Berkala Fisika Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
STUDI KUALITATIF GAYA BERPIKIR PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH FISIKA
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui profil gaya berpikir peserta didik dalam memecahkan masalah fisika dan menentukan gaya berpikir yang lebih kreatif dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah fisika. Penelitian ini dilakukan di MAN Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kombinasi metode wawancara dan analisis tugas tertulis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian mendeskripsikan gaya berpikir peserta didik dalam memecahkan masalah fisika yang dijabarkan dengan mind mapping dan menunjukkan bahwa gaya berpikir acak abstrak lebih kreatif dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah fisika di MAN Baraka. Kata kunci : gaya berpikir, pemecahan masalah, profi
PENGARUH CACAH KACA PENUTUP TERHADAP KENAIKAN SUHU MAKSIMUM AIR TANDON PADA KOLEKTOR SURYA PLAT DATAR
Sebuah alat peraga kolektor surya plat datar sejajar model serpentin telah dibuat dengan memanfaatkan bahan yang mudah didapat. Dalam uji coba alat peraga dikaji apakah penambahan cacah kaca penutup kolektor berpengaruh terhadap kenaikan maksimum suhu air tandon. Untuk setiap seting alat dilakukan pengamatan suh u air tandon sebagai fungsi waktu pada siang hari selama dua hari cerah dan hasil pengamatan suhu dirata -rata tersebut pada waktu (jam) yang sama. Dalam uji kontrol terhadap kestabilan suhu air tandon di bawah sinar surya tanpa kolektor surya, kenaikan maksimum suhu air tandon (4,5 ± 0,5)oC. Jika tandon air dihubungkan ke kolektor tanpa kaca penutup, kenaikan maksimum suhu air tandon mencapai (16,0 ± 0,7)oC, untuk satu kaca penutup kenaikan maksimum suhu air tandon mencapai (20,0 ± 0,7)oC, dan untuk dua  kaca penutup kenaikan maksimum suhu air tandon mencapai (23,0 ± 1,6)oC. Dapat disimpulkan bahwa penambahan cacah kaca penutup kolektor surya hingga dua kaca penutup dapat meningkatkan kenaikan maksimum suhu air tandon
PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PADA SISWA DI SMA NEGERI 4 MAGELANG, JAWA TENGAH
Lemahnya pemahaman konsep siswa dalam belajar fisika pada umumnya disebabkan para pengajar dalam menggunakan metode atau pendekatan pembelajaran kurang relevan yang cenderung bersifat memompakan informasi kepada siswa, belum bisa meningkatkan pemahaman konsep secara optimal, belum bisa meningkatkan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran, dan juga belum bisa mengembangkan perilaku baik siswa yang terkait dengan perubahan pemahaman konsep yang perlu diteliti.  Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas melalui tiga siklus, diterapkan pada siswa kelas X-6 di SMA Negeri 4 Magelang Jawa Tengah pada semester genap tahun 2007/2008 melibatkan 36 siswa.Hasil penelitian pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran. Setelah diberi pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis inkuiri ternyata juga dapat mengembangkan perilaku baik siswa yang terkait dengan perubahan pemahaman konsep fisika. Umumnya siswa yang berperilaku baik dan amat baik pemahaman konsepnya mayoritas juga meningkat nilainya memenuhi kriteria ketuntasan minimal sama dengan 65, selalu aktif, komunikatif, dan bergairah dalam belajar
PEMBELAJARAN IPA MODEL INTEGRATED UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PADA POKOK BAHASAN ENERGI DI SMP NEGERI PURWOREJO, JAWA TENGAH
