Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI SENYAWA TERPENOID EKSTRAK METANOL AKAR POHON KAYU BUTA-BUTA (Excoecaria agallocha L.)

    Get PDF
    Telah dilakukan isolasi senyawa terpenoid dari ekstrak metanol akar pohon kayu buta-buta Excoecaria agallocha L. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan fraksinasi, pemisahan dan pemurnian dengan kromatografi vakum cair dan  kromatografi kolom gravitasi. Identifikasi terpenoid dilakukan dengan kromatografi lapis tipis menggunakan reagen semprot lieberman-buchard. Analisis menggunakan spektrofotometri Fourier Transform-Infra Red terhadap isolat menunjukkan adanya serapan  gugus -OH (3456,44 dan 3410,15 cm-1),  C-H alifatik (2924,09 dan 2862,36 cm-1), C=O (1712,79 cm-1), C=C aromatik (1643,35 dan 1512,19 cm-1), dan C-O (1273,02 dan 1226,73 cm-1). Kata kunci: Excoecaria agallocha L., Isolasi, Karakterisasi, Terpenoi

    BIOAKTIVITAS MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP RAYAP TANAH (Coptotermes sp.)

    Get PDF
    Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman dari famili Rutaceae yang memiliki potensi penghasil minyak atsiri, salah satunya pada bagian kulit buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen utama minyak atsiri dalam kulit buah jeruk nipis dan bioaktivitasnya terhadap rayap tanah (Coptotermes sp.). Minyak atsiri dari kulit buah jeruk nipis diekstraksi menggunakan metode destilasi uap air pada suhu 98 selama 4 jam. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,23% (b/b). Hasil identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri jeruk nipis mengandung 5 senyawa mayor yaitu limonen (26,04%), -citral (10,40%), -pinen (18,84%), Citral (13,09%), dan -phellandren (6,29%). Hasil uji bioaktivitas minyak atsiri jeruk nipis terhadap rayap menunjukkan bahwa, pada konsentrasi 5% didapat kematian rayap sebesar 54,67%, sedangkan pada konsentrasi 25% kematian rayap sebesar 96,67% pada hari ke-7. Semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri yang diberikan terhadap rayap maka semakin besar mortalitas rayap seiring dengan penurunan persentase berat kertas uji. Minyak atsiri dari kulit buah jeruk nipis menunjukkan aktivitas antirayap terhadap rayap Coptotermes sp. dengan nilai LC50 5,142%. Hal ini menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk nipis bersifat toksik terhadap Coptotermes sp. sehingga dapat dimanfaatkan sebagai termitisida.   Kata kunci: Citrus aurantifolia, minyak atsiri, bioaktivitas antirayap, Coptotermes sp

    UJI STABILITAS KITOSAN-KAOLIN SEBAGAI ADSORBEN LOGAM BERAT Cu(II) DALAM AIR

    Get PDF
    Kitosan merupakan adsorben yang sangat melimpah di alam dan baik digunakan dalam proses penyerapan (adsorpsi) beberapa logam berat namun memiliki kelarutan yang tinggi dalam pH asam sehingga mengakibatkan pemanfaatan adsorben kitosan menjadi terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan adsorben kitosan dengan cara immobilisasi kitosan terhadap kaolin serta mengetahui kemampuan adsorben kitosan-kaolin dalam menyerap ion logam Cu(II) dalam air. Uji stabilitas dilakukan dalam berbagai variasi pH dan kecepatan pengadukan. Adsorben kitosan-kaolin yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer inframerah. Hasil spektrum IR menunjukkan karakteristik puncak-puncak serapan kitosan-kaolin pada bilangan gelombang 3695,61 cm-1 dan 3433,29 cm-1 yang menunjukkan tumpang tindih vibrasi gugus –OH dan NH ulur. Setelah diimmobilisasikan pada kaolin, kestabilan kitosan meningkat pada rentang pH 1 hingga 8 dan kecepatan pengadukan 160 hingga 240 rpm. Kemudian adsorben kitosan-kaolin diaplikasikan dalam proses adsorpsi terhadap ion logam Cu(II). Pada konsentrasi 30 ppm dalam pH 7 dan waktu kontak 30 menit terjadi penurunan konsentrasi ion logam Cu(II) sebesar 99,79%. Kata kunci: adsorpsi, Cu(II), kitosan-kaolin, stabilita

