Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN UJI SITOTOKSIK METODE BSLT PADA EKSTRAK METANOL DAUN BONGKAL(Nuacleasubdita (Korth) Steud)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas antioksidan dan uji sitotoksik dari ekstrak daun bongkal (Nauclea Subdita(Korth) Steud). Ekstrak metanol daun bongkal diperoleh dari hasil ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol dipekatkan menggunakan rotary evaporator kemudian dilakukan pengujian skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, danuji sitotoksik menggunakan metode BSLT. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak metanol daun bongkal mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, steroid dan polifenol. Uji aktivitas antioksidan dilakukan pada panjang gelombng 515nm menghasilkan nilai IC50 sebesar 10 ppm. Uji aktivitas sitotoksik menghasilkan nilai LC50 sebesar 327 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkanbahwa daun bongkal mempunyai aktivitas antioksidan alami.   Kata Kunci: bongkal, antioksidan, sitotoksik, srining fitokimi

    SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KARET ALAM – SELULOSA DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN VARIASI MASSA SELULOSA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengamati sifat mekanik dan morfologi permukaan komposit karet alam-selulosa TKKS dengan variasi massa selulosa. Selulosa tersebut terlebih dahulu 3-APTES ((3-aminopropil)trietoksisilane) 2% kemudian dianalisis menggunakan FTIR dan XRD. Selulosa TKKS diekstraksi melalui beberapa tahapan: proses hidrolisis, delignifikasi dan bleaching. Komposit karet alam-selulosa dibuat dengan memvariasikan massa selulosa yakni 0, 5, 10, dan 15 phr. Selulosa dari TKKS menunjukkan puncak khas selulosa pada spektrum FTIR dan difraktogram XRD. Setelah dimodifikasi dengan 3-APTES 2%, tidak terjadi perubahan signifikan pada spektrum FTIR. Difraktogram menunjukkan peningkatan intensitas pada selulosa termodifikasi 3-APTES terjadi pada 2 = 26,4375o yang disertai dengan peningkatan indeks kristalinitas dari 52,42% menjadi 64,29% dan peningkatan ukuran kristalit dari 3,17 nm menjadi 57,56 nm. Selulosa termodifikasi dicampurkan dengan karet alam dan bahan aditif lainnya untuk membentuk komposit. Hasil SEM menunjukkan adanya sisa bahan aditif vulkanisasi pada komposit bahkan karet alam-selulosa 15 phr memiliki agregat dan celah yang cukup besar. Uji tarik komposit menunjukkan bahwa karet alam-selulosa 15 phr memiliki nilai tegangan dan modulus Young tertinggi masing-masing sebesar 15,2×107 N/m² dan 1,504×107 N/m². Namun, penambahan pengisi tidak mempengaruhi nilai regangan dan perpanjangan putus. Berdasarkan perbandingan dengan beberapa SNI dan SII, nilai perpanjangan putus dari komposit telah memenuhi standar untuk dijadikan beberapa produk seperti ban dalam sepeda dan sarung tangan. Kata Kunci :  komposit karet alam-selulosa, selulosa TKKS, variasi massa selulosa, 3-APTE

    PENURUNAN KADAR COD (Chemical Oxygen Demand) LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN ARANG AKTIF BIJI KAPUK (Ceiba Petandra)

    Get PDF
    Limbah cair industri kelapa sawit dapat menimbulkan pencemaran karena mengandung polutan organik yang cukup tinggi. Pengolahan yang dilakukan untuk memperbaiki kualitas limbah cair industri kelapa sawit tersebut adalah menggunakan adsorpsi dimana adsorben yang digunakan adalah arang aktif biji kapuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter arang aktif yang dibuat dari biji kapuk yang digunakan untuk menurunkan kadar COD limbah cair industri kelapa sawit dan mengetahui efisiensi adsorpsinya. Pada penelitian ini dilakukan pengaktifan arang aktif dari biji kapuk menggunakan NaHCO3 4% dengan melakukan variasi waktu dan suhu aktivasi untuk meningkatkan daya serapnya terhadap senyawa organik limbah cair industri kelapa sawit. Uji efektivitas arang aktif biji kapuk sebagai adsorben senyawa organik limbah cair industri kelapa sawit dilakukan variasi waktu kontak dan massa adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu  dan suhu aktivasi optimum adalah 2 jam dengan suhu 400℃ dengan nilai luas permukaan terbesar yaitu sebesar 27,53 m2/g. Sedangkan waktu kontak optimum adsorpsi arang aktif biji kapuk adalah 40 menit dan massa optimum adsorben arang aktif biji kapuk adalah 3,5 g dengan nilai efisiensi adsorpsi sebesar 73,28%. Kata kunci: arang aktif, biji kapuk, COD, limbah cair kelapa sawi

