Al-Ma'rifah : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Arab
Not a member yet
    139 research outputs found

    Studi Fenomena Multilingual dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Brunei Darussalam

    No full text
    This study aims to explore the experiences of multilingual students in Brunei Darussalam in learning Arabic, with a focus on the influence of the Melayu Islam Beraja (MIB) culture and identity on the language learning process. Employing a qualitative phenomenological approach, data were collected through observations and interviews. The data analysis followed four stages: data collection, condensation, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the MIB concept plays a significant role in education, with Malay serving as the primary language of instruction and Arabic introduced as part of the Islamic heritage. Students’ experiences suggest that their linguistic backgrounds greatly influence their proficiency and comfort in learning Arabic. Despite the challenges encountered, support from family, lecturers, and close relatives serves as a motivating factor in their efforts to learn and use the Arabic language. These findings underscore the importance of understanding the interplay between multilingualism and culture in the context of language education in Brunei Darussalam, and they highlight the vital role of the MIB philosophy in integrating both Malay and Arabic within the national education system.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman mahasiswa multibahasa di Brunei Darussalam dalam mempelajari bahasa Arab, dengan fokus pada pengaruh budaya dan identitas Melayu Islam Beraja (MIB) terhadap proses pembelajaran bahasa. Menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui empat tahap: pengumpulan, kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep MIB berperan signifikan dalam pendidikan, di mana Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar utama dan Bahasa Arab diperkenalkan sebagai bagian dari warisan Islam. Pengalaman mahasiswa menunjukkan bahwa latar belakang bahasa mereka sangat mempengaruhi kemampuan dan kenyamanan dalam mempelajari bahasa Arab. Disamping tantangan yang mereka hadapi, dukungan keluarga, pensyarah dan kerabat dekat, mereka menjadi semangat dalam belajar bahasa Arab dan berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Temuan ini menyoroti pentingnya memahami dinamika multibahasa dan budaya dalam konteks pendidikan bahasa di Brunei Darussalam, serta peran signifikan konsep MIB dalam mengintegrasikan Bahasa Melayu dan Bahasa Arab dalam sistem pendidikan

    Analisis Transformasi Generatif Pada Nazam Kitab Al-Jawhar Al-Maknun

    No full text
    This study aims to identify the forms of vocabulary units and distinguish between the deep structure and surface structure of naẓm al-Jawhar al-Maknūn by ʿAbd al-Raḥmān al-Akhdarī. The method used is descriptive, employing a theoretical linguistic approach. The analysis is based on Noam Chomsky’s theory of transformational-generative grammar to examine the syntactic structure of naẓm al-Jawhar al-Maknūn. The results of this study show that transformational-generative grammar can be applied to various forms of language. The conclusions are as follows: (1) the structure of naẓm al-Jawhar al-Maknūn is dominated by jumlah ismīyah (sentences that begin with a noun), with only a few jumlah fi‘līyah (sentences that begin with a verb); (2) structural transformations in the deep structure include deletions and replacements, while in the surface structure they involve mutations and additions to the sentence structure. Thus, this study contributes to the application of transformational-generative linguistic theory to Arabic grammar in the form of naẓm, whereas previous research has generally focused only on rhetorical aspects (balāghah), Arabic language teaching materials, and the grammar of the Qur’an.Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan teori tata bahasa transformasi generatif ke dalam karya bahasa Arab berupa naz}am pada kitab al-Jawhar al-Maknu>n karya al-Akhdari.  Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk menganalisis dan membedakan bentuk struktur dalam (deep structure) dan sruktur permukaan (surface structure) pada naz}am al-Jawhar al-Maknu>n tersebut. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan tata bahasa transformasi generatif dengan metode kepustakaan terhadap 10 bait nazam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (a) bentuk struktur dalam pada naz}am al-Jawhar al-Maknu>n secara dominan berupa bentuk jumlah ismiyyah, dan sedikit yang berupa jumlah fi’liyyah; (b) transformasi struktur yang terjadi pada kalimat struktur dalam naz}am berupa penghapusan (deletion) dan penggantian (substitution), sementara pada kalimat struktur permukaan berupa pembalikan (mutation) dan penambahan (adjunction)

