Berkala Fisika Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Improving students' physics learning outcomes through the snowball throwing type of cooperative learning model
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika melalui pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas XI yang mengambil kelas fisika. Siswa yang terlibat berjumlah 34 orang (24 perempuan dan 10 laki-laki). Hasil belajar siswa dinilai menggunakan instrumen tes pilihan ganda. Hasil belajar siswa dianalisis menggunakan teknik persentase. Penelitian dinyatakan berhasil apabila peningkatan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 67 dan ketuntasan klasikal mencapai 80%. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Jadi, pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas XI yang mengambil kelas fisika.Improving students' physics learning outcomes through the snowball throwing type of cooperative learning model. This study aims to improve physics learning outcomes through cooperative learning type snowball throwing. This study uses a two-cycle Class Action Research (CAR) model. The research was carried out on class XI students who took physics classes. There were 34 students involved (24 girls and 10 boys). Student learning outcomes were assessed using multiple choice test instruments. Student learning outcomes were analyzed using the percentage technique. The research is declared successful if the average increase in student learning outcomes reaches 67 and classical completeness reaches 80%. The results showed increased student learning outcomes after applying snowball throwing cooperative learning. So, cooperative learning with the type of snowball throwing can improve the physics learning outcomes of class XI students who take physics classes
Termometer sederhana berbasis pada hubungan Suhu–Intensitas
Di masyarakat, termometer yang biasa digunakan untuk mengukur suhu berbasis air raksa atau alkohol. Namun, ada beberapa kelemahan termometer air raksa atau alkohol. Termometer alkohol memiliki kelemahan yaitu dinding kaca menjadi sedikit basah, sulit membaca suhu yang diukur, dan alkohol tidak berwarna. Oleh kerena itu dibuat termometer sederhana yang memiliki keunggulan seperti pembacaan suhu yang lebih teliti, lebih aman digunakan dan bahan-bahan dalam pembuatan termometer lebih sederhana. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasikan setiap lilitan kawat untuk melihat perubahan yang terjadi. Data yang diperoleh dari penelitian di Logger pro dalam bentuk grafik dan nilai yang terukur. Setalah data diperoleh data di pindahkan ke MS excel yaitu nilai t waktu, nilai dari T suhu dan I Intensitas. Hasilnya Rentang suhu yang paling baik untuk melihat kemiringan kurva adalah pada suhu 38 - 100 ºC. Pada saat rentang suhu tersebut terjadi perubahan nilai yang cukup baik sehingga bisa diperoleh nilai konsistensi yang paling baik adalah pada kawat dengan 150 lilitan, nilai R2 = 0,99 dengan persamaan y = -5.5246x + 4174,5
Studi pengaruh volume ruang bakar pada kinerja sepeda motor empat langkah sebagai aktivitas dalam project-based learning termodinamika di sekolah menengah kejuruan
Termodinamika jarang diajarkan dengan kegiatan praktik. Penelitian dilakukan untuk menginvestigasi kinerja mesin kendaraan bermotor berkaitan dengan efisiensi penggunaan bahan bakar. Kinerja mesin dapat diajarkan dengan pendekatan Project Based Learning. Modifikasi volume ruang bakar pada kepala silinder dilakukan untuk mengubah kinerja mesin. Tekanan dan daya yang dimiliki oleh sebuah mesin kendaraan merupakan komponen utama pada kinerja mesin. Hasil analisis data pada modifikasi ruang bakar diperoleh diameter sebelum dimodifikasi 50 mm menjadi 54 mm, TMA dari 49,5 mm menjadi 54 mm, TMB dari 5,5 mm menjadi 3,5 mm, rasio kompresi dari 9 : 1 menjadi 15 : 1. Hal ini menyebabkan konsumsi bahan bakar dari 86,5 ml menjadi 89,5 ml pada putaran 6000 rpm, dari 62,33 ml menjadi 64,166 ml pada 4000 rpm, dari 48,166 ml menjadi 50 ml pada 2000. Modifikasi ini mengakibatkan kenaikan pada energi panas yang masuk ke sistem yaitu 0,1 kJ, efisiensi termal naik 0,1%, kerja bersih naik 0,4 kJ, dan tekanan efektif rata-rata naik sebesar 0,3 N/cm2. Study of the Effect of Combustion Chamber Volume on Four-Step Motorcycle Performance as an Activity in Thermodynamics Project Based Learning in Vocational High Schools. Thermodynamics is rarely taught with practical activities. The research was conducted to investigate the performance of motorized vehicle engines related to fuel efficiency. Machine performance can be taught with a Project Based Learning approach. Modification of the volume of the combustion chamber on the cylinder head is done to change engine performance. The pressure and power possessed by a vehicle engine are the main components of engine performance. The results of data analysis on the modification of the combustion chamber obtained the diameter before being modified from 50 mm to 54 mm, TMA from 49.5 mm to 54 mm, TMB from 5.5 mm to 3.5 mm, compression ratio from 9: 1 to 15: 1. This causes fuel consumption from 86.5 ml to 89.5 ml at 6000 rpm, from 62.33 ml to 64.166 ml at 4000 rpm, from 48.166 ml to 50 ml at 2000. This modification increases energy. The heat entering the system is 0.1 kJ, the thermal efficiency increases by 0.1%, the net work increases by 0.4 kJ, and the average effective pressure increases by 0.3 N/cm2
