Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
OPTIMASI JENIS DAN KONSENTRASI ASAM PADA HIDROLISIS SELULOSA DALAM TONGKOL JAGUNG
Selulosa merupakan polimer glukosa yang tidak bercabang berbentuk rantai linier yang dihubungkan oleh ikatan β-1,4 glikosidik. Struktur linier menyebabkan selulosa bersifat kristalin dan tidak mudah larut. Salah satu limbah yang memiliki selulosa adalah tongkol jagung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar gula reduksi tertinggi yang dihasilkan melalui proses hidrolisis dengan pengukuran menggunakan metode Somogyi-Nelson. Selulosa yang diperoleh dilakukan proses delignifikasi dengan NaOH 10% dalam 28 jam waktu perendaman. Delignifikasi selain untuk menghilangkan lignin juga melarutkan hemiselulosa sehingga diperoleh kandungan selulosa. Kadar delignifikasi yang diperoleh yaitu sebesar 64,4%. Optimasi jenis dan konsentrasi asam pada selulosa dalam tongkol jagung menggunakan asam HNO3, H2SO4, dan HClO4 dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%, dan 40%. Gula reduksi tertinggi diperoleh melalui proses hidrolisis yaitu sebesar 718,71 mg/L (14,36%) menggunakan HClO4 30%
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FENOL FRAKSI ETIL ASETAT BUAH PALASU (Mangifera caesia Jack)
Buah palasu (Mangifera caesia Jack) diketahui memiliki aktivitas antioksidan berdasarkan uji kualitatif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan total fenol fraksi etil asetat buah palasu. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH dan penentuan kandungan total fenol fraksi dilakukan dengan metode Follin-Ciocalteau. Nilai IC50 fraksi etil asetat buah palasu diperoleh sebesar 170,63 mg/L. Total fenol fraksi etil asetat dari buah palasu sebesar 0,01952 mg/gr ekivalen asam tanat. Hasil ini menunjukkan bahwa buah palasu berpotensi sebagai sumber antioksidan. Kata Kunci : Palasu, antioksidan, total feno
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SOMA (Ploiarium alternifolium Melch) TERHADAP Propionibacterium acnes
Soma (P. alternifolium Melch) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai obat anti jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fraksi dari daun soma sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan; (i) ekstraksi dan uji fitokimia ekstrak dan fraksi daun soma, (ii) penentuan aktivitas antbakteri ekstrak dan fraksi daun soma terhadap bakteri P. acnes, (iii) penentuan Kadar Hambat Minimum (KHM) terhadap semua fraksi. Pada tahap pertama menunjukkan hasil bahwa ekstrak metanol daun soma mengandung senyawa steroid, terpenoid, alkaloid, polifenol, flavonoid dan saponin. Fraksi metanol mengandung senyawa terpenoid, alkaloid, polifenol, flavonoid dan saponin. Fraksi etil asetat mengandung senyawa steroid, alkaloid, polifenol, flavonoid dan saponin serta fraksi n-heksana mengandung senyawa steroid, polifenol dan flavonoid. Pada tahap kedua diperoleh hasil bahwa ekstrak dan fraksi daun soma memiliki kemampuan aktivitas antibakteri terhadap bakteri P. acnes. Rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan dari keempat jenis ekstrak dengan konsentrasi 500 mg/mL secara berturut-turut adalah 9,42, 15,81, 8,65 dan 5,87 mm. Pada tahap ketiga memberikan hasil bahwa nilai KHM dari semua fraksi daun soma adalah 9,45, 10,38 dan 125 mg/mL. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa fraksi yang memiliki kemampuan aktivitas antibakteri paling baik terhadap bakteri P. acnes adalah fraksi metanol.Kata kunci: Soma (P. alternifolium Melch), Propionibacterium acnes, uji fitokimia, aktivitas antibakteri, Kadar Hambat Minimum (KHM
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK DAUN MALEK (Litsea graciae Vidal) TERHADAP BAKTERI Stapylococcus aureus DAN Escherichia coli
Tumbuhan malek (Litsea graciae Vidal) merupakan salah satu dari genus Litsea yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder, pada fraksi metanol, n-heksana dan kloroform terdiri dari alkaloid, flavonoid, steroid dan triterpenoid, yang dapat berpotensi sebagai antibakteri. Secara empiris masyarakat memanfaatkan biji malek sebagai obat bisul. Metode yang digunakan untuk uji bioaktivitas terhadap bakteri S. aureus dan E. coli adalah metode cakram kertas dengan melihat diameter zona hambat yang dihasilkan. Variasi konsentrasi ketiga fraksi tersebut adalah 4, 5, 6, dan 7% (b/v). Diameter zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak daun malek pada konsentrasi terkecil yang diberikan yaitu 4 % memiliki daya hambat terbesar pada fraksi kloroform terhadap bakteri S.aureus yaitu sebesar 12,6 mm dan terhadap bakteri E.coli sebesar 11 mm. Zona hambat ini menunjukkan bahwa ekstrak daun malek dari berbagai fraksi berpotensi sebagai antibakteri. Kata Kunci : Antibakteri, Escherichia coli, Litsea graciae vidal, Stapylococcus aureu