    Penerapan Model Team Assisted Individualization (TAI) Berbasis Media Digital dalam Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Naḥwu

    Full text link
    This study aims to examine the effectiveness of implementing the Team Assisted Individualization (TAI) model integrated with digital media in improving naḥwu (Arabic grammar) learning competence at the Arabic Language Education Program, Universitas Negeri Jakarta. The TAI model combines individual learning with structured group collaboration and, in this study, is integrated with three main digital platforms: Educaplay, Aljazeera Learning, and Learning Management System (LMS). A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 25 second-semester students selected through purposive sampling. Statistical analysis showed a significant increase in the average scores from pretest (71.30) to posttest (89.40), with a paired sample t-test result of 0.000 (p < 0.05). The implementation of digital-based TAI positively impacted students’ understanding of syntactic structures, fostered active engagement, and strengthened both collaborative and independent learning. The integration of digital media enriched the learning process through visualization, interactivity, and authentic Arabic language resources. The findings suggest that the digital TAI model is a viable and innovative instructional strategy for naḥwu learning in higher education, aligning with the characteristics of 21st-century learners

    ANALISIS BUKU AJAR BAHASA ARAB DALAM PERSPEKTIF THU’AIMAH SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SDGS 4

    No full text
    The 2030 Sustainable Development Goals (SDGs), particularly sub-target 4.6, aim to enhance literacy and numeracy skills among adolescents and adults by the year 2030. This study analyzes the mahārat al-kitābah content in the Grade 2 Arabic textbook for Madrasah Ibtidaiyah (MI), published by the Ministry of Religious Affairs in 2020, from the perspective of Rushdī Aḥmad Ṭu‘aymah, and examines its role in supporting the SDGs. Using a qualitative method with content analysis as the primary data collection technique, the study finds that the textbook aligns with Ṭu‘aymah’s framework for teaching mahārat al-kitābah. The content includes recognizing the shapes of hijā’iyah letters, copying letters and words, writing simple sentences, and answering questions in written form. Overall, the mahārat al-kitābah content in the textbook supports foundational Arabic writing skills and contributes to the achievement of SDG 4 by promoting multilingual literacy, equitable access to literacy development, comprehensive language competence, and quality education.Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030 pada sub-target 4.6 berfokus pada peningkatan literasi dan numerasi bagi remaja dan dewasa pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan menganalisis muatan mahārah al-kitābah dalam buku ajar bahasa Arab kelas 2 MI cetakan Kemenag tahun 2020 dengan berdasarkan perspektif Rusydi Ahmad Thu’aimah dan peran materi mahārah al-kitābah dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 sub target 4.6. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data analisis konten. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa buku ajar bahasa Arab Kelas 2 MI cetakan Kemenag sesuai dengan teori pembelajaran mahārah al-kitābah menurut Rusydi Ahmad Thu’aimah. Materi mahārah al-kitābah dalam buku ajar ini meliputi pengenalan bentuk huruf hijaiah, menyalin huruf hijaiah, menyalin kata, menulis kalimat sederhana, dan menjawab pertanyaan secara tertulis. Adapun secara keseluruhan, muatan mahārah al-kitābah dalam buku ajar bahasa Arab kelas 2 MI cetakan Kemenag menunjang materi pembelajaran menulis bahasa Arab tingkat dasar dalam upaya mendukung SDGS 4 sub-target 4.6. Kontribusi buku ajar ini terhadap SDGs 4 ialah sebagai bahan ajar penunjang literasi multibahasa, kemerataan penguasaan literasi, kompetensi berbahasa yang menyeluruh, dan kualitas pendidikan

    PENGEMBANGAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MEMAHAMI TEKS BAHASA ARAB SISWA KELAS X SMA

    Full text link
    This research is motivated by the results of observations, that Arabic language learning at Nusantara Islam High School is still dominated by the active role of the teacher. This is because in providing material the teacher only uses teaching materials without any learning media that is able to arouse students' enthusiasm in learning Arabic. This study aims to develop crossword puzzle media and describe its feasibility as an Arabic language learning medium. Researchers used the R&D method with the ADDIE development model. A total of 24 class X SMA Islam Nusantara were used as research subjects. The results of this study were the development of media in the form of an Arabic crossword book whose material consisted of 6 chapters in odd-even semesters and was compiled based on the 2013 curriculum Arabic language package. This crossword media received a very decent category, namely 82% from material experts and 88% from media experts. This product received a very positive response in trials on students with an average score of 89%. Based on these percentages, it can be concluded that the crossword puzzle media for the Arabic text reading skills of class X high school students is stated to be very valid and feasible to use.Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil pengamatan, bahwasanya pembelajaran bahasa Arab di SMA Islam Nusantara masih didominasi oleh peran aktif guru. Hal ini dikarenakan dalam pemberian materi guru hanya menggunakan bahan ajar tanpa adanya media pembelajaran yang mampu membangkitkan semangat siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media teka-teki silang dan mendeskripsikan kelayakannya sebagai media pembelajaran bahasa Arab. Peneliti menggunakan metode R&D dengan model pengembangan ADDIE. Sebanyak 24 siswa kelas X SMA Islam Nusantara dijadikan subjek penelitian. Hasil penelitian ini berupa pengembangan media berbentuk buku teka-teki silang bahasa Arab yang materinya terdiri dari 6 bab semester ganjil-genap dan disusun berdasarkan buku paket bahasa Arab kurikulum 2013. Media teka-teki silang ini memperoleh kategori sangat layak yaitu 82% dari ahli materi dan 88% dari ahli media. Produk ini mendapat respon sangat positif dalam uji coba kepada siswa dengan perolehan skor rata-rata mencapai 87,5%. Berdasarkan persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa media teka-teki silang untuk memahami teks bahasa Arab siswa kelas X SMA dinyatakan sangat valid dan layak digunakan

    Dialek Arab Fusha dan Arab Amiyah Yaman dalam Aspek Kosakata, Fonologi, dan Morfologi

    No full text
    Arabic is one of the branches of the Semitic language family that still exists and continues to develop rapidly today. One indicator of this development is the presence of various dialects within the Arabic language. These dialects have spread across regions, from West Asia (the Middle East) to North Africa. As a result, what is known as fuṣḥá Arabic and ‘āmiyah Arabic emerged. Fuṣḥá is the standard form of the language, while ‘āmiyah refers to regional dialects. This research discusses the differences between Fuṣḥá Arabic and Yemeni Arabic. The study was conducted due to the lack of research explicitly addressing the distinctions between these two forms. This research explores how Yemeni Arabic is used in daily life and how it differs from Fuṣḥá Arabic. The method used is a literature review with a qualitative descriptive approach. The findings reveal several key differences between Fuṣḥá Arabic and Yemeni Arabic, which are categorized into three main aspects: vocabulary, phonology, and stylistics. These aspects are analyzed in detail, highlighting the linguistic distinctions between the two varieties.Bahasa Arab merupakan salah satu dari cabang rumpun Bahasa Smith yang masih eksis dan berkembang pesat hingga sekarang. Salah satu indikator yang menunjukan bahwa Bahasa Arab berkembang pesat adalah adanya berbagai macam dialek yang ada dalam Bahasa Arab. Diakek tersebut tersebar ke berbagai wilayah mulai dari Asia Barat (Timur Tengah) hingga Afrika Utara. Maka munculah apa yang disebut Bahasa Arab Fusha dan Bahasa Arab Amiyah. Bahasa Arab Fusha  adalah Bahasa Arab standar sedangkan Bahasa Arab Amiyah adalah dialek kedaerahan. Penelitian ini membahas tentang perbedaan Bahasa Arab Fusha dan Bahasa Arab Amiyah Yaman. Penelitian dilakukan karena belum adanya studi secara eksplisit yang membahas perbedaan antara Bahasa Arab Fusha dan Bahasa Arab Amiyah Yaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bahasa Arab Amiyah Yaman yang digunakan dalam keseharian dan perbedaannya dengan bahasa Arab Fusha. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil yang didapatkan adalah rincian perbedaan antara Bahasa Arab Fusha dan Bahasa Arab Amiyah Yaman secara umum terdiri atas bebarapa aspek. Aspek-aspek tersebut adalah perbedaan kosa kata, perbedaan fonologi, dan perbedaan morfologii. Kemudian aspek tersebut dijabarkan dan ditemukanlah perbedaan antara Bahasa Arab Fusha dan Bahasa Arab Amiyah Yaman

