Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    SENYAWA SITOTOKSIK DARI FRAKSI DIKLOROMETANA DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa Korth.) TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D

    Get PDF
    Daun kratom (Mitragyna speciosa Korth.) merupakan tumbuhan obat yang memiliki kandungan senyawa flavonoid, terpenoid, alkaloid, dan saponin. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas sitotoksik dari metabolit sekunder yang terkandung di dalam daun kratom terhadap sel kanker payudara T47D dan mengetahui karakteristik senyawa yang berperan dalam aktivitas sitotoksik tersebut. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu maserasi, partisi, dan kromatografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi diklorometana mempunyai nilai IC50 sebesar 238,34 µg/mL dan isolat mempunyai nilai IC50 sebesar 159,66 µg/mL, yang tergolong ke dalam sitotoksik moderat dan dapat digunakan sebagai kemoprevensi. Analisis spektrofotometer UV-Vis terhadap isolat menunjukkan adanya serapan maksimum pada λ 318, 302 dan 284 nm dengan transisi elektronik n→π*, n→σ*, dan π→π*. Spektrum IR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang 3054 cm -1 (OH), 2987 cm-1 (C-H alifatik ulur), 1601 cm-1 (C=O), 1496-1421 cm-1 (cincin aromatik) dan 1264 cm-1 (C-O-C), sedangkan analisis 1H-NMR (CDCl­3­­, 500 MHz) pada pergeseran kimia δ 6,5 – 7,7 ppm merupakan sinyal dari proton yang terikat pada gugus aromatik. Berdasarkan analisis spektroskopi dan uji fitokimia, diketahui bahwa isolat yang diperoleh termasuk senyawa golongan fenolik. Kata kunci : Mitragyna speciosa, sitotoksik, sel kanker T47D, fenoli

    PENGARUH WAKTU SONIKASI TERHADAP KARAKTERISTIK SELULOSA ASETAT HASIL SINTESIS DARI SABUT PINANG

    Get PDF
    Sabut pinang memiliki kandungan selulosa yang tinggi. Kandungan selulosa ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan selulosa asetat (SA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu sonikasi terhadap massa molekul rata-rata viskositas (Mv) dan karakteristik selulosa asetat berbahan dasar sabut pinang. Tahapan penelitian ini adalah delignifikasi dan ekstraksi selulosa, proses asetilasi, proses hidrolisis, penentuan kadar asetil dan derajat substitusi (DS), dan penentuan Mv. Sabut pinang didelignifikasi dan diekstraksi untuk menghilangkan lignin dan memperoleh selulosa murni. Tahap asetilasi dilakukan selama 3 jam dengan proses sonikasi selama (0, 15, 30, 60, 90, dan 120) menit. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh waktu sonikasi terhadap massa molekul rata-rata (Mv) yaitu terjadinya penurunan Mv pada waktu sonikasi 120 menit. Spektrum FTIR SA hasil sintesis menunjukkan adanya puncak gugus karbonil (C=O) ulur pada bilangan gelombang 1737,85 cm-1 dan munculnya gugus ester dari gugus asetil pada bilangan gelombang 1224,59 cm-1 dan 1039,12 cm-1. Hal ini menunjukkan bahwa proses asetilasi pada selulosa dari sabut pinang menjadi selulosa asetat berhasil dilakukan. Hasil difraktogram XRD selulosa sabut pinang memiliki perbedaan dengan SA hasil sintesis. Selulosa sabut pinang muncul puncak tajam yang tinggi pada 23,2771o yang menunjukkan selulosa sabut pinang bersifat kristalin. SA hasil sintesis muncul puncak lebar yang menunjukkan SA bersifat amorf. Kata Kunci : massa molekul rata-rata viskositas (Mv), metode sonikasi, selulosa asetat, selulosa sabut pinan

