Jurnal Arus Elektro Indonesia
Not a member yet
132 research outputs found
Sort by
Analisis Steady State dan Dinamik pada Perencanaan Pengembangan Pembangkit Sistem Gorontalo
Meningkatnya konsumen energi listrik di Gorontalo akan meningkatkan kebutuhan pasokannya. Peningkatan tersebut memerlukan penambahan sumber-sumber pembangkit baru. Untuk memenuhi hal tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah pembangkit baru, yaitu PLTU Anggrek, dengan kapasitas 2x25 MW. Injeksi PLTU Anggrek ini akan secara langsung mempengaruhi aliran daya, dan stabilitas dinamik sistem yang meliputi stabilitas sudut rotor (rotor angle stability), stabilitas frekuensi (frequensi stability), dan stabilitas tegangan (voltage stability). Waktu pemutusan kritis (critical clearing time) juga dianalisis untuk mengevaluasi performance sistem. Hasil analisis steady state menunjukan bahwa profil tegangan pada sistem setelah injeksi terjadi perbaikan dengan nilai rata-rata sebesar 4,61 %. Hasil analisis stabilitas dinamik menunjukan bahwa waktu pemulihan dari sudut rotor, frekuensi dan tegangan menjadi lebih cepat.Kata Kunci — aliran daya, injeksi daya, PLTU Anggrek, stabilitas frekuensi, stabilitas sudut rotor, stabilitas tegangan
PENGENDALIAN MOBILE ROBOT VISION MENGGUNAKAN WEBCAM PADA OBJEK ARAH PANAH BERBASIS RASPBERRY PI
Penggunaan Raspberry pi sebagai pengganti perangkat CPU pada teknologi robot vision merupakan solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk membuat robot vision menjadi lebih mobile. Pada penelitian ini mobile robot vision diintegrasikan dengan perangkat webcam yang berguna sebagai input penangkap objek untuk selanjutnya dilakukan proses pengolahan citra. Metode pengolahan citra yang digunakan pada penelitian ini adalah metode template matching, dimana metode ini bekerja berdasarkan membandingkan citra masukan dengan citra template yang tersimpan pada progam robot. Penggunaan metode tersebut pada penelitian ini bertujuan agar robot dapat melakukan kendali gerak berdasarkan informasi gambar yang diperoleh oleh kamera webcam. Gambar yang digunakan mewakili 4 kondisi gerak robot yaitu maju, berhenti, belok kanan dan belok kiri. Dari penjelasan diatas didapatkan hasil pengujian progam pecocokan gambar dengan nilai black pixel ketika match berkisar antara 768 hingga 4119. Kemudian Pengujian robot terhadap lintasan memerlukan waktu rata-rata sebesar 93,8 detik serta kemampuan kamera terhadap pengaruh jarak dan intensitas cahaya berkisar antara 20 cm hingga 90 cm dan 0,8 lumens/m2 hingga 91500 lumens/m2
PEMANFAATAN POTENSI SUMBER AIR PANAS DI BLAWAN BONDOWOSO SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF BERBASIS TEC
Indonesia menyimpan potensi energi terbarukan yakni geotermal berupa sumber air panas. Salah satu daerah yang berpotensi dalam pemanfaatan air panas untuk dijadikan pembangkit listrik berada di Blawan Bondowoso. Dalam penelitian ini, TEC dialih fungsikan sebagai pembangkit listrik tenaga panas / TEG (thermoelectric generator) yang menggunakan efek Seebeck. Digunakan 9 buah TEC berdimensi 4x4cm yang dirangkai secara seri, dengan bahan berupa Bi2Te3 (Bismuth telluride) sebagai alat bantu pengambilan data. Sumber air panas di Blawan memiliki temperatur pada kisaran 45-49,5 °C. Pengambilan data potensi dilakukan selama 3 hari yakni 21-23 Agustus 2015. Pukul 9:00–15:00 WIB, dengan pencatatan keluaran data potensi setiap selang 30 menit. Tercatat VTEG tertinggi dimiliki hari ke-2 sebesar 4,506 V pada pukul 9:00 WIB dan VTEG terendah dimiliki hari ke-1 sebesar 2,001 V pada pukul 13:30 WIB. Variasi besar arus tercatat pada angka 0,04 A dan 0,03 A, namun rata-rata stabil pada 0,03A. Daya tertinggi yang dicapai pada ketiga hari sebesar 0,48 Watt, dan daya terendah dicapai pada hari pertama sebesar 0,07962 Watt
Sistem Komunikasi Kooperatif Menggunakan Network Coding