Indoor LED videotron screen design with microcontroller HD-U60-75
Dunia digital berkembang pesat, sehingga mampu menampilkan visual yang detail dan realistis. Videotron memberikan tampilan visual yang dapat menampilkan perpaduan gambar secara jelas dan detail sehingga menjadi pilihan dalam menyampaikan informasi yang lebih menarik. Harganya yang relatif mahal sehingga penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah videotron dan mengamati pengaruhnya terhadap sumber arus yang dibutuhkan. Metode penelitian ini dengan melihat arus yang dihasilkan dari enam variasi warna background dan variasi panel secara seri. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variasi warna dan jumlah panel yang digunakan mempengaruhi sumber arus. Warna biru membutuhkan arus paling sedikit dalam jumlah panel dan warna putih membutuhkan arus paling banyak dalam jumlah panel. Indoor LED videotron screen design with microcontroller HD-U60-75. The digital world, is developing rapidly to be able to display a detailed and realistic visuals. Videotron provides a visual display that can display a blend of images clearly and in detail so that it becomes a choice in conveying more interesting information. The price is relatively expensive, so this research aims to design a videotron and observe the effect on the current source needed. This research method is by looking at the current generated from six variations of background color and panel variations in series. The results obtained indicate that the color variations and the number of panels used affect the current source. The blue color requires the lowest current in the number of panels, and the white color requires the most current in the number of panels
Algoritma YOLO sebagai deteksi korban akibat kerusakan geohazard menggunakan citra (computer vision)
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi objek korban akibat kerusakan geohazard menggunakan algoritma YOLO. Alat yang digunakan pada penelitian adalah algoritma YOLO dengan bantuan Google Colab. Dataset yang digunakan berjumlah 80 objek anotasi yang terdiri dari 60 objek sebagai data latih dan 20 objek sebagai data uji dengan sumber gambar yang diperoleh dari internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOLO v4 telah mampu melakukan pendeteksian objek pada setiap objek pada gambar. Hasil ini ditunjukkan dengan munculnya bounding box, serta munculnya nilai akurasi. Nilai akurasi yang muncul menunjukkan hasil kerja mesin dalam identifikasi, semakin besar nilai akurasi maka menunjukkan bahwa hasil deteksi objek semakin baik
Identifikasi miskonsepsi siswa menggunakan tes diagnostik 4 tahap pada materi gerak
Penelitian ini bertujuan menggunakan instrumen tes diagnostik 4 tahap untuk mengidentifikasi miskonsepsi fisika siswa kelas X materi gerak lurus. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian survei. Survei dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Palembang, selaku sekolah yang dijadikan subjek penelitian. Tes diagnostik 4 tahap terdiri atas 4 tingkatan, yaitu pilihan ganda, tingkat keyakinan pilihan, alasan dan tingkat keyakinan alasan. Miskonsepsi siswa dianalisis menggunakan teknik analisis persentase. Hasil diagnosis menunjukkan bahwa persentase siswa yang paham konsep sebesar 8,75%, persentase siswa yang tidak paham konsep sebanyak 45,75%, persentase siswa yang mengalami error 6,44% dan persentase siswa yang mengalami miskonsepsi adalah 38,46%. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa diakibatkan karena kurangnya pemahaman konsep pada materi gerak lurus
Pengembangan smart box berbasis digital dengan memanfaatkan arduino uno sebagai sumber belajar fisika
Pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan konsumsi hidup masyarakat berdampak terhadap tingginya produksi sampah. Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan dapat berakibat buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Solusi yang dapat diberikan untuk dapat mengatasi masalah ini yaitu dengan memberikan tindakan kuratif dan tindakan preventif. Kotak sampah, kerap menjadi salah satu alasan untuk membuang sampah pada tempatnya. Maka dibutuhkan kotak sampah yang dapat mempermudah dalam membuang sampah. Oleh karena itu, dikembangkan kotak sampah pintar atau smart box berbasis digital dengan memanfaatkan mikrokontroler Arduino uno. Smart box dikembangkan menggunakan sensor HC-SR04. Kotak sampah didesain dengan prinsip kerja kotak sampah dapat terbuka dan menutup secara otomatis ketika seseorang membuang sampah. Selain itu, tujuan pengembangan kotak sampah ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar fisika dalam penerapan sensor ultrasonik. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan model ADDIE. Hasil penelitian menunjukan bahwa smart box berbasis digital dinyatakan sangat layak dengan persentase kelayakan 89%. Sedangkan dari sisi hasil pemanfaatan sebagai sumber belajar fisika, respon pengguna dari guru dan siswa memiliki persentase sebesar 89% dengan kriteria sangat baik. Development of a digital-based smart box by utilizing Arduino Uno as a physics learning resource. Population growth and increasing consumption needs of people's lives impact high waste production. People's habit of littering can have a negative impact on health and the environment. The solution that can be given to overcome this problem is to provide curative and preventive measures. Trash boxes are often one of the reasons to throw trash in its place. So we need a trash box that can make garbage disposal easier. Therefore, a digital-based smart box or smart box was developed by utilizing the Arduino Uno microcontroller. The smart box was developed using the HC-SR04 sensor. The trash box is designed with the working principle that the trash box can open and close automatically when someone throws out the trash. In addition, the purpose of developing this garbage box can be used as a source of learning physics in the application of ultrasonic sensors. This study uses the ADDIE model development method. The results showed that the digital-based smart box was declared very feasible, with a feasibility percentage of 89%. Meanwhile, regarding the results of utilization as a source of learning physics, user responses from teachers and students have a percentage of 89% with very good criteria
Model pembelajaran predict observe explain dalam edmodo untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika di SMP: Analisis stacking
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa melalui penerapan pembelajaran Predict Observe Explain dalam Edmodo. Peneltian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain one group pretest-posttest. Responden yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 10 orang siswa yang berasal dari kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Yogyakarta. Pemahaman konsep dievaluasi menggunakan 10 soal tes pilihan ganda pada materi Energi. Peningkatan pemahaman konsep siswa dianalisis menggunakan teknik Stacking dan divisualisasikan menggunakan Wright map. Analisis Stacking dan Wright map dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Winsteps 4.6.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan rata-rata pemahaman konseptual secara klasikal sebesar 0,76 logit. Sebanyak 73% siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep pada materi Energi. Peningkatan pemahaman tertinggi sebesar 2,07 logit. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi model Predict Observe Explain dapat meningkatkan pemahaman konsep fisika siswa pada materi Energi
Penentuan temperatur curie pada kawat nikel berarus listrik dengan metode pendulum
Telah dilakukan eksperimen tentang penentuan temperatur Curie pada kawat nikel (Ni) menggunakan metode pendulum. Eksperimen ini dilakukan dengan memvariasikan panjang kawat. Metode pendulum digunakan karena agar dapat memperjelas peristiwa lepasnya magnet pada kawat saat mencapai temperatur curie. Penentuan nilai teperatur curie menggunakan regresi linear antara Panjang kawat terhadap kuadrat tegangan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan pendekatan regresi linier menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai Temperatur curie kawat nikel sebesar 625K, tingkat kesesuaian terhadap teori sebesar 99%
Karakteristik CO2 pada gerhana matahari 83,16% di Yogyakarta
Karakteristik CO2 saat gerhana matahari 83,16% di Yogyakarta telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perubahan kadar CO2 pada saat gerhana matahari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan bantuan sensor CO2 Logger Pro. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis grafik. Dari hasil ekperimen diperoleh bahwa rata-rata kadar CO2 meningkat dari 659,0932 ppm menjadi 662,632 ppm, dan setelah terjadi gerhana matahari rata-rata kadar CO2 kembali turun menjadi 654,702 ppm