Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
UJI AKTIVITAS BIOTERMITISIDA MINYAK ATSIRI DAUN Citrus nobilis Lour TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus sp)
Daun Citrus nobilis Lour diekstraksi untuk mendapatkan minyak atsiri dengan metode destilasi uap dengan suhu 95OC. Identifikasi Kromatografi Gas Spektrometri Massamenunjukkan 44 komponen penyusun minyak atsiri C. nobilis Lour dimana komponen utamanya adalah Limonen (14,08%). Rendemen minyak atsiri daun C. nobilis Lour yaitu 0,431%.Minyak atsiri diujikan sebagai biotermitisida terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus sp). Hasil uji dilakukan selama 7 hari menunjukan bahwa minyak atsiri bersifat toksik terhadap rayap dengan konsentrasi 20% dengan mortalitas 100% pada hari ke-4. Semakin tinggi penambahan konsentrasi minyak atsiri, maka mortalitas meningkat seiring dengan penurunan persentase kehilangan berat kertas uji. Persentase pengurangan berat kertas uji yang telah ditetesi minyak atsiri pada 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan fipronil (kontrol positif) berturut-turut adalah 19,16%, 14,87%, 11,78%, 0,51%, 0%, 0%, dan 0%. Kata kunci: biotermitisida, minyak atsiri, C. nobilis Lour, limonen
UJI BIOAKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PONTIANAK (Citrus nobilis Lour) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus sp)
Uji bioakivitas minyak atsiri kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komponen utama minyak atsiri dan aktivitas biologis terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus sp). Minyak atsiri dari kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) diperoleh dengan metode destilasi uap dengan suhu 950C selama 4 jam. Identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) mengandung 2 senyawa yaitu limonen (98,95%) dan γ-mirsen (1,05%). Rendemen minyak atsiri kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) sebesar 0,534%. Uji bioaktivitas kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) terhadap rayap tanah (C. curvignathus sp) dilakukan selama 7 hari yang menunjukkan bahwa pada konsentrasi 5% didapatkan kematian sebesar 10% pada hari ke 7, sedangkan pada konsentrasi 10% kematian sebesar 100% pada hari ke 4. Semakin besar penambahan minyak atsiri kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour ) pada kertas uji, maka mortalitas akan semakin meningkat seiring dengan penurunan persentase berat kertas uji. Minyak atsiri dari kulit buah jeruk pontianak (C. nobilis Lour) menunjukkan aktivitas antirayap terhadap rayap tanah (C. curvignathus sp) dengan nilai LC50 6,141%. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri dari kulit jeruk pontianak (C. nobilis Lour) bersifat toksik terhadap rayap tanah (C. curvignathus sp). Kata kunci: Citrus nobilis L, Minyak atsiri, Limonen, Bioaktivitas antirayap, Coptotermes curvignathus sp
PEMANFAATAN TONGKOL JAGUNG SEBAGAI ADSORBEN BESI PADA AIR TANAH
Besi (Fe) merupakan salah satu jenis logam berat yang memiliki toksisitas tinggi dan konsentrasi besi yang melebihi ambang batas dapat menurunkan kualitas lingkungan perairan. Salah satu cara untuk mengurangi kadar besi (Fe) dalam air tanah ialah dengan cara adsorpsi menggunakan adsorben. Dalam penelitian ini telah dibuat adsorben dari limbah tongkol jagung dengan tongkol jagung tanpa pengarangan teraktivasi (selulosa) dan karbon aktif tongkol jagung teraktivasi. Adsorben karbon aktif tongkol jagung dan tongkol jagung tanpa pengarangan diaktivasi dengan asam klorida dengan konsentrasi berbeda yaitu dengan konsentrasi 4M dan 0,1M. Parameter yang diujikan pada penelitian ini ialah variasi massa adsorben, pH larutan dan waktu kontak. Kondisi optimum yang diperoleh untuk adsorben karbon aktif tongkol jagung ialah pada massa 1,75 gram, pH 6,5 dan waktu 30 menit, sedangkan untuk adsorben tongkol jagung tanpa pengarangan teraktivasi ialah pada massa adsorben 0,50 gram, pH larutan 6,5 dan waktu 30 menit. Kapasitas adsorpsi besi dalam air tanah dengan menggunakan adsorben tongkol jagung tanpa pengarangan teraktivasi dan adsorben karbon aktif tongkol jagung pada kondisi optimumnya masing-masing sebesar 192,2 mg/g dan 87,2 mg/g. Kata kunci: tongkol jagung, adsorben, air tanah, karbon aktif
UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK DAUN MAJA (Crescentia cujete Linn) SEBAGAI ANTI RAYAP