Telah dilakukan penelitian  yang  bertujuan  untuk  mengetahui peran IPA model  integrated  dalam  meningkatkan motivasi  dan  hasil belajar  peserta didik,  serta untuk  mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan  pembelajaran   IPA  model  integrated  pada pokok bahasan energi.  Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental  semu dengan subjek penelitian  siswa kelas VIII SMP N 28 Purworejo, Jawa Tengah, dengan sampel sebanyak 2 kelas,  yaitu kelas VIII E sebanyak 32 orang sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII F sebanyak 32 orang sebagai kelompok kontrol. Alat ukur penelitian berupa  soal dan kuesioner yang sudah diuji  validitas dan reliabilitasnya. Teknik  analisis yang digunakan adalah uji beda, yaitu   independent sample t test  dan  paired sample t  test.  Hasil uji beda kemampuan awal kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan  tidak ada perbedaan signifikan skor pretes  antara kelompok eksperimen dan kontrol,  sedang hasil uji beda  postes  dan  pretes  kelompok eksperimen dan kelompok kontrol  menunjukkan  terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai  postes  dan rata-rata nilai  pretes  kelompok eksperimen.  Pada kelompok kontrol juga terjadi perbedaan yang signifikan rata-rata nilai  postes  dan rata-rata nilai  pretes,  sehingga  untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran IPA  model integrated terhadap hasil belajar IPA digunakan uji beda rata -rata indeks  peningkatan  (gain index)  kedua kelompok. Indeks  peningkatan  rata-rata kelompok eksperimen menunjukkan  bahwa  penerapan pembelajaran IPA  model  integrated  dapat  meningkatkan hasil belajar IPA.Ternyata  indeks  peningkatan  motivasi kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran IPA  model integrated  lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan indeks  peningkatan  motivasi dari kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA model  integrated  pada pokok bahasan energi dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar di SMP Negeri Purworejo
PEMAHAMAN KONSEP SISWA SETELAH MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI FISIKA YANG TIDAK SESUAI FISIKA
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mendeskripsikan pemahaman konsep yang dimiliki siswa setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media animasi fisika tetapi tidak sesuai fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah siswa kelas X sebuah SMA di Kab. Sleman yang dipilih secara acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 10% siswa untuk topik Gaya Gesekan dan 30% siswa untuk topik Gaya Sentripetal mengalami penurunan pemahaman konsep setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media animasi fisika yang tidak sesuai fisika. Pada topik Gaya Gesekan, siswa kurang memahami dengan baik adanya gaya gesekan statis pada benda yang diam, N f statis, , titik kerja dan arah gaya gesekan. Pada topik Gaya Sentripetal, dan menganggap bahwa gaya sentripetal merupakan lintasan lingkaran itu sendiri, gaya sentripetal adalah gaya yang muncul tersendiri dan tidak memahami bahwa gaya sentripetal adalah julukan atau aliasuntuk gayagaya yang merupakan penyebab gerak melingkar. Selain itu siswa juga mengalami kekeliruan dalam memahami konsep munculnya gaya normal. Dapat disimpulkan bahwa media animasi yang diharapkan dapat membantu peningkatan pemahaman konsep justru malah dapat menjerumuskan siswa jika isi dari animasi tidak sesuai dengan konsep yang benar
THE DETERMINATION OF OPTICAL BAND AND OPTICAL CONSTANTS OF MnO2THIN FILMS PREPARED BY SPRAY PYROLYSIS
Polycrystal MnO2thin films have been deposited using spray pyrolysis deposition technique under a varied thickness. By analyzing the X-ray diffraction, the structure of deposited films was found to be polycrystalline. Different optical properties of these films have been investigated by observing the optical absorption and transmission spectra. Various optical constants such as optical energy gap, the width of band tails of localized states into the gap, and steepness parameter, were calculated and the variation of various optical parameters such as refractive index, extinction coefficient and dielectric constant, with phonon energy are estimated
AKTIVITAS DAN PERSEPSI PESERTA DIDIK DALAM IMPLEMENTASI LABORATORIUM VIRTUAL PADA MATERI FISIKA MODERN DI SMA
