Al-Ma'rifah : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Arab
Not a member yet
    139 research outputs found

    Model Pembelajaran Bahasa Arab Materi al-Qawa'id al-Nahwiyyah

    Full text link
    Artikel ini membahas tentang model pembelajaran bahasa Arab, yang difokuskan pada materi al-Qawa'id al-Nahwiyyah. Sebagian besar pembelajar berasumsi belajar bahasa Arab itu dipandang sulit dan rumit, oleh karena itu artikel ini menawarkan model pembelajaran al-Qawa'id al-Nahwiyyah yang mudah dan sederhana untuk dipahami para pembelajar. Pembaca bisa memperoleh informasi tentang berbagai macam metode dan langkah-langkah pembelajaran berbagai macam metode tersebut. Tentu dalam pelaksanaan di lapangan tidak boleh kaku, tetapi harus fleksibel dan menyesuaikan dengan situasi, kondisi, konteks, dan setting pembelajaran.&nbsp

    Ide Pembaharuan Napoleon Bonaparte dan al-Tahtawi di Mesir

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengungkapkan ide-ide pembaharuan yang dilakukan Napoleon Bonaparte dan Al-Tahtawi di Mesir. Penelitian ini menggunakan studi pustaka, berupa menelusuri literatur-literatur yang terkait dengan tema, membaca dan menganalisis untuk menentukan ide-ide pembaharuan yang dilakukan Napoleon Bonaparte dan Al-Tahtawi di Mesir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ide-ide pembaharuan yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte di Mesir adalah: (1) ide sistem pemerintahan republik, (2) ide persamaan, dan (3) ide kebangsaan. Sedangkan ide-ide pembaharuan yang dilakukan oleh Al-Tahtawi di Mesir adalah: (1) ketatanegaraan, (2) pendidikan, dan (3) patriotisme.Penelitian ini bertujuan mengungkapkan ide-ide pembaharuan yang dilakukan Napoleon Bonaparte dan Al-Tahtawi di Mesir. Penelitian ini menggunakan studi pustaka, berupa menelusuri literatur-literatur yang terkait dengan tema, membaca dan menganalisis untuk menentukan ide-ide pembaharuan yang dilakukan Napoleon Bonaparte dan Al-Tahtawi di Mesir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ide-ide pembaharuan yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte di Mesir adalah: (1) ide sistem pemerintahan republik, (2) ide persamaan, dan (3) ide kebangsaan. Sedangkan ide-ide pembaharuan yang dilakukan oleh Al-Tahtawi di Mesir adalah: (1) ketatanegaraan, (2) pendidikan, dan (3) patriotisme

    Evaluasi Pengajaran Guru Bahasa Arab di MAN III Rawasari, Jakarta Pusat

    Full text link
    Teacher’s self evaluation is a way to guide teachers in identifying strengths and weaknesses in learning. Improving teacher’s professionalism started by recognizing and realizing the weaknesses in learning, and by a willingness to enhance self competence. This article is a result of a research that examined four domains that affect students achievement, namely the strategies and teacher’s behavior in learning, planning and preparation done before learning, reflection on learning, and collegiality that supported teacher professionalism. This study aims at describing the strengths and weaknesses of teacher’s in Arabic learning process, and describing the need for teachers to increase professionalism. This study aims to describe the strengths and weaknesses of teachers in Arabic learning process, and describe the need for teachers to increase frofesionalism in teaching. The data was obtained by an instrument in form of a questionnaire of teacher’s self evaluation. Respondents consisted of Arabic teacher senior high school of the MAN 3 Rawasari, Jakarta. The instrument used has been validated. The result showed that most of the teachers carried out most of the components contained in the strategies and teaching behaviors and implemented teaching planning and preparation. In teaching planning and in learning process, however, teacher colleagues were still rarely involved for professional development. Reflection on the learning process and planning is rarely conducted jointly with colleagues. For further improvement of teacher learning, more intensive discussion with colleagues, principals, and supervisors are required. Besides, teachers can observe teaching process of other teachers, obtain feedback on learning not only from colleagues but also from principals and supervisors, and coaching done by the principal or learning expert

    مشكلة الأصوات العربية للناطقين باللغة الاندونيسية وطريقة تدريسها

    No full text
    يبدو نطق اللغة هو النهج الصحيح، وأفضل طريقة لتعلم لغة أجنبية وإتقانها. مهما كان الطالب قد وجد المفردات والقواعد والهياكل ومعرفة السياقات اللغوية، فإنه لا يزال محدودا في أداء اللغة الثانية، إلا أنه يحسن أصواتهم يصدرها. وبالتالي، لم يتوفر العديد من الطرق القديمة في المتكلمين لغة التعليم لا يخرج فيه (على الرغم من أنها قراءتها وكتابتها أيضا، مثل طريقة القواعد والترجمة). إهمال النطق الاهتمام المناسب لأصوات اللغة العربية في طريقة القواعد والترجمة؛ وأصبح اللحن الذي،  يأخذون في وقت لاحق أن تتكون من المعلمين، بعدهم، بما في ذلك أولئك الذين تمريرها عن طريق الخطأ، واتضح فقط لأولئك الذين يعرفون لغة، وأجاد أصواتهم يصدرون. عندما نطق المتعلم من الصوت، والرافضة ماهر عن مخارج من الصفات خفية، أن صوت نطق نطق السمعية أو حيث عوج وعطل

