Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    FERMENTASI SERBUK KAYU Aquilaria sp MENGGUNAKAN KAPANG Fusarium sp

    Get PDF
    Gaharu adalah sejenis resin yang dihasilkan oleh pohon gaharu yang terbentuk karena adanya infeksi pada tanaman tersebut. Adapun beberapa jenis tanaman penghasil gaharu merupakan famili dari Thymeleaceae, Leguminoceae dan Euphorbiaceae, dengan 8 genus yaitu Aquilaria, Grynops, Excocaria, Gonistylus, Aetoxylon, Enkleia, Wiekstromia, dan Dalbergia. Aquilaria sp merupakan pohon yang digunakan sebagai sampel untuk difermentasi menggunakan inokulan kapang Fusarium sp. Inokulan Fusarium sp dibuat dengan mencampurkan kapang Fusarium sp ke dalam media cair (Potato Dektros) untuk difermentasi pada serbuk kayu Aquilaria sp selama satu minggu. Analisa kandungan gaharu meliputi analisis morfologi, penentuan kadar resin dan penentuan kandungan senyawa kimia hasil ekstrak melalui metode maserasi menggunakan spektroskopi massa-kromatografi gas. Analisis morfologi hasil fermentasi menggunakan Fusarium  sp menunjukan warna kehitaman dan relatif lebih baik dibandingkan serbuk tanpa fermentasi. Analisis kandungan resin yang diperoleh dari hasil fermentasi Fusarium sp lebih tinggi yaitu sebesar (0.4%) dibandingkan dengan serbuk tanpa fermentasi yaitu sebesar (0,18%). Analisis kandungan senyawa kimia hasil fermentasi oleh Fusarium sp secara keseluruhan lebih tinggi terutama senyawa wangi gaharu yaitu Chromone sebesar (7,89%) jika dibandingkan dengan serbuk tanpa fermentasi oleh Fusarium sp yaitu sebesar (%). Analisis diatas menunjukan perbedaan hasil yang sangat signifikan sehingga fermentasi menggunakan kapang Fusarium sp secara in vitro dapat digunakan pada serbuk kayu Aquilaria sp. Kata kunci : Aqularia sp, Fusarium sp, fermentas

    IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI TIGA ISOLAT BAKTERI TANAH GAMBUT KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Senyawa antibakteri diketahui mampu dihasilkan oleh bakteri dari tanah dan dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri patogen. Sifat keasaman pada tanah gambut mengindikasikan bahwa bakteri yang mampu bertahan hidup di dalamnya memiliki keunikan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi 3 isolat bakteri dari tanah gambut dan mengetahui kemampuannya dalam menghasilkan senyawa antibakteri. Identifikasi spesies bakteri dilakukan berdasarkan Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology melalui uji morfologi dan biokimia. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar (well) menggunakan dua jenis supernatan bebas sel bakteri, yaitu supenatan asam dan supernatan netral terhadap bakteri uji Bacillus cereus dan Escherichia Coli. Hasil identifikasi menunjukkan bakteri yang diisolasi dari tanah gambut tersebut yaitu: Enterobacter cloacae, Enterobacter gergoviae, dan Proteus rettgeri. Identifikasi protein dengan uji biuret secara kualitatif terhadap seluruh supernatan bebas sel netral menunjukkan hasil uji positif.Supernatan bebas sel yang bersifat asam dari isolat B (Enterobacter gergoviae) menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji Gram positif dan negatif, dengan diameter zona hambat B. cereus: 9,401 mm danE. Coli: 10,301 mm. Supernatan bebas sel netral dari isolat B (Enterobacter gergoviae)memiliki daya hambat dengan diameter zona hambat B. cereus: 18,975 mm danE. Coli: 10,870 mm. Ketiga isolat bakteri mampu menghasilkan senyawa yang bersifat antibakteri. Kata kunci: antibakteri, bakteriosin, tanah gambu

