Berkala Fisika Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
EFEK PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERBIMBING TERHADAP PERKEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES DAN SIKAP SAINS SISWA
Telah dilakukan penelitian untuk menganalisis perkembangan keterampilan proses dan sikap sains siswa dalam pembelajaran berbasis proyek secara terbimbing, dengan populasi penelitian seluruh siswa SMP 1 Paninggaran, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah sebanyak 503 orang. Siswa ditugaskan untuk merealisasikan bel listrik sederhana, rangkaian arus seri-paralel, dan tuas. Penguatan kognitif dilakukan melalui diskusi kelompok, pembuatan peta konsep, ekspositori guru di kelas, dan kegiatan eksperimen laboratorium. Data diambil melalui pretest, post test, observasi partisipatif oleh dua orang observer, penilaian produk, peta konsep dan laporan kegiatan eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan kemampuan analisissintesis dan keterampilan proses sains dengan tingkat motivasi 0,77 (tinggi) dan sikap sains 0,80 (tinggi). Disarankan bagi guru untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan proses dan sikap sains sejak pendidikan dasar.Kata kunci: pembelajaran berbasis proyek terbimbing, keterampilan proses sains, sikap sains
ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI SISWA SMP, SMA DAN SMK DALAM PENERAPAN LEVELS OF INQUIRY PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berinkuiri siswa sekolah menengah (SMP, SMA, dan SMK). Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan levels of inquiry model. Levels of inquiry model adalah suatu pendekatan yang dikembangkan untuk mempermudah guru dalam mengajarkan sains menggunakan inkuiri melalui beberapa tahapan dimulai yang terendah hingga tertinggi disesuaikan dengan tingkat kemampuan berpikir siswa. Levels of inquiry terdiri atas lima tahapan, yaitu tahapan terendah dimulai dari discovery learning, interactive demonstration, inquiry lesson, inquiry lab, dan tahapan tertinggi yaitu hypothetical inquiry. Tujuan penelitian adalah memperoleh gambaran kemampuan inkuiri siswa SMP, SMA, dan SMK setelah diterapkannya levels of inquiry model. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan instrumen yang digunakan yaitu authentic assessment untuk mengukur kemampuan berinkuiri siswa sekolah menengah. Data diperoleh selama proses pembelajaran levels of inquiry model untuk topik kelistrikan terhadap siswa SMP (36 siswa), SMA (30 siswa), dan SMK (20 siswa). Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan inkuiri siswa SMP kategori kurang terampil, siswa SMA termasuk kategori terampil, dan siswa SMK termasuk kategori terampil. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan levels of inquiry model dapat melatihkan kemampuan inkuiri siswa walaupun untuk siswa SMP kemampuan inkuiri masih rendah. Oleh karena itu perlu studi lanjut untuk mencari metode yang tepat dalam melatihkan kemampuan inkuiri pada materi kelistrikan di SMP.Kata kunci: kemampuan inkuiri, levels ofinquiry model, pembelajaran fisika
ONE-NEUTRON HALO DEVELOPMENT IN BERYLLIUM ISOTOPES IN A SELFCONSISTENT STUDY USING THE SKYRME-HARTREE-FOCK MODEL
The one-neutron halo effect development in beryllium isotopes has been studied self-consistently using the Skyrme-Hartree-Fock model, covering mass numbers A= 7-12. The Zσ, SkM*, and SkIII parameter sets have been used to calculate the charge density distributions. The calculations show a systematic decrease in rms charge radius from A = 7 to 10 and an increase from A= 10 to 12, in agreement with recent experimental data.Keywords: beryllium isotopes, charge density distribution, one-neutron halo, self-consistent calculation, Skyrme-Hartree-Fock model
PENINGKATAN MOTIVASI, KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS KUANTUM DI SMA NEGERI 4 MAGELANG, JAWA TENGAH