    Permainan Bahasa Domino Arab dalam Meningkatkan Kemampuan Sintaksis Bahasa Arab (Nahwu)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan media permainan bahasa "domino" terhadap kemampuan sintaksis bahasa Arab pada mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2015 A UNJ. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian kualitatif, Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan kegiatan pembelajaran dalam mengatasi kesulitan mahasiswa dalam penguasaan sintaksis bahasa Arab (Nahwu). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, pemanfaatan permainan bahasa "domino" sangat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemampuan sintaksis bahasa arab mahasiswa. Pada pra tindakan, rerata hasil belajar 57 % namun setelah peneliti melakuakan treatment atau tindakan dengan menggunakan permainan bahasa domino maka terdapat perubahan yang sangat signifikan dengan hasil 81

    Analisis Kecenderungan Penelitian Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta

    Full text link
    Penelitian ini membahas bagaimana mahasiswa JBSA memilih topik skripsi yang ditulisnya, dengan penjelasan beberapa bahasan topik penelitian, jenis penelitian, dan kecenderungan penelitian. Skripsi yang dihasilkan JBSA dalam kurun waktu 5 tahun tersebut tersebar dalam berbagai bidang kajian penelitian,  yang meliputi; penelitian kualitatif sejumlah 151 buah skripsi, penelitian kuantitatif sejumlah 100 buah skripsi, penelitian tindakan 62 buah skripsi,dan makalah ujian komprehesif 8 buah makalah.  Penelitian mahasiswa JBSA yang dihasilkan dari penelitian kualitatif sejumlah 151 buah itu berupa analisis isi dari gejala bahasa atau hasil karya sastra yang dikaji melalui kajian teoretik gejala atau fenomena bahasa, dari penelitian kuantitatif menghasilkan 100 buah yaitu 31%  tersebut berupa kajian uji korelasional 40 buah skripsi, uji eksperimen 35 buah skripsi, dan uji kausal komparatif menghasilkan 25 buah skripsi. Sedangkan Penelitian tindakan hanya 2 macam tindakan yaitu penggunaan media pembelajaran dan penggunaan metode dalam pembelajaran, Pembelajaran sejumlah 35 buah skripsi dan dalam penggunaan metode pembelajaran menghasilkan 27 buah skripsi Dari hasil  pembahasan, bila dilihat dari rasio hasil skripsi yang dihasilkan setiap semester terhadap penerimaan mahasiswa setiap tahun, Jurusan Bahasa dan Sastra masih menunjukkan angka keberhasilan yang diperoleh ± 90% . perolehan ini menunjukkan bahwa sebaran mata kuliah setiap semester memungkinkan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan masa studi tepat waktu yaitu dalam waktu 8 semester, sehingga JBSA secara akreditasi dapat dinilai berhasil. Variasi dan sebaran kajian mahasiswa dalam penelitian sudah cukup merata dalam berbagai jenis penelitian, baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif ataupun penelitian tindakan.. Dengan demikian mahasiswa JBSA telah memenuhi kriteria dalam memilih topik penelitian sesuai dengan ketertarikan dan kemampuan mereka. bila dilihat dari jenis penelitian kualitatif masih dalam taraf analisis deskriptif dan kuantitatif masih dalam uji analisis,  baik kuantitatif maupun kualitaif belum sampai pada taraf uji prediksi ataupun aplikasi, sehingga masih memungkinkan seorang mahasiswa memperdalam penelitian dari penelitian yang sudah dilakukan oleh mahasiswa sebelumnya

    Pembentukan Kata dan Istilah dalam Bidang Hubungan Internasional pada Bahasa Arab: Tinjauan Semantis dan Morfologis

