Jurnal Arus Elektro Indonesia
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN GENERATOR PERMANEN MAGNET SATU FASA DENGAN DAYA 50 WATT TIPE FLUKS AKSIAL DUAL ROTOR
Dalam era perkembangan teknologi yang semakin meningkat pesat, saat ini kebutuhan energi listrik pun semakin bertambah. Selain itu sistem pembangkit listrik sudah mulai beralih dari model yang lama menggunakan bahan bakar fosil yang notabone bila bahan bakar habis tidak bisa di perbaharui, ke model pembangkit listrik renewable atau dengan kata lain sistem pembangkit listrik yang sumber bahan bakarnya dapat diperbaharui dan selalu tersedia. Dalam penelitian yang dilakukan ini Sebagai sumber energi listrik alternatif perlunya pengembangan terhadap generator, dimulai dari mendapatkan listrik dengan kecepatan rendah. Oleh karena itu perlu pengembangan generator yang mampu menghasilkan tegangan dan frekuensi yang diperlukan pada putaran yang relatif rendah. Generator permanen magnet tipe fluks aksial (GMPFA) mempunyai manufaktur sederhana dan ringkas karena hanya rotor dan stator yang sejajar satu sama lain dengan pengaturan airgap yang lebih mudah untuk dapat menghasilakn tegangan pada keluaran generator, karena besaran fluk yang melewati kumparan akan semakin besar. GMPFA ini sangat cocok untuk penghasil listrik tenaga angin dikarenakan generator tipe ini memiliki efisiensi yang bagus dalam menghasilkan energi listrik tersebut dan juga dapat mengurangi kebisingan pada generator itu sendiri. Perancangan Generator permanen magnet 1 Fasa Fluks aksial dengan dual rotor dengan magnet permanen yang digunakan adalah magnet Neodymium Iron Boron. Jumlah slot dan pole untuk desain yang dibuat adalah 12 slot dan 24 pole generator menggunakan kumparan berukuran 0,15 mm dan 0,4 mm dimana Setiap kumparan pada masing- masing slot terdiri dari 2000 lilitan untuk ukuran 0,15 mm dan untuk ukuraqn 0.4 mm berjumlah 350 lilitan. Pengujian pertama untuk mengukur tahanan lampu bohlam. Variasi beban digunakan pada masing masing kumparan adalah lampu bohlam sebesar 15 watt, 25 watt, 40 watt dan 75 watt dengan penyetelan rpm di kisaran 1000 rpm pada setiap kumparan. Nilai yang dihasilkan pada generator pada kondisi 0,15 mm tanpa beban mulai dari 27,43 sampai 220 volt dengan kondisi lampu semakin besar lampu akan redup dikarekan berpacu pada rpm 1000. Saat kondisi 0,4 mm maka nilai yang didapat tanpa beban adalah 6 volt sampai 60 volt dengan kondisi berbeban lampu yang dihasilkan tidak terang hanya redup bahkan mati saat kondisi 40 watt dikarekan berpacu pada rpm 100
Analisis Frekuensi Terhadap Kecepatan Motor BLDC (Brushless Direct Current) Satu Fasa Kontruksi Axial Flux Celah Udara Tunggal
Semakin berkembanganya ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penemuan baru dan pengembangan untuk mempermudah dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Salah satu pengembangan alat yang sering dibutuhkan dan digunakan dalam kehidupan sehari – hari yaitu motor penggerak. Isu pemanasan global dan penghematan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan isu pendongkrak berkembangnya teknologi motor listrik. Motor DC konvensional sudah dikenal efisien dan bebas polusi, namun masih memiliki kekurangan yang perlu diperbaiki. Solusi dari permasalahan tersebut salah satunya adalah motor bldc (brushless direct current) satu fasa kontruksi axial flux celah udara tunggal. Alasan untuk melakukan penelitian tentang analisa driver menggunakan IC NE 555 untuk memperbaiki penelitian sebelumnya yaitu rancang bangun motor searah tanpa sikat satu fasa (bldc) kontruksi axial flux (pancake) dengan celah udara tunggal. Dari hasil pengujian menggunakan frekuensi antara 5 Hz sampai 50 Hz dihasilkan pada motor bldc (brushless direct current) satu fasa kontruksi axial flux celah udara tunggal saat frekuensi 5 Hz sudah dapat berputar dengan menghasilkan kecepatan terkecil sebesar 99,3 rpm dan saat frekuensi 50 Hz menghasilkan kecepatan tertinggi sebesar 1022 rpm. Dari penelitian yang dihasilkan bahwa semakin besar frekuensi yang masuk maka semakin cepat putaran dari motor
