Jurnal Arus Elektro Indonesia
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
DESAIN SISTEM MONITORING PADA GENERATOR INDUKSI SATU FASA BERBASIS RASPBERRY PI
Tenaga listrik sekarang ini sudah menjadi suatu kebutuhan primer bagi setiap penduduk, terutama didaerah perkotaan. Saat ini pembangkit listrik berdaya rendah semakin berkembang dengan memanfaatkan sumber daya mikrohidro dan angin sebagai energi penggerak yang ramah lingkungan. Biasanya pada pembangkit listrik berdaya rendah menggunakan generator induksi satu fasa yang memiliki konstruksi yang sederhana. Dalam pengoprasiannya nilai keluaran dari generator mengalami fluktuasi baik pada tegangan, arus maupun frekuaensi dikarenakan nilai beban yang tidak stabil. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem yang dapat memonitoring kinerja generator dan mengontrol pembebanannya.Kata Kunci — generator, monitoring, raspberry p
Realisasi Sistem Switch Lampu Penerangan Ruangan Otomatis Untuk Meningkatkan Efisiensi Energi Listrik
Penghematan energi listrik sangat bergantung pada perilaku dan kesadaran manusia. Sekitar 80% keberhasilan kegiatan konservasi energi ditentukan oleh faktor manusia, sedangkan 20% lagi bergantung teknologi dan peralatan. Salah satu solusi alternatif dalam permasalahan ini adalah menerapkan sistem otomasi sehingga secara otomatis menghidupkan dan mematikan lampu ruangan dengan mendeteksi keberadaan manusia di dalam ruangan. Dalam penulisan ini melakukan realisasi rancangan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai fitting ekstensi otomatis dalam upaya penghematan daya listrik. Penelitian ini juga membandingkan disipasi daya yang timbul saat lampu tidak menyala dengan lampu sensor gerak yang ada di pasaran. Realisasi rancangan terdiri dari dua sistem yaitu, menggunakan sensor PIR terintegrasi pewaktu NE555 dan sensor PIR terintegrasi mikrokontroler Atmega 8 SMD. Hasil yang dicapai adalah, disipasi daya lampu sensor gerak type LED di pasaran adalah 6,2 Watt, lampu penerangan ruangan otomatis terintegrasi pewaktu IC555 lebih efisien 79,26% dibandingkan lampu sensor gerak di pasaran, lampu penerangan ruangan otomatis terintegrasi mikrokontroler atmega 8 lebih efisien 60,39% dibandingkan lampu sensor gerak di pasaran. Kata Kunci: Efisiensi, Lampu Otomatis, Light Fitting, Mikrokontroler, Sensor gerak, Time
Skalabilitas Protokol MAC pada Mobile Ad-Hoc Network (MANET) Untuk Komunikasi Taktis
Komunikasi taktis menuntut keamanan jaringan yang kuat, skalabilitas yang tinggi, dan dapat menangani pergerakan node yang dinamis. Jaringan taktis memiliki karakteristik jumlah node dan ukuran area yang berbeda-beda, serta model pergerakan node. Operasi militer bisa berada pada tempat yang tidak memiliki infrastruktur, namun komunikasi harus tetap berlangsung. Sehingga, diperlukan evaluasi kinerja pada komunikasi taktis. Penelitian ini berfokus pada skalabilitas Mobile Ad-Hoc Network (MANET) dalam komunikasi taktis dengan menerapkan protokol MAC Aloha dan CSMA/CA, jumlah node dan luas topologi area, dan formasi node yang berbeda-beda. Nilai skalabilitas didapatkan dari parameter waktu pembentukan jaringan dan throughput. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa protokol MAC CSMA/CA memiliki skalabilitas yang lebih baik dari protokol MAC Aloha berdasarkan perubahan jumlah node, luas topologi area, dan formasi node. Kata Kunci — Aloha, CSMA/CA, protokol MAC, skalabilitas, komunikasi taktis
Rancangan Mobile Ad-Hoc Networks untuk Solusi Jaringan Komunikasi Antar Armada Bergerak menggunakan Simulasi NS