    PERBANDINGAN PEROLEHAN ASAM HUMAT HASIL EKSTRAKSI CAIR-CAIR TANAH GAMBUT SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE

    Get PDF
    Gambut terbentuk dari berbagai bahan organik tanaman yang telah membusuk dan terdekomposisi. Gambut terbagi pada berbagai tingkat kematangan yaitu gambut fibrik dan hemik yang mengandung bahan humat salah satunya yaitu asam humat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perolehan asam humat dari gambut fibrik dan hemik melalui metode ekstraksi cair-cair menggunakan pelarut Metil-Isobutil Keton (MIBK) murni yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil validasi metode meliputi akurasi, presisi, batas deteksi, batas kuantisasi, dan koefisien korelasi diperoleh masing-masing sebesar 98,34%-101,77%, 1,11%-4,26%, 2,43 mg/L, 8,08 mg/L dan 0,998. Hasil karakterisasi menunjukkan adanya gugus-gugus fungsi pada asam humat hasil ektraksi yaitu vibrasi ulur N-H pada serapan 3757,33 cm-1, –OH fenolik dan ikatan H pada serapan 3425,58 cm-1, rentangan C-H alifatik pada serapan 2924,09 cm-1, rentangan C=O pada serapan 1712,79 cm-1, rentangan C=C aromatik pada serapan 1627,92 cm-1,dan rentangan C-O pada serapan 1265,30 cm-1. Hasil perolehan asam humat dalam gambut fibrik dan hemik masing-masing sebesar 0,18% dan 0,22%. Hasil perolehan asam humat dalam gambut hemik lebih besar dibandingkan asam humat dalam gambut fibrik. Kata kunci : Tanah gambut, ekstraksi cair-cair, MIBK, asam humat, spektrofotometer UV-Vi

    AKTIVITAS ANTIINFLAMASI SECARA IN-VITRO EKSTRAK TERIPANG BUTOH KELING (Holothuria leucospilota Brandt) DARI PULAU LEMUKUTAN

    Get PDF
    Teripang butoh keling (Holothuria leucospilota Brandt) merupakan biota laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, salah satunya di perairan pulau Lemukutan. Namun, oleh masyarakat pulau Lemukutan Holothuria leucospilota Brandt belum dimanfaatkan secara optimal baik sebagai bahan pangan berkhasiat medis maupun sebagai komoditas yang bernilai ekonomis.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan metabolit sekunder dari H. leucospilota dan aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol H. leucospilota dengan menggunakan metode stabilisasi membran sel darah merah. Inhibisi hemolisis akibat induksi larutan hipotonis digunakan sebagai ukuran aktivitas antiinflamasi. Aktivitas antiinflamasi ekstrak metanol H. leucospilota dibandingkan dengan standar aspirin 100 µg/mL. Analisis fitokimia ekstrak metanol H. leucospilota menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, steroid dan triterpenoid yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi. Hasil uji aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa ekstrak metanol H. leucospilota pada konsentrasi 10, 100, 500 dan 1000 µg/mL masing-masing sebesar 31,27; 57,19; 59,18 dan 61,23%, dimana standar aspirin mempunyai aktivitas sebesar 67,59%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol H. leucospilota Brandt berpotensi sebagai agen antiinflamasi. Kata Kunci:  antiinflamasi, Holothuria leucospilota Brandt, sel darah mera

