Berkala Fisika Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Penentuan Modulus Young Kawat Besi dengan Percobaan Regangan
Salah satu subbab dalam pokok bahasan elastisitas yang dipelajari di klas XI SMA adalah odulus Young, dan pokok bahasan ini diharapkan akan lebih mudah dipahami oleh siswa jika dilakukan percobaan atau demonstrasi. Untuk itu, telah dibuat suatu alat percobaan untuk menentukan modulus Young kawat logam, dalam hal ini diambil sampel kawat yang terbuat dari besi. Untuk meningkatkan ketelitian, digunakan analisis regresi linier berbobot dengan dua metode: yang pertama, regresi linier perubahan panjang kawat, ?L terhadap massa beban, m pada panjang mula7mula, L0 tetap; yang kedua, regresi linier ?L terhadap L0 pada massa, m tetap. Untuk perhitungan regresi digunakan program REGLIN yang ditulis dalam bahasa Compaq Visual Fortran 6.5 dan dijalankan dengan sistem operasi Windows XP. Keluaran program regresi ini adalah koefisien7koefisien fungsi linier, yaitu 0 a dan 1 a beserta ralatnya. Dalam perhitungan akhir modulus Young digunakan nilai kemiringan garis hasil regresi linier berbobot, 1 a serta m, L0, dan diameter kawat, d. Dengan program yang sama juga dilakukan uji chisquare (?2) untuk menguji korelasinya, dan terbukti ada korelasi linier ?L dan m pada L0 tetap, serta ?L dan L0 pada m tetap. Dilakukan pula uji ?2 untuk mengetahui korelasi antara nilai modulus Young yang diperoleh dan kadar besi, dan terbukti tidak ada korelasi. Agar diperoleh hasil yang teliti untuk menentukan percepatan gravitasi bumi, dilakukan percobaan bandul matematis dengan analisis regresi linier berbobot kuadrat periode terhadap panjang tali, dan diperoleh g = (9,76 ± 0,07) m/s2. Percobaan modulus Young dilakukan dengan lima sampel kawat besi dengan diameter yang berbeda. Untuk metode pertama, yaitu dengan regresi EL terhadap m pada L0 tetap, diperoleh nilai modulus Young kawat besi (1,44 ± 0,02)1011 N/m2. Untuk metode kedua, yaitu dengan regresi EL terhadap L0 pada m tetap diperoleh nilai modulus Young kawat besi (1,55 ± 0,02) 1011 N/m2. Dapat disimpulkan bahwa alat percobaan untuk menentukan modulus Young yang dirancang terbukti dapat digunakan untuk menentukan modulus Young dengan hasil yang mendekati nilai acuan, yaitu 2,1×1011 N/m2
Peningkatan Aktivitas, Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Metode Sets di Kelas IXE SMP Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah pada Konsep Energi dan Daya Listrik
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) mengetahui aktivitas peserta didik dalam pembelajaran dengan model pembelajaran SETS, (2) mengetahui motivasi peserta didik dalam pembelajaran SETS dan (3) mengetahui hasil belajar peserta didik setelah pembelajaran melalui model pembelajaran SETS  pada konsep Energi dan Daya Listrik kelas IXE SMP Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah tahun pelajaran 2009/2010. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas dengan menggunakan desain Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus penelitian serta dilaksanakan 11 Oktober sampai dengan 23 Nopember 2009, dengan subjek penelitian peserta didik kelas IXE SMP Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah semester ganjil tahun pelajaran 2009/2010 yang berjumlah 24 siswa. Aspek yang diamati meliputi aktivitas, motivasi dan hasil belajar. Kegiatan diawali perencanaan, pemberian tindakan, observasi dan refleksi. Hasil refleksi tiap siklus digunakan sebagai bahan perencanaan tindakan selanjutnya. Teknik analisis data yang digunakan menekankan pada deskripsi data. Data yang terkumpul berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas peserta didik belajar fisika meningkat dari siklus I sebesar 30% menjadi 70% pada siklus II, motivasi peserta didik meningkat dari 45% menjadi 80%. Sedangkan untuk hasil belajar peserta didik mengalami kenaikan dari kondisi awal terhadap siklus I, siklus I terhadap siklus II maupun kondisi awal terhadap siklus II. Dari kondisi awal terhadap siklus I terdapat kenaikan dari 72,60 menjadi 78,21, dari siklus I terhadap siklus II terdapat kenaikan dari 78,21 menjadi 80,67, sehingga kenaikan rata–rata dari kondisi awal terhadap siklus II terdapat kenaikan dari 72,60 menjadi 80,67. Pada prosentase tuntas belajar juga juga terdapat kenaikan dari kondisi awal terhadap siklus I, siklus I terhadap siklus II, dan kondisi awal terhadap siklus II. Dari kondisi awal terhadap siklus I terdapat kenaikan prosentase tuntas belajar dari 42% menjadi 67%, dari siklus I terhadap siklus II terdapat kenaikan prosentase dari 67% menjadi 92%, sehingga kenaikan prosentase tuntas belajar dari kondisi awal terhadap siklus II terdapat kenaikan dari 42% menjadi 92%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran SETS pada konsep Energi dan Daya Listrik dapat meningkatkan aktivitas, motivasi dan hasil belajar peserta didik kelas IXE SMP Negeri 3 Purworejo tahun pelajaran 2009/2010
