Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    PREKONSENTRASI TIMBAL (II) PADA AIR SUNGAI KAPUAS MENGGUNAKAN KITOSAN TERIMOBILISASI DITIZON

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian mengenai prekonsentrasi Pb (II) pada Air Sungai Kapuas dengan kitosan terimobilisasi ditizon. Kandungan ion logam dalam air cenderung memiliki kadar yang sangat rendah (trace metals), sehingga perlu dilakukan teknik tertentu untuk menentukan kadarnya yaitu dengan prekonsentrasi. Teknik prekonsentrasi memerlukan adsorben. Pada penelitian ini digunakan adsorben kitosan terimobilisasi ditizon. Kitosan bead diimobilisasi dengan ditizon untuk meningkatkan selektivitas adsorben dalam menyerap Pb (II). Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR). Hasil IR menunjukkan adanya gugus N-H dan S=C yang merupakan karakter ditizon pada bilangan gelombang 1635,01 cm-1 N-H dan 1080,14 cm-1 S=C. Variasi dalam prekonsentrasi meliputi massa adsorben (3, 5 dan 7 gram) dan kecepatan alir (0,5, 1 dan 2 mL/menit). Desorpsi dilakukan dengan menggunakan etilen diamin tetra asetat 0,05 M. Eluat yang mengandung ion logam Pb dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh massa adsorben maksimum adalah 3 gram dengan faktor pemekatan 1,42 kali dan recovery 35,61%. Disamping itu, diperoleh kecepatan alir maksimum yaitu 0,5 mL/menit dengan faktor pemekatan 2,13 kali dan recovery 53,13%. Aplikasi kondisi prekonsentrasi tersebut pada sampel Air Sungai Kapuas memberikan hasil faktor pemekatan sebesar 0,39 kali dan recovery 9,65%.   Kata kunci: air Sungai Kapuas, kitosan terimobilisasi ditizon, prekonsentrasi, timbal (II

    ADSORPSI FENOL MENGGUNAKAN ADSORBEN KARBON AKTIF DENGAN METODE KOLOM

    Get PDF
    Limbah fenol yang mencemari wilayah perairan dapat berakibat buruk pada lingkungan dan makhluk hidup yang ada disekitarnya. Adsorpsi fenol menggunakan adsorben karbon aktif dari tandan kosong (kelapa) sawit (TKS) dengan aktivator soda kue 4% menggunakan metode kolom telah dilakukan. Selanjutnya dikaji kemampuan karbon aktif sebagai adsorben fenol dengan dua variasi ukuran partikel 80 dan 100 mesh dan variasi selang waktu kontak total kolom I dan Kolom II selama 4, 8, dan 12 jam sehingga diperoleh optimasi adsorpsi fenol oleh karbon aktif. Hasil adsorpsi dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 510 nm. Besar nilai maksimum konsentrasi dan efisiensi penurunan fenol pada karbon aktif 80 mesh terdapat pada waktu kontak 12 jam di kolom I dengan nilai maksimum konsentrasi  1,27 mg/L dan besar nilai efisiensi 96.15%, sedangkan pada karbon aktif 100 mesh terdapat pada waktu kontak 12 jam di kolom I dengan nilai maksimum konsentrasi 1,24 mg/L dan besar nilai efisiensi 96,26%. Besar total efisiensi penurunan kadar fenol yang terbaik pada karbon aktif yaitu pada ukuran partikel 80 mesh dengan waktu kontak 12 jam sebesar 97,11%.   Kata kunci : tandan kosong (kelapa) sawit, fenol, karbon aktif, adsorpsi, kolo

    PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI ADSORBEN GAS H2S DARI ZEOLIT ALAM

