Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    KARAKTERISTIK Nata de Jackfruit (Artocarpus heterophyllus) DENGAN VARIASI KONSENTRASI STARTER Acetobacter xylinum

    Get PDF
    Nata de jackfruit merupakan hasil fermentasi substrat jerami nangka dengan starter Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh variasi konsentrasi starter A. xylinum terhadap karakteristik fisiko-kimia, mikrobiologi, dan organoleptik nata de jackfruit. Pembuatan nata de jackfruit dengan menggunakan variasi konsentrasi starter 4, 6, 8, dan 10% (v/v), dengan pH 4 dan difermentasi selama 10 hari pada temperatur ruang. Berdasarkan analisis statistik ANOVA pengaruh konsentrasi starter A.xylinum terhadap kadar serat, kadar air, dan ketebalan menunjukkan hasil yang tidak berpengaruh nyata. Hasil yang diperoleh dari kadar serat kasar pada nata de jackfruit pada konsentrasi 4, 6, 8, dan 10% berturut-turut yaitu 2,704, 1,797, 2,750, dan 3,646%, sedangkan kadar air nata de jackfruit pada variasi konsentrasi masing-masing sebesar 98,5, 98,5, 99, dan 97%. Ketebalan nata de jackfruit yang diperoleh yaitu 0,5, 0,4, 0,6, dan 0,6 cm. Analisis total plate count (TPC) yaitu 887,386 koloni/g (4%), 711,711 koloni/g (6%), 495,495 koloni/g (8%), dan 639,639 koloni/g (10%). Uji organoleptik (kenampakan, warna, dan aroma) yaitu 100% panelis memberi nilai yang berbeda dari produk nata komersial nata de coco. Mutu produk nata de jackfruit berdasarkan parameter kadar serat dan kadar air yang diperoleh sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia (SNI), namun tidak untuk parameter uji ketebalan dan analisis total plate count (TPC). Kata kunci: Acetobacter xylinum, jerami nangka dan nata de jackfrui

    ADSORPSI SENYAWA FENOLIK DALAM ASAP CAIR PADA ARANG AKTIF DARI CANGKANG LUAR BUAH KARET

    Get PDF
    Cangkang buah karet mengandung senyawa selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga berpotensi sebagai bahan baku dalam proses pirolisis untuk menghasilkan asap cair dan produk samping berupa arang. Asap cair mengandung senyawa fenolik yang berbau tajam yang dapat diadsorpsi menggunakan arang untuk meningkatkan kualitas asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk penentuan karakteristik asap cair, karakteristik arang teraktivasi H3PO4 2,5 %, efektivitas dan kapasitas arang aktif pada proses adsorpsi senyawa fenolik dalam asap cair dari cangkang buah karet. Hasil karakteristik asap cair meliputi pengukuran massa jenis sebelum adsorpsi 1,044 g/L setelah adsorpsi 0,987 g/L dan pH asap cair sebelum adsorpsi 2,8 setelah adsorpsi 3,1. Konsentrasi senyawa fenolik sebelum adsorpsi 5338,5 mg/L dan setelah dilakukan adsorpsi menggunakan arang aktif konsentrasi menjadi 3737,41 mg/L. Kualitas arang aktif yang ditentukan adalah kadar air, kadar abu, luas permukaan arang aktif, volume total pori dan rerata ukuran pori. penelitian ini diperoleh kadar air 1,93 %, kadar abu 0,63 %, luas permukaan arang akif 486,400 m2/g, volume total pori 0,4566 cc/g dan rerata ukuran pori 30,964 Å. Efektivitas dari arang aktif untuk menurunkan konsentrasi senyawa fenolik dalam asap cair sebesar 30,029 % dengan kapasitas adsorpsi 15,993 mg/g. Mekanisme isoterm adsorpsi mengikuti pola Freundlich dengan R2 = 0,995. Kata kunci : adsorpsi, cangkang luar buah karet, senyawa fenoli

