Berkala Fisika Indonesia
Not a member yet
    128 research outputs found

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PURWANTORO WONOGIRI, JAWA TENGAH

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk mengungkap apakah model pembelajaran kolaboratif yang diterapkan pada materi  kinematika gerak lurus dan motivasi belajar dapat meningkatkan hasil belajar fisika dibanding metode ceramah. Penelitian juga ditujukan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran kolaboratif yang dikaitkan dengan motivasi belajar siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Purwantoro di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Penetapan subyek menggunakan teknik incidental sampling. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan menekankan aktivitas membangun kerjasama antarsiswa dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan  pembelajaran. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dan angket motivasi dengan skala Likert. Instrumen telah diujicoba untuk mengetahui indeks validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Pada taraf reliabilitas α= 0,05, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar yang diberi perlakuan model pembelajaran kolaboratif dengan lebih tinggi dibanding pada metode ceramah, (2) hasil belajar yang diberi perlakuan model pembelajaran kolaboratif lebih tinggi dibanding dengan metode ceramah yang dikaitkan dengan motivasi belajar. Sumbangan motivasi belajar terhadap peningkatan hasil belajar fisika dengan model pembelajaran kolaboratif adalah 64,8 %

    INFLUENCE OF SUBSTRATE TEMPERATURE ON THE STRUCTURAL AND OPTICAL PROPERTIES OF CdS THIN FILMS

    Get PDF
    CdS thin films were deposited on glass substrates at different temperatures by chemical spray pyrolysis. The prepared films were characterized by X-ray diffraction (XRD), Atomic Force Microscopy (AFM) and UV-Visible spectrophotometer. X-ray diffraction study shows a phase transition from cubic to hexagonal phase with the increase in substrate temperature from 200 °C to 400 °C and improves the crystalline of films. AFM analysis shows that the root mean square (RMS) surface roughness ranges from 15 nm for 200 °C films to 24.9 nm for 400 °C films. Optical characterization indicates that deposited film by chemical spray pyrolysis at different temperatures has a small decrease in band gap, which can be related to a phase change from cubic to hexagonal phase

    Daftar Isi

    Get PDF
    VOLUME 5 NOMOR 2JULI 201

    ANALISIS FASA KRISTAL TERBENTUK PADA BAHAN GELAS METALIK BERBASIS ZIRKONIUM ANTARA SUHU 440 - 480?C

    Get PDF
    Telah dilakukan analisis fasa kristal yang terbentuk pada bahan gelas metalik berbasis zirkonium pada  suhuantara  440?  -  480?C.  Yaitu paduan  Zr53.1Cu23Ni18Al5.9, Zr65Cu17.5Ni10Al7.5  dan Zr69.5Cu12Ni11Al7.5  yang dipanaskan di  atas  suhu  kristalisasi (Tx)  antara 440?  -  480?C selama 1 jam. Sampel diuji difraksi sinar-X (XRD) sebelum dan sesudah dipanaskan untuk mengetahui fasa kristal yang terbentuk. Hasil identifikasi menunjukkan kristal yang terbentuk selama pemanasan terdiri dari ZrO2 (tetragonal) sebagai fasa dominan serta CuO dan NiO sebagai fasa minor. Selain itu terdapat fasa intermetalik Zr2Ni pada paduan  Zr65Cu17.5Ni10Al7.5. Ukuran kristal fasa kristal yang terbentuk dihitung dengan menggunakan persamaan Scherrer. Untuk fasa ZrO 2  tetragonal ukuran kristalnya berkisar antara 10-17 nm, ZrO2  kubik  antara 7-14 nm, CuO antara 14-30 nm, NiO antara 13-16 nm dan Zr2Ni antara 14-16 nm

    PEMANFAATAN TRACKER DALAM EKSPERIMEN AYUNAN BANDUL TEREDAM UNTUK PENENTUAN KOEFISIEN VISKOSITAS UDARA DENGAN HUKUM LANDAU-LIFSHITZ