    Get PDF
    Zeolit alam adalah suatu mineral yang tersusun dari senyawa silika-alumina yang berbentuk kristal. Zeolit memiliki beberapa karakteristik seperti ukuran pori yang seragam serta selektivitas terhadap gas, sehingga baik untuk dimanfaatkan sebagai adsorben. Pada penelitian ini zeolit digunakan sebagai adsorben gas H2S yang berbau seperti telur busuk dan beracun pada konsentrasi tertentu. Adsorpsi gas dilakukan dengan penambahan zeolit alam tanpa dan dengan aktivasi pada variasi ketebalan adsorben yaitu 1, 2 dan 3 cm. Hal ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan adsorpsi zeolit terhadap gas H2S. Zeolit dikarakterisasi menggunakan X-Ray Diffraction, X-Ray Fluorosence dan Gas Sorption Analyzer. Hasil XRD menunjukkan zeolit alam yang digunakan adalah jenis modernit dengan munculnya puncak khas pada daerah 2θ = 22,43°, 25,73° dan 26,80°. Hasil XRF menunjukkan nilai rasio Si/Al tanpa dan dengan aktivasi meningkat dari 5 menjadi 7. Kemudian hasil analisis GSA menunjukkan luas permukaan, volume total pori dan rerata jari pori meningkat dengan proses aktivasi. Kadar gas H2S diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode metilen biru. Berdasarkan penelitian ini diperoleh efisiensi penyerapan adsorben zeolit alam terhadap gas H2S terbaik adalah zeolit dengan aktivasi, pada variasi ketebalan adsorben 3 cm. Efisiensi penyerapan zeolit pada ketebalan 3 cm sebesar 91,22%. Hal ini dikarenakan zeolit teraktivasi memiliki nilai kapasitas adsorpsi dua kali lebih besar dari zeolit tanpa aktivasi. Kata Kunci : Efisiensi, gas H2S, kapasitas adsorpsi, metode metilen biru, zeolit ala

    IMPREGNASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK PIGMEN BIXIN PADA BENTONIT TERPILAR-TiO2

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji impregnasi ekstrak pigmen bixin yang diekstrak dari selaput biji buah kesumba (Bixa orellana Bixaceae) pada bentonit terpilar-TiO2. Pilarisasi bentonit dilakukan menggunakan larutan Ti-polihidroksi dan kemudian dikalsinasi pada temperatur 2000C untuk membentuk oksida logam TiO2 serta hasilnya dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X. Selanjutnya dilakukan impregnasi ekstrak pigmen bixin dengan variasi penambahan massa bentonit terpilar-TiO2 dan dianalisis menggunakan spektrofotometer infra merah (IR). Analisis XRD menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jarak dasar (d001) dari 14,28 Ǻ menjadi 19,36 Ǻ pada bentonit setelah dipilar. Spektra IR menunjukkan bahwa telah terjadi impregnasi ekstrak pigmen bixin pada bentonit terpilar-TiO2 yang ditandai dengan munculnya pita serapan (-COH) asam karboksilat, (-CO) ester, -CH3, dan -OH karboksilat. Hasil variasi massa optimum yang diperoleh untuk proses impregnasi ekstrak pigmen bixin pada bentonit terpilar-TiO2 adalah 2 gr yang didukung dengan munculnya pita serapan gugus –OH yang lebih melebar dibandingkan spektrum yang lain. Kata kunci : bixin, bixa orellana, bixaceae, bentonit, kesumba, lempung terpila

    OPTIMASI WAKTU DAN SUHU PENGERINGAN MODIFIKASI SILIKA GEL BERBAHAN DASAR ABU SEKAM PADI DENGAN TRIBUTILAMINA

    Get PDF
    Abu sekam padi memiliki kandungan SiO2 87-97% sehingga dapat dimanfaatkan untuk mensintesis silika gel. Penelitian ini bertujuan memodifikasi silika gel dengan menggunakan senyawa organik tributilamina. Berdasarkan analisis XRD menunjukan silika gel abu sekam padi memiliki sifat amorf dengan ditunjukan dari intensitas dan puncak tertinggi terletak pada sudut 2θ= 21,98o. Modifikasi silika gel menggunakan senyawa organik tributilamina dengan konsentrasi 0,1 M pada variasi waktu kontak yaitu; 1, 2, 3, 4 dan 5 jam serta suhu pengeringan setelah modifikasi dengan variasi suhu pengeringan 20, 40, 60, 80 dan 100 oC. Spektra IR menunjukan bahwa waktu kontak dan suhu optimum adalah 3 jam pada suhu 40 oC, yang ditandai dengan munculnya serapan pada bilangan gelombang 1380,04 cm-1 yang mengindikasikan adanya gugus N-O. Foto SEM menunjukan morfologi permukaan yang lebih halus dan merata pada permukaan silika gel modifikasi.   Kata Kunci : Abu sekam padi, silika gel, tributilamina, modifikas

