Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
Not a member yet
    324 research outputs found

    UJI ADAPTASI VARIETAS UNGGUL PADI TADAH HUJAN KABUPEN JAYAPURA, PAPUA

    Full text link
    Teknologi budidaya dan penggunaan Varietas unggul merupakan salah satu komponen utama dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan tadah hujan. Pengkajian bertujuan untuk mengevaluasi keragaan varietas unggul padi di lahan sawah tadah hujan yang dibudidayakan  dengan pendekatan Pengelolaan tanaman terpadu (PTT).  Kegiatan ini dilaksanakan di kampung Benyom Jaya 1 Distrik Nimbokrang Kabupaten Jayapura Provinsi Papua, pada bulan April sampai September 2017 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang sebanyak 4 kali.  Varietas yang digunakan yaitu  varietas unggul Inpari 7, Inpari 30, Inpari 32 dan Inpari 33, ditanam dalam petakan berukuran 3 ha.  Luas petak percobaan untuk masing masing perlakuan adalah 20 x 20 m2 . Parameter yang  dievaluasi meliputi : tinggi tanaman, jumlah anakan, komponen hasil dan serangan hama dan penyakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa varietas Inpari 33 memberikan keragaan pertumbuhan dan hasil yang berbeda nyata dengan varietas Inpari 30, Inpari 7 dan Inpari 32. Varietas yang sesuai dan berdaya hasil tinggi di lokasi pengkajian adalah varietas produksi tinggi diperoleh dari  varietas Inpari 33 (5,9 t/ha) dan terendah varietas Inpari 32 (4,47 t/ha)

    PENGARUH DUKUNGAN LEMBAGA DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU

    No full text
    Extension agents can make social media learning media without having to rely on conventional media and the support of relevant institutions. The purpose of this research was analyze the effect of institutional support and social media utilization on increasing the competency of agricultural extension agents. The unit of research analysis is agricultural extension agents. The research was determined by the census method that all agricultural extension agents in Riau Islands Province were 90 people. Data collection was carried out through questionnaire interviews, in-depth interviews, and observations. Analysis of the data in the study included: (1) Descriptive analysis in the form of frequency distribution, percentage and average score with the help of Microsoft Excel and Statistical Package for The Social Science (SPSS) version 20.0. and (2) Inferential analysis with Partial Least Square (PLS) through the help of the SmartPLS 3.0 application. The results showed that institutional support, use of social media, and competency of agricultural extension agents were in the low category. Institutional support and the use of social media have a direct and very real effect on the competency of agricultural extension agents.     Keywords: competency of extension agents, institutional support, social media ABSTRAKPenyuluh dapat menjadikan media sosial sebagai media belajar tanpa harus bergantung pada media konvensional dan dukungan lembaga terkait. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh dukungan lembaga dan pemanfaaatan media sosial terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Penelitian dilakukan pada Juni sampai Oktober 2019 di Provinsi Kepulauan Riau. Unit analisis penelitian adalah penyuluh pertanian. Unit analisis penelitian adalah penyuluh pertanian di Provinsi Kepulauan Riau yang berjumlah 90 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan didukung pengamatan langsung terhadap 90 orang penyuluh dengan menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data dalam penelitian mencakup: (1) analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi, persentase dan rataan skor dengan Statistical Package for The Social Science (SPSS) versi 20.0 dan (2) analisis inferensial dengan Partial Least Square (PLS) menggunakan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan lembaga dan pemanfaatan media sosial berpengaruh secara langsung dan sangat nyata terhadap kompetensi penyuluh pertanian. Dukungan lembaga berada pada kategori rendah, sedangkan media sosial dalam kategori sedang namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh penyuluh pertanian.Kata kunci: dukungan lembaga, kompetensi penyuluh, media sosial                             

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DENGAN APLIKASI LIMBAH SAWIT DAN RHIZOBIUM DI LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH