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk menentukan koefisien viskositas udara pada suhu kamar dengan mengamati ayunan teredam sebuah bandul matematis di udara. Analisis matematis dalam perancangan eksperimen menggunakan hukum Landau-Lifshitz, yang merupakan generalisasi hukum Stokes, sehingga muncul suatu koreksi yang dikenal sebagai kedalaman penetrasi. Pengamatan ayunan bola dilakukan dengan dua cara: yang pertama secara manual menggunakan stopwatch dan skala mistar, dan yang kedua memanfaatkan suatu program analisis video yang dikenal sebagai Tracker. Untuk membantu perhitungan dilakukan analisis regresi linier berbobot ln An terhadap cacah ayunan n, dengan An adalah amplitudo ayunan pada cacah ayunan ke-, serta uji kecocokan X2, dengan bantuan program REGLIN berbasis Compaq Visual Fortran 6.5 pada sistem operasi Windows XP. Berdasarkan nilai bilangan Reynolds maksimum yang diperoleh, aliran udara dalam ayunan bandul teredam bersifat laminer. Dari hasil uji kecocokan X2 dengan program REGLIN disimpulkan bahwa hubungan An terhadap cacah ayunan n adalah linier, sesuai dengan teori, dan selanjutnya dari gradien garis hasil regresi, periode ayunan, massa bola dan diameter bola diperoleh koefisien viskositas udara. Koefisien viskositas udara yang diperoleh dengan tiga buah beban berbeda, baik tanpa Tracker maupun dengan Tracker, ternyata sesuai satu sama lain. Ternyata penggunaan Tracker tidak meningkatkan ketelitian, hanya meningkatkan keseksamaan. Ternyata koreksi kedalaman penetrasi memberikan peningkatan ketelitian yang signifikan

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN PRETES DAN POSTES PADA MODEL PEMBELAJARAN CTL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR TENTANG MASSA JENIS

    Get PDF
    Untuk meningkatkan  hasil belajar  fisika  siswa, seorang guru memerlukan  model pembelajaran yang tepat,  dansalah satu    model pembelajaran yang  dapat  digunakan adalah  model CTL (Contextual Teaching and Learning)dengan pemberian pretes dan postes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan antara  hasil belajarsiswa pada model pembelajaran CTL dengan pemberian pretes dan postes  (kelas eksperimen)  dan  pada model pembelajaran CTL tanpa pemberian pretes dan postes (kelas kontrol) pada pokok bahasan massa jenis. Populasi penelitian ini adalah  siswa  kelas I SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta tahun ajaran  2005/2006. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik  cluster random sampling, dan kelas yang terpilih adalah kelas IB dan IC. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes yang terdiri atas 50 butir soal. Aspek yang dinilai meliputi aspek afektif,  kognitif dan psikomotorik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran CTL dengan memberikan pretes dan postes menghasilkan nilai rerata 27,63 sedangkan pada  kelompok  kontrol  diperoleh rerata 23,46. Dengan nilai hitungt=  2,29 dan tabelt= 2,00 pada taraf reliabilitas 5%  dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL dengan pemberian pretes dan postes  dapat meningkatkan  hasil belajar  siswa lebih besar dari pada model pembelajaran CTL  tanpa pemberian pretes dan postes