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI MINYAK ATSIRI LADA HITAM (Piper nigrum L.) ASAL SAJINGAN KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Lada hitam (Piper nigrum L.) asal Sajingan Kalimantan Barat merupakan rempah yang berpotensi untuk dikembangkan, salah satu kandungan kimianya adalah minyak atsiri. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengisolasi minyak atsiri lada hitam menggunakan metode distilasi uap, menganalisis komponen senyawa kimianya menggunakan GC-MS dan mengkarakterisasinya menggunakan parameter warna, berat jenis, indeks bias, putaran optik dan kelarutan dalam etanol sesuai standar ISO 3061:2008. Hasil isolasi diperoleh minyak atsiri lada hitam sebanyak 28 mL, rendemennya 1,27%. Hasil pengujian diperoleh warna agak kehijauan; berat jenis 0,887; kelarutan dalam etanol 95% (1:3); indeks bias 1,4857;  putaran optik -12,30°. Hasil analisis menggunakan GC-MS diperoleh 31 senyawa kimia yang terdeteksi. Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 3 komponen utama senyawa kimia terbesar yaitu: delta-3-carene (13,51%); limonene (18,20%) dan trans-caryophellene (23,77%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik minyak atsiri lada hitam untuk parameter warna, indeks bias, putaran optik dan kelarutan dalam etanol memenuhi standar, sedangkan berat jenisnya mendekati nilai standar. Kata Kunci : GC-MS, lada hitam, minyak atsiri, Piper nigrum

    EKSTRAKSI GELATIN DARI KULIT IKAN TOMAN (Channa micropelthes) DENGAN VARIASI KONSENTRASI DARI ASAM ASETAT

    Get PDF
    Pemanfaatan limbah kulit ikan sebagai sumber alternatif gelatin menjadi kajian yang menarik terlebih dengan adanya isu dan kekhawatiran mengenai status kehalalan gelatin. Gelatin adalah protein dari hidrolisis kolagen yang digunakan untuk keperluan industri pangan maupun non pangan.  Salah satu kulit ikan yang berpotensi dimanfaatkan sumber gelatin adalah limbah kulit ikan toman (Channa micropeltes) dari pembuatan kerupuk basah yang hanya memanfaatkan dagingnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rendemen gelatin dan mengetahui konsentrasi optimum dari asam asetat yang digunakan untuk mengekstraksi kolagen. Proses demineraliasi dilakukan dengan variasi konsentrasi asam asetat yaitu 0,25%, 0,5% dan 1% (v/v), perbandingan kulit ikan:asam asetat (1:4), lama perendaman selama 24 jam. Ektraksi dilakukan pada suhu 60oC selama 3 jam kemudian dikeringkan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak dua kali. Rendemen gelatin dengan konsentrasi CH3COOH 0,25% yaitu 0,78%, CH3COOH 0,5% yaitu 3,04% dan CH3COOH 1% yaitu 2,08%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsentrasi optimum asam asetat yang digunakan untuk mengekstraksi gelatin dari bahan baku kulit ikan toman adalah konsentrasi 0,5%.  Kata kunci: gelatin, ikan toman (Channa micropelthes), ekstraksi, asam aseta

    KARAKTERISASI SENYAWA TRITERPENOID DARI KULIT AKAR JABON ( Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.)

    Get PDF
    Jabon (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.) adalah pohon besar  dengan mahkota berbentuk payung yang luas dan batang silinder dengan cabang-cabang yang khas. Beberapa bagian tanaman Jabon (A. cadamba) telah digunakan untuk  penyembuhan luka, antioksidan, dan aktivitas antimalaria.Senyawa triterpenoid diisolasi dari fraksi etanol pada kulit akar Jabon (A. cadamba) Tahapan isolasi senyawa triterpenoid adalah ekstraksi, fraksinasi, kromatografi vakum cair (KVC), dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Analisis isolat ditentukan menggunakan proton nuclear magnetic resonance (1H-NMR) (500 MHz). Pergeseran kimia senyawa triterpenoid δH (ppm): 0,9 (2H,m) ; 1,3 (9H,d, J=7,05Hz) ; 1,6 (7H,m,) ; 2,02 (1H,m) ; 2,32 (2H,m) ; 3,98 (1H,s) ; 4,29 (3H,m) ; dan 7,5 (1H,s). Berdasarkan data spektrum 1H-NMR dan uji fitokimia dengan reagen Lieberman-Burchard diketahui bahwa kulit akar jabon terkandung senyawa triterpenoid.   Kata kunci: Jabon, Kromatografi, karakterisasi, A. cadamba, triterpenoid