    ENKAPSULASI PIGMEN ANTOSIANIN DARI KULIT TERONG UNGU

    Get PDF
    Pigmen antosianin kulit terong ungu memiliki beberapa aktifitas biologis yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun  demikian pigmen ini dapat rusak dengan adanya pengaruh lingkungan luar selama penyimpanan. Pada penelitian ini telah dilakukan enkapsulasi pigmen antosianin dari kulit terong ungudengan metode koaservasi menggunakan bahan penyalut maltodekstrin.Enkapsulasi ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitasnya. Kondisi optimum enkapsulasi pigmen dilakukan dengan variasi penyalut maltodekstrin (40%, 50% dan 60%) dan dengan kecepatan pengadukan 600, 700 dan 800 rpm. Penentuan efisiensi proses enkapsulasi dilakukan dengan mengukur kadar pigmen dalam enkapsulat yang dihasilkan dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimumnya 432 nm. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum enkapsulasi adalah pada konsentrasi maltodekstrin50% b/v dalam pelarut pembawa dan kecepatan pengadukan 600 rpm dengan efisiensi enkapsulasi tertinggi yaitu 63,85%. Enkapsulat kemudian diuji fotostabilitasnya dengan sumber radiasi UV-C dan polikromatis. Hasil uji menunjukan bahwalaju reaksi fotodegradasi (k) dan waktu paruh (t1/2) pigmen mengikuti hukum laju reaksi orde pertama dengan konstanta laju reaksi dengan sumber radiasi UV-C 6,25 kali lebih besar (0,025) dibandingkan dengan sumber radiasi polikromatik (0,004) dan waktu paruh (t1/2) berturut-turut 27,72 jam dan 173,25 jam.   Kata Kunci :Antosianin, Enkapsulasi, Koaservasi, Maltodekstrin, Terong Ung

    SINTESIS GARAM TIMAH KLORIDA (SnCl2) BERBAHAN DASAR LIMBAH ELEKTRONIK

    Get PDF
    Timah (Sn) merupakan mineral logam yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam proses kimia. Limbah elektronik Cathode Ray Tubes (CRTs) tabung TV berwarna mempunyai kandungan timah (Sn). Timah (Sn) dari limbah elektronik Cathode Ray Tubes (CRTs) tabung TV berwarna dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses sintesis garam SnCl2. Cathode Ray Tubes  yang telah dipreparasi selanjutnya didestruksi menggunakan asam nitrat (HNO3) dan dikarakterisasi dengan X-Ray Fluoresence (XRF). Sintesis SnCl2 dilakukan dengan reaksi redoks dan dilanjutkan dengan tahap kristalisasi. Garam SnCl2 yang dihasilkan berwarna putih keabu-abuan. Randemen yang diperoleh 62,89 %. Karakterisasi produk dilakukan dengan menentukan titik leleh produk dan uji daya reduksi Sn2+. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemurnian garam SnCl2 dari limbah elektronik tabung TV berwarna masih belum murni berdasarkan dari uji titik lelehnya 227-232o C sedangkan daerah titik leleh standar SnCl2 231,8o C. Dilihat dari uji daya reduksi Sn2+ yang dilakukan dengan cara titrasi potensiometri, nilai potensial yang diperoleh yaitu 0,13002, nilai ini tidak jauh berbeda dengan nilai standar potensial sel Sn2+ yaitu 0,13. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai potensial untuk reduksi Sn2+ yang dihasilkan baik. Kata kunci: SnCl2, Cathode Ray Tubes (CRTs), timah, potensiometr

    PENENTUAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI KULIT BUAH CERIA (BaccaureapolyneuraHook.f.) TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Ceria merupakan salah satu tanaman dari genus Baccaurea.Tanaman ini hidup di daerah tropis di Kalimantan Barat dan buahnya dapat dikonsumsi.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri kulit buah ceria. Senyawa metabolit sekunder diperoleh dari proses ekstraksi yaitu maserasi dan partisi.Pengujian aktivitas antibakteriyang dilakukan pada penelitian ini yaitu terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan metode difusi agar menggunakan sumur, kemudian dilanjutkan dengan penentuan nilai MIC.Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa kulit buah ceria mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, terpenoid dan steroid. Hasil penelitian dari ekstrak metanol, dan ketiga fraksi yaitu : kloroform, etil asetat dan metanol memiliki aktivitas antibakteri terhadap E.coli dengannilai MICadalah 0,44%, 0,405%, 0,407%, dan 0,415%, dan terhadap S.aureus  adalah 0,438%, 0,391%, 0,421%, dan 0,412%. Dari keempat sampel uji tersebut yang paling efektif menghambat pertumbuhan bakteri uji adalah pada fraksi kloroform yaitu terhadap E.coli sebesar 0,405% dan pada S.aureus sebesar 0,391%.   Kata kunci : Aktivitas Antibakteri, Fitokimia, Ceria (B.polyneuraHook.f.