    NANOKRISTALISASI SUPERKONDUKTOR (Bi,Pb)2 Sr2 CaCu 2O8+? DENGAN METODE PENCAMPURAN BASAH

    Get PDF
    Bi2Sr2CaCu2O8+?(Bi-2212) merupakan bahan superkonduktif yang memiliki suhu kritis (Tc) sekitar 80 K. Pada penelitian ini dilakukan sintesis Bi-2212 murni dan Bi-2212 doping Pb dengan menggunakan metode pencampuran basah, untuk memperoleh ukuran kristal ?100 nm. Hasil sintesis dengan metode tersebut dikalsinasi dengan variasi suhu 400°C, 500°C dan 600°C selama satu jam serta 780°C selama 3 jam. Selanjutnya dilakukan sintering pada suhu 825°C dengan variasi waktu 1-5 jam. Hasil analisis dengan XRD menunjukkan bahwa Bi-2212 tanpa doping dengan sintering selama 1-5 jam memiliki ukuran kristal yang mencapai ~ 90 nm dengan fraksi volume 68%, sedangkan Bi-2212 doping Pb dengan sintering selama 1-3 jam menghasilkan ukuran kristalnya ~ 100 nm dengan fraksi volume mencapai 85%

    Parametrisasi Fungsional Kerapatan-tenaga Fayans dalam Ruang Koordinat untuk Perhitungan Swakonsisten Keadaan Dasar Inti dengan Inti ZR90 Sebagai Acuan

    Get PDF
    Telah dikembangkan suatu metode perhitungan keadaan dasar inti bola dalam ruang koordinat secara swakonsisten dengan menggunakan fungsional kerapatan-tenaga Fayans. Parametrisasi fungsional dilakukan berdasarkan data eksperimental jari-jari muatan inti ajaib rangkap Zr90. Himpunan parameter terbaik yang diperoleh menunjukkan bahwa gaya permukaan dalam fungsional dapat diabaikan

    Daftar Isi

    Get PDF
    VOLUME 4 NOMOR 1 & 2JANUARI & JULI 201

    Penerapan Kecerdasan Majemuk untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik di SMAN 2 Magelang, Jawa Tengah

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian yang bertujuan  untuk mengetahui hasil  belajar fisika pada peserta didik dengan kecerdasan matematis-logis lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik dengan kecerdasan verbal-linguistik dan peserta didik dengan kecerdasankinestetik-badani  pada penggunaan metode Explicit Instruction (EI), untuk mengetahui hasil belajar fisika pada peserta didik dengan  kecerdasan verbal-linguistik lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik dengan kecerdasan matematis-logis dan peserta didik dengan kecerdasan kinestetik-badani  pada penggunaan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), dan untuk mengetahui hasil  belajar fisika pada peserta didik dengan  kecerdasan kinestetik-badani  lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik dengan kecerdasan matematis-logis dan peserta didik dengan kecerdasan verbal-linguistik  pada penggunaan metode  Student Facilitator and Explaining (SFE). Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Magelang, Jawa Tengah. Sebagai sampelnya adalah peserta didik yang memilih IPA terdiri dari  89 siswa kelompok matematis–logis, verbal-linguistik dan kinestetik-badani. Pengambilan  sampel berdasarkan pengelompokan yang diambil dari hasil psikotes peserta didik yang masuk ke jurusan IPA. Teknik analisis yang digunakan adalah  uji korelasi Pearson, regresi linier berganda yang diteruskan  dengan  uji  beda rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) penerapan metode EI untuk kelompok matematis-logis, kelompok verbal-linguistik maupun kelompok kinestetik-badani tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan satu sama lain; hal ini tidak mendukung teori Gardner yang menyatakan bahwa setiap orang akan dapat belajar apapun dengan mudah bila bahan itu disajikan sesuai dengan kecerdasan  yang menonjol pada orang tersebut,     (2) dalam penelitian ini   kelompok verbal-linguistik bila diajar dengan metode CIRC memperoleh hasil belajar yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kelompok matematis-logis dan juga secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan  kelompok kinestetik-badani, dengan kata lain metode CIRC untuk kelompok verbal-linguistik mendukung teori Gardner, (3) penerapan metode SFE pada ketiga kelompok tidak menunjukkan perbedaan secara signifikan satu sama lain; suatu indikasi bahwa metode SFE sesuai untuk  kelompok matematis-logis, kelompok verbal-linguistik maupun kelompok kinestetik-badani, sehingga tidak mendukung teori Gardner

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Berkala Fisika Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