    Full text link
    Growth and Yield Responses of Mungbean (Vigna radiata L.) with Palm Oil Waste and Rhizobium Applications in Post-Tin Minning Land. Mungbean is a legume crop that has potential ability to developed in post-tin mining land. Mungbean is an adaptive plant that can survive in critical land. Organic matter and Rhizobium are improvement efforts to optimize the plant growth in critical land. The research purposes to determine the use of palm oil waste and Rhizobium on mungbean growth and yield. The experiment was conducted in post-tin mining land of Dwi Makmur Village, Bangka. The experiment used factorial randomized block design with 2 factors. The first factor was the use of palm oil waste, which consisted of Boiler Ash (L1), empty fruit bunches(L2) and decanter solid (L3). The second factor was without Rhizobium (R0) and Rhizobium application (R1). The results showed that the types of palm-oil waste application significantly affected mungbean growth and yield in post-tin minning land. Rhizobium application significantly affected growth parameters of mungbean. Mungbean growth parameters with Rhizobium application was better than without Rhizobium application. Interaction between palm oil waste and Rhizobium significantly affected seed production. Combination of empty fruit bunches with Rhizobium provided the best growth of mungbean.  Key words: mungbean, boiler ash, empty oil-palm fruit bunches, solid, post-tin mining ABSTRAK Kacang hijau merupakan tanaman legum yang potensial untuk dikembangkan pada lahan pasca tambang timah. Tanaman ini dapat ditanam di lahan kritis karena cukup toleran terhadap kekeringan. Pemberian bahan organik dan aplikasi Rhizobium menjadi salah satu upaya dalam mengoptimalkan pertumbuhan tanaman di lahan kritis. Tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan jenis limbah sawit dan Rhizobium terhadap respon pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di lahan bekas tambang timah di Desa Dwi Makmur, Kecamatan Merawang, Bangka. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial (RAKF) dengan 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah penggunaan limbah sawit, yang terdiri dari abu boiler (L1), TKKS (tandan kosong kelapa  sawit) (L2), dan solid (L3). Faktor kedua adalah tanpa Rhizobium (R0) dan aplikasi Rhizobium (R1). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan jenis limbah sawit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau di lahan pasca tambang timah. Pemberian Rhizobium berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan tanaman dengan aplikasi Rhizobium lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman tanpa aplikasi Rhizobium. Terdapat pengaruh interaksi antara jenis limbah sawit dan Rhizobium yang memberikan pengaruh terhadap peubah bobot 100 biji kacang hijau di lahan pasca tambang timah. Tanaman kacang hijau yang diberi bahan organik kompos TKKS dan diinokulasi dengan Rhizobium menghasilkan pertumbuhan terbaik. Kata kunci: kacang hijau, abu boiler, tandan kosong kelapa sawit, solid, pasca tambah tima