    KARAKTERISASI ZEOLIT A SINTETIS DARI LUMPUR PDAM KOTA PONTIANAK DAN ALUMINA

    Get PDF
    Zeolit A merupakan zeolit sintetis yang mengandung aluminasilikat dan membentuk unit tetrahedral. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk mensintesis zeolit A adalah lumpur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Upaya untuk melakukan sintesis zeolit A dikarenakan zeolit A memiliki nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang tinggi dan dapat digunakan sebagai adsorben. Zeolit A dapat memisahkan molekuk-molekul berdasarkan ukuran dan bentuknya. Sintesis zeolit A dari lumpur PDAM Kota Pontianak dilakukan dengan metode hidrotermal pada suhu 100oC selama 4 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik zeolit A hasil sintesis dengan adanya penambahan massa alumina yang dilihat karakterisasi XRD dan daya serapnya terhadap iod serta kapasitas tukar kationnya. Variasi massa alumina (Al2O3) terhadap silika (SiO2) yaitu masing-masing 1:1, 1:2 dan 1:3. Hasil karakterisasi lumpur PDAM menggunakan XRF mengandung SiO2:Al2O3 sebesar 49,11%:29,45%. Hasil karakterisasi XRD teridentifikasi puncak 2? karakteristik zeolit A standar, yaitu pada zeolit 1 memiliki puncak 2? = 12,43; 27,94 dan 34,63. Sedangkan pada zeolit 2 memiliki puncak 2? = 7,10; 27,85 dan 34,47 serta pada zeolit 3 memiliki puncak 2? = 12,51 dan 34,34. Nilai kapasitas tukar kation pada perbandingan SiO2:Al2O3 sebesar 1:1 yaitu 128,080 cmol+/kg, sedangkan pada perbandingan SiO2:Al2O3 sebesar 1:2 yaitu 38,044 cmol+/kg dan pada perbandingan SiO2:Al2O3 sebesar 1:3 yaitu 10,123 cmol+/kg. Daya serap terhadap iod terdapat pada perbandingan SiO2:Al2O3 sebesar 1:1 yaitu 593,875 mg/g, sedangkan pada perbandingan SiO2:Al2O3 sebesar 1:2 yaitu 363,679 mg/g dan pada perbandingan SiO2:Al2O3 sebesar 1:3 yaitu 395,113 mg/g. Kata kunci: sintesis zeolit A, KTK, daya serap terhadap io

    PENURUNAN BAHAN ORGANIK AIR GAMBUT MENGGUNAKAN BIJI ASAM JAWA (Tamarindus indica Linn)

    Get PDF
    Air gambut mengandung bahan organik yang menyebabkan warna coklat kehitaman dan dapat menimbulkan bau. Bahan organik ini dapat dihilangkan melalui proses koagulasi flokulasi menggunakan biji asam jawa. Penelitian tentang pengaruh pH dan massa koagulan terhadap penurunan bahan organik air gambut dengan cara koagulasi telah dilakukan. Penurunan bahan organik air gambut ditentukan berdasarkan nilai absorbansi UV pada panjang gelombang 254 nm dan bilangan permanganat. Pengamatan pengaruh pH larutan dan massa biji asam jawa terhadap penurunan bahan organik dilakukan dengan metode batch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan bahan organik terbaik diperoleh pada hasil eksperimen dengan pH 4 dan massa biji asam jawa sebanyak 2 g per 200 mL air gambut dengan perbandingan 1:1. Kondisi optimum ini mampu menurunkan bahan organik air gambut mencapai 50%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa biji asam jawa dapat digunakan sebagai koagulan dalam menurunkan bahan organik air gambut. Kata kunci: biji asam jawa, air gambut, penurunan bahan organi