Telah dilakukan penelitian tindakan kelas tentang upaya peningkatan motivasi, kerjasama dan hasil belajar siswa pada pembelajaran fisika melalui pendekatan kontekstual berbasis kuantum melalui dua siklus pada siswa kelas XI-IPA-2 di SMA Negeri 4 Magelang, Jawa Tengah pada semester gasal tahun pelajaran 2009/2010 dengan melibatkan 34 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendekatan kontekstual berbasis kuantum memberikan motivasi maksimal kepada siswa sehingga bergairah dalam belajar, di mana siswa termotivasi pada siklus I (75,0 %) dan siklus II (83,3 %), serta dapat menumbuhkan kerjasama yang konstruktif antarsiswa dalam diskusi kelompok, dengan tingkat kerjasama pada siklus I sebesar 72,2 % dan pada siklus II sebesar 89,2 %, (2) pelaksanaan proses belajar siswa menggunakan pendekatan kontekstual berbasis kuantum dapat berjalan efektif, pada siklus I (70,3 %) dan siklus II (89,0 %), (4) Hasil belajar siswa mencapai penguasaan yang optimal setelah menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis kuantum, dapat dilihat melalui nilai postes yang telah mencapai ketuntasan belajar pada siklus I (70,6%) dan siklus II (91,2 %).Kata kunci: motivasi belajar, kerjasama, pembelajaran efektif, hasil belajar fisika, pendekatan kontekstual berbasis kuantu
DESKRIPSI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FISIKA MELALUI MODEL PENEMUAN TERBIMBING DENGAN STRATEGI SELF-EXPLANATION PADA MATA KULIAH FISIKA ZAT PADAT
Telah dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan pengaruh model Penemuan Terbimbing dengan strategi selfexplanation terhadap prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan disain pre-eksperimen rancangan one-group pretest-posttest design. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa prodi Fisika FMIPA UM angkatan 2011/2012, yang menmpuh mata kuliah Fisika Zat Padat pada semester genap 2013/2014. Pengambilan data penelitian melalui Tes Prestasi Fisika Zat Padat, dan Angket Respon Mahasiswa terhadap Pembelajaran. Data tes dianalisis dengan menggunakan gain score ternormalisasi rata-rata kelas dan individual, dan data angket dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran bab Struktur Kristal dan Dinamika Kisi Kristal yang menggunakan model Penemuan Terbimbing dengan strategi selfexplanation mahasiswa (1) memiliki skor rata-rata prestasi belajar 62.79, (2) memiliki gain score ternormalisasi rata-rata kelas 0.578 (kategori medium), dan (3) memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran, yakni 63.57% setuju dan 32.62% sangat setuju.Kata kunci: penemuan terbimbing, self-explanation, prestasi belajar, Fisika Zat Pada
STUDI KEKUATAN MEKANIK KOMPOSIT SERAT ALAM/RESIN EPOXY
Material serat alam sebagai pengisi pada bahan komposit saat ini masih terus dikembangkan, terutama dalam bidang pertanian dan industri. Mengingat sifatnya yang ramah lingkungan dan kandungan material yang besar, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat kekuatan mekanik serat alam sebagai pengisi pada resin epoxy. Serat alam pada penelitian ini antara lain serat enceng gondok (Eichornia crassipes), serat daun pandan alas (pandanus dubius), dan serat batang pisang raja (Musa textilia). Dalam penelitian yang dilakukan, serat alam dipotong halus hingga berbentuk serbuk, lalu diayak hingga ukurannya homogen. Setelah itu masing-masing serat alam dan resin epoxy dimasukkan ke dalam cetakan sesuai dengan ASTM D638. Selanjutnya cetakan dikeringkan pada suhu ruang selama 24 jam. Variasi komposisi bahan penyusun komposit ini berdasarkanpersentase berat serat antara lain 20%, 25%, 30%, 35%, 40%, dan 50%. Selanjutnya kekuatan mekanik komposit yang terbentuk diuji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa serat enceng gondok memiliki kekuatan tarik terbesar dibandingkan serat lainnya pada komposisi serat 40 %, yaitu 18,14 kgf/mm2. Serat daun pandan alas memiliki regangan terbesar dibandingkan serat lainnya pada komposisi serat 40 %, yaitu sebesar 5 %, sedangkan modulus Young terbesar diperoleh pada serat enceng gondok pada komposisi serat 50 %, yaitu 551,44 kgf/mm2.Kata kunci : serat alam, resin epoxy, uji kekuatan mekanik
PEDOMAN PENULISAN MAKALAH
Makalah merupakan hasil penelitian atau kajian pustaka, dan belum pernah dipublikasikan dalam jurnal., dst...