    PENINGKATAN PRODUKTIVITAS JAGUNG DAN PADI GOGO PADA LAHAN KERING MELALUI SISTEM TANAM TUMPANGSARI

    No full text
    Effect of Fertilization Formulas on Productivity of Paddy - Corn Intercropping Plants. Dry land in Indonesia that has not been intensively cultivated for agriculture is relatively large at around 12.90 million ha. This issue is accompanied by a low crop index, especially outside Java, indicating that some of this land have not been cultivated optimally. An inadequate management of dry land has resulted the degradation of various soil functions. The intercropping system is one of the efforts to support the special effort “UPSUS in increasing the planting area to optimize the use of dry land, increase farmers' income and achieve national food self-sufficiency. Bengkulu Province is one of the supporting province of national rice production. The purpose of this study is to determine the effect of growth and yield of Inpago 8 upland rice intercropped with Bima URI 20 maize variety at 3 three levels of fertilization dose. The study was conducted in October 2018 - February 2019 on dry land owned by farmers in Pasar Pedati Village, Pondok Kelapa Subdistrict, Bengkulu Tengah District. This study used a single factor Randomized Block Design (RBD) with fertilizer treatment with 3 levels of fertilizer dosages namely P1: Urea176 kg/ha, TSP 63 kg/ha and KCl 50 kg/ha, P2: Urea 300 kg/ha, TSP 122 kg/ha ha and KCl 94 kg/ha, P3: Urea 424 kg/ha, TSP 180 kg/ha and KCl 140 kg/ha. Each treatment was repeated ten times. Parameters observed were vegetative and generative growth of rice and maize. The data obtained were analyzed by ANOVA test at 5% level. In this study, it was found that the intercropping pattern of upland rice with maize at a dose of P2 fertilization had a significant influence on the yield of upland rice and maize where the productivity of upland rice was 3.32 t/ha of dry unhusked rice and maize productivity was 8.35 t/ha of dry shelled maize. Keywords: intercropping system, upland rice-maize, fertilizer dosages  ABSTRAK Lahan kering di Indonesia yang belum diusahakan secara intensif untuk pertanian relatif cukup luas sekitar 12,90 juta ha, yang disertai indeks pertanaman yang rendah terutama di luar P. Jawa menunjukkan bahwa sebagian lahan belum dikelola secara baik. Pengelolaan lahan kering yang belum optimal telah mengakibatkan degradasi berbagai fungsi tanah. Sistem tanam tumpangsari merupakan salah satu upaya mendukung program Upaya Khusus (UPSUS) dalam meningkatkan luas tambah tanam (LTT) untuk mengoptimalkan penggunaan lahan kering, meningkatkan pendapatan petani, dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi pendukung produksi padi nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui produktivitas padi gogo varietas Inpago 8 yang ditumpangsarikan dengan tanaman jagung varietas Bima URI 20 pada 3 tiga taraf dosis pemupukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 – Februari 2019 pada lahan kering milik petani di Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan perlakuan pupuk dengan 3 taraf dosis pupuk yaitu P1 Urea 176 kg/ha, TSP 63 kg/ha dan KCl 50 kg/ha, P2 Urea 300 kg/ha, TSP 122 kg/ha dan KCl 94 kg/ha, P3 Urea 424 kg/ha, TSP 180 kg/ha dan KCl 140 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman padi dan jagung. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji ANOVA pada taraf 5%. Pada pengkajian ini diperoleh pola tanam tumpangsari padi gogo dengan jagung pada dosis pemupukan P2 berpengaruh nyata terhadap hasil tanaman padi gogo dan jagung dengan produktivitas padi gogo dan jagung berturut-turut yaitu 3,32 t GKG/ha dan 8,35 t/ha jagung pipilan.Kata kunci: tumpangsari tanaman, padi gogo-jagung, dosis pemupukan

    PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI PADI SAWAH DI WILAYAH PERBATASAN KOTA JAYAPURA PAPUA

    Full text link
    Application of Rice Paddy Technology Innovation in Border Area of City Jayapura Papua. Build agriculture in border areas with high biophysical and social diversity, appropriate, well-balanced, and well -programmed approaches are required. The biophysical diversity of the border area is actually a great potential if it is utilized in an objective and optimal manner. Agricultural development of border areas should be locally specific with an emphasis on biophysical-technical and socio-economic suitability. Development of agricultural commodities in border areas should be projected on activities and businesses that are capable of providing economically efficient economic benefits, not polluting the environment, and culturally acceptable to society. Ecological constraints can be overcome by the application of technological innovations that have been produced by IAARD in a proper target. The purpose of the assessment was to know the feasibility of introduction of technology in the border area of Murakami District, Jayapura City. Introdiced innovations were on-farm and off-farm approaches with treatment system “Jajar Legowo”, “Tegel” and “Tabela Paralon”. Land area for each treatment was 1 ha. Methods of data collection were with direct observation, interviews, and tiles and the type of data collected included agronomic parameters. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of the study showed that the generative component of growth was significant yet when the generative phase was not significant. “Jajar Legowo” system farm income was relatively higher compared to “Tegel” and “Tabela” system, which showed the value of RC, BC and MBCR. The MBCR introduces value “Jajar Legowo” to “Tegel” was 9.43 and “Jajar Legowo” to “Tabela was 3.47.Keywords: paddy rice, technology innovation, border areaABSTRAKMembangun pertanian di kawasan perbatasan yang memiliki keragaman biofisik dan sosial yang tinggi, diperlukan pendekatan yang tepat, berimbang, dan terprogram (appropriate, well-balanced, and well-programmed). Keragaman biofisik kawasan perbatasan sesungguhnya merupakan potensi yang besar bila dimanfaatkan secara terarah dan optimal. Pembangunan pertanian kawasan perbatasan hendaknya bersifat lokal spesifik dengan mengutamakan kesesuaian teknis-biofisik dan sosial-ekonomi. Pengembangan komoditas pertanian di wilayah perbatasan hendaknya diproyeksikan pada kegiatan dan usaha yang mampu memberikan keuntungan ekonomi secara teknis efisien, tidak mencemari lingkungan, dan secara kultural dapat diterima masyarakat.  Kendala ekologi dapat diatasi dengan penerapan inovasi teknologi yang telah banyak dihasilkan Badan Litbang Pertanian secara tepat sasaran. Tujuan pengkajian untuk mengetahui kelayakan introduksi teknologi di wilayah perbatasan Distrik Muaratami Kota Jayapura. Inovasi yang diintroduksikan adalah on-farm dan off-farm dengan perlakuan Sistem Tanam Jajar Legowo, Tegel, dan Tabela Paralon. Luas lahan untuk setiap perlakuan masing-masing 1 ha.  Metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung, wawancara, dan ubinan. Jenis data yang dikumpulkan meliputi parameter agronomis. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan komponen pertumbuhan generatif signifikan namun pada saat generatif tidak signifikan. Pendapatan usahatani sistem Jajar Legowo relatif lebih tinggi, dibandingkan sistem Tegel dan sistem Tabela, yang ditunjukan nilai RC, BC dan MBCR. Nilai MBCR introduksi Jajar Legowo terhadap Tegel 9,43 dan introduksi Jajar Legowo terhadap Tabela 3,47.Kata kunci: padi sawah, inovasi teknologi, wilayah perbatasa

    RESPONS PETANI TERHADAP PENGGUNAAN COMBINE HARVERSTER PADA WAKTU PANEN PADI SAWAH DI KABUPATEN PRINGSEWU PROVINSI LAMPUNG

    Full text link
     Farmers' Response to The Use of Combine Harvester Time to Harvest Wetland Rice in Pringsewu District Lampung Province. The modernization of the agricultural sector needs to be continuously improved, one of which is by implementing agricultural mechanization. The purposes of this study were to observe the response of wetland rice farmers toward the use of a combine harvester, to analyze the relationship between individual characteristics and farmer responses against the use of a combine harvester and to assess differences in rice production levels of wetland rice farmers using a combine harvester compared to conventional harvest methods (not using a combine harvester). The study was conducted in Bulurejo Village, Gadingrejo Sub-district, Pringsewu District, Lampung Province from April to June. 2019. The assessment approach was carried out using a survey method of 112 farmers consisting of users of the combine harvester and conventional farmers, each of which was 56 farmers. The collected data consists of primary data, including farmers’ characteristics (age, education, land area, farming experience, and farmer's cosmopolitan level), farmer responses, and rice production achievement (tons/ha). The collected data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively, enriched with Rank Spearman correlation analysis. The results of the study showed that the response of farmers to the combine harvester was quite responsive. Farmers' responses had a positive correlation with education level and cosmopolitan level, while the number of family dependents had a negative correlation. Efforts to increase farmer responses to the use of the combine harvester can be done by increasing farmer education, both formal and non-formal education; increasing farmer's emptiness by means of active extension agents inviting farmers to seek information as well as partnership with stakeholder outside their social system. Keywords: wetland rice, farmers’ responses, combine harvester, mechanization  ABSTRAK Modernisasi sektor pertanian perlu terus ditingkatkan salah satunya dengan menerapkan mekanisasi pertanian. Tujuan dari kajian adalah melihat respons petani padi sawah terhadap penggunaan combine harvester, melihat hubungan karakteristik individu dengan respons petani terhadap penggunaan combine harvester, dan mengkaji perbedaan tingkat produksi padi petani padi sawah penggunaan combine harvester dibandingkan dengan cara panen konvensional (tidak menggunakan combine harvester). Kajian dilakukan di Desa Bulurejo Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung pada bulan April sd Juni 2019. Pendekatan pengkajian dilakukan menggunakan metode survei terhadap 112 orang petani yang terdiri dari pengguna combine harvester dan petani konvensional, masing-masing 56 orang petani. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer, meliputi: karakteristik responden (umur, pendidikan, luas lahan, pengalaman berusahatani, dan tingkat kekosmopolitan petani), respons petani, dan capaian produksi padi (ton/ha). Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dipertajam dengan analisis korelasi Rank Spearman. Hasil kajian menunjukkan bahwa respons petani terhadap combine harvester cukup responsif. Respons petani berkorelasi positif dengan tingkat pendidikan dan tingkat kekosmopolitan, dan jumlah tanggungan keluarga yang sedikit. Upaya peningkatan respons petani terhadap penggunaan combine harvester dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan petani baik pendidikan formal maupun pendidikan non formal, meningkatkan kekosmopolitanan petani dengan cara penyuluh aktif mengajak petani untuk mencari informasi, dan bermitra dengan stakeholder di luar sistem sosialnya.Kata kunci: padi sawah, respon petani, combine harvester, mekanisas

