Jurnal Arus Elektro Indonesia
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
KONTROL ADAPTASI PID PADA SOLDER OVEN UNTUK KOMPONEN SMD
Komponen elektronika memiliki ketahanan, salah satunya terhadap suhu yang tinggi, sedangkan menyolder memerlukan suhu yang tinggi untuk mencairkan sekaligus menempelkan timah pada komponen ke PCB. Komponen elektronika jenis SMD (Surface-Mount Device) memiliki ketahanan suhu yang lebih rendah dari pada tipe DIP (Dual Inline Packaging). Solusi untuk mengatasi masalah tersebut, perlu adanya suatu alat yang dapat mengatur suhu dengan kestabilan suhu yang baik dangan acuan suhu berdasarkan datasheet komponen elektronika. Dalam pembuatan alat tersebut tentunya dibutuhkan suatu kontroler yang dapat mengatur suhu dengan baik. Kontroler adaptif PID (Proportional Integral Derivative) karena menawarkan kesederhanaan dan kekokohannya dan menggunakan mikrokontroler Bluepill yang menawarkan peforma yang cukup baik. Hasil dari modifikasi PID menjadi adaptif PID tersebut diterapkan terhadap alat yang dapat melakukan penyolderan dengan acuan suhu berdasarkan datasheet komponen elektronika. Hasil dari kontroler memiliki risetime 188.8 detik, settling time 262 detik, overshoot sebesar 0.28 % dan error steady state sebesar 0.22%. Pengujian pada rangkaian flip-flop IC555 dan rangkaian dapat bekerja dengan baik
PURWARUPA PENGATURAN KECEPATAN GENERATOR DC PEMBANGKIT LISTRIK PICOHYDRO BERBASIS PID
The study used PID to control the direction of dc motor spin on faucets to regulate water. No controller has oscillations, because the system is nonlinear. Controlled by functionality is the best way for nonlinear systems. PID is the best choice for achieving tasks. Kp 20 Ki 10 and Kd 1. When the voltage is less than 12V, pid responds to increase voltage, logic on relay chanel one is 0 and 1 on relay chanel two. Chanel one relay NC, relay chanel two NC to NO so the motor rotates to the left up to voltage 12V then PID stops. When the voltage is more than 12V, pid responds to lower the voltage. logic relay chanel one is 1 and 0 on the relay chanel two. Relay chanel one NC becomes NO, relay chanel two NC, so the motor rotates to the right. PID response is inversely proportional to voltage
RANCANG BANGUN SEPIC CONVERTER UNTUK PANEL SURYA DENGAN MPPT INC SEBAGAI PENGISIAN BATERAI SEPEDA LISTRIK
Panel surya merupakan pembangkit listrik yang dapat merubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Pada anel surya bekerja berdasarkan prinsip kerja dari sebuah semikonduktor p-n junction, karena pada sel surya menggunakan sebuah silikon sebagai bahan utama dalam penyusunnya. Tetapi dalam pembangkitannya, panel surya sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga pada penyaluran menuju beban menjadi tidak maksimal. Sehingga perlu ditambahkan metode untuk memperoleh daya maksimal yakni menggunakan maximum power point tracker (MPPT). Algoritma ini akan diterapkan pada switching SEPIC converter berupa gelombang PWM dari mokrokontroler Arduino dengan frekuensi 62,5 kHz agar dapat menaikkan tegangan atau menurunkan tegangan sesuai dengan setpoint. Baterai yang digunakan adalah dengan kapasitas 48 Volt 12 Ah. SEPIC converter akan menaikkan tegangan dari panel surya yang dirangkai secara seri (masing-masing 100Wp) sebesar 31-39 Volt menjadi 55 Volt. Total waktu yang dibutuhkan selama pengisian baterai adalah 8,75 jam. Pada saat pengujian dengan beban 300 Ohm diperoleh efisiensi sebesar 99% dengan duty cycle sebesar 65% dan efisiensi paling buruk adalah berada pada duty cycle 10% dengan nilai efisiensi sebesar 29%
ANALISIS PERBANDINGAN KEANDALAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI BERKONFIGURASI RADIAL DAN LOOP MENGGUNAKAN METODE RIA (RELIABILITY INDEX ASSESSMENT)
Electrical energy is a very important requirement for human life. The supply of electrical energy itself consists of electricity generation, power transmission and distribution. In the distribution of electricity, there are several networks that function to distribute electrical energy to customers, the majority of which are network configuration, namely radial and loop. In order to maintain the continuity of the distribution of electrical energy, a good level of reliability is required. In order to determine the reliability of the distribution system, the reliability index is determined, namely SAIFI, SAIDI and CAIDI. Several methods that can be used to find a distribution system reliability index include the RIA (Reliability Index Assessment) method, which is an approach used to predict disturbances in a distribution system based on the system topology and data regarding component reliability. In this study, we compared two configurations using one feeder, namely the Giri feeder which is assumed to have a radial configuration and a loop configuration. By using the RIA (Reliability Index Assessment) method on a Giri feeder with a radial configuration, the SAIFI reliability index is obtained at 1.595 times / year, SAIDI is 12.8092 hours / year, CAIDI is 8.0309 hours / year, while for a feeder with a loop configuration the SAIFI value is equal to 1,651 times / year, SAIDI is 1,7276 hours / year, CAIDI is 1,0416 hours / year.