    The Mentality of the Main Character in the As-Shadiiq Yusuf Film Series (A Study of Literary Psychology): Mentalitas Tokoh Utama dalam Film Serial As-Shadiiq Yusuf as (Kajian Psikologi Sastra)

    No full text
    This research aims to identify and describe the mentality of the main character in the series film Prophet Yusuf (as). The focus of the study is the character, traits, and temperament of the character based on their age development, as well as the didactic values contained within to refine the audience's mentality so that they remain optimistic in living their lives under the guidance of Allah SWT. The method used is qualitative research with a descriptive-analytical approach. Data were analyzed using content analysis techniques based on psychological interpretation, which systematically and comprehensively reads and explains text through the showingmethod. The research findings indicate that the main character's mentality is divided into four developmental stages. As a child, he was obedient, steadfast, patient, and full of love. During adolescence, the spirit of influence, steadfastness in truth, keeping promises, and compassion for others emerge. In adulthood, the figure possesses a strong personality, does not succumb to evil, is patient in suffering, is knowledgeable, has noble character, is able to control desires, and is firm against the deceptions of Satan. During his reign, he demonstrated a trustworthy spirit in leadership and intelligence in overcoming problems, particularly in facing fourteen years of harvest and famine.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan mentalitas tokoh utama dalam film serial Nabi Yusuf as. Fokus kajian adalah karakter, sifat, dan watak tokoh berdasarkan perkembangan usianya, serta nilai didaktik yang terkandung untuk memperhalus mental penonton  agar tetap optimis dalam menjalani hidup di bawah bimbingan Allah swt. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) berdasarkan interpretasi psikologis, yang membaca dan menjelaskan teks secara sistematis dan menyeluruh melalui metode showing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentalitas tokoh utama terbagi dalam empat tahap perkembangan. Pada masa kecil, ia bersifat penurut, tabah, sabar, dan penuh kasih. Pada masa remaja, muncul jiwa pengaruh, keteguhan pada kebenaran, menjaga amanah, serta kasih sayang kepada sesama. Pada masa dewasa, tokoh memiliki kepribadian kuat, tidak tunduk pada kemungkaran, tabah dalam penderitaan, berpengetahuan luas, berperangai luhur, mampu mengendalikan hawa nafsu, dan tegas terhadap tipu daya syetan. Pada masa berkuasa, ia menunjukkan jiwa amanah dalam kepemimpinan serta kecerdasan dalam mengatasi masalah, khususnya menghadapi masa panen dan paceklik selama empat belas tahun

    Fa‘āliyat Istikhdām al-Wasā’iṭ al-Ta‘līmīyah al-Sam‘īyah al-Baṣarīyah fī Ta‘līm Tamrīn al-Lughah al-‘Arabīyah

    No full text
    The issue of low motivation and poor student performance in Arabic language learning remains a major challenge in many educational institutions. One contributing factor is the continued use of monotonous and minimally interactive teaching methods. This study aims to examine the effectiveness of interactive audio-visual learning media, particularly PowerPoint-based presentations, in enhancing students’ motivation and learning outcomes in language exercise (tamrīn al-lughah) lessons. The research was conducted in the 2025 academic year at the Islamic Modern Institute Darussalam Gontor, Ponorogo, using a quantitative approach and a quasi-experimental design. The study involved two groups: an experimental class that received instruction through audio-visual media, and a control class that followed conventional teaching methods. Statistical analysis using the Independent Samples T-Test showed a significant difference between the two groups. The experimental class achieved an average score of 8.48, while the control class only reached 6.32, with a significance value of 0.02 (< 0.05). These results indicate that interactive audio-visual media can significantly improve student engagement and comprehension in Arabic language learning. This study underscores the importance of pedagogical innovation, particularly the integration of multimedia tools, in creating a more dynamic and effective learning environment for foreign language acquisition

    Tipe Kepribadian Tokoh Utama dalam Cerpen al-Dunya> Riwa>yah Karya Tawfi>q al-H}aki>m: Kajian Psikologi Sastra Carl Gustav Jung

