215 research outputs found

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Pendekatan Paikem Pada Kelompok B Di TK Ummahat DDI

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui pendekatan PAIKEM pada kelompok B di TK Ummahat DDI. Penelitian dilaksanakan  di TK Ummahat DDI, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan satu kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengukur kemampuan motorik halus anak melalui pendekatan PAIKEM  pada kelompok B di TK Ummahat DDI. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan anak dalam mengikat tali sepatu kategoti SB 10%, B 0%, C 50%, dan K 40%, kemudian kemampuan anak yang mampu menggunting kategori SB 0%, B 15%, C 45%, K 40%, dan kemampuan anak dalam meronce dengan kategori SB 0%, B 20%, C 40%, K 40%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan PAIKEM dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam mengikat tali sepatu kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan dalam menggunting kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 100% (50%), kemampuan dalam meronce kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 100% (50%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 43,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kreatifitasnya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Kemampuan Motorik Halus, Pendekatan Paike

    Pengaruh Pemberian Penguatan Terhadap Motivasi Belajar Anak Di Kelompok BI RA DEPAG I Palu Barat

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat motivasi belajar anak sebelum dan sesudah dilakukan Pemberian penguatan dan apakah ada pengaruh pemberian penguatan terhadap motivasi belajar anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi anak sebelum dan sesudah dilakukan pemberian penguatan dan untuk mengetahui pengaruh pemberian penguatan terhadap motivasi belajar anak di kelompok BI RA DEPAG I Palu Barat. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Adapun subyek penelitian ini adalah seluruh anak dikelompok BI RA DEPAG I Palu Barat.Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, data di analisis dengan menggunakan rumus persentasi. Hasil penelitian sebelum pemberian penguatan persaingan kategori ST 1 anak (4%), kategori T 1 anak (4%), sedangkan kategori S 12 anak (48%)dan kategori R 11 anak (44%), dari semangat kategori ST 1 anak (4%), kategori T 2 anak(8%), sedangkan kategori S 11 anak (44%)dan kategori R 11 anak (44%), aspek ingin tahu kategori ST 1 anak (4%), kategori T 1 anak(4%), sedangkan kategori S 10 anak (40%)dan kategori R 13 anak (52%), dari kecepatan kategori ST 1 anak (4%), kategori T 2 anak(8%), sedangkan kategori S 11 anak (44%)dan kategori R 11 anak (44%), antusias kategori ST 1 anak (4%), kategori T 1 anak(4%), sedangkan kategori S 13 anak (52%)dan kategori R 10 anak (40%). Dan sesudah pemberian penguatan sangat meningkat persaingan kategori ST 10 anak (40%), kategori T 9 anak (36%), sedangkan kategori S 4 anak (16%)dan kategori R 2 anak (8%), dari semangat kategori ST 10 anak (40%), kategori T 9 anak (36%), sedangkan kategori S 4 anak (16%)dan untuk kategori R 2 anak (8%), ingin tahu kategori ST 9 anak (36%), kategori T 9 anak (36%), sedangkan kategori S 3 anak (12%)dan kategori R 4 anak (16%), dari kecepatan kategori ST 10 anak (40%), kategori T 10 anak (40%), sedangkan kategori S 3 anak (12%)dan untuk kategori R 2 anak (8%), dari antusias kategori ST 9 anak (36%), kategori T 10 anak (40%), sedangkan kategori S 3 anak (12%)dan kategori R 3 anak (12%). Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian penguatan sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar anak dikelompok BI RA Depag I Palu Barat. Dan penelitian ini juga tidak terlepas dari kendala seperti tidak semua guru terampil dalam memberikan penguatan dan kurang diterapkannya pemberian penguatan pada anak. Kata Kunci:Pemberian Penguatan, Motivasi Belaja

    Meningkatkan Pemahaman Anak Mengenal Konsep Waktu Melalui Metode Tanya Jawab Di Kelompok B TK Al-Hidayah Talise

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian adalah rendahnya pemahaman anak mengenal  waktu. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan pemahaman anak mengenal konsep waktu melalui metode tanya jawab di kelompok B TK TK Al-Hidayah Talise. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 18 anak terdiri dari 11 laki-laki dan 7 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus I diperoleh 22% kategori berkembang sangat baik meningkat pada siklus II menjadi 77% kategori berkembang sangat baik. Sehingga dapat dikatakan peningkatan yang terjadi sebesar 55% untuk masing-masing aspek yang diamati yaitu menyebutkan waktu dalam satu hari, menyebutkan nama-nama hari dalam satu minggu dan menyebutkan nama-nama bulan dalam satu tahun. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemahaman anak mengenal konsep waktu dapat ditingkatkan melalui metode tanya jawab di kelompok B TK Al-Hidayah Talise.   Kata Kunci: Konsep Waktu, Tanya Jawa

    Meningkatkan Interaksi Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok di Kelompok B TK Karya Thayyibah II Nupa Bomba Kecamatan Tanantovea