    TRANSESTERIFIKASI LANGSUNG MIKROALGA (Chlorella, Sp.) DENGAN RADIASI GELOMBANG MIKRO

    Get PDF
    Transesterifikasi langsung terhadap mikroalga (Chlorella, Sp.) telah dilakukan tanpa melakukan proses ekstraksi asam lemak dan menggunakan abu tandan kosong kelapa sawit (TKS) sebagai katalis yang direaksikan dalam microwave rumah tangga 400 watt. Penggunaan microwave berpengaruh terhadap laju reaksi transesterifikasi dan waktu reaksi yang lebih singkat. Pada penelitian ini telah dipelajari pengaruh besarnya ratio konsentrasi antara minyak mikroalga dan alkohol serta pengaruh waktu reaksi terhadap produk metil ester yang dihasilkan. Randemen hasil terbaik 95,03 % pada perbandingan minyak mikroalga : metanol 1 : 12 selama 10 menit. Karakteristik produk meliputi viskositas 10,281 cSt, dengan kerapatan 0,9077 g ml-1, serta indek bias 1,46. Hasil GC-MS menunjukan komposisi metil ester terdiri dari metil oleat (64,68%), metil palmitat (19,63%), dan metil linoleat (7,81%). Kata Kunci: transesterifikasi, metil ester, mikroalga, katali

    KAPASITAS ADSORPSI MAKSIMUM ION Pb(II) OLEH ARANG AKTIF AMPAS KOPI TERAKTIVASI HCl DAN H3PO4

    Get PDF
    Timbal merupakan salah satu logam berat penyebab pencemaran perairan yang beracun dan membahayakan kesehatan. Pada penelitian ini dilakukan adsorpsi timbal menggunakan arang aktif dari ampas kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kondisi optimum dan kapasitas adsorpsi arang aktif ampas kopi teraktivasi HCl dan H3PO4 terhadap Pb(II). Ampas kopi dikeringkan selama 5 jam pada temperatur 1050 selanjutnya dikarbonisasi pada suhu 6000C selama 4 jam. Arang ampas kopi diaktivasi menggunakan HCl dan H3PO4 0,1 M selama 48 jam dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 1100C selama 3 jam. Kondisi optimum adsorpsi ditentukan berdasarkan pH larutan, waktu kontak dan kecepatan pengadukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh karakteristik arang ampas kopi teraktivasi HCl adalah 4,2023% (kadar air), 3,4803% (kadar abu), 302,1308 mg/g (daya serap iodium), 18,3641 mg/g (daya serap metilen biru), 68,0884 m2/g (luas permukaan metilen biru), 573,2924 m2/g (luas permukaan iodin) sedangkan arang aktif teraktivasi H3PO4 sebesar 2,8058% (kadar air), 3,6848% (kadar abu),344,2158 mg/g (daya serap iodium), 18,3195 mg/g (daya serap metilen biru), 67,9228 m2/g (luas permukaan metilen biru),653,1485 m2/g (luas permukaan iodin). Adsorpsi optimum penelitian ini terjadi pada pH 4, waktu kontak 30 menit dan kecepatan pengadukan 60 rpm. Kapasitas adsorpsi maksimum arang aktif ampas kopi teraktivasi HCl dan H3PO4 berturut-turut sebesar 3,3255 mg/g dan 2,609 mg/g. Kata kunci: adsorpsi, aktivasi, ampas kopi, arang aktif,timba