oai:jurnal.unej.ac.id:article/1450AbstractThis paper proposed a route for a design of protocol that is considered appropriate to be applied as a solution to the communication networks between mobile fleet. The proposed protokol is AODV. The purpose of this protocol is able to expand the scope of these communications services, routing protocol techniques that fit the needs of that channel on VHF frequencies which have a low bitrate and narrow canal, with the consideration of the chosen AODV algorithm, use routing table with one entry for each destination without using source route, AODV relies on routing table to spread the Route Reply (RREP) back to the source and sequentially will direct the data packets to the destination. Based on the simulation results indicate that there are five nodes (0,1,2,3,4) nodes are mutually move (Mobile) where are node 0 will be connected to node 4, and then make the node 2 (nearest) as a relay link between node 0 to node 4, AODV protocol is a reactive routing protocol, which is only to request a route when needed.Keywords— Mobile Ad hoc NETwork (MANET), Network Simulator (NS), Routing Protoco
Perancangan dan Analisis Kerja Mobile Jammer Tipe D dengan Sensor Sinyal Berbasis Mikrokontroler untuk Jaringan GSM 900
AbstractMobile Jammer is a tool used to transmitting electromagnetic signal in selular frequency. There are many types of mobile jammer, one of it is type D which able to select interfered signal using a sensor. The sensor will receive GSM signal sent as an input for the jammer’s activator.This sensor consist of two IC CA3130, IC555 and microcontroller ATMega8 and This research purpose is to combine the jammer for GSM signal and microcontroller as the control. The result of this research is showing that the system that we created was able to perfectly working 100 %. It’s shown 100% successful rate for the length of 5 to 7 meters in the field test for three providers which are Telkomsel, Indosat and XL.Keywords— Mobile jammer, GSM, Signal Sensor, Microcontroller
Pengaruh Kecepatan Angin pada Karakteristik Performansi Konduktor SUTET
AbstractWind speed changes at SUTET conductor besides having coolingeffects it also improves the transmission line capacities and will giveinfluence to conductor performances. This research aimed to knowthe influence of the wind speed to performance conductorcharacteristics such as temperature, tension, length, sag andcurrent carrying capacity of conductor. As simulation model, anextra high voltage transmission line 500kV Paiton – Kediri span no10 is used. Temperature of Conductor is calculated based on hotbalanceequation, whereas Catenary method and Rulling spanmethod used to determine sag conductor and length. The result ofcalculation shows, that the wind speed can be used to coolconductor with the range from 1 - 3 degree of celcius each for everyincrease of wind speed for 0,5 m / s. While conductor mechanicalcharacteristics such as tension, length, and sag does not having anysignificant changes.Keyword : Mechanical performance, Transmission line, Conductor
Desain dan Implementasi Alat Ukur Overbite Elektronik
Pada umumnya, dokter gigi menggunakan metode konvensional untuk mengukur level kompleksitas penyimpangan letak gigi dan atau malrelasi lengkung gigi (rahang) di luar rentang kewajaran yang dapat diterima (maloklusi), yang biasanya berupa pengukuran manual pada cetakan model gigi pasien. Cara tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga dapat dikatakan memiliki efisiensi dan efektifitas yang rendah. Pada penelitian ini, kami akan membuat sebuah alat ukur maloklusi yang lebih moderen, namun hanya bisa digunakan untuk mengukur overbite (gigi depan atas lebih menonjol daripada gigi depan bawah). Alat ukur ini dibuat dengan menggunakan sensor elektronik sehingga menghasilkan waktu ukur yang lebih cepat. Sensor yang digunakan adalah flux sensor, yang digunakan untuk mengukur overbite pada insisivus tengah. Hasil yang didapatkan pada saat melakukan pengukuran dengan alat ini dibandingkan dengan proses pengukuran manual memberikan hasil yang memiliki akurasi di atas 80%. Galat (error) yang terkecil adalah sebesar 0% sedangkan galat terbesar adalah 19%. Kata Kunci — flux sensor, maloklusi, overbite