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG BUAH NIPAH (Nypa fruticans) MENGGUNAKAN AKTIVATOR ASAM KLORIDA

    Get PDF
    Telah disintesis karbon aktif dari tempurung buah nipah menggunakan aktivator asam klorida. Sintesis karbon aktif dilakukan dengan variasi konsentrasi asam klorida dari 2 M, 4 M dan 6M. Karakterisasi dilakukan menggunakan uji kadar air, kadar abu, penyerapan iodin serta karakterisasi menggunakan Fourier Transform InfraRed (FTIR) dan Gas Sorption Analyzer (GSA). Hasil analisis kadar air, kadar abu dan penyerapan iodin didapatkan sebesar 1,0015 %; 1,0012 % dan 708,69 (mg/g). Analisis FTIR menunjukkan bahwa karbon aktif mengandung karbon dan analisis GSA menunjukkan bahwa setelah aktivasi terjadi peningkatan volume dan jari-jari pori (0,014 (cc/g); 287.923 (Å)) dibandingkan karbon sebelum aktivasi (0,008 (cc/g); 31.410 (Å)).                          Kata kunci: tempurung buah nipah, karbon aktif, kadar air, kadar abu, penyerapan iodi

    KARAKTERISASI SENYAWA FENOLIK PADA KULIT BATANG JABON (Anthocephalus cadamba (ROXB.) MIQ

    Get PDF
    Senyawa fenolik telah diisolasi dari fraksi etil asetat kulit batang Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb)Miq). Tahapan isolasi senyawa fenolik adalah ekstraksi, fraksinasi, kromatografi vakum cair (KVC), dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Analisis isolat ditentukan menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) (500 MHz). pergeseran kimia senyawa fenolik (δH ppm) : 1,10 (3H, s); 1,58 (9H, s); 2,04 (2H, t, J=7,8 Hz); 2,32 (2H, s); 3,98 (1H, s); 4,28 (2H, dd, J=7,8 Hz); 7,77 (1H, s). Berdasarkan data spektrum 1H-NMR dan uji fitokimia diketahui ekstrak kulit batang jabon positif mengandung senyawa fenolik. Kata Kunci : Fenolik, Kromatografi, Anthocephalus cadamba (Roxb)Miq, NMR

    KAPASITAS ADSORPSI ION LOGAM Cd(II) PADA BIOARANG DAUN KETAPANG (Terminalia catappa Linn)

    Get PDF
    Telah dilakukan sintesis bioarang dari daun ketapang dengan proses karbonisasi pada suhu 300oC selama 30 menit. Kualitas bioarang diuji berdasarkan standar SII No. 0258-88 meliputi uji kadar air, kadar abu, daya serap iod, dan daya serap metilen biru. Karakterisasi bioarang menggunakan spektrofotometer fourier transform infra red (FTIR) untuk mengetahui gugus fungsi dan analisis scanning electron microscope (SEM) dilakukan untuk mengetahui morfologi permukaan bioarang. Bioarang hasil sintesis di aplikasikan untuk adsorpsi logam Cd(II) dengan variasi konsentrasi 1 ; 2 ; 4 ; 6 ; 8; 10 mg/L serta dipelajari pola isoterm adsorpsi yang terjadi secara Langmuir, Freundlich dan BET (Brunauer-Emmet-Teller). Hasil penelitian menunjukkan nilai kadar air sebesar 3,38%, kadar abu 13,67%, daya serap iod 109,3628 mg/g, daya serap metilen biru 23,885 mg/g. Analisis FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi C-H , C-O, dan O-H pada bioarang. Hasil analisis SEM menunjukkan terbentuknya pori bioarang dengan ukuran mikropori. Pada bioarang Interaksi adsorpsi berlangsung secara fisisorpsi, mengikuti model isoterm Langmuir dan BET dengan kapasitas adsorpsi maksimum (Xm) 10,4058 mg/g dan konstanta kesetimbangan (K) yakni 0,06568 L/mg serta penurunan kadar ion Cd(II) sebesar 66,7-99%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui adsorben bioarang daun Ketapang mempunyai kinerja yang baik terhadap adsorpsi ion logam Cd(II). Kata Kunci : bioarang daun ketapang, adsorpsi, Cd(II