    No full text
    ABSTRACT The problem in this study is whether the child's social interaction skills can be enhanced through group work method in group B TK Karya Thayyibah II Numpa Bomba district Tanantovea ? Then the purpose of this research is to improve the child's social interaction skills through group work method in group B TK Karya Thayyibah II Numpa Bomba district Tanantovea . The design of this research study Kemmis and Mc . Taggart consisting of two cycles . Where on each cycle of meetings held three times in the classroom and each cycle consists of four stages: planning , implementation, observation, and reflection. The experiment was conducted in TK Karya Thayyibah II Numpa Bomba district Tanantovea , as many as 17 children consisted of 9 boys and 8 girls . Data were collected by using observation and documentation analyzed descriptive . Data collected prior to the action capabilities in berbgai with friends category SB of 5.88 % , B 11.76 % , C 29.41 % , and 52.94 % K , then the ability of children loving friend category SB of 5.88 % , B 11 , 76 % , C 35.29 % , K 47.05 % , and the child's ability to invite friends to learn the category SB of 5.88 % , B 5.88 % , C 41.17 % , K 57.05 % . After the action is taken , the results of this study it can be concluded that through group work method can improve the child's social interaction skills , proven no upgrades from the first cycle to the second cycle in a child's ability to share with friends very well and good categories from 58.81 % to 82 , 34 % ( 23.53 % ) , then love is very good friends and good categories from 41.16 % to 76.46 % ( 35.3 % ) , and the latter referring friends beajar excellent and good categories from 41.16 % to 76.46 % ( 35.3 % ) . In general, an increase of all abilities are measure

    Meningkatkan Penanaman Nilai Agama Anak Melalui Metode Bercerita pada Kelompok B TK PGRI II Kungguma Kecamatan Labuan

    No full text
    ABSTRAK Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah penanaman nilai agama anak dapat ditingkatkan melalui metode bercerita pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Penelitian dilaksanakan  di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 8 orang anak laki-laki dan 12 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi dan pemberian tugas selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengetahui kemampuan motorik halus anak melalui metode bercerita  pada kelompok B di TK PGRI II  Kungguma Kecamatan Labuan. Data yang dikumpulkan sebelum penelitian tentang pemahaman nilai agama anak dalam berdoa kategori SB 5%, B 10%, C 35%, dan K 50%, kemudian pemahaman nilai agama anak yang patuh pada guru kategori SB 5%, B 10%, C 49%, K 45%, dan kemampuan anak yang rajin belajar dengan kategori SB 10%, B 10%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan penanaman nilai agama anak, terbukti ada peningkatan kemampuan dari siklus I ke siklus II dalam berdoa kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%), kemampuan patuh pada guru kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 85% (40%), kemampuan rajin belajar kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 80% (30%). Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 33,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat nilai agama pada dirinya  tetapi hanya berkisar 6,66% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Peningkatan Penanaman Nilai Agama Anak, Metode Bercerit

    Pengaruh Permainan Modifikasi Bola Basket Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Di Kelompok B2 TK Al-Khairaat III Palu

    No full text
    ABSTRAK Masalah yang berkaitan dalam penelitian ini adalah bagaimana kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah menggunakan permainan modifikasi bola basket dan adakah pengaruh permainan modifikasi bola basket terhadap kemampuan motorik kasar. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui sebelum dan sesudah diberikan modifikasi permainan bola basket dan adakah pengaruh modifikasi permainan bola basket terhadap kemampuan motorik kasar kelompok B2 TK Alkhairat III Palu. Hasil penelitian sebelum perolehan dari rekapitulasi untuk kategori berkembang sangat baik(BSB) terdapat 0%, untuk kategori berkembang sesuai harapan (BSH) 23%, mulai berkembang (MB) 31%,  dan belum berkembang (BB) 46%. Sedangkan sesudah diberikan perolehan dari rekapitulasi untuk kategori berkembang sangat baik (BSB) terjadi peningkatan 51%, berkembang sesuai harapan (BSH) 39%, mulai berkembang (MB) 10%, belum berkembang (BB) terdapat 0%. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, ada pengaruh modifikasi permainan bola basket terhadap kemampuan motorik kasar anak hal ini dapat dilihat dari sebelum dan sesudah diberikan modifikasi permainan bola basket yang berunsurkan permainan seperti Menangkap Bola, Mendribbling Bola, dan Memasukan Bola, Jadi modifikasi permainan bola basket  menunjukkan bahwa ada pengaruh antara kemampuan motorik kasar sebelum dan sesudah modifikasi permainan bola basket di kelompok B2 TK Alkhairat III Palu. Kata kunci: Permainan Modifikasi Bola Basket, Kemampuan Motorik Kasa

    Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Melalui Metode Kerja Kelompok Pada Kelompok B TK Anata Pura Petimbe