    AKTIVITAS TERMITISIDA MINYAK ATSIRI DARI DAUN CEKALAK (Etlingera elatior (JACK) RM. SM.) TERHADAP RAYAP Coptotermes curvignathus sp PADA TANAMAN KARET

    Get PDF
    Cekalak (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki potensi untuk menghasilkan minyak atsiri, salah satunya pada bagian daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen utama minyak atsiri daun cekalak (E. elatior) dan aktivitas biologis terhadap rayap (Coptotermes curvignathus sp) pengganggu bagi tanaman karet. Minyak atsiri daun cekalak (E. elatior) didestilasi dengan metode destilasi uap selama 4 jam. Rendemen minyak atsiri daun cekalak (E. elatior) yang di peroleh adalah 0,102% dan hasil dari identifikasi dengan menggunakan GC-MS menunjukkan beberapa senyawa di antaranya cyclopropane (28,57%), trans-β-Farnesene (8,97%), dodecanal (7,31%), cyclododecane (7,26%), α-Pinene (5,42%), dan caryophyllene (5,28%). Semakin besar konsentrasi minyak atsiri daun cekalak (E. elatior) pada kertas uji, maka semakin menurun kemampuan rayap untuk memakan kertas uji, sehingga pengurangan presentase pada berat kertas uji juga menurun. Hasil analisis probit data LC50 dari minyak atsiri daun cekalak (E. elatior) diperoleh sebesar 3,072%. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri dari daun cekalak bersifat toksik bagi rayap dan dapat dimanfaatkan sebagai termitisida pada tanaman karet.   Kata kunci: C. curvignathus, E. elatior , minyak atsiri, termitisid

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BUAH ASAM KANDIS(GarciniadiociaBlume) YANG TERENKAPSULASI MALTODEKSTRIN

    Get PDF
    Buah asam kandis (Garcinia diocia Blume) memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba yang berpotensi sebagai pengawet alami ikan segar. Penggunaan ekstrak buah tersebut memiliki kelemahan cepat rusak dan waktu simpan yang pendek, sehingga diperlukan enkapsulasi untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang masa simpan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan enkapsulat etanol buah asam kandis, dengan menggunakan metode difusi sumur. Ekstrak etanol dan enkapsulatnya dapat menghambat 10 bakteri uji. Nilai KHM ekstrak etanol sebesar 0,5mg/sumur untuk semua bakteri uji (Klebsiella pneumoniae, Citrobacter freundii, Staphylococus aureus, Bacillus substilis, Bacillus cereus, Escherichia coli, Aeromonas hydrophilla, Salmonella sp., Pseudomonas aeruginosa, dan Vibrio cholerae), sedangkanenkapsulatnyamemiiki nilai KHM 1,5mg/sumur untuk 6 bakteri uji (A. hydrophila, E. coli, S. Aureus, K . pneumoniae, Salmonella sp., C. Freundii) dan 2,5 mg/sumur untuk 4 bakteri uji (B. substilis, B. cereus, V. cholerae, P. aeruginosa). Ekstrak etanol pada konsentrasi 1,5 mg/sumur bersifat bakterisida terhadap bakteri S. Aureus dan bersifat bakteristatik terhadap 9 bakteri uji lainnya, sedangkan enkapsulatnya bersifat bakteristatik terhadap semua bakteri uji. Ekstrak etanol dan enkapsulatnya memiiki aktivitas antibakteri. Kata Kunci : Buah asam kandis (Garcinia diocia Blume), enkapsulasi, antibakteri