    UJI WATER UPTAKE DAN POROSITAS TERHADAP BLEND MEMBRAN BERBASIS POLISULFON DAN SELULOSA ASETAT DARI NATA DE COCO

    Get PDF
    Teknologi membran telah banyak dikembangkan dalam proses pemisahan pada metode pengolahan limbah. Teknologi membran dipilih karena prosesnya sangat sederhana, dapat digunakan secara berulang, ramah lingkungan dan sangat selektif. Polisulfon merupakan polimer yang telah banyak diaplikasikan sebagai membran, namun membran polisulfon rentan terhadap fouling. Kelemahan pada membran polisulfon dapat diatasi dengan mencampur polisulfon dan selulosa asetat (SA) yang dibuat dari selulosa bakteri (nata de coco). Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik selulosa asetat hasil sintesis berdasarkan spektrum FTIR. Selulosa asetat (SA) disintesis dari nata de coco dengan metode asetilasi. Larutan polimer blend membran dibuat dengan mencampurkan polisulfon (PSf), N-metil pirolidon (NMP), polietilenglikol 400 (PEG400) dan SA. Blend membran selulosa asetat dibuat dengan menggunakan teknik inversi fasa. Membran yang dihasilkan dikarakterisasi dengan menggunakan uji water uptake dan porositas. Karakteristik serapan selulosa asetat ditandai dengan adanya puncak khas C-O-C dengan bilangan gelombang 1224 cm-1dan 1740 cm-1. Semakin tinggi suhu bak koagulasi yang digunakan pada pembuatan blend membran, maka pori yang dihasilkan juga semakin besar dan nilai water uptake juga semakin besar. Kata Kunci:membran, selulosa asetat, selulosa bakter

    KARAKTERISASI SENYAWA ANTIMALARIA DARI FRAKSI ETIL ASETAT HERBA PAKU Lygodium microphyllum TERHADAP Plasmodium falciparum

    Get PDF
    Lygodium microphyllum merupakan paku-pakuan dari family Lygodiciaea yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kalimantan Barat dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan demam, disentri, hepatitis, batuk dan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui karakter senyawa dari fraksi etil asetat herba paku dan  aktivitasnya terhadap Plasmodium falciparum. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi sehingga diperolehi ekstrak kental metanol. Ekstrak kental metanol selanjutnya dipartisi dengan beberapa pelarut sehingga diperoleh fraksi n-heksana, fraksi diklorometana, fraksi etil asetat dan fraksi metanol. Ekstrak dan masing-masing fraksi serta isolat dilakukan uji antimalaria terhadap Plasmodium falciparum sehingga diperoleh nilai IC50  berturut-turut yaitu 9,95 ; 13,67 ; 1,33 ; 9,05; 30,78 dan 1,23 µg/mL.  Fraksi etil asetat kemudian dilakukan pemisahan dan pemurnian sehingga diperoleh isolat FE8.1 dengan massa 4,8 mg berwarna kuning dan titik leleh 129-133 oC. Analisis spektrofotometer UV-Vis diperoleh serapan maksimum pada 305 dan 254 nm yang menunjukan adanya transisi elektronik n→π* ; π→π* dan π→ σ. Panjang gelombang maksimum tersebut juga menunjukkan adanya pita I dan pita II yang merupakan karakteristik golongan senyawa flavonoid. Hasil analisis spektrometer IR menunjukan gugus fungsi pada 3275-3115 cm-1 (-OH), 1707; 1606 cm-1(C=O) lakton,1516-1448 cm-1(C=C)dan 1033 cm-1 (C-O-C). Uji fitokimia isolat menunjukkan positif terhadap FeCl3 1% sehingga diprediksi senyawa tersebut golongan fenolik bergugus lakton.  Kata kunci: Lygodium microphylllum, Plasmodium falciparum, senyawa antimalari

    SINTESIS SENYAWA TURUNAN ANTRAKUINON MENGGUNAKAN VANILIL ALKOHOL DAN FTALAT ANHIDRIDA

    Get PDF
    Sintesis senyawa turunan antrakuinon telah dilakukan menggunakan ftalat anhidrida dan vanilil alkohol melalui reaksi asilasi Friedel-Craft dengan penambahan katalis BF3. Reaksi dilakukan dengan cara refluks pada temperatur 95˚C dan pengadukan secara kontinu selama 4 jam. Selama pengadukan berlangsung, produk dianalisis menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) setiap jam. Produk yang dihasilkan diekstraksi dengan etil asetat, dan dimurnikan dengan metode kromatografi kolom gravitasi (KKG) dan kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP). Isolat diidentifikasi secara fitokimia menggunakan reagen semprot KOH 10%. Hasil penelitian menunjukkan isolat yang diperoleh berupa serbuk berwarna kuning dengan massa 0,6 mg (rendemen 0,211%). Uji fitokimia menggunakan plat KLT dengan reagen semprot KOH 10% menunjukkan warna jingga keunguan yang diindikasikan sebagai senyawa turunan antrakuinon.  Kata Kunci: Antrakuinon, BF3, ftalat anhidrida, sintesis, vanilil alkoho