    No full text
    This study aims to analyze the personality types of the main character in the short story al-Dunyā Riwāyah by Tawfīq al-Ḥakīm. The research is based on the view that personality in literary works represents the psychological aspects of characters, which can deepen the understanding of the plot and conflict. The method used is descriptive qualitative with a psychology of literature approach, applying Carl Gustav Jung’s theory of personality. Data collection techniques include reading, note-taking, and translation, while data analysis is conducted narratively through the stages of identification, classification, and psychological interpretation of the main character. The results show that the main character in this short story represents eight personality types according to Jung: introvert-thinking, introvert-feeling, introvert-sensing, introvert-intuition, extrovert-thinking, extrovert-feeling, extrovert-sensing, and extrovert-intuition. These findings reveal the character’s psychological complexity and may serve as a reference for future research exploring Arabic literature through a psychology of literature lens, particularly using Jung’s theory.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe kepribadian tokoh utama dalam cerpen al-Dunya Riwayah karya Tawfiq al-Hakim. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori tipe kepribadian psikologi sastra Carl G. Jung. Penelitian ini menggunakan data-data tertulis yang terdapat dalam cerpen ini yang menunjukkan kecocokan tipe kepribadian tokoh utama dalam perspektif Carl G. Jung. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat dan terjemah. Data dalam penelitian ini dianalisis mengunakan teknik analisis data dengan mengidentifikasi, menganalisis dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat delapan tipe kepribadian menurut Carl G. Jung terdapat pada tokoh dalam cerpen ini: introvert-pemikir, introvert- perasa, introvert- penginderaan, introvert- intuisi, ekstrovert- pemikir, ekstrovert-perasa, ekstrovert- penginderaan, ekstrovert-intuisi. Peneliti berharap agar penelitian ini bisa menjadi masukan untuk penelitian lainnya berkenaan dengan teori psikologi sastra Carl G. Jung

    Environment Keeper in Arabic Short Story: a Perspective of Ecocritical Theory

    No full text
    Parents play a crucial role in fostering children’s empathy and care for nature. However, in the modern era, these values are often neglected, leading to future behaviors such as indifference toward environmental destruction, improper waste disposal, and the exploitation of natural resources. Literary ecocriticism offers an alternative solution through children’s literature as a medium to instill ecological awareness. This study aims to explore forms of children’s sensitivity to nature in the short story Aṭfāl al-Ghābah by Muḥammad ‘Aṭīyah al-‘Ibrāshī, analyzed from a literary ecocritical perspective. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through reading and note-taking, then analyzed in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that children’s awareness is reflected in behaviors such as obeying the deer’s advice, avoiding harm to animals, rejecting exploitation, expressing joy in the forest’s beauty, feeling sadness upon leaving it, and demonstrating awareness of forest preservation. This study suggests that children’s literature can be an effective medium for environmental education, helping to foster a generation that respects and protects nature.Para Orang tua harus menanamkan sikap peduli dan cinta terhadap alam. Kenyataannya, orang tua di era modern tidak menanamkan sikap tersebut, sehingga anak tidak memiliki rasa empati terhadap alam dan lingkungan sekitarnya. Hal ini akan berdampak pada perilaku anak saat dewasa, seperti acuh tak acuh terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi, sembarangan membuang limbah berbahaya ke laut, bahkan menjadi individu yang mengeksploitasi alam. Ekokritik sastra menawarkan solusi penanganan permasalahan lingkungan melalui sastra anak untuk membentuk landasan kokoh bagi generasi yang mencintai dan peduli terhadap alam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kepekaan anak terhadap alam dan lingkungan yang terdapat dalam cerpen Athfalul Ghobah berdasarkan perspektif ekokritik sastra. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan mencatat. Teknik analisis data menggunakan tiga langkah yaitu reduksi data; dilakukan dengan memilah data hasil kajian analitis yang telah diperoleh, pemaparan data; penyajian data sesuai topik pembahasan, dan menyimpulkan; Hal ini dilakukan dengan merangkum data yang telah disajikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepekaan anak terhadap alam diketahui dengan menaati petunjuk rusa, tidak membunuh hewan yang ada di hutan, tidak melakukan eksploitasi, kegembiraan atas indahnya hutan, kesedihan saat keluar hutan, dan kesadaran menjaga hutan

    77

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Ma'rifah : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Arab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