    UJI BIOAKTIVITAS EKSTRAK DAUN KESUM (Polygonum minus Huds) SEBAGAI BIOTERMITISIDA RAYAP TANAH Macrotermes sp

    Get PDF
    Kesum (Polygonum minus Huds) merupakan tanaman endemik Kalimantan Barat yang berpotensi sebagai bahan antirayap. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi kesum sebagai bahan antirayap dengan membandingkan fraksi dan ekstrak kasar. Penelitian ini telah dilakukan dengan dua tahap yakni ekstraksi dan uji antirayap tanah Macrotermes sp. Hasil penelitian diperoleh rendemen ektrak kasar sebesar 18,74%, fraksi n-heksana 46,1%, fraksi etil asetat 2,798 %, dan fraksi metanol 3,912%. Hasil uji antirayap menunjukan LC50 dari ekstrak kasar yaitu 7,963%, fraksi metanol 1,7%, fraksi n-heksan 1,277% dan fraksi etil asetat 0,712%. Berdasarkan Nilai LC50 n-heksan dan etil asetat adalah fraksi teraktif sebagai bahan antirayap, disebabkan oleh fraksi etil asetat terkandung golongan senyawa fenolik dan alkaloid dan fraksi n-heksan fenolik dan steroid yang bersifat antibakteri sehingga dapat membunuh bakteri yang ada di dalam usus rayap. Berdasarkan penelitian, fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat berpotensi sebagai bahan antirayap.   Kata kunci: Polygonum minus Huds, kesum, Macrotermes sp, biotermitisida, antiraya

    AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota) DARI PULAU LEMUKUTAN TERHADAP Candida albicans

    Get PDF
    Teripang merupakan biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia dan diketahui mengandung metabolit sekunder yang salah satunya berfungsi sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan golongan metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak H.leucospilota yang berasal dari perairan pulau Lemukutan dan mendapatkan fraksi ekstrak H.leucospilota yang paling aktif sebagai antijamur serta mengetahui kemampuan antijamurnya terhadap jamur C. albicans. Analisis golongan metabolit sekunder menggunakan analisis fitokimia sedangkan menentukan kemampuan bioaktivitas antijamur menggunakan metode difusi agar. Metabolit sekunder yang diduga memiliki kemampuan sebagai antijamur adalah saponin. Fraksi yang memiliki aktivitas antijamur C. albicans paling baik yaitu fraksi etil asetat dengan zona bening sebesar 25,06 mm pada konsentrasi 100 g/ml. Kadar hambat minimum (KHM) fraksi etil asetat yakni pada konsentrasi 0,005 g/ml dan pada konsentrasi 100 g/ml dan 10 g/ml memiliki aktivitas fungisidal. Fraksi etil asetat dari ekstrak H. leucospilota yang berasal dari perairan pulau Lemukutan dapat menjadi alternatif antijamur. Kata Kunci: Analisis fitokimia, Candida albicans, Difusi agar, Holothuria leucospilot

    OPTIMASI KATALIS ASAM SULFAT DAN ASAM MALEAT PADA PRODUKSI GULA PEREDUKSI DARI HIDROLISIS KULIT BUAH DURIAN

    Get PDF
    Kulit buah durian secara proporsional mengandung unsur selulosa sekitar 50-60 % sehingga memiliki potensi sebagai sumber penghasil gula pereduksi jika dihidrolisis. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk optimalisasi produksi gula pereduksi pada hidrolisis kulit buah durian dengan menggunakan katalis asam sulfat dan asam maleat. Hidrolisis kulit buah durian dengan asam sulfat konsentrasi 0,5-2,5 N dengan suhu divariasikan 75-95 oC sedangkan hidrolisis kulit buah durian dengan asam maleat konsentrasi 0,17-0,85 N dengan variasi suhu yang sama. Hasil analisis gula pereduksi secara kuantitatif menunjukkan kadar optimum gula pereduksi hasil hidrolisis dengan menggunakan katalis asam sulfat diperoleh pada konsentrasi 1,5 N pada suhu 900C yaitu 317,68 mg/ml. Sedangkan kadar optimum gula pereduksi hasil hidrolisis menggunakan katalis asam maleat diperoleh pada konsentrasi 0,68 N pada suhu 95 0C yaitu 0,119 mg/ml. Data ini mengindikasikan bahwa gula pereduksi yang dihasilkan dari hidrolisis kulit buah durian dengan menggunakan katalis asam sulfat jauh lebih banyak daripada menggunakan katalis asam maleat. Kata kunci : Kulit buah durian, hidrolisis, gula pereduksi, asam sulfat, asam malea