SISTEM KONTROL FUZZY LOGIC PADA TEGANGAN OUTPUT BUCK CONVERTER UNTUK SOLAR CHARGER BERBASIS ARDUINO UNO R3
Solar Cell merupakan sebuah alat energi terbarukan yang memanfaatkan sinar matahari untuk merubah energi dari chaya menjadi energi listrik. Solar Cell banyak dimanfaatkkan untuk berbagai kepentingan salah satunya adalah digunakan untuk charge baterai aki dan handphone. Namun solar cell memiliki karakteristik dimana pada saat kondisi cuaca mendung maka tegangan output dari solar cell akan turun juga. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan sistem kontrol fuzzy logic sehingga didapatkan kestabilan pada tegangan output dari solar cell. Sebagai perantara dari solar cell untuk charge baterai aki dan handphone menggunakan buck converter. Besarnya nilai keluaran dari solar cell akan diatur mealaui buck converter yang dikontrol dari mikrokontroler. Tahapan pembuatan program fuzzy logic yang dilakukan antara lain fuzzyfication, inference dan defuzzyfication. Pembuatan pemodelan sistem fuzzy mengubah hasil dari pemodelan sistem fuzzy yang dirancang menjadi program agar dapat di input ke Arduino UNO R3. Analisa perbandingan yang dilakukan adalah drop tegangan pada keadaan closed loop dan open loop fuzzy logic serta kestabilan dari tegangan keluaran buck converter yang digunakan untuk charge baterai aki dan handphone
ANALISIS PERBANDINGAN PERAMALAN BEBAN LISTRIK JANGKA PENDEK ANTARA METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK DENGAN METODE REGRESI LINEAR
Peningkatan pada jumlah populasi serta berbagai macam aktivitas manusia di dunia, ini memungkinkan adanya perubahan pada peningkatan kebutuhan tenaga listrik dengan permintaan yang tidak sama dalam setiap waktunya. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini akan membuat penelitian yang berjudul “Analisis Perbandingan Peramalan Beban Listrik Jangka Pendek antara Metode Backpropagation Neural Network dengan Metode Regresi Linearâ€. Penggunaan metode backpropagation neural network dan metode regresi linear dengan harapan meningkatkan iakurasi dari sistem peramalan beban listrik. Hasil peramalan beban listrik menggunakan metode backpropagation neural network didapatkan nilai error terkecil sebesar -0.022554% dengan nilai MSE sebesar 0.0249909% dan hasil peramalan beban listrik menggunakan metode regresi linear didapatkan nilai error terkecil sebesar -0.179% dengan nilai MSE sebesar 3.118%
RANCANG BANGUN GENERATOR AC KONSTRUKSI AXIAL FLUX SATU FASA MENGGUNAKAN MAGNET NEODYMIUM SILINDER DENGAN KUTUB BERLAWANAN: Rancang bangun generator ac
Pembangkit listrik terbarukan merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dunia mengingat mahal dan langkanya energi minyak bumi yang selama ini menjadi pilihan utama pada sistem pembangkitan energi listrik. Perancangan generator AC konstruksi axial flux satu fasa menggunakan stator ganda dan rotor tunggal, terdapat 8 coil pada tiap stator, pada rotor menggunakan 8 magnet neodymium disusun dengan kutub berlawanan (u-s). Untuk mengetahui pengaruh kutub magnet diberikan beban resistor 400, 500, 666,67, 1000, dan 2000Ω, dengan menggunakan beban 2kΩ di susun secara paralel. Pengujian dilakukan pada tegangan output yang konstan pada tegangan 18, 20, dan 23V, selanjutnya dilakukan pengukuran arus dan kecepatan generator AC dengan menggunakan variasi beban yang berbeda. Pada saat tegangan output 18V, beban 400Ω arus 0,045A dan kecepatan 3885rpm. Beban 2000Ω arus 0,009A dan kecepatan 2008rpm. Pada saat tegangan output 23V, beban 400Ω arus 0,0575A dan kecepatan 6684rpm. Saat beban 2000Ω arus 0,0114A dan kecepatan 2526rpm. Dari penelitian ini pengaruh kutub magnet terhadap daya yang dihasilkan generator AC dengan diberikan variasi beban resistor pada tegangan output bernilai konstan yaitu semakin besar beban yang di berikan maka arus dan kecepatan yang dihasilkan akan semakin besar