    Full text link
    Istilah adalah kata atau rumus bahasa yang digunakan pada ilmu, bidang, maupun situasi tertentu. Istilah dibentuk dari kata yang dipandang cocok mewadahi konsep tertentu maupun kata yang diserap dari bahasa Asing karena tidak terdapat kata yang dipandang cocok dapat mewadahi konsep tertentu. Kata atau gabungan kata yang telah dibentuk menjadi istilah maknanya bersifat tetap, tepat, pasti, jelas, dan mantap sesuai bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Berbeda dengan kata yang pada umumnya dibentuk melalui berbagai proses morfologis, seperti konversi, afiksasi, reduplikasi, komposisi, abreviasi dan sebagainya, istilah dibentuk melalui proses penerjemahan, regenerasi, dan penyerapan. Namun karena istilah secara gramatikal berstatus kata atau gabungan kata, maka pembentukannya pun tidak dapat lepas dari proses morfologis maupun sintaksis. Penelitian ini selain mengkaji cara pembentukan istilah hubungan internasional pada buku yang berjudul Bahasa Arab Internasional karya Ibnu Burdah juga mengkaji aspek gramatikal istilah-istilah hubungan internasional dalam buku tersebut. Dari penelitian ini ditemukan sejumlah 408 istilah dibentuk dengan cara terjemah, 1154 istilah dibentuk dengan cara regenerasi, dan 116 istilah dibentuk dengan penyerapan. Istilah-istilah hubungan internasional tersebut dibentuk mengikuti bermacam-macam struktur/ pola (wazn) dan forma (shighah/slot) tertentu. Terdapat Dari data yang tersedia terdapat 879 istilah dibentuk mengikuti forma mashdar, 215 istilah dibentuk mengikuti forma ism fa'il, 72 istilah dibentuk mengikuti forma ism maf'ul, 16 istilah dibentuk mengikuti forma ism tafdhil, 1 istilah dibentuk mengikuti forma fi'l madhi, 30 istilah dibentuk mengikuti forma ism makan, 7 istilah dibentuk mengikuti forma ism alah. Selain itu beberapa gabungan satuan istilah disatukan oleh beberapa konstruksi, yaitu 453 istilah dibentuk dalam konstruksi na'tiy, 233 istilah dibentuk dalam konstruksi idhafiy, 27 istilah dibentuk dalam konstruksi jariy, 4 istilah dibentuk dalam konstruksi 'athfiy, 2 istilah dibentuk dalam konstruksi mazjiy, dan 1 istilah dibentuk dalam konstruksi isnadiy. Sisanya 124 istilah merupakan bentuk konstruksi kata mandiri atau disebut dalam bahasa Arab bunyah basithah

    قضية الترتيب في الجملة الإسمية العربية

    No full text
    Penelitian ini termasuk penelitian di bidang sintaksis Arab (ilmu nahwu). Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan analisis struktur gramatika bahasa Arab yang membahas urutan struktur jumlah ismiyyah yang memiliki fungsi subjek (mubtada`) dan predikat (khabar). Mubtada` dan khabar merupakan dua unsur penting yang harus ada pada struktur jumlah ismiyah bahasa Arab. Khabar sesuai dengan mubtada` dari jenisnya; maskulin (mudzakar) dan feminin (muannats), jumlah; tunggal (mufrad), dua (mutsanna), dan banyak (jama'), definitif (ma'rifah) dan tidak definitif (nakirah), dan urutannya (tartib) bahwa mubtada` berada diawal kalimat. Dalam beberapa kasus, bahwa khabar berada di depan mubtada` bisa menjadi sebuah keharusan (wajib) untuk memberikan kesesuaian makna yang diinginkan oleh penuturnya (mutakallim). Sedangkan memaksakan posisi mubtada` berada diawal kalimat mengakibatkan kerancuan makna. Hasil dari penelitian ini, bahwa khabar wajib mendahului mubtada`; (1) apabila pada mubtada` terdapat kata ganti (dlamir) yang kembali kepada khabar atau bagian dari pada khabar, (2) struktur jumlah ismiyyah tidak bisa dipahami maknanya dengan benar kecuali dengan mendahulukan khabar dari mubtada`, 3) apabila mubtada` bersambung partikel fa'` jaza' setelah kata imma 4) apabila khabar termasuk kata yang wajib berada diawal kalimat

    Ijtihad-ijtihad (Interpretasi) Kebahasaan Tammam Hassan

    Full text link
    In this article the writer proposes ijtihad-ijtihad Tammam Hassan in the study of nahwu (Arabic grammatical). And ijtihadat lughawiyyah books which is his masterpiece is the climax of ijtihad that have been initiated since long. Among the results of ijtihad are the first, the view that science of nahwu should always be assessed and investigated, because the language had been developed, the study raised should not stop as long as there is progress in the language besides research methods must be reformulated. Second, the view that the Arabic sentences should pay attention to the elements of al-rashf, if not then an Arabic expression would be very difficult to be understood. The more disciplined in following this rule 'rashf' then the sentence will be more easily understood by the reading and listening public. Third, the view that the core purposes of make arrangement 'mabna' meaning is to succeed. in other words the rule 'mabna' could be violated if the meaning is not violated or not be ambiguous/unambiguous

    77

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Ma'rifah : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Arab
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