Perkembangan teknologi saat ini mempunyai beberapa kendala, salah satunya adalah rendahnya throughput pada sistem komunikasi nirkabel. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknik physical network coding (PNC). Sistem XOR yang digunakan pada PNC dapat memperpendek jarak sehingga waktu yang dibutuhkan lebih singkat. Penggabungan antara teknik sistem kooperatif dan sistem network coding dapat meningkatkan kinerja sistem komunikasi. Kinerja sistem kooperatif pada penelitian ini menggunakan skema decode and forward. Pada skema tersebut sinyal informasi pertama melalui proses demodulasi dan decode kemudian diforward ke tujuan. Pada penelitian ini menggabungkan sistem komunikasi kooperatif dengan network coding menggunakan 3 user. Hasil penelitian menghasilkan nilai BER pada sistem kooperatif network coding lebih baik dibandingkan dengan sistem network coding. Pada  sistem kooperatif dengan network coding nilai BER mencapai 0 berada pada level 10 dB. Sedangkan Pada sistem network coding daya nilai BER mencapai 0 saat berada pada level 15 dB. Nilai BER yang didapat berpengaruh dengan kenaikan troughput pada kooperatif network coding dan tanpa kooperatif. Nilai throughput yang didapat pada sistem kooperatif network coding lebih meningkat dibandingkan dengan sistem network coding. Pada sistem kooperatif menggunakan network coding kenaikan terjadi pada level 6 kbps dan pada level 20,5 kbps akan mempunyai nilai yang sama seperti pada sistem network coding
RANCANG BANGUN SISTEM PENGISI BATERAI LEAD ACID BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA328 DENGAN SUMBER STAND-ALONE PV SYSTEM
PV panel merupakan penghasil energi listrik yang sangat ramah lingkungan dan mudah untuk penggunaan dalam skala rumah tangga. Penggunaan PV panel cocok untuk mensuplai beban puncak atau pada malam hari, dengan menggunakan baterai sebagai penyimpanan energi. Namun pada pengaplikasiannya diperlukan menejemen pengisian baterai agar dapat terkontrol serta baterai dapat berusia panjang. Solusi untuk permasalahan menejemen baterai dilakukan melalui penelitian ini yang membahas mengenai sistem pengisi baterai. Rangkaian sistem pengisi baterai pada penelitian ini terdiri dari mikrokontroler ATMega328, buck converter, sensor arus dan tegangan. Parameter yang mejadi acuan perancangan buck converter adalah membutuhkan frekuensi sebesar 31 kHz, tegangan input 13-22.6V dan tegangan output 12-14.7 V, arus output yang dihasilkan sebesar 2 A, serta dengan ΔIO sebesar 0.3 dan ΔVO sebesar 0.3. Metode yang digunakan pada sistem pengisi baterai ini menggunakan metode decreament dan increament. Penelitian ini dilakukan dua kali pengujian. Pengujian ke-1 proses charging dari baterai kosong sampai terisi penuh. Proses ini membutuhkan waktu selama 2 jam 50 menit dengan arus sebesar 2 A. Pengujian ke-2 proses charging selesai dalam waktu 2 jam 40 menit. Penggunaan arus sebesar 2 A bertujuan untuk menjaga kondisi baterai dalam keadaan baik dan bisa berumur panjang
Prototipe Sistem Area Parkir Mobil Otomatis Menggunakan Sumber Energi Panel Surya
Tempat parkir yang disediakan dalam suatu gedung sering tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang ada. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merancang dan membangun prototipe sistem area parkir mobil otomatis dengan menggunakan sumber energi listrik dari panel surya.Prototipe sistem parkir ini dibangun dengan mikrokontroler ATmega32. Beterai Li-Po 2600 mAh sanggup menyuplai energi listrik selama 12 jam. Panel surya membutuhkan 14 jam untuk mengisi baterai (charging) dari keadaan kosong. Ketika semua beban dalam kondisi aktif (ON), arus yangmengalir sekitar 213 mA. Berdasarkan perhitungan biaya Perbandingan tarif harga parkir pada sistem ini dengan tempat parkir sebesar 1:60 dengan harga Rp.1000,- s/d Rp.5000,-. Proses waktu eksekusi program tiap periode dibutuhkan 1,1 ms
Pemanfaatan Game Mobile pada Platform Android Berbasis Unity Game Engine untuk Melestarikan Bahasa daerah Cirebon di Kalangan Generasi Muda
Seiring perkembangan zaman dan pesatnya arus informasi, bahasa daerah mulai tergerus bahasa lain yang dirasa lebih modern atau sedang menjadi tren, seperti bahasa asing. Masyarakat Cirebon mulai banyak yang enggan menggunakan bahasa daerahnya sendiri dalam kehidupan sehari-hari, terutama bahasa Cirebon halus/bebasan. Jika ini terus berlanjut, bisa jadi bahasa daerah hanya tinggal menjadi sejarah. Generasi muda diharapkan menjadi penerus dan pewaris kekayaan budaya daerah, termasuk bahasa. Kaitannya dengan era modern, kaum muda kini telah akrab dengan gadget/gawai. Smartphone telah umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk komunikasi, mencari informasi, dan mencari hiburan seperti bermain game/permainan. Kondisi ini dimanafaatkan dalam penelitian ini untuk menjaring generasi muda Cirebon agar kembali mengenal bahasa daerahnya lewat permainan mobile dengan genre tebak gambar. Dari data pengguna smartphone di Indonesia, mayoritas menggunakan sistem operasi Android, karenanya game tebak gambar bahasa Cirebon ini dibuat di platform Android menggunakan Unity Game Engine. Dari peluncuran game tebak gambar bahasa Cirebon yang diberi nama â€Badekan Cerbonan†di Google Playstore sejak 1 Maret 2015, telah diunduh 2.396 orang (terhitung 5 Oktober 2015). Mendapatkan rating 4.7/5 dari 166 pengguna, selain itu telah diliput media online seperti Metrotvnews.com, dan perbincangan di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dengan meluasnya penggunaan game ini, diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi tentang bahasa daerah Cirebon dengan sentuhan yang modern dan terkini. Juga menginspirasi pihak lain untuk bisa memanfaatkan teknologi untuk pelestarian budaya daerah