Keywords — Reliability Index, Distribution System, Reliability Index Assessment, SAIFI, SAIDI, CAID
KONTROL TEGANGAN INVERTER FULL BRIDGE SATU FASA BERBASIS ARDUINO UNO R3 MENGGUNAKAN KONTROL PID
Resiko gangguan pada system jaringan listrik semakin meningkat diakibatkan semakin bertambahnya konsumsi energi listrik. Jika gangguan pada system jaringan terjadi maka pemutusan biasanya dilakukan oleh PT. PLN. Kemajuan teknologi memberikan solusi dengan berkembangnya ilmu elektronika daya. Mulai ditemukan rangkaian yang dapat merubah listrik DC ke AC. Listrik berjenis AC dapat dibangkitkan melalui listrik DC (Direct Current) atau listrik bergelombang searah. Tahapan untuk mendapatkan listrik AC dari pembangkitan menggunakan listrik DC dapat menggunakan sistem pembalikan kutup dari hasil keluaran listrik DC yang terhubung dengan beban. Metode tersebut disebut dengan inverter. Penelitian ini menggunakan inverter dengan rangkaian full bridge. Sumber tegangan inverter menggunakan baterai 12 Volt dengan kapasitas 7,2 Ah. Arduino Uno R3 digunakan sebagai kontrol switching rangkaian full bridge dan menjaga kestabilan tegangan dengan menggunakan PID. Setelah rangkaian inverter full bridge, tegangan dinaikan ke 220 Volt dengan menggunakan transformator. Dengan menggunakan metode SPWM (Sine Pulse Width Modulation) pembagian gelombang frekuensi pada inverter sebesar 50 Hz. Kemudian dilakukan pengontrolan PID karena terjadinya penurunan tegangan setelah keluaran dari transformator. Besaran nilai Kp, Ki, dan Kd yang digunakan adalah 0,068, 0,001 dan 0,04. Tegangan output inverter mampu dijaga hingga tetap stabil sebesar 200v-220v. Efisiensi sistem inverter secara keseluran adalah 79,319
PENGUJIAN KARAKTERISTIK BATERAI LITHIUM-ION DENGAN METODE FUZZY DENGAN BEBAN BERVARIASI
The use of lithium-ion batteries today is very popular among the electronics world. Lithium-ion batteries are commonly used in electric vehicles to store electric energy electric vehicles. Government will also make inroads on electric vehicles. The Indonesian government targets that by 2020 it will carry 13 million electric vehicles and by 2030 will reach 100 million. Electric vehicles have no emissions or exhaust gases like conventional vehicles now. Electric vehicles also do not cause environmental pollution because they do not have exhaust gases and do not cause very noisy noise. In the study using fuzzy method and without using fuzzy method and done comparison with simulation results on simulink matlab. The results of lithium-ion battery testing when using fuzzy control with constant current 1,11 ampere obtained a capacity of 2,6 Ah and experienced a battery temperature increase of 2,44 celsius.While testing without using controls with a 10 watt lamp load obtained a battery capacity of 2,07 Ah and a battery temperature increase of 2,71 celsius. And when compared to simulations on simulink matlab obtained a capacity of 2,7 Ah.