    KERAGAAN MORFOLOGI DAN HASIL VARIETAS UNGGUL BARU PADI DENGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU DILAHAN SAWAH TADAH HUJAN KABUPATEN JEPARA

    Full text link
    Morphology Performances and Yield of New Superior Rice Variety with Integrated Crop Management in Rainfedland Jepara District. One constraint for increasing rice production in rainfedland Jepara District is the availability of adaptive improved rice varieties with high yield. The purpose of this assessment are: (1) to analyze the morphological performance and yield potential of some new superior varieties in rainfedland Jepara District (2) to assess the level of main rice pest and diseases attack and the presence of natural pest’s enemies, and (3) to assess the responses and perceptions of farmers towards integrated crop management applications in rice production. The assessment was conducted in ranfedland Mayong Kidul Village, Mayong Sub-district, Jepara District by involving Lestari Farmer’s Group on the second planting season of 2015. The assessment also employed A Randomized Block Design with three replications and rice variety as treament: Inpari-30, Inpari-31, Inpari-10, Conde, mekongga and varietas Ciherang as the control variety.  The collected data of morphology and rice yield were analyzed using analysis of variance,  then the mean difference values between treatments was further tested using the least significant difference test at p = 0.05. The results showed that there were influences of rice varieties on plant height, number of tillers, pests and diseaces as well as yield and yield component of the five rice varieties. The Mekongga variety is the most suitable rice variety that could be used in rainfedland in order to improve rice productivity in rainfedland of Jepara District. This variety could produce dry rice grain up to 6.8 tons/ha, with 105.5 cm plant height, 14.1 productive tillers, 23.7 cm panicle length 566 and 176 number of filled and empty grains 5 panicles respectively, 4.5 pest and diceases attack level, and is able to increase grain yield up to 30.7% compared to that of control variety. Respondent farmers have a positive perception to the concept of integrated crop management with a value of 68.3%. The implication of these results is that the utilization of new superior rice varieties especially Mekongga have a high potential for improving rice productivity in rainfedland of Jepara District.  Keywords: New Superior Rice Varieties, rainfedland, ICM, Jepara ABSTRAK Keragaan Morfologi dan Hasil Varietas Unggul Baru Padi dengan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Kabupaten Jepara.  Salah satu kendala peningkatan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan Kabupaten Jepara adalah ketersediaan varietas unggul yang adaptif dengan produktivitas tinggi. Tujuan pengkajian ini adalah (1) mengkaji keragaan morfologi dan potensi hasil beberapa VUB padi di lahan sawah tadah hujan (2) mengkaji tingkat serangan hama dan penyakit utama padi serta keberadaan musuh alami hama, dan (3) mengkaji respon dan persepsi petani terhadap penerapan PTT padi. Pengkajian dilakukan di lahan sawah tadah hujan Desa Mayong Kidul Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Kelompok Tani Lestari pada musim tanam ke-2 tahun 2015. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan dan sebagai perlakuan adalah varietas padi: Inpari-30, Inpari-31, Inpari-10, Conde dan mekongga serta varietas Ciherang sebagai pembanding. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis varian (anova), selanjutnya perbedaan nilai tengah antar perlakuan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) pada p=0.05. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata varietas padi terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, perkembangan OPT, hasil dan komponen hasil gabah dari kelima varietas tanaman padi yang diuji. Varietas Mekongga merupakan VUB padi yang paling sesuai ditanam di lokasi pengkajian dalam rangka meningkatkan produktivitas padi. Varietas ini menghasilkan gabah kering giling hingga 6.8 ton/ha, tinggi tanaman 105.5 cm, jumlah anakan produktif 14.1, panjang malai  23.7 cm, jumlah gabah bernas 566 butir  per 5 malai, jumlah gabah hampa 176 gabah hampa per 5 malai dan tingkat serangan OPT 4,5%, serta  mampu meningkatkan hasil gabah hingga 30.7% dibanding kontrol. Petani juga memiliki persepsi positif terhadap konsep PTT dengan nilai mencapai 68.3%. Implikasi hasil kajian ini adalah pemanfaatan VUB padi terutama Mekongga memiliki potensi tinggi dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan Kabupaten Jepara. Kata kunci: VUB padi, tadah hujan, PTT, Jepara