Optimasi Penataan Base Tranceiver Station GSM dan Penempatan Perangkat Berbasis 3G di Kota Malang Menggunakan Algoritma Genetika
Ketersediaan Base Transceiver Station (BTS) dengan kapasitas trafik dan perencanaan sel yang tepat merupakan salah satu kebutuhan yang harus tersedia bagi penyedia jasa layanan komunikasi bergerak seluler.peningkatan jumlah BTS di kota Malang dan peningkatan kapasitas yang terus dilakukan terkendala oleh tata ruang kota serta perkembangan jumlah penduduk yang menjadikan beberapa BTS berada pada lokasi pemukiman padat. Penataan BTS merupakan sebuah solusi optimasi yang memungkinkan dalam peningkatan kapasitas tanpa mengurangi kapasitas trafik.Peningkatan kualitas sinyal berhubungan erat dengan nilai propagasi sinyal yang menjamin nilai pathloss dalam cakupan BTS, tidak menghalangi sinyal yang diterima oleh pengguna jaringan seluler. Dari hasil optimasi sinyal pathloss menggunakan algoritma genetika yang dibandingkan dengan nilai pathloss hasil drive test, untuk jarak yang sama didapat penurunan nilai pada masing-masing wilayah. Blimbing dari 193.45 dB menjadi 94.33 dB, Klojen dari 152.14 dB menjadi 97.56 dB, dan Kedungkandang dari 143 dB menjadi 108.2 dB. Frekuensi BTS 39746, dari 936 Mhz (2G) berubah menjadi sekitar 1800 Mhz (3G). Hal yang sama juga untuk BTS 39744, dari frekuensi 937,6 Mhz (2G), berubah menjadi 1900 Mhz (3G)
Sistem Keamanan Ruangan Berbasis WEB Menggunakan Webcam dan Sensor PIR
Sistem keamanan pada ruangan memerlukan monitoring dari jarak jauh, salah satu implementasinya adalah menggunakan web yang dapat diakses melalui smartphone atau laptop. Untuk membangun web server diperlukan perangkat yang hemat daya, salah satunya menggunakan raspberry pi. Pada penelitian ini monitoring dilakukan dalam satu jaringan lokal. Raspberry digunakan sebagai web server dan di install motioneye sebagai web interface yang di integrasikan dengan webcam yang berfungsi sebagai sensor yang merekam ketika mendapat respon dari objek bergerak, sementara sensor PIR berfungsi untuk mengirimkan notifikasi terhadap klien ketika mendeteksi adanya gerakan. Klien dapat melakukan monitoring ruangan melalui web browser secara streaming dengan memasukkan url 192.168.1.70:8788. Penggunaan resolusi 640 x 480 pixel dan frame rate 30 fps saat motion aktif memiliki selisih delay paling besar yaitu 0.002 second dibandingkan saat motion tidak aktif. Sementara throughput saat motion aktif dengan resolusi 432 x 240 pixel dan frame rate 30 fps sebesar 185 kbps, lebih besar dibandingkan dengan variasi resolusi dan frame rate lainnya karena banyaknya paket yang terekam oleh software wireshark. Waktu rata-rata yang dibutuhkan sensor PIR untuk mengirimkan notifikasi ke klien sebesar 2.15 – 3.31 second. kamera dapat merekam gerakan ketika intensitas cahaya memiliki range minimal 1 lumens/m2. Kata Kunci — Raspberry Pi, Sistem Keamanan Ruangan, Sensor PIR, Webcam
technique of multi attribute decision making in an election medicine by using simple additive weighting (SAW) and analytical hierarchy process (AHP) method for skin diseases survivor
In generally, giving some medicines for a patient must use doctor’s recipe. Author has done different research with generally the case that is about giving some medicines without doctor’s recipe specially for skin disease. Drug selection can be done by a pharmacist namely self medication. Pharmacy duty medicine, definite medicine, free medicine and strong medicine that can only be given by a pharmacist. The medicine selection is applying to decision support system with simple additive weighting (SAW) and analytical hierarchy process (AHP) method. From the best result dan accurate proved to use SAW method because the comparasion result point to error level of final result, extrapolation process, the puporse of algoritm to decide a alternative and compatibility level of pharmacist recipe data with the result data of decision support system