    PENURUNAN KADAR TIMBAL(II) MENGGUNAKAN ZEOLIT-X SINTETIS DARI BATU PADAS

    Get PDF
    Timbal merupakan logam berat yang sering digunakan sebagai bahan campuran dalam industri. Keberadaan timbal dalam bentuk ionnya sebagai limbah dari industri berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran ion timbal di lingkungan dapat diatasi dengan menggunakan adsorben yang tepat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan penurunan kadar timbal(II) menggunakan zeolit X sintetis dari batu padas. Sintesis zeolit X dari batu padas dilakukan menggunakan metode peleburan batu padas dengan NaOH kemudian ditambahkan NaAl(OH)4. Proses sintesis dilakukan secara hidrotermal pada suhu 100ºC, selama 12 jam. Zeolit X hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction). Kemampuan zeolit X sintetis sebagai adsorben untuk menurunkan kadar Pb(II) dilakukan dengan variasi parameter waktu kontak, massa adsorben, dan konsentrasi adsorbat sebagai kondisi optimum dalam penentuan kapasitas adsorpsinya. Analisis XRD menunjukkan adanya puncak khas zeolit X pada sudut 2θ dan d spacing 30,939º-2,888 Å; 26,652º-3,341 Å; dan 23,296º-3,815 Å. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi zeolit X sintetis terhadap Pb(II) berlangsung pada waktu kontak optimum 120 menit dengan persen efektivitas penurunan konsentrasi Pb(II) sebesar 99,45%. Massa optimum zeolit X sintetis yang diperlukan sebanyak 1,5 gram dengan persen efektivitas penurunan konsentrasi Pb(II) sebesar 97,49%. Adsorpsi zeolit X sintetis terhadap Pb(II) sesuai dengan model isoterm adsorpsi Langmuir dengan kapasitas adsorpsi sebesar 7,633 mg/g. Kata Kunci :zeolit X, sintetis, timbal, hidrotermal, batu pada

    UJI FLUKS MEMBRAN POLISULFON/POLIETILEN GLIKOL/SELULOSA ASETAT DARI NATA DE COCO

    Get PDF
    Membran merupakan salah satu material yang mulai dikembangkan karena kemampuannya dalam proses pemisahan (filtrasi). Salah satu material membran ultrafiltrasi yaitu polisulfon (PSf) dan Selulosa Asetat (CA). Membran PSf bersifat hidrofobik dan sifat mekanik yang baik, namun rentan terhadap fouling sedangkan membran CA bersifat hidrofilik dan tahan terhadap fouling, namun memiliki sifat mekanik yang rendah. Sifat mekanik yang rendah pada membran CA dan masalah fouling  pada membran PSf dapat diperbaiki dengan mencampurkan (blend) PSf dan CA. Selulosa asetat dalam penelitian ini dihasilkan dari sintesis nata de coco. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan karakteristik nata de coco (selulosa) dan selulosa asetat hasil sintesis serta menentukan pengaruh penambahan selulosa asetat terhadap fluks air, dan morfologi membran. Blend polimer yang digunakan pada pembuatan membran ini terdiri dari polisulfon (PSf), Selulosa asetat (CA), polietilen glikol 400 (PEG400) dan N-metil pirolidon (NMP). Membran PSf/PEG/CA dibuat dengan cara inversi fasa.  Membran yang dihasilkan dikarakterisasi dan kinerja membran ditentukan menggunakan fluks air. CA berhasil disintesis dengan metode asetilasi. Spektrum FTIR menunjukkan karakteristik puncak serapan nata de coco (selulosa) yaitu pada 3335,27 cm-1 (O-H), 2922,33 cm-1 (C-H) dan 1038 cm-1 (C-O) yang menunjukkan adanya ikatan glikosida dan ikatan C-O-C pada cincin selulosa. Karakteristik serapan CA ditandai dari adanya puncak khas karbonil (C=O) pada bilangan gelombang 1742,90 cm-1 dan gugus asetil (C-O) pada bilangan gelombang 1221,76 cm-1. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa fluks dengan penambahan CA menghasilkan fluks yang lebih besar dibandingkan tanpa penambahan CA. Kata Kunci : membran, nata de coco, fluks, rejeks

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