    PENGARUH STATUS KEPEMILIKAN LAHAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI DAN KONSOLIDASI LAHAN DI JAWA BARAT : STUDI KASUS DI KABUPATEN INDRAMAYU DAN PURWAKARTA

    No full text
     The Impacts of Land Ownership Status on Small Scale Farmers’ Income in Indramayu and Purwakarta Districts. The conversion of agricultural land in West Java in 2012-2015 amounted to 1.24% has caused a decrease in the number of farmer households, a decrease in the area of land under cultivation and a change of land tenure status. These changes have impacted on the farmers’ income. The government program, namely the Special Efforts of Soybean Corn Rice (Upsus Pajale) was expected to increase production yields which will impact the increased farmers’income. Most of the farmers who received aids of Upsus Pajale were groups of small scale farmers. This study aimed to analyze the impact of land ownership status, land area and production on the income of small scale farmers in Indramayu and Purwakarta Districts. The data collection method used a questionnaire with a total of 50 respondents in Indramayu and Purwakarta, West Java using purposive sampling. Data were analyzed quantitatively through income analysis, respondent distribution and linear regression. The results showed that the land ownership status (ownership, rent, and profit sharing) was proven to significantly affect the income of smallholder farmers in Indramayu and Purwakarta, West Java. Farmers with rental status have a lower income than farmers with owned status. This condition was caused by the additional obligation for rental farmers in the form of rent or profit sharing. Farmers showed a positive response to solutions to improve the welfare of small scale farmers through the government program UPSUS Pajale. However, farmer respondents considered this discourse less appropriate due to the reasons for fear of losing their land and jobs. The government needs to design policies and programs that are more directed at optimizing technology and knowledge-based production and strengthening land tenure in order to improve the welfare of farmers. Keywords: land conversion, income, land status, land consolidation  ABSTRAK Konversi lahan pertanian Jawa Barat pada tahun 2012-2015 sebesar 1,24% menyebabkan menurunnya jumlah Rumah Tangga Petani (RTP), menurunnya luasan lahan garapan RTP, serta perubahan status penguasaan lahan. Perubahan tersebut dapat berpengaruh pada tingkat pendapatan petani. Program pemerintah Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai (Upsus Pajale) diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi serta pendapatan RTP. Sebagian di antara petani penerima bantuan Upsus Pajale merupakan kelompok petani dengan penguasaan lahan relatif sempit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status kepemilikan lahan, luas lahan, dan produksi terhadap pendapatan petani berlahan sempit di Kabupaten Indramayu dan Purwakarta. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan total responden 50 orang di Kabupaten Indramayu dan Purwakarta, Jawa Barat, secara purposive sampling. Data dianalisis secara kuantitatif melalui analisis pendapatan, distribusi responden, dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kepemilikan lahan (milik, sewa, dan bagi hasil) terbukti secara nyata mempengaruhi pendapatan petani berlahan sempit di Kabupaten Indramayu dan Purwakarta, Jawa Barat. Petani dengan status sewa memiliki tingkat pendapatan yang lebih kecil dari petani milik. Kondisi tersebut disebabkan adanya kewajiban tambahan bagi petani sewa berupa biaya sewa ataupun bagi hasil. Petani menunjukkan respon positif terhadap solusi peningkatan kesejahteraan petani skala kecil melalui program pemerintah UPSUS Pajale. Wacana konsolidasi lahan belum mendapatkan respon positif bagi petani karena ketakutan kehilangan tanah dan pekerjaan. Pemerintah perlu merancang kebijakan dan program yang lebih mengarah pada optimalisasi produksi berbasis teknologi dan pengetahuan serta dan penguatan status kepemilikan lahan guna meningkatkan kesejahteraan petani.Kata kunci: konversi lahan, pendapatan, status lahan, konsolidasi laha