Implementasi Metode Teori Fungsional Kerapatan pada bahasa C untuk menemukan energi keadaan dasar berbagai atom
Density Functional Theory (DFT) / Teori Fungsional Kerapatan adalah metode pencarian energi menggunakan kerapatan muatan. DFT menggunakan persamaan Kohn-Sham yang merupakan persamaan numerik dari persamaan Schrodinger. Penelitian ini bertujuan untuk mencari keadaan dasar atom secara numerik. Perhitungan dilakukan dengan mengimplementasikan metode DFT kedalam bahasa pemrograman C. Dari implementasi metode DFT tersebut diperoleh hasil perhitungan energi pada atom Hidrogen sebesar -0.445670 Ha, Helium sebesar -2.834835 Ha, Besi sebesar -1261.093055 Ha, Tembaga sebesar -1637.785861 Ha, Platina sebesar -17326.576369 Ha, Germanium sebesar -2073.807332 Ha
Pengaturan Injeksi Arus pada Coilgun dengan PWM menggunakan Metode Algoritma Genetika
Paper ini membahas tentang pengaturan injeksi arus pada coilgun untuk menghasilkan suatu profil kecepatan tertentu. Rancangan konstruksi koil yang diperlukan disusun dari 3 bagian area. Pergerakan proyektil dalam tiap area dibatasi oleh energi maksimal yang disediakan masing-masing koil sesuai kemampuan hantar arus konduktornya. Pengaturan duty cyclepada pulse-width modulation (PWM) digunakan untuk menghasilkan besar tegangan keluaran yang menentukan besar arus injeksi ke dalam koil. Arus yang diinjeksikan ke dalam koil diubah setiap 1 ms selama 24 ms, yaitu waktu tempuh proyektil dalam melewati 3 area, sesuai dengan kebutuhan energi yang berubah terhadap jarak. Jumlah layer pada masing-masing koil ditentukan secara iteratif untuk mempertimbangkanketerkaitan antar parameter koil. Injeksi arus pada ketiga koil dilakukan secara terpisah pada saat yang bersamaan, sehingga untuk setiap posisi proyektil tertentu dalam koil diperlukan pengaturanduty cycleyang berbeda.Algoritma genetika digunakan untuk keperluan tersebut. Setiapduty cycledikodekan menggunakan bilangan biner 8 bit, sehingga untuk setiap injeksi diperlukan pengkodean menggunakan 3x8 bit, yang membentuk populasi duty cycle. Hasil penelitian menunjukkan untuk mencapai kesesuaian yang baik antara profil kecepatan gerak proyektil menggunakan metode yang diusulkan dan profil kecepatan yang digunakan sebagai acuan. Besar arus maksimal untuk koil 1 adalah 1460 A, koil 2 adalah 1752 A, dan koil 3 adalah 1898 A dengan kecepatan akhir sebesar 54,5 m/s. Â Â
Radar S-Band Deteksi Misil Disepanjang Pulau Jawa Indonesia Bagian Selatan
Teknologi radar membantu mengawasi daerah yang tercakup, diantaranya seperti deteksi misil di udara. Misil memiliki bentuk dan ukuran yang bermacam-macam, dalam penelitian melakukan kajian RCS antara . Selain kajian tersebut, penggunaan frekuensi S-Band mulai 2 GHz hingga 4 GHz dengan dipengaruhi atmosfer juga menentukan pengaruh luas cakupan radar. Lokasi kajian dari teknologi radar tersebut diterapkan di sepanjang pulau Jawa-Indonesia bagian selatan. Analisa yang diperoleh, diantaranya mengetahui hubungan dari luas cakupan radar, frekuensi S-Band, dan RCS. Kontribusi dari analisa tersebut memberikan masukan pada perencanaan untuk kebutuhan jumlah teknologi radar yang dibutuhkan di sepanjang pulau Jawa-Indonesia bagian selatan