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSISITAS FRAKSI DAUN KENTUTAN (Paederia foetida L.)

    Get PDF
    Kentutan (Paederia foetida L.) termasuk tumbuhan famili Rubiaceae.Tumbuhan ini telah diketahui memiliki sifat antioksidan dan sitotoksisitas pada ekstrak kasar metanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kandungan metabolit sekunder, kandungan total fenol, aktivitas penangkapan radikal 2,2-difenil-1-pikrilhidrazin (DPPH) dan aktivitas sitotoksik terhadap larva Artemia salina oleh fraksi-fraksi nya. Fraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah fraksi n-heksana, fraksi kloroform, dan fraksi metanol. Berat sampel ekstrak daun P.foetida adalah 46,326 gram dengan rendeman dari masing-masing fraksi adalah 0,3084%, 0,5369%, dan 2,1243%. Hasil skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan bahwa semua fraksi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, dan terpenoid. Fraksi metanol pada penelitian ini telah diketahui memiliki kandungan total fenol dan IC50 paling baik yaitu sebesar 37,960 µgTAE/mg dan 39,836. Sedangkan pada fraksi n-heksana memiliki nilai LC50 paling baik yaitu sebasar 291,031. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fraksi-fraksi daun P.foetida berpotensi sebagai antioksidan dan sitotoksisitas. Kata kunci:Kentutan (Paederia foetida L), Total fenol,  Antioksidan, Sitotoksisitas

    PENGARUH FERMENTASI Rhizopus sp.TERHADAP SENYAWA SESKUITERPENA PADA KAYU GAHARU Aquilaria malaccensis

    Get PDF
    Gaharu (Aquilaria malaccensis) menghasilkan salah satu produk hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi tinggi berupa minyak atsiri dari gubal gaharu. Usaha untuk meningkatkkan produksi dan mutu minyak atsiri gaharu dengan fermentasi telah dilakukan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap senyawa seskuiterpena dari ekstrak n-heksana kayu Gaharu Aquilaria malaccensis Lam. Serbuk kayu sampel dibagi dua, satu bagian sampel difermentasi dengan jamur Rhizopus sp. selama 4x24 jam dan bagian lainnya tidak difermentasi. Selanjutnya setiap bagian sampel diekstrak dengan metanol, n-heksana, dan etil asetat. Ekstrak n-heksana dari setiap bagian kemudian diidentifikasi dengan menggunakan GC-MS. Hasil GC-MS menunjukkan perbedaan senyawa seskuiterpena sebelum dan setelah fermentasi dimana sebelum fermentasi ditemukan 4 senyawa seskuiterpena yaitu 4-trimethyl-3-(1-methylethenyl)-cyclohexanemethanol, β-guinena, 1,2,3,4,4a,5,6,8a-oktahydro-2-Naphthalenemethanol (Eudesmol), serta α-Cyperone; dan setelah fermentasi ditemukan 6 senyawa baru seskuiterpena yaitu 4,5-di-epi-aristolochene, δ-Selinen, Agarospirol, 4a-trimethyl-8-methylene-2-napthalenemethanol, α-Guaiene, dan Selina-3,11-dien-9-ol sedangkan satu senyawa mengalami peningkatan kelimpahan dari 0,80% menjadi 4,03% yaitu 4-trimethyl-3-(1-methylethenyl)-cyclohexanemethanol.   Kata kunci: Gaharu, Aquilaria malaccensis, Fermentasi, Seskuiterpen

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