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas dan persepsi peserta didik yang diajar dengan pembelajaran berbasis laboratorium virtual pada materi Fisika Modern. Jenis penelitian adalah pra-eksperimen, dan sampel populasi berupa peserta didik kelas XII IPA SMA Tut Wuri Handayani, Makassar, Sulawesi Selatan, sebanyak 14 orang. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berada di atas 80% dari setiap kriteria yaitu memperhatikan demonstrasi, mencari konsep, melakukan perhitungan, latihan, mengkategorikan, menjelaskan konsep, mempresentasikan, dan mengkreasikan proses. Persentase persepsi peserta didik adalah 91,03%, yang menunjukkan bahwa peserta didik sangat setuju terhadap pembelajaran yang dilakukan
PENENTUAN KOEFISIEN VISKOSITAS AIR MENGGUNAKAN METODE GETARAN PEGAS DENGAN KOREKSI KEDALAMAN PENETRASI DAN KOREKSI EFEK DINDING
Telah dilakukan penelitian untuk menentukan koefisien viskoitas air pada suhu kamar dengan mengamati getaran teredam sebuah bola di dalam air. Analisis matematis dilakukan dengan menggunakan hukum Landau-Lifshitz, yang merupakan generalisasi hukum Stokes, sehingga muncul koreksi kedalaman penetrasi. Pengamatan posisi bola dilakukan dengan program Tracker,  dan untuk membantu perhitungan dilakukan analisis regresi linier dengan program REGLIN berbasis Compaq Visual Fortran 6.5 pada sistem operasi Windows XP. Dari gradien garis hasil regresi, periode getaran, massa dan diameter bola diperoleh rata-rata koefisien viskositas air sebesar ( ) poise jika tidak dilakukan koreksi efek dinding, lebih besar dari nilai acuan (1,08 ± 0,07) x 10-2 poise. Dengan koreksi efek dinding diperoleh nilai rata-rata (1,16 ± 0,08) x 10-2poise, sesuai nilai acuan
PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MELALUI PENGALAMAN EMPIRIS: KASUS PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK MELINGKAR PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 4 MAGELANG, JAWA TENGAH
Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui perbedaan antara pemahaman konsep fisika siswa tentang gerak melingkar dengan metode CTL dan dengan metode ceramah, serta untuk mengungkap seberapa besar kontribusi variabel sertaan kemampuan awal fisika, kemampuan numerik dan kemampuan verbal terhadap pemahaman konsep fisika siswa. Populasi adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Magelang, dan sebagai sampel adalah siswa kelas X-2 dan X-3.Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Berdasarkan hasil undian, kelas X-2 diambil sebagai kelas kontrol dan kelas X-3 sebagai kelas eksperimen. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran fisika dengan metode CTL, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan pembelajaran fisika dengan metode ceramah. Adapun data kemampuan awal fisika diperoleh melalui hasil pretes, data kemampuan numerik dan data kemampuan verbal diperoleh melalui hasil psikotes, sedangkan data pemahaman konsep fisika siswa diperoleh melalui postes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t, uji Anacova yang diteruskan dengan uji beda rata-rata nilai (BRS) dan regresi. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji-t dan Anacova, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara pemahaman konsep fÃÂsika siswa ketika digunakan metode CTL dan ketika digunakan metode metode ceramah, tidak bergantung pada kemampuan awal fÃÂsika, kemampuan numerik, dan kemampuan verbal. Berdasarkan hasil uji BRS, disimpulkan bahwa tingkat pemahaman konsep fÃÂsika melalui metode CTL lebih tinggi dibandingkan dengan melalui metode ceramah. Di samping itu, disimpulkan bahwa tiga variabel sertaan yaitu kemampuan awal fÃÂsika, kemampuan numerik, dan kemampuan verbal memberi kontribusi yang positif terhadap pemahaman konsep fÃÂsika, dengan kontribusi relatif berturutturut 68,8%, 25,9%, dan 5,3%, sedangkan kontribusi efektif berturut-berturut 42,79 %, 16,11 %, dan 3,30 %