    SENYAWA SITOTOKSIK DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN DARUJU (Acanthus ilicifolius Linn.) TERHADAP SEL HeLa

    Get PDF
    Kanker leher rahim termasuk dalam kanker yang banyak diderita oleh wanita di Indonesia maupun di dunia. Pengobatan kanker menggunakan bahan dasar senyawa alam dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan maupun pencegahan kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik pada senyawa yang terdapat pada fraksi etil asetat daun daruju (Acanthus ilicifolius Linn.) terhadap sel kanker HeLa dan melakukan karakterisasi terhadap senyawa tersebut. Beberapa tahapan yang dilakukan untuk memperoleh senyawa adalah preparasi sampel, ekstraksi, fraksinasi, pemisahan dan pemurnian senyawa. Senyawa yang didapat berupa padatan amorf kehijauan.Hasil pengujian aktivitas sitotoksik senyawa terhadap sel kanker HeLa menunjukkan nilai IC50 sebesar 83,81 µg/mL, yang termasuk dalam senyawa sitotoksik potensial. Hasil karakterisasi senyawa dengan 1H-NMR (400 MHz, DMSO) menunjukkan δH pada 7,92 (1H, d, J=8,8 Hz, H-2’), δH pada 7,90 (1H, d, J=8,8 Hz, H-6’), δH pada 6,93 (1H, d, J=8,8 Hz, H-3’), δH pada 6,92 (1H, d, J=8,8 Hz, H-5’), δH pada 6,74 (1H, s, H-3), δH pada 6,46 (1H, d, J=2 Hz, H-8), δH pada 6,18 (1H, d, J=2 Hz, H-6). Hasil karakterisasi dengan 1H-NMR memperkirakan senyawa sitotoksik adalah senyawa apigenin, yang termasuk dalam golongan fenolik. Kata kunci: Acanthus ilicifolius Linn., apigenin, sitotoksi

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI TERMAL PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN POLYBLEND SELULOSA AMPAS TEBU DAN LIMBAH BOTOL PLASTIK POLIETILEN TEREFTALAT

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai polyblend dari selulosa ampas tebu dan limbah botol plastik polietilen tereftalat (PET) dalam pembuatan plastik ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik plastik poliblend PET-selulosa dan stabilitasnya secara termal. Hasil analisis FTIR selulosa dan PET menunjukkan adanya gugus fungsi -OH streching pada selulosa pada bilangan gelombang 3328,08 cm-1. Sedangkan pada PET menunjukkan adanya gugus fungsi CH2 alkana pada bilangan gelombang 2984,63 cm-1. Setelah dilakukan pembuatan poliblend plastik ramah lingkungan dengan beberapa variasi menunjukkan bahwa variasi 50/50 merupakan perbandingan yang paling baik dalam pembuatan poliblend plastik ramah lingkungan antara PET dan selulosa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis DTA-TGA menunjukkan bahwa variasi 50/50 paling stabil secara termal. Kata kunci: poliblend, PET, selulos

    PENENTUAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN ULANG KOMPOSIT KITOSAN-KARBON PADA PROSES ADSORPSI Ce(IV)

