Berkala Fisika Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Stellarium sebagai media pengamatan astronomi: Respon siswa suku Sikka Krowe, kelurahan Waipare
Penelian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa suku Sikka Krowe yang ada di kelurahan Waipare, kepulauan Flores, Nusa Tenggara Timur tentang kegiatan pengamatan astronomi dengan memanfaatkan stellarium sebagai media pelacak benda-benda langit. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sebelum penelitian peneliti mengumpulkan data observasi dan dokumentasi untuk mengetahui background dari kelurahan Waipare kemudian memberi materi dan pelatihan untuk pengamatan. Hasil yang diperoleh, siswa masih kurang dalam pengetahuan tentang dasar-dasar ilmu astronomi namun mereka sangat berminat untuk belajar dan merespon kegiatan dengan sangat positif dengan persentasi analisis angket sebesar 100%. Sebaiknya dalam penelitian selanjutnya, peneliti menyarankan untuk menggunakan media yang berbeda sehingga bisa menjadi pembeda untuk siswa dalam memilih media yang tepat untuk mereka dalam pengamatan astronomi
Pengembangan pemodelan fisika dalam meningkatkan motivasi belajar taruna di lingkungan sekolah kementerian perhubungan berbantuan software Modellus
Pengembangan video pembelajaran online tentang Efek Fotolistrik menggunakan Sparkol Videoscribe pada mata kuliah Fisika Modern
Mahasiswa membutuhkan bantuan pemahaman konsep-konsep abstrak dalam mata kuliah Fisika Modern, termasuk Efek Fotolistrik. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran sebagai sarana pembelajaran, dan salah satu jenis media pembelajaran yang menarik dan inovatif adalah video yang dikembangkan dengan menggunakan Sparkol Videoscribe. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan video pembelajaran online tentang Efek Fotolistrik dengan Sparkol Videoscribe yang layak digunakan untuk mendukung pembelajaran dan untuk mengetahui kepuasan pengguna terhadap video pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Validasi dilakukan menggunakan angket oleh ahli materi dan media untuk mengetahui kelayakan video. Rata-rata tingkat kelayakan yang diberikan oleh ahli materi dan media masing-masing sebesar 83,33% dan 91,11% dengan kategori sangat layak. Setelah dilakukan uji kelayakan media, video pembelajaran yang dikembangkan diunggah ke situs YouTube untuk memudahkan penggunaan media pembelajaran. Uji kepuasan pengguna dilakukan pada 24 siswa sebagai sampel pengguna. Hasil uji kepuasan pengguna diperoleh tingkat kepuasan pengguna sebesar 89,77% dengan kategori sangat memuaskan
Rancang bangun alat monitoring dan deteksi banjir menggunakan NodeMCU ESP8266 dan HC-SR04 berbasis IoT (BLYNK)
Tugas akhir ini bertujuan untuk merangkai atau membuat alat monitoring dan deteksi banjir menggunakan sensor HC-SR04 berbasis IoT (blynk), serta mengetahui sistem kerja dari alat tersebut. Metode yang dilakukan adalah perancangan perangkat lunak (software) dan perancangan perangkat keras (hardware), setelah dilakukannya perancangan, selanjutnya dilakukan uji coba kerja dari program alat tersebut, apabila alat berjalan dengan baik, maka langkah selanjutnya ialah proses pengambilan data. Hasil yang diperoleh bahwa sistem dan juga alat dapat berjalan sesuai program yang telah dibuat, alat dapat mendeteksi 3 kondisi (aman, waspada, bahaya) dimana saat kondisi bahaya, alat akan memberi 2 peringatan. 1 peringatan secara offline yaitu suara dari buzzer dan 1 peringatan secara online yaitu notifikasi dari aplikasi blynk. Alat dapat memonitoring dalam 2 kondisi, 1 dalam kondisi offline melalui LCD pada alat, 1 dalam kondisi online melalui aplikasi blynk. Kesimpulanya alat dapat bekerja sesuai dengan program yang telah dibuat, dengan nilai error rata-rata sebesar 4,25. Dengan sistem yang dapat mengirimkan peringatan dan monitoring melalui aplikasi blynk
Penurunan laju korosi logam aluminium, besi dan baja menggunakan inhibitor ekstrak daun jambu biji
Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis pada Mata Kuliah IPBA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi digital terhadap kemmapuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah IPBA. Literasi digital sebagai bentuk inovasi pembelajaran dimana pada proses implementasinya memanfaatkan media pembelajaran digital yang terintegrasi dalam Learning Management System (LMS). Dalam hal ini media digital yang dikembangkan adalah berbentuk video pembelajaran animasi dan teori dalam bentuk modul pembelajaran yang diunggah pada LMS. Literasi digital ini diharapkan dapat menjadi solusi atau strategi pembelajaran yang dapat mengoptimalkan hasil belajar mahasiswa khusunya pada mata kuliah IPBA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dalam bentuk One Group Design pretest dan post test. Penelitian ini dilaksanakan pada 20 mahasiswa yang ikut mata kuliah IPBA. Setelah data hasil tes terkumpul, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji t dengan derajat kebebasan untuk daftar distribusi t adalah (N-1 = 19) dan peluang (1-a) atau pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan hasil analisis tes rata-rata diperoleh bahwa thitung > ttabel yaitu 20,79 > 1,73, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa literasi digital dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada mata kuliah IPBA di Universitas Almuslim