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan dalam  penelitian  ini  adalah  apakah kemampuan interaksi sosial anak dapat ditingkatkan melalui metode kerja kelompok pada kelompok B di TK Anata Pura Petimbe. Penelitian dilaksanakan  di TK Anata Pura Petimbe, melibatkan 20 orang anak terdiri atas 11 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran 2012/2013. Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri  atas dua siklus. Di mana pada setiap siklus dilaksanakan tiga kali pertemuan di kelas dan setiap siklus terdiri empat  tahap  yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data yang dikumpulkan melalui  observasi selanjutnya diolah secara deskriptif dengan menggunakan kriteria penilaian dipindahkan ke dalam bentuk kuantitatif, untuk mengukur kemampuan motorik halus anak melalui metode kerja kelompok pada kelompok B di TK Anata Pura Petimbe. Data yang dikumpulkan sebelum tindakan kemampuan interaksi sosial anak yang saling berbagi dengan kategoti SB 0%, B 15%, C 35%, dan K 50%, kemudian kemampuan interaksi sosial anak yang bekerja sama kategori SB 10%, B 10%, C 40%, K 40%, dan kemampuan interaksi sosial anak yang tolong-menolong dengan kategori SB 0%, B 20%, C 30%, K 50%. Setelah dilakukan tindakan maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui metode kerja kelompok dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial anak, terbukti ada peningkatan kemampuan interaksi sosial dari siklus I ke siklus II dalam saling berbagi kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 85% (35%), kemampuan interaksi sosial anak yang bekerja sama dengan kategori sangat baik dan baik dari 45% menjadi 90% (45%), kemampuan interaksi sosial anak yang tolong-menolong dengan kategori sangat baik dan baik dari 50% menjadi 100% (50%).  Secara umum terjadi peningkatan rata-rata 43,33% dari siklus satu ke siklus dua, walaupun masih ada anak yang belum meningkat kemampuan interaksi sosial  tetapi hanya berkisar 8,33% dari masing-masing aspek yang diamati dengan kategori kurang.   Kata Kunci :  Kemampuan Interaksi Sosial Anak, Metode Kerja Kelompok

    Meningkatkan Disiplin Anak Dengan Metode Demonstrasi Di Kelompok B Tk Sion Tatura Palu

    No full text
    ABSTRAK Latar belakang dalam penelitian ini adalah rendahnya disiplin anak di kelompok B TK Sion Tatura Palu? Untuk mengatasi masalah tersebut maka dilakukan perbaikan proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan disiplin anak melalui metode demosntrasi. Rancangan penelitian mengacu pada alur PTK dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilakukan secara bersiklus. Subyek penelitian ini yaitu anak kelompok B yang berjumlah 17 anak terdiri dari 7 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, pemberian tugas, dan dokumentasi, selanjutnya dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan teknik persentase. Dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan disiplin anak terbukti terjadi peningkatan  dari siklus I ke siklus II 29% menjadi 82%, walaupun masih terdapat anak yang belum meningkat kemampuannya dalam mengenal warna hanya 18%.   Kata Kunci : Disiplin Anak, Metode Demonstras

    Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melipat Kertas Di Kelompok A Tk Harapan Bangsa Jono Oge Kecamatan Sigi Biromaru

    No full text
    ABSTRACT   The aim of this research is to improve the study process to affect at the result of learning. The background of problem is caused by less maximal study, so that the ability of child motorik is less expanding. The method used is research of class action becoming its subject is group child of A Harapan Bangsa Kindergarten Jono Oge District of Sigi Biromaru amounting to 20 children. Consist of 9 daughters and 11 boys. Collected data using the observation sheet and also giving of duty and documentation, after that it’s analyzed with descriptively qualitative technically percentage to take conclusion. Result of this research can be concluded that skill fold paper can improve growth of child motorik in group of Harapan Bangsa Kindergarten Jono Oge District of Sigi Biromaru proven there is make-up growth of smooth motorik of child at first cycle category very good and good 41,25% and the second cycle mountong to become 81,25% of mount 40%, although there are children still not yet succeeded 18,75%.   Kata Kunci : Kemampuan Motorik Halus dan Kegiatan Melipat Kerta

    Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Melalui Metode Demonstrasi Di Kelompok A Tk Putra Bangsa Berdikari Kecamatan Palolo

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat melalui metode demonstrasi di kelompok A Taman Kanak-Kanak Putera Bangsa Berdikari Kecamatan Palolo. Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan salah satu indikator kesehatan manusia sehingga perlu ditingkatkan untuk perilaku pada tahapan dalam kehidupan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas dengan alur atau tahapan yang dimulai dari refleksi, perencanaan, pelaksanaan, dan observasi. Subyeknya adalah anak kelompok A yang berjumlah 20 anak terdiri dari laki-laki 9 anak dan perempuan 11 anak. Metode pengumpulan datanya menggunakan cara observasi pemberian tugas dan tanya jawab selanjutnya dianalisa secara deskriptif kualitatif dengan teknik persentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan diberikan perilaku hidup bersih dan sehat penerapannya masih kurang maksimal. Setelah dilakukan tindakan dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat anak kelompok A terbukti ada peningkatan PHBS siklus pertama ke siklus kedua rata-rata kategori sangat baik dan baik 45% meningkat menjadi 83,25% maka terjadi peningkatan 38,25%.   Kata Kunci: PHBS dan Metode Demonstrasi

    132

    full texts

    215

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Bungamputi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