Penerapan Strategi Pembelajaran Probex untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Purworejo, Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2007/2008 pada Konsep Kalor
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas dengan tujuan yang pertama ingin membuktikan bahwa penerapan strategi pembelajaran Probex (predict observe explain) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi peserta didik. Kedua ingin meningkatkan hasil belajar fisika pada konsep kalor. Subyek penelitian adalah kelas VIIE SMP N 3 Purworejo, Jawa Tengah tahun pelajaran 2007/2008 sebanyak 24 peserta didik. Prosedur yang penulis lakukan dalam penelitian ini melalui dua siklus pada 20 April sampai dengan 3 Juni 2008. Siklus I dalam proses pembelajaran penulis menerapkan strategi pembelajaran Probex melakukan pengamatan keaktifan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, memberi postes untuk mengukur ketercapaian hasil belajar. Pada siklus II prosedur yang penulis lakukan sama dengan siklus I hanya dalam pembelajaran penulis tambah dengan pemanfaatan TIK. Hasil perlakuan pada siklus I dan II menunjukkan bahwa peserta didik selalu termotivasi  untuk belajar fisika meningkat dari siklus I 25% menjadi 52,5% pada siklus II. Sedangkan kerjasama meningkat dari siklus I 38% menjadi 44,2% pada siklus II.  Nilai pretes dan postes untuk konsep kalor juga meningkat ketuntasan dari 33,3% menjadi 66,6% pada siklus I dan nilai pretes dan postes pada siklus II  dengan ketuntasan 79% menjadi 95,8%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Probex pada konsep kalor dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar belajar fisika
Inversi Data Gravitasi Dua Dimensi dengan Meminimumkan Momen Inersia
Inversi data gravitasi dua dimensi dengan meminimumkan momen inersia telah direalisasikan menggunakan program Matlab berbasis Windows. Prinsip metode inversi ini adalah menggunakan fungsi bobot momen inersia, yaitu dengan mengambil tebakan pusat gravitasi atau garis yang melalui pusat gravitasi yang sesuai dengan profil data gravitasi. Pusat gravitasi yang ditetapkan menentukan besarnya fungsi bobot. Fungsi bobot momen inersia merupakan fungsi jarak dari tiap-tiap blok. Pengujian program untuk tujuh data sintetik diperoleh model hasil inversi yang mirip dengan bentuk model yang diuji dengan ralat maksimum 4,6% dan 6,53% untuk pengujian data lapangan. Namun demikian untuk pengujian benda terpisah diperoleh model hasil inversi yang tidak menggambarkan model benda yang diuji
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Gelombang Bagi Calon Guru Fisik
Pembelajaran fisika di sekolah dan di perguruan tinggi sering tidak melibatkan proses berpikir bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. Fakta di lapangan menunjukkan pembelajar lebih banyak menerima materi ajar pada domain pengetahuan dan pemahaman, sedangkan analisis, inferensi dan evaluasi kurang mendapat perhatian. Penelitian analisis kebutuhan (need assessment) ini merupakan bagian dari penelitian tentang pengembangan program pembelajaran gelombang yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Hasil pengolahan data awal berupa hasil ujian, menyatakan bahwa persoalan gelombang yang memuat kemampuan berpikir tingkat dasar telah dikuasai mahasiswa dengan baik (skor rerata 69,8), sedangkan yang memuat kemampuan berpikir tingkat tinggi belum dikuasai dengan baik (skor rerata 46,9). Proses pembelajaran perlupendekatan yang mengaktifkan mahasiswa, menggunakan strategi dan metode yang bervariasi, agar dapat membangkitkan motivasi dan meningkatkan keterlibatan aktivitas berpikirnya dalam belajar. Teknik evaluasi secara esai saja belum dapat menampilkan kompetensi dalam materi gelombang
PENGARUH ROTASI BUMI TERHADAP GERAK BANDUL MATEMATIS: KAJIAN TEORETIS DAN PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN WEB BUILDER