PERAMALAN BEBAN LISTRIK YANG TERSAMBUNG PADA PENYULANG PT PLN (PERSERO) ULP TANGGUL TAHUN 2020-2024 MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)
Peramalan beban listrik yang tersambung pada PT PLN (Persero) ULP Tanggul menggunakan data beban bulanan 5 tahun kebelakang yaitu tahun 2015-2019 untuk meramalkan beban listrik pada tahun 2020-2024. Metode yang digunakan pada penelitian peramalan beban listrik ini adalah metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) yang dirancang menggunakan software MatLab R2016b. Data beban listrik tahun 2015-2019 dibagi menjadi 2 yaitu sebagai data training dan data testing. Training data dilakukan dengan menggunakan 8 jenis fungsi keanggotaan yaitu triangular (trimf), trapezoidal (trapmf), generalized-bell (gbellmf), Gaussian (gaussmf), Gaussian 2 (gauss2mf), different between of two sigmoidal (dsigmf), pi-shape (pimf) dan product of two sigmoidal (psigmf). Dari semua percobaan training menggunakan 8 jenis fungsi keanggotaan, 6 variasi jumlah fungsi keanggotaan, 2 tipe output fungsi keanggotaan dan 6 variasi jumlah epoch menghasilkan error paling kecil dan dikatakan struktur jaringan ANFIS terbaik hasil training ketika menggunakan fungsi keanggotaan triangular, 3 jumlah fungsi keanggotaan, tipe output linear, dan 2500 jumlah epoch yaitu sebesar 2,6544E-07. Testing peramalan tahun 2018 menghasilkan nilai MAPE sebesar 0,0000103988%, sedangkan testing peramalan tahun 2019 menghasilkan nilai MAPE sebesar 0,0000158672%. Dari nilai MAPE hasil testing tahun 2018 dan tahun 2019 dapat diketahui bahwa nilai MAPE kurang dari 10% sehingga dapat dikatakan kemampuan prediksi sangat baik
ANALISA KINERJA SISTEM SINGLE CARRIER-FREQUENCY DIVISION MULTIPLE ACCESS UNTUK TRANSMISI CITRA
Teknologi Long Term Evolution (LTE) menggunakan 2 sistem pada sisi yang berbeda, yaitu pada sisi downlink dengan OFDMA dan SC-FDMA pada sisi uplink. SC-FDMA memiliki kelebihan pada sisi efisiensi daya dibandingkan dengan OFDMA. Berdasarkan 3GPP Release 8, modulasi LTE meliputi QPSK, 16-QAM dan 64QAM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik BER dan PAPR terhadap SNR, menganalisis perbandingan BER dan PAPR terhadap SNR pada sistem SC-FDMA, dan mengetahui perbandingan kinerja teknik modulasi QPSK, 16-QAM dan 64-QAM. Hasil kinerja sistem melewati kanal yang berdistribusi Rayleigh. Penelitian dijalankan dengan melakukan simulasi pengiriman citra melalui kanal Rayleigh Fading menggunakan modulasi QPSK, 16-QAM, dan 64-QAM. Parameter SNR yang diteliti sebesar 0-16 dB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa SC-FDMA memiliki ketahanan noise yang lebih tinggi saat menggunakan modulasi QPSK dengan BER = 0 dB saat SNR = 13 dB dan PAPR yang stabil di angka 0,9 dB
Rancang Bangun Sistem Surveillance untuk Keamanan Pintu Rumah dengan Metode PCA- Haar Cascades Berbasis Internet of Things
Abstrak
Peningkatan jumlah dan minimnya tingkat penyelesaian kasus kejahatan rumah tangga perlu untuk segera ditangani. problematika ini bisa ditanggulangi dengan menggunakan sistem keamanan berupa sistem pengawas yang dilengkapi dengan notifikasi melalui aplikasi chatting dan sistem penyimpanan cloud storage sehingga dapat diakses di manapun. Penelitian ini fokus pada rancang bangun algoritma Principal Component Analysis (PCA) pada sistem kamera pengawas atau surveillance yang berbasis Internet of Things dan keamanan pintu rumah dengan menggunakan Raspberry Pi dengan pustaka Open Source Computer Vision (OpenCV). Konsep dari rancang bangun sistem ini adalah, saat sistem mendeteksi gerakan, sistem akan capture pergerakan subjek dan sistem akan mengunggah hasil capture tersebut ke akun Dropbox dari pemilik rumah, dan disaat yang bersamaan, sistem akan memberi notifikasi ke akun Telegram pemilik rumah. Sistem pengenalan wajah menggunakan metode PCA mempunyai keakuratan data sebesar 93,75%, dengan nilai error sebesar 6,25%.
