah dari Bulan Juni hingga September 2015, menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan perlakuan tiga taraf dosis pupuk anorganik: urea 50 kg/ha, SP36 125 kg/ha, KCl 50 kg/ha (P1); urea 75 kg/ha, SP36 125 kg/ha, KCl 75 kg/ha (P2); urea 100 kg/ha, SP36 125 kg/ha, KCl 100 kg/ha (P3). Perlakuan diulang sembilan kali dan menggunakan kedelai varietas Wilis. Pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan lahan, pengambilan data tanah awal, penanaman, perlakuan dosis pemupukan, pemeliharaan, pengamatan, panen dan pasca panen. Parameter pengamatan adalah sifat kimia tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dosis pemupukan anorganik tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman namun berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman kedelai. Dosis pemupukan 100-125-100 kg/ha (Urea-SP36-KCl) memberikan hasil tertinggi yaitu 1,16 ton/ha dibandingkan dosis 75-125-75 kg/ha (Urea-SP36-KCl) dan dosis 50-125-50 kg/ha (Urea-SP36-KCl). Pemberian pupuk dengan dosis 75-125-75 kg/ha Urea-SP36-KCl merupakan introduksi teknologi pemupukan yang optimum untuk di terapkan di lahan bekas tambang timah pada tanaman kedelai dengan nilai MBCR tertinggi yaitu 7,76.lahan bekas tambang timah, pemupukan, kedela
PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN PADA PROSES PRODUKSI GULA MERAH TEBU DI JAWA TENGAH
ABSTRACT Food Additive Utilization on The Production Process of Cane Brown Sugar in Central Java. Cane brown sugar is a conventional product from sugarcane processing industry that has grown for generations in Indonesia, especially in Java. Unfortunately, harmful additives are often used in this industry. Therefore, this study aimed to analyze the effect of the use of additives on the quality and safety of cane brown sugar. Based on field observation in district of Rembang - Central Java, the utilization of food additives was divided into three, i.e.: (1) the addition of calcium oxide, (2) the combination of calcium oxide and sugar, and (3) the combination of calcium oxide, sugar, and sodium bicarbonate. The parameters that was observed including chemical characteristics (moisture, protein, fat, reduced sugar, sucrose) as well as physical characteristics (hardness, color and pH), while the safety parameters was observed based on calcium residues and microbial analysis. Statistical analysis was performed using one-way ANOVA. The results showed that combination of calcium oxide with sugar and sodium bicarbonate affects the product quality such as protein content, sucrose, pH, color, and hardness. However, the utilization of food additives can not fixed the quality of brown sugar. In term of food safety, the replenishment of sodium bicarbonate after boiling process showed a significant enhancement on the amount of total microorganism in brown sugar. The addition of sugar and sodium bicarbonate into the formulation also showed an increasing of calcium residues, which is feared could endanger consumer health. brown sugar, sugarcane, food additive ABSTRAK Gula merah tebu merupakan produk konvensional dari industri pengolahan tebu yang telah berkembang selama beberapa generasi di Indonesia, terutama di daerah Jawa. Sayangnya, penggunaan bahan tambahan yang berbahaya bagi kesehatan seringkali digunakan dalam industri ini. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penggunaan bahan tambahan terhadap kualitas dan keamanan produk gula merah tebu. Berdasarkan pengamatan di Kabupaten Rembang – Jawa Tengah, terdapat tiga jenis bahan tambahan yang digunakan dalam produksi gula merah tebu yaitu: (1) penggunaan kapur tohor (kalsium oksida), (2) kombinasi penggunaan larutan kalsium oksida dan gula pasir, (3) kombinasi penggunaan kalsium oksida, gula pasir, dan baking soda (sodium bikarbonat). Paramater kualitas produk yang diamati meliputi karakteristik kimia (kadar air, protein, lemak, gula reduksi, sukrosa), dan karakteristik fisik (tingkat kekerasan, warna, dan pH). Sedangkan parameter keamanan pangan dilihat berdasarkan residu kalsium dan kandungan mikroba pada produk akhir. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji one way ANOVA. Hasil studi menunjukkan bahwa kombinasi beberapa jenis bahan tambahan berpengaruh terhadap kualitas gula merah yang dihasilkan, baik dari sifat kimia maupun sifat fisik. Meskipun demikian, penggunaan bahan tambahan pangan tidak menunjukkan adanya perbaikan kualitas pada produk yang dihasilkan. Penambahan sodium bikarbonat pada tahapan akhir proses produksi gula merah justru menyebabkan peningkatan jumlah cemaran mikroorganisme pada produk. Penggunaan gula dan sodium bikarbonat dalam formulasi produk juga menyebabkan peningkatan residu kalsium, yang dikhawatirkan dapat membahayakan kesehatan konsumen.gula merah, tebu, bahan tambahan panga
KAJIAN BEBERAPA VARIETAS UNGGUL PADI GOGO DI LAHAN SAWAH KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT
Strategies through mitigation, adaptation and anticipation of climate change, such as the use of adaptive crop varieties is required the impact of diversity and climate change such as drought on rice crops in the dry season. The research aimed to know agronomic and economic performances of some superior upland rice varieties as well as to obtain improved rice varieties of which are adaptive and economically viable in paddy fields in of Majalengka Regency. The study was conducted at farmer’s land of Gangsa I Farmer Group, Jatitengah Village, Jatitujuh Subdistrict, Majalengka Regency in April - July 2016 using Randomized Block Design (RBD) The treatments consisted of 5 varieties, i.e. Inpago 5, 8, 9, Situ Patenggang and Situ Bagendit and with 5 replications. Rice cultural practice that utilized an Integrated Crop Management (ICM) Approach. The observed variables were plant height, number of productive tillers, lenght length, number of grains of contents per panicle, number of unhulled grain per panicle, 1000 grain weight and productivity. Data were analyzed using Duncan Test followed by multiple distance test (DMRT) using SAS version 9.0 for windows. The result of the study showed that there were variation of variables observed including their economic farming analysis among the rice varieties. Rice of Situ Bagendit variety gave relatively better agronomic and economic performances than those of other rice varieties, its average yield was 8.59 t ha-1 with R/C value of 2.26, therefore, it can be as an alternate rotation rice varieties in the same agro-ecosystem suited to the growing season in Majalengka Regency. ABSTRAKStrategi yang tepat melalui mitigasi, adaptasi dan antisipasi perubahan iklim, seperti penggunaan varietas tanaman yang adaptif diperlukan untuk mengantisipasi dampak keragaman dan perubahan iklim seperti kekeringan pada tanaman padi di musim kemarau. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaan agronomi dan ekonomi beberapa varietas unggul padi gogo serta mendapatkan varietas unggul padi gogo yang adaptif dan layak secara ekonomis di lahan sawah di Kabupaten Majalengka. Kajian dilaksanakan di lahan petani Kelompok Tani Gangsa I, Desa Jatitengah, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka pada Bulan April - Juli 2016 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuannya terdiri dari 5 varietas, yaitu Inpago 5, 8, 9, Situ Patenggang dan Situ Bagendit dengan 5 ulangan. Teknologi budidaya yang diterapkan yaitu Pendekatan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Peubah yang diamati adalah Tinggi Tanaman, Jumlah Anakan Produktif, Panjang Malai, Jumlah Gabah Isi Per Malai, Jumlah Gabah Hampa Per Malai, Bobot 1000 Butir dan Produktivitas padi. Data dianalisis menggunakan Uji Duncan dilanjutkan dengan uji jarak berganda (DMRT) dengan menggunakan SAS versi 9.0 for windows. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada keragaman dari peubah yang diamati termasuk hasil analisis usahataninya antar varietas padi gogo. Varietas Situ Bagendit memberikan keragaan agronomi dan analisis usahatani yang relatif lebih baik dari varietas padi gogo lainnya, hasil rata-rata gabah kering panennya 8,59 t ha-1 dengan nilai R/C 2,26, sehingga dapat dijadikan alternatif pergiliran varietas pada agroekosistem yang sama disesuaikan dengan musim tanam di wilayah Kabupaten Majalengka.
STRATEGI PEMASARAN KOPI ARABIKA KERINCI YANG BERDAYA SAING DI PROVINSI JAMBI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan pada usahatani kopi arabika Kerinci, sehingga dapat ditentukan posisi dari usahatani dan memformulasikan strategi pemasaran yang baik bagi petani yang berusahatani kopi sesuai dengan kondisi eksternal dan internal yang dihadapi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oppotunities, Treat) dimana data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner dengan pertanyaan model multi atribut yang berjumlah 20 orang serta data sekunder yang diperoleh dari catatan, buku panduan serta literatur lain yang berkaitan dengan usahatani kopi arabika yang ada di Provinsi Jambi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasar yang sangat terbuka karena permintaan kopi arabika asal Kerinci memiliki aroma yang khas dan disamping itu minuman kopi buat masyarakat Jambi sudah menjadi budaya dan hal ini terbukti dari hasil analisis SWOT yang menunjukkan hasil masih relevan dengan kondisi pasar yaitu memiliki kekuatan dan peluang yang lebih besar dibanding kelemahan dan ancamannya, jadi strategi yang diterapkan di masa mendatang adalah strategi mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar strategi pemasaran kopi arabika lebih optimal antara lain: menjaga kualitas produk, melakukan racikan kopi yang memiliki rasa yang khas, meningkatkan kualitas pelayanan, mengadakan promosi yang lebih luas