ENKAPSULASI DAN UJI STABILITAS PIGMEN KAROTENOID DARI BUAH TOMAT YANG TERSALUT CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC)
Telah dilakukan penelitian tentang enkapsulasi dan uji stabilitas pigmen karotenoid dari buah tomat. Pigmen diperoleh dari hasil ekstraksi tomat menggunakan pelarut n-heksana:aseton:etanol =2:1:1(v/v). Ekstrak kentalpigmen kemudian dienkapsulasi menggunakan CarboxyMethyl Cellulose (CMC) sebagai penyalut dengan metode koaservasi. Enkapsulasi bertujuan untuk melindungi pigmen dari kondisi lingkungan yang dapat merusaknya. Enkapsulasi pigmen dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi penyalut CMC (10, 20 dan 30%) dan kecepatan pengadukan (500, 600, 700, dan 800 rpm). Analisis dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visibelpada panjang gelombang 469 nm. Efisiensi optimumenkapsulasi diperoleh dengan menggunakan 20% CMC yaitu sebesar 94,2%. Adapun kecepatan pengadukan yang menghasilkan efisiensi enkapsulasi tertinggi adalah 500 rpm dengan efisiensi 82,7%.Enkapsulatdiuji fotostabilitasnya terhadap cahaya (cahaya polikromatis 73 lux dan UV-C 47 lux) dan termostabilitasnya pada suhu (30, 40, dan 50oC) selama 5 hari. Uji ini dilakukan untuk menentukankonstanta degradasi (k) dan waktu paruh (t1/2) pigmen dalam enkapsulat. Berdasarkan penurunan absorbansi pigmen selama iradiasi dan suhu penyimpanan, nilai k pigmen oleh penyinaran cahaya polikromatis dan UV-C berturut-turut yaitu 0,0028 dan 0,0025dengan t1/2 sebesar247,5 dan 277,2 jam. Adapun nilai k pigmen pada suhu 30, 40 dan 50oC berturut-turut adalah 0,0035, 0,0040, dan 0,0048 dengan t1/2 sebesar198 jam, 173,25 jam, dan 144,37 jam. Kata kunci: Karotenoid tomat, enkapsulasi, CMC, fotostabilitas/termostabilitas, koaservasi
ADSORPSI ION LOGAM Zn (II) MENGGUNAKAN BIOMASSA Chlorella sp. YANG DIIMOBILISASI PADA SILIKA GEL
Telah dilakukan penelitian mengenai adsorpsi ion logam seng (II) menggunakan adsorben biomassa Chlorella sp. yang diimobilisasi pada silika gel. Adsorben yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR). Spektrum IR menunjukkan adanya ikatan pada Chlorella sp. imobilisasi, terlihat pada bilangan gelombang 3448,72 cm-1 merupakan gugus O-H dari Si-OH, bilangan gelombang 1635,64 cm-1 merupakan gugus C=O dan bilangan gelombang 1087,85 cm-1 yang merupakan gugus Si-O-Si. Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi, seperti pengaruh pH sistem, waktu adsorpsi, dan konsentrasi awal seng (II). Kadar seng (II) hasil adsorpsi diukur dengan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum adsorpsi terjadi pada pH 6 dengan waktu kontak optimum 30 menit. Kapasitas adsorpsi maksimum biomassa Chlorella sp. imobilisasi menurut isoterm Freundlich sebesar 9,332 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, Chlorella sp., imobilisasi, seng (II), silika ge
OPTIMASI UKURAN PARTIKEL, MASSA DAN WAKTU KONTAK KARBON AKTIF BERDASARKAN EFEKTIVITAS ADSORPSI β-KAROTEN PADA CPO
Telah dilakukan adsorpsi β-karoten pada CPO oleh karbon aktif dari cangkang kelapa sawit. β-karoten merupakan senyawa golongan karotenoid yang banyak terdapat didalam CPO. Namun, pada pengolahan CPO menjadi minyak goreng, β-karoten seringkali dibuang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan ukuran partikel, massa, dan waktu kontak optimum berdasarkan efektivitas karbon aktif terhadap adsorpsi β-karoten. Penelitian dimulai dari proses karbonisasi pada suhu 500oC selama 3 jam dan dilanjutkan dengan aktivasi selama 4 jam dengan menggunakan larutan NaOH 2%. Karakterisasi melalui GSA menunjukkan peningkatan luas permukaan adsorben dari 38,350 m2/g menjadi 304,163 m2/g. Proses adsorpsi dilakukan dengan cara mengontakkan karbon aktif dengan CPO menggunakan variasi ukuran partikel, massa dan waktu kontak untuk mengetahui kondisi optimum dalam proses adsorpsi yang dilakukan terhadap karbon aktif ukuran 50, 100, dan 140 mesh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan, karbon aktif dari cangkang sawit yang optimum adalah dengan ukuran partikel 100 mesh. Massa optimum yang didapatkan adalah 1,0 g pada waktu kontak 0,5 jam dengan efektivitas sebesar 72,53%. Kata kunci : β-karoten, adsorpsi, cangkang sawit, karbon akti
UJI ORGANOLEPTIS PRODUK TAHU TERSALUT KITOSAN (TAHU-EDIBLE COATING KITOSAN)
