Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Not a member yet
    324 research outputs found

    PENGKAJIAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KABUPATEN CIREBON

    No full text
    Assessment on Shallot Farm Operations in Cirebon Regency. Shallot is the most important commodity that can be relied on as it contributes most to the farmer household income and agricultural development in Playangan Village. The assessment was conducted in Playangan village, Gebang Sub district, Cirebon Regency from May to June 2008 in the land owned by farmers. The assessment method used two comparable treatments namely the implementation of recommended farm operation system (cooperator farmers) and the not n suggested one (non cooperator farmers). Each treatment was replicated for 20 cooperator farmers in the same group. The land area covered 10 hectares. The assessment was carried out by performing preliminary survey covering the characterization of and the implementation of the fertilizing technology package recommendation, i.e. the use of 200kg/ha Urea, 200 kg/ha SP-36, 200 kg/ha ZA and 100 kg/ha KCl and the control of shallot pest using sex pheromone. The data analysis was performed on the shallot agronomy, the intensity of shallot pest (Spodoptera exigua) attacks and the farm operation income using t-test, B/C and descriptive statistics. The results show that the implementation of recommended technology used by cooperator farmers reached 20 t/ha with B/C 2.08, while that of non cooperator farmers was 18 t/ha with B/C 1.50.Key words : Shallot, farming, technology adoptionABSTRAKBawang merah merupakan komoditas terpenting yang dapat diandalkan, karena sebagai kontribusi terbesar dalam pendapatan rumah tangga petani maupun pembangunan pertanian di Desa Playangan. Pengkajian dilaksanakan di Desa Playangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon pada Bulan Juni sampai dengan Agustus 2008 pada lahan milik petani. Metode pengkajian menggunakan 2 perlakuan yang dibandingkan yaitu penerapan sistem usahatani anjuran (petani koperator) dan non anjuran (petani non koperator). Masing-masing perlakuan diulang pada 20 petani koperator dalam kelompok yang sama. Luas lahan mencakup 10 ha. Pengkajian dilakukan dengan diawali survey pendahuluan meliputi karakterisasi dan penerapan paket teknologi pemupukan sesuai rekomendasi Urea 200 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, ZA 200 kg/ha dan KCl 100 kg/ha serta pengendalian hama ulat bawang dengan menggunakan feromon seks. Analisis data dilakukan terhadap keragaan agronomis bawang merah, intensitas serangan hama ulat bawang (Spodoptera exigua) dan pendapatan usahatani dengan menggunakan uji t, B/C dan statistik deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi anjuran yang digunakan petani koperator mencapai 20 t/ha dengan B/C 2,08 dan petani non koperator 18 t/ha dengan B/C 1,50.Kata kunci : Bawang merah, usahatani, adopsi teknolog

    PENINGKATAN KEUNTUNGAN USAHATANI PADI MELALUI PENDEKATAN PTT DI LOKASI PRIMA TANI PROVINSI BANTEN

    No full text
    The Profit Increase for Rice Farming Implementing Integrated Crop Management Approachat Prima Tani Locations in Banten Province. One of the technological implementation approaches closelyguided in PRIMA TANI program related to rice farm operations is the Integrated Crop management (ICM). Thisapproach is expected to be capable of increasing the rice productivity and farming efficiency that will have animpact on the farmer’s welfare. The objective of this study was to investigate how far the impact of ICM on thefeasibility and profitability of rice farming. The study was conducted in Prima Tani locations in Serang, Lebakand Pandeglang Regencies in Banten Province from August to October 2008. Data and information were collectedfrom interviewing ICM cooperator and non-cooperator paddy farmers (90 respondents) by using a structuredquestioner. The study results show that the rice farm operations implementing ICM approach is more profitable(R/C = 2.4) and more efficient (1.74) compared to that without ICM technology assistance. It can therefore beconcluded that ICM assistance has positive impacts on the efficiency or feasibility of paddy farm operations and iscapable of increasing the profit of paddy farm operations.Key words : ICM, Prima Tani, paddy farming, BantenABSTRAKSalah satu pendekatan penerapan teknologi yang dikawal atau didampingi dalam program Prima Taniberkaitan dengan usahatani padi sawah adalah Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pendekatan PTT diharapkanmampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani padi yang selanjutnya akan memberi dampak padapeningkatan dan kesejahteraan petani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana dampak dari PTTterhadap kelayakan dan keuntungan usahatani padi. Penelitian dilakukan di lokasi Prima Tani Kab. Serang,Lebak dan Pandeglang pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2008. Data dan informasi dikumpulkan dariresponden koperator dan non koperator Prima Tani melalui wawancara (90 responden) dengan menggunakankuesioner terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa usahatani padi dengan pendekatan PTT lebihmenguntungkan (R/C = 2.4) dan lebih efisien dengan nilai NKB 1,74 dibandingkan dengan usahatani padi yangdilakukan tanpa pendampingan teknologi PTT. Dapat disimpulkan bahwa pendampingan atau pengawalan PTTberdampak positip pada efisiensi atau kelayakan usahatani dan mampu meningkatkan keuntungan usahatani padi.Kata kunci : PTT, Prima Tani, Usahatani Padi, Bante

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI KERBAU RAWA (Bubalus bubalis) DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA, KALIMANTAN SELATAN