Kata Kunci — PCA, Surveillance, Internet of Things.
Abstract
An increase in the number and lack of the resolution household crimes need to immediately treated. To cope with the problems are required the security system of monitoring system equipped with notifications through the application of chat and system storage cloud storage and anywhere in access. This study focused on designed up algorithms Principal Component Analysis (PCA) on camera system superintendent or surveillance based on the internet of things and security the home using raspberry pi with Open Source Computer Vision Library (OpenCV) library. The concept of designed up this system is, when the system detect movement, systems to capture the subject and systems to upload the capture to the accounts dropbox from the homeowner, and at the same time, the system will give notification telegram into account the homeowner. A facial recognition using the pca method have data accuracy of 93,75 %, with value of error is 6,25 %.
Keywords — PCA, Surveillance, Internet of Things
RANCANG BANGUN MOTOR BLDC AXIAL FLUX MENGGUNAKAN DUA KAWAT EMAIL PADA LILITAN KUMPARAN STATOR
The rapid development of technology in this era of globalization has an impact on the development of electric motor technology in Indonesia. There are two types of electric motors based on the voltage source used namely DC electric motor and AC electric motor. Because the use of DC motor or AC motor has not been able to meet the needs, the use of BLDC motor (Brushless Direct Current) is a very appropriate choice. In this research, the design of BLDC Axial Flux motor used a single rotor attached to a neodymium magnet and a stator made of two email wires wrapped together. From testing the motor no-load when the source voltage is 18 V it has an input power of 4,038 W and motor speed of 1513 RPM. While when the source voltage is 24 V has an input power of 8,716 W and motor speed 1606 RPM. As for testing motors with loads when the source voltage is 24 V has an input power of 11,432 W, output power 3,579 W, efficiency 31,311%, motor speed 1098 RPM, mechanical torque 0.031 Nm, and electromagnetic torque 0.099 Nm. Coconut laying on overpressed blade roll results in the motor not being able to provide torque according to load needs, so the speed of the motor will drop, and torque increases. Besides, the greater the voltage of the source then the greater the power and speed of the motor
RANCANG BANGUN INVERTER 1 FASA DENGAN TEKNIK MODULASI THIRD HARMONIC INJECTION PULSE WIDTH MODULATION UNTUK PANEL SURYA 1 KWP
Indonesia is a tropical country, means that Indonesia gets more sun exposure than other countries. Therefore, Indonesia has the potential to develop Renewable Energy, especially solar panels. Solar panels can be used in homes for small scale, as well as on large scale such as power plants. However, electricity generated from solar panels cannot be directly used for some household appliances, because electricity produced is direct current (DC) electricity. So we need a device that can convert DC electricity into AC electricity (Alternating Current) called an inverter. A good inverter is one that has a THD (Third Harmonic Distortion) rating of no more than 5%. High THD can damage electronic equipment. Therefore, this study uses the THIPWM modulation method that is able to reduce THD