Telah dilakukan kajian teoretis untuk menjabarkan secara lengkap percepatan sentrifugal dan percepatan Coriolis dalam sistem koordinat bumi yang berrotasi serta pengaruhnya terhadap gerak bandul matematis. Bahan kajian tersebut diolah dalam bentuk website pembelajaran online dengan menggunakan perangkat lunak Web Builder tentang pengaruh rotasi bumi terhadap gerak bandul matematis sebagai pelengkap pembelajaran fisika untuk mata kuliah Mekanika pada program studi S1 Pendidikan Fisika. Pengembangan website menggunakan model pendekatan ADDIE (Analyze-Design-Develop-Implement-Evaluate). Selain Web Builder, perangkat lunak yang digunakan antara lain Adobe Flash, Ulead Editing Video, dan Corel Photo Paint. Kelayakan website sebagai media pembelajaran fisika diuji oleh pakar fisika, pakar multimedia serta mahasiswa pengguna dengan menggunakan angket. Dari uji multimedia diperoleh tingkat kelayakan sebesar 85,83%, pada uji materi fisika diperoleh tingkat kelayakan sebesar 81,25%, dan dari uji penggunaan diperoleh tingkat kelayakan sebesar 83,25%. Â Dapat disimpulkan bahwa program yang dirancang layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika dan dapat digunakan sebagai bahan pengayaan pada mata kuliah Mekanika untuk mahasiswa S1 Pendidikan Fisika
PENERAPAN MODEL SYNDICATE GROUP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR ZAT DAN WUJUDNYA UNTUK KELAS VII SMP
Telah dilakukan penelitian untuk menyelidiki apakah model syndicate group yang digunakan dalam pembelajaran zat dan wujudnya dapat meningkatkan prestasi dan motivasi siswa dalam belajar fisika disbanding dengan metode ceramah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain randomized two group pretest-posttest design.  Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII sebuah SMP Negeri di  Purworejo, Jawa Tengah tahun pelajaran 2010/2011 sebanyak tujuh kelas. Sampel diambil dengan cluster sampling kelas VIIB sebanyak 32 siswa yang terdiri atas  18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIA sebanyak 32 siswa yang terdiri atas  18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dengan 30 butir soal berbentuk pilihan ganda dengan empat alternatif jawaban, dan angket motivasi belajar berjumlah 30 dengan skala Likert lima alternatif jawaban. Instrumen telah diujicobakan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Dengan taraf signifikansi 5 %, hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar fisika dengan model syndicate group lebih tinggi dibanding dengan metode ceramah, (2) motivasi belajar siswa dengan menggunakan syndicate group lebih tinggi dibanding dengan metode ceramah, dan (3) ada hubungan signifikan antara hasil belajar siswa dan motivasi siswa dalam belajar fisika
GIANT MAGNETORESONANCE EFFECT OF NiFe/Ag/ NiFe MULTILAYERS PREPARED WITH DC SPUTTERING TECHNIQUE ON Ag DEPOSITION TIME
A study on the Giant Magnetoresonance (GMR) effect of NiFe/Ag/NiFe multilayers on  Ag deposition time (tAg) ranging from 1 to 3 minutes has been performed. The study was intended  to obtain the most suitable Ag deposition time to give the largest GMR ratio by using 150 G deposition field in transverse direction of anode-chathde and C substrate temperature during deposition. Several characterizations have been performed including morphological sample cross section, microstructure, magnetic properties of the layer, and GMR ratio in an external magnetic field  ranging from -20 up to 20 gauss. The results show that multilayers with tag = 2 minutes displays the largest GMR ratio of 54.87%. The layer has a high level of atomic structure ordering, a large grain size, the highest remanence and the smallest coercive power. The situation is close to Pool’s estimation that the GMR ratio for trilayers of approximately 50%
Percobaan Resonansi untuk Penentuan Indeks Adiabatik Udara dengan Regresi Kuadrat Berbotot
Telah dilakukan percobaan resonansi untuk menentukan indeks adiabatik udara 1 atm pada suhu kamar, dengan bantuan perhitungan regresi kuadrat berbobot. Resonator udara mempunyai frekuensi alam yang bergantung pada konstanta-konstanta sistem dan indeks adiabatik udara di dalam resonator. Dengan bantuan computer pribadi dilakukan regresi kuadrat berbobot untuk menentukan frekuensi alam kolom udara pada berbagai panjang kolom udara. Dengan menggunakan koreksi nonadiabatisitas, koreksi massa udara dan koreksi nonidealitas, diperoleh nilai 1,401 ± 0,004 sesuai dengan nilai-nilai acuan