Pengembangan modul pembelajaran tentang teori hamburan sebagai bahan pengayaan pada mata kuliah Mekanika Kuantum untuk mahasiswa Pendidikan Fisika S-1
Teori hamburan adalah salah satu pokok bahasan mekanika kuantum yang menarik dan bermanfaat untuk dipelajari, tetapi tidak diberikan pada kuliah karena di luar silabus mata kuliah. Bahan ajar tentang teori hamburan yang ringkas dan sesuai, serta mengunakan bahasa Indonesia perlu dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang layak digunakan untuk sumber belajar mandiri sebagai pengayaan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan, yaknianalisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika S-1 Universitas Ahmad Dahlan angkatan 2016, 2017, dan 2018 yang sudah menempuh mata kuliah Mekanika Kuantum dengan nilai minimal B. Subjek dipilih berdasarkan purposive sampling. Uji kepuasan mahasiswa terhadap modul dilakukan setelah modul diuji kelayakannya (divalidasi) oleh 2 dosen ahli. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Tingkat kelayakan dan kepuasan terhadap modul yang diberikan oleh dosen ahli dan mahasiswa berturut-turut adalah sebesar 86,92% dan 91,17%. Oleh karena itu, modul sangat layak digunakan untuk sumber belajar mandiri sebagai bahan pengayaan.Development of a learning module on scattering theory as an enrichment material for an Undergraduate Physics Education Quantum Mechanics course. Scattering theory is one of the interesting and useful topics of quantum mechanics to study, but it is not given in lectures because it is outside the syllabus. Teaching materials on scattering theory that are concise and appropriate and using Indonesian need to be developed. This research aims to produce learning modules suitable for use as independent learning resources as an enrichment. This study uses the ADDIE development model of 5 stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The subjects of this study were 30 students of the Ahmad Dahlan University Undergraduate Physics Education Study Program batch 2016, 2017, and 2018 who had taken Quantum Mechanics courses with a minimum score of B. The subjects were selected using purposive sampling. The student satisfaction test for the module is carried out after the module has been tested for feasibility (validated) by two expert lecturers. The research instrument used was a questionnaire. The level of eligibility and satisfaction with the modules provided by expert lecturers and students were 86.92% and 91.17%, respectively. Therefore, the module is suitable for being used as an independent learning resource as an enrichment material
Systems thinking in physics learning process
Pembelajaran yang berkualitas adalah proses pembelajaran yang didasarkan pada hasil evaluasi. Salah satu evaluasi proses pembelajaran adalah pendekatan berpikir sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala proses pembelajaran dengan pendekatan berpikir sistem dan menentukan strategi pemecahan masalah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan group model building. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel objektif proses pembelajaran adalah pemahaman siswa. Variabel pendukung untuk lebih memahami materi perkuliahan adalah kreativitas dosen. Systems Thinking in Physics Learning Process. Quality learning is a learning process based on the evaluation results. One of the evaluations of the learning process is the systems thinking approach. This study aims to determine the constraints of the learning process with systems thinking approach and determine problem-solving strategies to improve the quality of the learning process. The research method used is a descriptive qualitative method and group model building. The study results show that the learning process's objective variable is student understanding. The supporting variable to better understand the lecture material is the creativity of the lecturer
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement divisions (STAD) sebagai upaya peningkatan hasil belajar fisika siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Penelitian Tindakan Kelas digunakan sebagai metode penelitian berdasarkan model Kemmis dan McTaggart. Paradigma ini dimulai dengan perencanaan, kemudian ke tindakan, kemudian ke observasi, dan akhirnya ke kegiatan refleksi dan penilaian. Dalam dua siklus, penelitian ini dilakukan pada 19 siswa (6 perempuan dan 13 laki-laki) dari kelas X Elektronika A SMKN 1 Dlingo. Instrumen yang digunakan adalah instrumen aktivitas siswa dan instrumen hasil belajar. Dalam penelitian ini nilai KKM adalah 60. Sedangkan tingkat keaktifan siswa minimal cukup (>80 persen). Data aktivitas dan hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus 1 sebesar 46% dan pada siklus 2 sebesar 11% sehingga penggunaan pendekatan STAD untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMK berhasil