    PENENTUAN WAKTU INKUBASI OPTIMUM TERHADAP AKTIVITAS BAKTERIOSINLactobacillus sp. RED4

    Get PDF
    Pemanfaatan Bakteri asam laktat (BAL) dalam industri pangan telah dikenal secara luas sebagai kultur starter (fermentasi) dan pengawet pangan. Bakteriasamlaktat menghasilkan senyawa antimikroba antara lain senyawa asam laktat, hidrogen peroksida, dan bakteriosin. Lactobacillus sp. RED4 merupakan salah satu isolat BAL hasil isolasi dari cincalok formulasi yang dapat memproduksi senyawa antimikroba bakteriosin. Tujuan penelitian ini adalah menentukan waktu inkubasi optimum terhadap aktivitas antimikroba bakteriosin dariLactobacillus sp. RED4. Uji aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi sumur agar terhadap beberapamikroba uji. Berdasarkan hasil penelitian Lactobacillus sp. RED4 dapat memproduksi antimikroba bakteriosin, yang terdeteksi pada fase eksponensial yaitu jam ke-4 dan mencapai optimum pada awal fase stasioneryaitu jam ke-16. Indikator waktu inkubasi optimum adalah waktu dimana antimikroba bakteriosin diproduksi secara optimal yang ditandai dengan besarnya zona bening yang terbentuk di sekitar sumur pada semua mikroba uji. Produksi antimikroba bakteriosin Lactobacillus sp. RED4 pada waktu inkubasi 16 jam. Aktivitas amtimikroba bakteriosin terhadap Bacillus cereus, Bacillus subtilis, Salmonella sp., Aeromonas hydrophila, Eschericia coli, Pseudomonas aeruginosa, dan Candida albicansebesar  6,40±0,06; 6,93±0,10; 3,22±0,05; 6,15±0,08; 6,79±0,07; 14,28±0,04 dan 6,46±0,06 mmsecara berturut-turut.   Kata kunci :    Bakteriosin, Lactobacillus sp.RED4, waktu inkubasi optimu

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis

    Get PDF
    Butoh keling (Holothuria leucospilota) diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan metabolit sekunder yang terdapat pada butoh keling dan mengetahui fraksi ekstrak butoh keling yang efektif berperan sebagai antibakteri terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis serta mengetahui konsentrasi hambat minimumnya. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Hasil uji fitokimia menunjukkan pada ekstrak kasar, fraksi methanol dan etil asetat memiliki kandungan golongan metabolit sekunder triterpenoid, flavonoid dan saponin, sedangkan fraksi n-heksana hanya memiliki kandungan triterpenoid. Fraksi yang memiliki aktivitas tertinggi terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis adalah fraksi etil asetat. Kadar hambat minimum (KHM) fraksi etil asetat terhadap bakteri P.acnes adalah pada konsentrasi 62,5 mg/mL, sedangkan KHM bakteri S.epidermidis adalah pada konsentrasi 125  mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dari ekstrak butoh keling memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes dan S.epidermidis sehingga dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri. Kata kunci: Butoh keling (Holothuria leucospilota), Antibakteri, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, metabolit sekunde

    UJI FOTOSTABILITAS TiO2-KLOROFIL DARI MIRKOALGA (Chlorella sp.)

    Get PDF
    Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat pada mikroalga (Chlorella sp). Pigmen klorofil mudah terdegradasi akibat suhu, oksigen dan cahaya. Penambahan TiO2 diketahui dapat meningkatkan fotostabilitas klorofil karena selain sebagai fotoprotektor, TiO2­­ merupakan bahan semikonduktor yang umum digunakan dalam sel surya tersensitasi pewarna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan fotostabilitas pigmen klorofil dari mikroalga (Chlorella sp.) dengan cara mengembankannya pada titanium dioksida (TiO2) melalui proses imobilisasi. Interaksi antara klorofil dan TiO2 sebelum dan setelah imobilisasi, dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah (IR). Uji fotostabilitas TiO2-klorofil dilakukan menggunakan sinar UV selama 12 jam secara kontinu dan penurunan konsentrasi klorofil akibat fotodegradasi dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Spektra IR menunjukkan bahwa imobilisasi TiO2-klorofil ditandai dengan terjadinya penurunan signifikan puncak 3417,86 cm-1 akibat ikatan hidrogen antara gugus amina (-NH) dengan gugus (TiO), penurunan pada puncak 1712,79 cm-1 karena interaksi antara gugus karbonil (C=O) dengan gugus (TiO), dan adanya serapan pita Ti-O-O pada pucak 678,94 cm-1. Uji fotostabilitas menunjukkan bahwa TiO2-klorofil memiliki stabilitas yang lebih tinggi dibandingkan klorofil murni. Hal ini ditandai dengan nilai konstanta degradasi TiO2-klorofil lebih kecil dibandingkan dengan absorbansi klorofil murni setelah iradiasi kontinu selama 12 jam. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa imobilisasi pigmen klorofil pada TiO2 mampu meningkatkan fotostabilitas pigmen klorofil. Kata kunci: fotostabilitas, imobilisasi, klorofil, titanium dioksida (TiO2

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