    KELAYAKAN TEKNOLOGI PAKAN FERMENTASI PADA PENGGEMUKKAN DOMBA BATUR

    Full text link
    Kajian bertujuan untuk mengetahui kelayakan ekonomis dan teknis teknologi pakan yang difermentasi menggunakan Mikro Organisme Lokal (MOL) pada penggemukkan domba batur.  Pengujian dilaksanakan di kelompok tani Manunggal Mandiri Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah pada bulan Mei-September 2016. Kegiatan melibatkan peternak sebagai kooperator menggunakan 21 ekor domba Batur jantan umur 6 bulan dengan bobot awal 25-30 kg,  dikelompokkan menjadi 3 perlakuan masing-masing mendapat pakan lengkap yang mengandung MOL 0,3 %, 0,5 % dan 0,7 %. Sebagai kontrol dilakukan pengamatan terhadap 7 ekor domba yang dipelihara peternak (non kooperator). Pengamatan dilakukan setiap 10 hari dalam kurun waktu penggemukkan 3 bulan (90 hari). Bahan untuk membuat MOL adalah rumen domba batur, daun carica, bekatul padi, tetes tebu dan air.  Data yang dikumpulkan meliputi input produksi ternak yaitu: pakan, tenaga kerja, sewa kandang, obat-obatan, dan data output produksi berupa pertambahan bobot badan, kotoran, bulu domba dan urine.  Data input dan output  dinilai dalam bentuk rupiah. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif (B/C dan MBCR).  Dari hasil kajian  penggunaan pakan lengkap yang difermentasi dengan  MOL 0,7% pada penggemukkan domba batur yang terbaik dengan nilai keuntungan Rp 2.863.640 (B/C 2,16) dan nilai MBCR 5,15, sedangkan pola petani Rp 634.880 (B/C 1,23).  Teknologi pakan difermentasi menggunakan MOL untuk pengemukan domba batur layak dikembangkan.