Tahu merupakan jenis makanan yang terbuat dari kedelai. Daya simpan makanan tersebut sangat terbatas, sehingga perlu dilakukan pengawetan untuk mempertahankan kesegaran tahu. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tahu yaitu dengan menggunakan edible coating. Bahan edible coating dari kitosan dapat menggantikan penggunaan pengawet berbahaya. Pembuatan edible coating dari kitosan dilakukan dengan variasi konsentrasi 2%, 2,5%, 3%, 3,5%, 4%, dalam asam asetat 1%. Variabel pengujian dalam penelitian ini yaitu suhu (40C dan 270C) dan waktu lama penyimpanan (1 hari dan 2 hari). Uji organoleptik tingkat kesukaan yang dilakukan yaitu uji penampakan produk, tekstur, aroma dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa semakin tinggi konsentrasi edible coating kitosan maka semakin tinggi tingkat kesukaan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai tahu yang diberi edible coating 4% pada suhu 40C dalam waktu penyimpanan 2 hari, dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan adalah 3,800. Kata kunci: edible coating, kitosan, tah
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK PADA KULIT BATANG TAMPOI (Baccaurea macrocarpa) TERHADAP Artemia Salina LeachDENGAN METODE BSLT
Tampoi (Baccaurea macrocarpa) merupakan salah satu tanaman dari genus Baccaurea.Beberapa informasi ilmiah tentang aktivitas dari tanaman genus ini diantaranya antioksidan, antimikroba dan sitotoksik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik ekstrak metanol kulit batang tampoi dan hasil fraksinasinya. Penelitian diawali dengan penyediaan ekstrak metanol kental melalui maserasi sampel menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol dipartisi dengan pelarut n-heksana, klorofom dan etil asetat yang diikuti dengan uji fitokimia kemudian dilakukan uji toksisitas ekstrak kental metanol dan hasil partisi terhadap Artemia Salina L dengan metode Brine Shrimp Lethality test (BSLT).Hasil uji fitokimia ekstrak kulit batang tampoi dan fraksinasiya positif mengandung metabolit sekunder yaitu ekstrak metanol dan fraksi etil asetat positif mengandung flavonoid, steroid, polifenol dan alkaloid sedangkan pada fraksi klorofom dan fraksi n-heksana positif mengandung alkaloid dan pada fraksi metanol positif mengandung flavonoid, polifenol, dan alkaloid. Data kematian Artemia salina dianalisis dengan analisis probit untuk mengetahui nilai LC50. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak kental metanol kulit batang tampoi adalah 318,150 ppm dan fraksinasinya adalah fraksi etil asetat 310,443 ppm, fraksi n-heksana 500,160 ppm, fraksi metanol 602,869 ppm dan fraksi klorofom 640,471 ppm.Berdasarkan hasil uji aktivitas sitotoksik yang dilakukan, kulit batang tampoi mempunyai aktivitas sitotoksik dengan tingkat aktivitas yang tergolong sedang. Kata kunci: Tampoi ,Baccaurea macrocarpa,Fitokimia, Sitotoksik, Artemia Salina, BSLT
PEMBUATAN MEMBRAN SILIKA DARI FLY ASH DAN APLIKASINYA UNTUK MENURUNKAN KADAR COD DAN BOD LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT
Limbah cair kelapa sawit memiliki potensi sebagai pencemar lingkungan karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Pengolahan limbah cair industri kelapa sawit untuk menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biology Oxygen Demand (BOD), dengan menggunakan membran merupakan cara yang mudah dan efektif. Salah satu bahan dasar untuk pembuatan membran adalah silika yang disintesis dari abu terbang (fly ash) industri kelapa sawit. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan membran silika dari abu terbang dengan variasi massa silika yaitu 1 gram, 3 gram, dan 5 gram. Pembuatan membran silika digunakan bahan pendukung yaitu campuran Poly Vinyl Alcohol (PVA) dan Poly Ethylen Glycol (PEG). Morfologi dan ukuran pori membran diamati menggunakan scanning electron microscope (SEM). Proses penurunan kadar COD dan BOD limbah cair kelapa sawit dilakukan dengan melewatkan limbah melalui membran silika yang dibuat. Hasil penurunan kadar COD dilakukan dengan metode refluks tertutup secara titrasi dan kadar BOD dilakukan dengan metode winkler. Hasil yang didapat dari analisis SEM untuk membran dengan massa silika 1 gram memiliki ukuran pori 4,39 μm, membran dengan massa silika 3 gram memiliki ukuran pori 4,08 μm, dan membran dengan massa silika 5 gram memiliki ukuran pori 3,59 μm. Hasil penurunan kadar COD dan BOD yang paling maksimum ditunjukkan oleh membran dengan massa silika 5 gram yaitu sebesar 23,71% untuk COD dan 57,44% untuk BOD Kata kunci: abu terbang (fly ash), silika, limbah cair kelapa sawit, membra