    APLIKASI EDIBLE COATING DARI PEKTINJERUK SONGHI PONTIANAK (Citrus nobilis var Microcarpa) PADA PENYIMPANAN BUAH TOMAT

    Get PDF
    Jeruk songhi merupakan produk gagal dari buah jeruk pontianak komersial. Jeruk ini dianggap sebagai limbah yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan edible coating dengan mengekstrak pektin yang terkandung  jeruk songhi pontianak. Edible coating diaplikasikan pada buah tomat dan mencari formula edible coating terbaik terhadap karakteristik buah tomat selama penyimpanan. Pembuat edible coating dilakukan dengan melarutkan tepung pektin sebanyak 0,5; 1; dan 2 gram di dalam aquades dan ditambahkan 1 ml gliserol. Edible coating dilapisi pada buah tomat dan disimpan dengan variasi waktu penyimpanan 10 dan 20 hari pada suhu dingin dan suhu kamar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa buah tomat yang dilapisi dengan edible coating paling optimal mencegah dalam kerusakan mekanis dan respirasi adalah buah tomat yang dilapisi dengan edible coating dengan komposisi 1 gram pektin dengan waktu penyimpanan 10 hari pada suhu dingin. Kata kunci: jeruk soghi, citrus nobilis var microcarpa, pektin, edible coatin

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOL DAN TOKSISITAS DARI EKSTRAK DAUN DAN BATANG LAKUM (Cayratia trifolia (L) Domin)

    Get PDF
    Lakum (Cayratia trifolia) merupakan salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kandungan total fenol dan aktivitas toksisitas ekstrak metanol, fraksi n-heksana, fraksi kloroform dan fraksi metanol daun dan batang lakum. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil), uji kandungan total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan uji toksisitas menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa % rendemen tertinggi yaitu pada fraksi metanol daun 25,617%. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi metanol daun dan batang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan steroid. Fraksi n-heksana dan kloroform daun dan batang mengandung senyawa polifenol dan steroid. Aktivitas antioksidan terdapat pada fraksi metanol batang lakum memilki dengan nilai IC50 60 ppm dan kandungan total fenol tertinggi yaitu sebesar 57,7 μg/mL. Uji toksisitas  menunjukkan bahwa fraksi kloroform dan metanol batang memiliki aktivitas toksisitas yang tertinggi dengan nilai LC50 91,7 ppm. Hal ini mengindikasikan bahwa fraksi metanol bersifat aktif sebagai antioksidan dan fraksi kloroform batang bersifat aktif sebagai antikanker. Kata kunci : antiokisdan, Cayratia trifolia, lakum, skrining fitokimia, total fenol, toksisita

    SKRINING FITOKIMIA, UJI AKTIVITAS, ANTIOKSIDAN DAN UJI SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL PADA AKAR DAN KULIT BATANG SOMA (Ploiarium alternifolium)

    Get PDF
    Soma (Ploiarium alternifolium) merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di daerah rawa Kalimantan, Sumatera Selatan sampai Malaysia dan berpotensi sebagai bahan obat anti kanker. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi soma sebagai bahan obat anti kanker. Penelitian ini telah dilakukan dengan beberapa tahap yakni dengan ekstraksi, skrining fitokimia, uji antioksidan dengan metode DPPH dan kandungan total fenol, serta uji sitotoksik dengan metode BSLT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skrining fitokimia dari akar mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, polifenol dan saponin. Kulit batang mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, polifenol dan triterpenoid. Kandungan total fenol dari ekstrak kulit batang dan akar masing-masing sebesar 2,15 µg TAE/mg, dan 1,99 µg TAE/mg. Aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit batang dan akar masing-masing sebesar 243,524 ppm dan 300,576 ppm, sedangkan vitamin C sebesar 5,372 ppm. Uji sitotoksik pada ekstrak kulit batang dan akar masing-masing sebesar 489,465 µg/ml dan 523,464 µg/ml. Berdasarkan hasil penelitian maka kulit batang dan akar soma berpotensi sebagai bahan obat anti kanker. Kata kunci: Ploiarium alternifolium, Theaceae, antioksidan, total fenol, sitotoksik, fitokimi

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