    TINGKAT KESUKAAN JELLYDRINK BUAH MANGGA DAN MELON DARI BERBAGAI KONSENTRASI PENGENTAL DI DESA WONOREJO, KABUPATEN MADIUN

    Full text link
    The Preference Levels of Mango Fruit Jellydrink and Mellon from Various Concentration of Thickness in Wonorejo Village, Madiun District. Jelly drink processing through Sustainable Reserve Food Garden (KRPL) is expected to optimize mango and melon commodities in Wonorejo Village. This research aims to determine the concentration of carrageenan in jelly drinks preferred by panelists. Activities were carried out in Wonorejo Village, Mejayan Subdistrict, Madiun District and Post Harvest Laboratory of East Java AIAT, from April to May 2014. Research used a Factorial Randomized Block Design. The treatments tested were: A) Fruit types (mango and melon); B) Carrageenan concentrations included 1) 1.4 gr / liter; 2) 2.4 gr / liter and 3) 3.4 gr / liter. Parameters observed included 1) Physical and chemical properties; 2) Organoleptic assessment; 3) The response of the panelists to jelly drink and 4) Ranking of product preferences. The most preferred of mango jelly drink was treatment with addition of carrageenan 2.4 gr / liter, the color values, thickness, aroma, taste and level of preference in general showed the highest namely: 4.4; 3.75; 4; 3.55 and 3.85, respectively. The number of panelists who liked and very liked based on the parameters of color, taste, thickness, aroma and overall parameters as much as 90%; 50%; 60%; 80% and 70%. TAT value; viscosity; pH; TPT and L are 0.444 (%) respectively; 1810 (cps); 4,245; 25.40 and 30.60. The most preferred of melon jelly drink was treatment with addition of carrageenan 1.4 gr / liter; values of color, taste, thickness, aroma and level of preference in general shows the highest, respectively: 4.55; 3.8; 4.1; 4.1 and 4.15. The number of panelists who liked and very like based on the parameters of color, taste, thickness, aroma and overall parameters as much as 100%; 65%; 85%; 85% and 90%. The TAT value; viscosity; pH; TPT and L are 0.139% respectively; 331 cps; 6,395; 21.10 and 33.30. Keywords: jelly drink, melon, manggo, organoleptic test ABSTRAK Pengolahan jelly drink melalui kawasan rumah pangan lestari (KRPL) diharapkan dapat mengoptimalkan komoditas mangga dan melon di Desa Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi karagenan sehingga menghasilkan jelly drink yang disukai panelis. Kegiatan dilakukan di Desa Wonorejo, Madiun dan Laboratorium Pasca Panen BPTP Jawa Timur, mulai bulan April sampai Mei 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Perlakuan yang diujikan: A) Jenis buah (Mangga dan Melon); B Konsentrasi karagenan: 1) 1,4 gr/ liter,  2) 2,4 gr/ liter, dan 3) 3,4 gr/liter. Parameter yang diamati: 1) Sifat fisik dan kimia; 2) Penilaian organoleptik; 3) Respon penerimaan panelis terhadap jelly drink; dan 4) Peringkat kesukaan produk. Jelly drink mangga yang paling disukai panelis adalah perlakuan penambahan karagenan 2,4 gr/liter dengan nilai (warna, kekentalan, aroma, rasa dan tingkat kesukaan secara umum) paling tinggi, yaitu: 4,4; 3,75; 4; 3,55 dan 3,85. Jumlah panelis yang menyatakan suka sampai sangat suka berdasarkan parameter warna, rasa, kekentalan, aroma dan keseluruhan parameter sebanyak 90%; 50%; 60%; 80% dan 70%. Nilai TAT; viskositas; pH; TPT dan L yaitu 0,444 (%); 1810 (cps); 4,245; 25,40 dan 30,60. Jelly drink melon yang paling disukai panelis yaitu perlakuan penambahan karagenan 1,4 gr/liter dengan nilai warna, rasa, kekentalan, aroma, dan tingkat kesukaan secara umum menunjukkan paling tinggi, yaitu: 4,55; 3,8; 4,1;4,1 dan 4,15. Jumlah panelis yang menyatakan suka sampai sangat suka berdasarkan parameter warna, rasa, kekentalan, aroma dan keseluruhan parameter sebanyak 100%; 65%; 85%; 85% dan 90%. Nilai TAT; viskositas; pH; TPT; L berturut-turut adalah 0,139%; 331 cps; 6,395; 21,10 dan 33,30.Kata kunci: jellydrink, melon, mangga, uji organolepti

    248

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