Maja (Crescentia cujeta Linn) / Bignoniaceae merupakan tanaman obat yang berpotensi sebagai anti rayap. Penelitian ini bertujuan menentukan golongan senyawa metabolit sekunder yang bersifat anti rayap. Penelitian dibagi atas beberapa tahapan, yakni skrining senyawa fitokimia dan uji anti rayap Coptotermes sp yang dilakukan dengan bioasay test. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa semua ekstrak dan fraksi daun Maja terdeteksi mengandung senyawa aktif Flavanoid, Steroid, Polifenol, Saponin dan Alkaloid; kecuali pada fraksi n-heksana tidak mengandung Flavanoid, dan pada fraksi etanol tidak mengandung Flavanoid, Steroid, Polifenol; Hasil analisis bioasay test (LC50) fraksi kloroform 0,982 %, fraksi n-heksan 1,323 %, ekstrak kasar etanol 1,548%, fraksi etanol 8,296%. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak daun Maja berpotensi sebagai anti rayap. Kata kunci: Anti rayap, Coptotermes sp, Crescentia cujeta Linn, Maja, skrining fitokimia
OPTIMASI WAKTU KONTAK MODIFIKASI SILIKA GEL DARI LIMBAH KACA MENGGUNAKAN TRIBUTILAMINA
Telah dilakukan optimasi waktu kontak modifikasi silika gel dari limbah kaca menggunakan tributilamina. Penelitian ini meliputi pembuatan natrium silikat, pembuatan silika gel dan modifikasi silika gel menggunakan tributilamina. Natrium silikat dihasilkan dari reaksi antara serbuk kaca dengan larutan NaOH melalui proses pelarutan yang kemudian dikalsinasi pada suhu 400oC. Padatan natrium silikat kemudian dilarutkan dalam akuades hingga terbentuk larutan natrium silikat. Larutan natrium silikat ditambahkan HCl 3 M tetes demi tetes hingga pH 8-10 dan terbentuk silika gel. Hasil analisis spektrofotometer IR menujukkan bahwa silika gel yang dihasilkan mengandung gugus silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si) dan memiliki puncak serapan yang mirip dengan Silika Gel Kiesel 60. Berdasarkan hasil analisis analisis XRF silika gel memiliki kandungan SiO2 sebesar 74,98% serta hasil XRD menunjukkan silika gel yang dihasilkan bersifat amorf dengan nilai 2θ = 23,29o. Silika gel kemudian dimodifikasi menggunakan tributilamina 0,001M dengan variasi waktu kontak 2, 3 dan 4 jam. Waktu kontak optimum dalam modifikasi permukaan silika gel adalah 3 jam dengan konsentrasi tributilamina yang terserap adalah 5,6 × 10-4 M. Kata kunci : limbah kaca, modifikasi silika gel, silika gel, tributilamin
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSISITAS CAMPURANEKSTRAK METANOL KAYU SEPANG (Caesalpinia sappan L.) DAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii B.)
Kayu sepang (Caesalpinia sappan L.) dan kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii B.) secara tradisional sering dicampur sebagai minuman kesehatan karena mempunyai aktivitas biologis yang cukup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran dari kedua ekstrak tumbuhan kayu sepang dan kulit kayu manis terhadap aktivitas antioksidan dan sitotoksisitasnya. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH sedangkan untuk mengetahui sitotoksisitasnya dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil pengukuran aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak tunggal kulit kayu manis sebesar 19,79 ppm, ekstrak tunggal kayu sepang sebesar 8,86 ppm, campuran kedua ekstrak kulit kayu manis dan kayu sepang dengan perbandingan 1:10 sebesar 5,73 ppm, perbandingan 2:10 sebesar 5,29 ppm dan perbandingan 3:10 sebesar 4,43 ppm. Sedangkan hasil penelitian uji aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa nilai LC50 ekstrak tunggal kulit kayu manis sebesar 354,20 ppm, ekstrak tunggal kayu sepang sebesar 493.04 ppm, sedangkan campuran kedua ekstrak dengan perbandingan 3:10 sebesar 611,27 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang berpotensi sebagai antioksidan terbaik adalah campuran kedua ekstrak dengan perbandingan 3:10 sedangkan yang berpotensi sebagai antikanker adalah ekstrak tunggal kulit kayu manis. Kata Kunci : Antioksidan, sitotoksisitas, Caesalpinia sappan L, Cinnamomum burmannii B, brine shrimp lethality test (BSLT), DPPH
PENENTUAN KADAR TIMBAL (II) PADA AIR SUNGAI KAPUAS SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRA VIOLET-VISIBLE
Timbal merupakan salah satu logam yang sangat berbahaya yang mungkin terdapat dalam badan perairan, salah satunya di Sungai Kapuas. Oleh karena sifat timbal yang berbahaya bagi manusia maka perlu dilakukan penentuan kadar timbal dengan menggunakan metode analisis yang tepat sehingga diperoleh hasil yang tepat pula. Menurut SNI 6989-8-2009, penentuan kadar timbal dilakukan dengan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Meskipun metode ini sudah tervalidasi, namun ketersediaan Spektrofotometer Serapan Atom masih terbatas. Dengan demikian, diperlukan metode alternatif lain untuk pengukuran logam timbal selain Spektrofotometri Serapan Atom. Metode alternatif lain yang dapat digunakan untuk menentukan kadar timbal adalah spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini dilakukan untuk memvalidasi metode penentuan Pb dengan spektrofotometri UV-Vis. Validasi metode pengujian timbal dengan spektrofotometri UV-Vis mempunyai linearitas yang baik dengan koefisien korelasi sebesar 0,9962, akurasi sebesar 0,15%-26,1%, presisi sebesar 3,03%-18,33%, limit deteksi dan limit kuantifikasi berturut-turut sebesar 0,46 ppm dan 1,54 ppm. Berdasarkan hasil uji parameter validasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode pengujian kadar timbal secara spektrofotometri UV-Vis memenuhi kriteria yang ditetapkan. Kata kunci : timbal, validasi metode analisis, spektrofotometri UV-Vi