    Get PDF
    Adsorben komposit kitosan-karbon yang dihasilkan dari modifikasi kitosan terlapisi oleh karbon dalam bentuk beads terikat silang oleh gluataraldehid telah dibuat pada penelitian ini. Tujuan dari penelitian adalah untuk menghitung persen regenerasi dan menjelaskan stabilitas kimia dan termal adsorben komposit. Kemampuan penggunaan ulang adsorben ditentukan dengan cara mengontakkan adsorben dengan larutan Ce(SO4)2, kemudian adsorben diregenerasi dan digunakan kembali pada proses adsorpsi logam Ce(IV). Hasil karakterisasi komposit kitosan karbon menggunakan FTIR menunjukkan terjadi ikat silang antar gugus kitosan karena penambahan glutaraldehid, dengan terbentuknya imina (C=N) yang diindikasikan dengan munculnya puncak yang khas pada bilangan gelombang 1639,19 cm-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adsorpsi adsorben pertama hasil regenerasi (93,26%) dan kapasitas adsorpsi adsorben kedua hasil regenerasi (100%) sama dengan kapasitas adsorpsi adosrben awal. Stabilitas terhadap asam menunjukkan bahwa adsorben awal dan adsorben hasil regenerasi stabil terhadap asam asetat dalam rentang konsentrasi 1-10%. Analisis DTA-TGA menunjukkan bahwa adsorben hasil regenerasi lebih stabil secara termal daripada adsorben awal.                         Kata kunci: regenerasi, komposit kitosan-karbon, adsorpsi, Ce(IV

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT B2D DARI BATANG TANAMAN YAKON (SMALLANTHUS SONCHIFOLIUS (POEPP. & ENDL.) H. ROB.) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN SALMONELLA THYPIMURIUM

    Get PDF
    Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Rob.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung metabolit sekunder golongan terpenoid berpotensi sebagai antibakteri. Antibakteri dapat dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri endofit. Sejauh ini belum pernah dilakukan uji aktivitas antibakteri oleh bakteri endofit dari batang tanaman yakon. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari isolat bakteri endofit B2d batang tanaman yakon dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella thypimurium. Penelitian di mulai dengan produksi metabolit sekunder bakteri endofit B2d, pengukuran laju pertumbuhan bakteri dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumur. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa penghambatan oleh isolat B2d. terhadap bakteri S. aureus dan S. thypimurium termasuk dalam kategori hambatan kuat dengan menghasilkan zona hambat tertinggi berturut-turut sebesar 15,5 mm pada waktu fermentasi ke-40 jam dan 10,25 mm pada waktu fermentasi ke-48 jam. Kata Kunci : antibakteri, bakteri endofit, Smallanthus sonchifolius (Poepp. & Endl.) H. Rob.

    FORMULASI COOKIES TERSUBSTITUSI BEKATUL INPARA (Oryza sativa L) DAN KETAN PUTIH (Oryza sativa glutinosa) SERTA ANALISIS KANDUNGAN GIZINYA

    Get PDF
    Bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan cookies, karena memiliki kandungan gizi yang baik, serat yang tinggi, dan senyawa-senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tepung bekatul inpara (I) dan ketan putih (K) dalam pembuatan cookies, masing-masing dengan 3 formulasi bekatul yaitu 15, 30, dan 45% berdasarkan uji organoleptik dan kandungan gizinya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa formulasi terbaik (terpilih) melalui uji organoleptik yaitu cookies tersubstitusi bekatul ketan putih (KA 15%) dan inpara (IC 45%). Kandungan gizi cookies tersubstitusi ketan putih (KA 15%) yaitu kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, dan energi masing-masing sebesar 0,55, 1,35, 51,93, 14,71, 31,46, 4,99%, 465,98 kKal/g secara berturut-turut. Sedangkan cookies tersubstitusi bekatul inpara (IC 45%) sebesar 0,93, 1,36, 58,57, 21,36, 17,78, 6,04%, 497,64 kKal/g. Kandungan gizi cookies tersubtitusi bekatul ketan putih (KA 15%) dan inpara (IC 45%) telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) No.01-2973-1992. Kata Kunci: bekatul ketan putih (Oryza sativa glutinoisa), bekatul inpara (Oryza sativa L), cookies, giz

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