Keywords — Lithium-ion Batteries, Fuzzy Inference System, constant current
PENGENALAN SIGNATURE (TANDA TANGAN) MENGGUNAKAN EXTRIME LEARNING MACHINE (ELM)
Tanda tangan merupakan bentuk yang paling banyak digunakan untuk identifikasi seseorang. Keberadaan tanda tangan dalam_sebuah dokumen menyatakan bahwa pihak yang menandatangani, mengetahui, dan menyetujui seluruh isi dari suatu dokumen. Salah satu teknik yaitu analisis_psikofisiologis masih_membutuhkan tulisan tangan dari individu-yang-diindikasiÂ_sebagai pemilik_tanda tangan, dan-individu yang-dianggap pelaku pemalsuan tanda_tangan. Metode analisa tulisan-tangan itu digunakan sebagai pembanding. Hasil analisa metode ini_lemah jika tidak_dilakukan oleh grafolog _atau psikolog. Hal lain yaitu_analisis_tanda-tangan_secara mekanis biasanya menggunakan peralatan khusus. Analisanya lebih mengerucut pada hal yang berkaitan-dengan-pemalsuan mekanis. Maka proses pembacaan tanda tangan yang dapat meringankan kinerja manusia menggunakan metode Image Processing dan Neural network merupakan sebuah sistem yang dapat membaca pola tanda tangan seseorang mengunakan pengolahan citra digital dan Extreme Learning Machine (ELM) dan merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk megurangi angka kasus pemalsuan tanda tangan (signature)
Pengaruh Posisi Sudut Optimum Reed Switch Pada Motor Brushless DC Axial Flux
Motor brushless DC (BLDC) merupakan salah satu jenis motor DC yang memiliki magnet permanen di bagian rotor dan kumparan jangkar pada stator. Motor Brushless DC ini dirancang dengan konstruksi double stator, yakni memiliki empat kutub di bawah rotor dan empat kutub di atas rotor, di mana masing-masing kutub dililit secara double dengan jumlah 400 lilitan dan ukuran kawat 0,2 mm, sedangkan perubahan sudut pada reed switch dilakukan untuk mengetahui pengaruh putaran dan kecepatan rotor yang terjadi pada motor saat reed switch dipindah dengan posisi sudut yang berbeda yaitu di sebelah kanan kumparan 5°, 15°, 25°, 35° dan di sebelah kiri kumparan 5°, 15°, 25°, 35°, dengan variasi tegangan 5 volt, 10 volt, 15 volt, 20 volt dan 24 volt pada tiap-tiap sudut. Dari hasil penelitian didapatkan kecepatan optimum pada posisi sudut 5° kiri kumparan sebesar 2869 rpm dengan tegangan 24 volt dan arus sebesar 0,68 A. Sedangkan error percent terbesar pada posisi sudut reed switch 15° dengan tegangan 15 volt sebesar 7,6 % dan tegangan 24 volt sebesar 7,6%. Sedangkan untuk error percent terkecil pada posisi sudut reed switch 5° dengan tegangan 20 volt sebesar 0,93 %. Perubahan letak reed switch berpengaruh pada kecepatan dan putaran. Ketika reed switch berada di sebelah kanan kumparan, rotor akan berputar ke kanan dan sebaliknya ketika reed switch berada di sebelah kiri kumparan, rotor berputar ke kiri
RANCANG BANGUN ALAT PENGERING TEMBAKAU OTOMATIS MENGGUNAKAN METODE PENGOLAHAN CITRA THRESHOLD GRAYSCALE
Kabupaten Jember terkenal sebagai kota tembakau yang merupakan salah satu daerah produsen dan penghasil tembakau terbesar dengan produk yang berkualitas. Sebelum diolah daun tembakau terlebih dahulu dikeringkan. Petani tembakau mengeringkan daun tembakau masih menggunakan cara tradisional yaitu memanfaatkan panas matahari. Kendala terberat bagi petani yaitu ketika musim hujan tiba. Petani tidak dapat mengeringkan daun tembakau. Sehingga diperlukan alat pengering untuk daun tembakau. Alat pengering yang ada selama ini masih manual yaitu membutuhkan peran manusia untuk mendeteksi kering tidaknya daun tembakau. Pada dasarnya petani tembakau menilai kekeringan daun tembakau dari warna tembakau yang mulanya hijau atau kuning menjadi coklat. Oleh karena itu dengan memanfaatkan metode pengolahan citra threshold grayscale menggunakan sensor kamera peneliti membuat rancang bangun alat pengering tembakau otomatis. Setelah melakukan pengujian alat pengering daun tembakau otomatis menggunakan metode pengolahan citra threshold grayscale memilki error persen keberhasilan sebesar 87.9%.
Kata Kunci — Alat Pengering, Otomatis, dan Threshold grayscal
DESAIN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HYBRID MICROHYDRO PV ARRAY DI DUSUN SADAP BANGKA TENGAH
Abstract To serve the needs of electricity, villagers rely on microhydro renewable energy with 40kW capacity, which was built with APBN budget funds in 2007. Average powerper day of Sadap mounted to 722.78 Watts/KK. From the analysis that has been done, the results of modeling for system with daily load of 130.1kWh with the lowest NPC based on simulation results using HOMER are as follows:1 microhydro power unit 19kW, photovoltaic array with a total capacity of 4kW, 48 units of 12 Volt 83.3 Ah battery ,and 6kW of bidirectional converter. Contribution of microhydro electric energy produced amounted to 155.775kWh/yr, or about 96,78% and the electrical energy produced by the photovoltaic array is equal to 5.179kWh/yr, or about 3,22%, so that the total contribution of both plants when 100% is equal to 160.954kWh/yr. The configuration is set as the most optimal based on the lowest NPC total is Rp.938.310.656,00 and levelized COE isRp1.528,500/kWh with an initial capital required for the realization of this hybrid power generation system is Rp.403.968.000,00. Keywords: hybrid power plants, microhydro, photovoltaic array, HOMER