TRANSESTERIFIKASI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS ZEOLIT TERMODIFIKASI ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (TKKS)
Minyak goreng bekas merupakan sumber bahan bakar nabati yangdapat diolah menjadi metil ester, melalui reaksi transesterifikasi dengan metanol dan dibantu katalisator basa heterogen. Katalis heterogen mempunyai peranan yang sangat penting dalam transesterifikasi dengan mempercepat terbentuknya metil ester. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan katalis heterogen yang dapat digunakan dalam transesterifikasi minyak goreng bekas dengan menggunakan katalis zeolit termodifikasi abu tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Pembuatan katalis dalam penelitian ini dilakukan dengan mengimpregnasi larutan abu TKKS kedalam zeolit alam melalui proses refluks pada suhu 600C selama 2 jam dan dikalsinasi pada suhu 4500C selama 4 jam. Karakterisasi katalis dilakukan dengan menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD) untuk menganalisis logam kalium yang terimpregnasikedalam zeolit. Hasil penelitian menunjukan waktu dan konsentrasi katalis optimum dalam transesterifikasi adalah 3 jam dan 4% menghasilkan persen konversi metil ester mencapai 92,78%. Metil ester kemudian dianalisis sifat fisiknya dan dikarakterisasi dengan menggunakan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukan produk metil ester yang paling dominan terbentuk terdiri dari metil linoleat 38,58% dan metil palmitat 30%. Kata Kunci: katalis heterogen, transesterifikasi, zeolit alam, minyak goreng beka
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSISITAS EKSTRAK DAUN MALEK (Litsea garciae Vidal)
Malek adalah salah satu tumbuhan dari suku Lauraceae. Daun malek digunakan untuk mengobati luka bakar kulit ringan dan bisul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil), kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan sitotoksik dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) pada daun malek pada ekstrak metanol kental, fraksi metanol, kloroform dan n-heksana. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai IC50 untuk fraksi n-heksana sebesar 777,11 µg/ml, fraksi kloroform sebesar 237,21 µg/ml dan fraksi metanol sebesar 90,89 µg/ml yang termasuk sumber antioksidan dengan kandungan total fenol sebesar 237,35 µg TAE/mg. Terdapat korelasi positif antara kandungan total fenol dan nilai IC50. Hasil uji sitotoksik menunjukan nilai LC50 pada fraksi metanol sebesar 512,404 µg/ml, fraksi kloroform sebesar 328,321 µg/ml dan fraksi n-heksana memiliki nilai LC50 paling baik dengan nilai 181,736 µg/ml dan berpotensi sebagai sumber antikanker. Kata kunci : malek, antioksidan, fenol, sitotoksik, BSLT, DPPH, antikanker
UJI AKTIVITAS ANTIRAYAP MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PURUT (Cytrus hystric D.C) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes sp)
Ekstraksi minyak atsiri kulit jeruk purut (Cytrus hystric D.C) telah dilakukan melalui destilasi uap. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komponen yang terdapat dalam minyak kulit jeruk purut yang diisolasi dengan destilasi uap serta menguji aktivitas termisida dari kandungan zat dalam minyak atsiri kulit jeruk purut terhadap rayap tanah. Kulit jeruk purut yang telah dipotong-potong didestilasi selama 5 jam. Minyak atsiri yang diperoleh diterapkan untuk menentukan aktivitas antirayap dengan metode cellulose pads yang telah dimodifikasi menggunakan rayap tanah (Coptotermes sp). Minyak atsiri yang diperoleh dari proses destilasi uap memiliki rendemen 0,5%. Hasil analisis menggunakan GC-MS menunjukkan bahwa minyak jeruk purut mengandung beberapa senyawa utama (citronella 14,18%, cyclohexene 10,10%, β-citronella8,54%, beta phellandrene 4,47%, citronellyl acetate 1,95%). Hasil uji aktivitas antirayap dengan pelarut dietil eter pada konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% menunjukkan bahwa minyak jeruk purut memiliki aktivitas antirayap terhadap rayap tanah (Coptotermes sp). Aktivitas paling tinggi sebesar 100% kematian pada konsentrasi 20% dan 25% dalam waktu uji selama kurang dari 5 hari. Kata Kunci : Minyak atsiri, Cytrus hystric. D.C, Aktivitas antirayap, GC-M