    No full text
    Financial Feasibility Analysis of Swamp Buffalo (Bubalus bubalis) Farm Operation in Hulu SungaiUtara Regency, South Kalimantan. Buffalo was one of comodities that had been efforted by farmers in SouthKalimantan especially in Hulu Sungai Utara (HSU) Regency. The maintenances of swamp buffalo which had beenexecuted by centered famers in quite remote swamp with ownership scale between 3 – 255 cattle/family. Thisresearch’s purpose was to understand the financial feasibility analysis of swamp buffalo farm operation in HuluSungai Utara Regency South Kalimantan in 2006 which had been executed by survey method. This research wasexecuted in Danau Panggang subdisrict, Hulu Sungai Utara Regency. The total of buffalo farmer was determinedby simple random method. Data were analyzed in descriptive and financial analysis (Gross B/C, NPV and IRR).Result of research showed that buffalo farm operation with 10 cattles (8 female and 2 male, 1 year) and 4 yearsmaintenance periods had Rp.101,000,000 for income and Rp.40,053,333.- for cost. If interest rate is 10% peryear, then NPV value is Rp.26,691,083, Gross B/C is 1.82 and IRR is 18.49%. Based on investment criteria, thebuffalo farm operation on swamp land in Hulu Sungai Utara Regency South Kalimantan is proper to be efforted.Key words : Financial feasibility, buffalo farm operation, Hulu Sungai UtaraABSTRAKKerbau merupakan salah satu komoditas yang diusahakan oleh petani di Kalimantan Selatan khususnyadi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Pemeliharaan ternak kerbau rawa yang dilakukan oleh petani tersentrayaitu di daerah rawa yang cukup terpencil dengan skala pemilikian antara 3-225 ekor/KK. Penelitian inibertujuan untuk melakukan analisis finansial tentang kelayakan usahatani kerbau di lahan rawa Kabupaten HuluSungai Utara Kalimantan Selatan pada tahun 2006, dilakukan dengan metode survei. Penelitian ini dilakukandi Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sampel peternak kerbau sebanyak 30 orangditentukan dengan metode acak sederhana. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan analisis finansial(Gross B/C, NPV dan IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani kerbau dengan jumlah bibit 10ekor (8 ekor betina dan 2 ekor jantan, berumur 1 tahun) dan masa pemeliharaan 4 tahun diperoleh penerimaanRp.101.000.000 dan biaya Rp.40.053.333. Jika dengan tingkat bunga 10% per tahun, maka diperoleh nilai NPVadalah Rp.26.691.083, Gross B/C sebesar 1,82 dan IRR sebesar 18,49%. Berdasarkan kriteria investasi, makausahatani kerbau di lahan rawa Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalimantan Selatan layak untuk diusahakan.Katakunci : Kelayakan finansial, usahatani kerbau, Hulu Sungai Utar

    ANALISIS PERILAKU EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI USAHA TERNAK SAPI-KELAPA DALAM MENGHADAPI BIAYA TRANSAKSI DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

    No full text
    Analysis of The Economic Behavior of Coconut-Cattle Farmer Households in Facing The Transaction Cost in Bolaang Mongondow. A number of households in Bolaang Mongondow raise cattle integrated in their coconut plants. A farmer household farmer as an analysis unit plays the roles of a producer, a consumer and a labor provider. The phenomenon faced is the existence of transaction costs during the trades of cattle and copra. The objective of the study was to analyze the factors influencing the input, output, farmer household income and expenditures in Bolaang Mongondow related to the transaction cost. The research method carried out was the survey method. The 233 household respondents were determined by using simple random sampling. The analysis method used simultaneous equations model with two SLS. The results show that higher transactions costs cause the decrease on the household economic activities especially in the production side and labor allocation for the cattle and coconut farm operations. The intermediary cost as a cost component in cattle transaction is influenced by the cattle price, cattle selling and the distance to the market. The transportation cost as a cost component in copra selling is affected by the copra price, the use of cattle labors to carry copra.Key words : Transaction cost, household economics, coconut-cattle farming systemABSTRAKSebagian rumahtangga di Bolaang Mongondow memelihara ternak sapi diintegrasikan dengan tanaman kelapa. Rumahtangga petani peternak sapi sebagai suatu unit analisis selain berperan sebagai produsen, konsumen juga sangat berperan sebagai penyedia tenaga kerja. Fenomena yang dihadapi adalah adanya biaya transaksi dalam penjualan ternak sapi dan penjualan kopra. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan input, produksi, pendapatan dan pengeluaran rumahtangga petani peternak sapi di Bolaang Mongondow berkaitan dengan biaya transaksi. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode survai. Jumlah responden 233 rumahtangga yang ditentukan secara simple random sampling. Metode analisis menggunakan 2SLS. Hasil penelitian menunjukkan biaya transaksi yang semakin tinggi mengakibatkan penurunan aktivitas ekonomi rumahtangga terutama sisi produksi dan alokasi tenaga kerja pada usahaternak sapi maupun usahakebun kelapa. Biaya perantara sebagai komponen biaya transaksi penjualan sapi dipengaruhi harga ternak sapi, penjualan sapi dan jarak pasar. Biaya transpor sebagai komponen biaya transaksi penjualan kopra dipengaruhi harga kopra dan penggunaan tenaga kerja ternak sapi untuk angkut kopra.Kata kunci : Rumahtangga, biaya transaksi, ternak sapi, kelap

    248

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