    ADSORPSI Fe(II) DENGAN ARANG KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) TERAKTIVASI ASAM KLORIDA

    Get PDF
    Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman yang menghasilkan hampir 75% limbah yang berupa kulit buah. Kulit buah kakao mengandung serat kasar, selulosa, hemiselulosa, dan lignin sehingga berpotensi untuk dijadikan arang aktif. Arang dibuat dari kulit buah kakao yang dipanaskan pada suhu 600 selama 1 jam dan diaktivasi menggunakan HCl 4M selama 24 jam. Arang aktif yang dihasilkan digunakan untuk mengadsorpsi Fe(II) dalam larutan dengan mengkaji kondisi optimum, kapasitas dan model isoterm adsorpsi. Penentuan kualitas arang aktif kulit buah kakao dilakukan  dengan kadar air, kadar abu, daya serap iod dan karakterisasi pori dilakukan dengan Gas Sorption Analyzer (GSA). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kadar air sebesar 9,780%, kadar abu sebesar 1,403% dan daya serap terhadap iod adalah 978,280 mg/g. Hasil analisis GSA diperoleh pori arang aktif memiliki luas permukaan sebesar 337,108 m2/g, volume total pori 0,211 cc/g dan jari-jari pori 2,498 nm. Kondisi optimum arang aktif kulit buah kakao pada massa 2 gram, waktu kontak 60 menit yang dilakukan pada pH 7. Kapasitas adsorpsi arang aktif dari kulit buah kakao terhadap Fe(II) adalah sebesar 0,446 mg/g dan mengikuti mekanisme adsorpsi isoterm Freundlich yang ditunjukkan oleh nilai R2 = 0,948.   Kata kunci: adsorpsi, arang aktif, asam klorida, besi, kulit buah kaka

    KOMPOSISI SITRONELOL DAN GERANIOL DARI RHODINOL MINYAK SEREH JAWA MELALUI PEMISAHAN SILIKA GEL TERIMPREGNASI AgNO3

    Get PDF
    Rhodinol hasil dari isolasi minyak sereh jawa merupakan campuran dari senyawa sitronelol dan geraniol. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi  sitronelol dan geraniol dalam rhodinol dari hasil pemisahan silika gel terimpregnasi AgNO3. pada kromatografi kolom. Hasil dari analisis IR pada penentuan konsentrasi optimum perak nitrat untuk impregnasi silika gel yaitu 36% dengan waktu perendaman optimum untuk memodifikasi permukaan silika gel yaitu 1 jam. Elusi dilakukan dengan pelarut n-heksana : kloroform dengan perbandingan 99:1 (v/v) pada kromatografi kolom sehingga menghasilkan 27 fraksi.  Sampel tiap fraksi dianalisis dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan pendeteksi noda menggunakan lampu UV dengan panjang gelombang 254 nm sehingga menghasilkan isolat dari hasil penggabunggan beberapa fraksi. Analisis terhadap isolat tersebut dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer GC-MS. Kromatogram GC-MS menunjukkan persentase sitronelol 21,42% dan geraniol 69,15% dalam rhodinol. Kata kunci: kromatografi, sitronelol, geraniol, dan silika gel yang diimpregnasi AgNO

    IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK LANDAK LAUT (Diadema setosum) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    Get PDF
    Landak laut adalah  kelompok hewan Echinodermata yang sering dijumpai di daerah perairan  laut Kalimantan Barat terutama di Pulau Lemukutan. Informasi tentang hasil penelitian landak laut masih sangat sedikit. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menentukan golongan senyawa,aktivitas antibakteri ekstrak etanol serta hasil partisi dari landak laut (Diadema setosum) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Pengujian sampel terdiri dari beberapa tahapan yaitu ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut 96%, partisi, uji fitokimia dan diteruskan dengan pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam ekstrak etanoldari sampel uji terdapat  senyawa triterpenoid, alkaloid, fenol dan saponin. Hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi kloroform, fraksi etil asetat dan fraksi etanol memiliki kemampuan aktivitas antibakteri dengan hasil uji berupa fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri yang terbaik dengan diameter zona bening sebesar 12,02 mg/ml pada konsentrasi 100 mg/ml terhadap bakteri S.aureus. Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi etil asetat dan ekstrak etanol memiliki kemampuan aktivitas antibakteri terhadap E. coli. fraksi etil asetat merupakan fraksi yang memiliki aktivitas antibakteri yang terbaik dengan diameter zona bening sebesar 11,02 mg/ml pada konsentrasi 100 mg/ml. Kata kunci : antibakteri, Diadema setosum, Escherichia coli  dan Staphylococcus aureu

    BIOAKTIVITAS ANTI RAYAP MINYAK ATSIRI DARI DAUN JERUK SAMBAL (Citrus microcarpa Bunge) TERHADAP RAYAP TANAH Macrotermes sp.

    Get PDF
    Jeruk sambal (Citrus microcarpa Bunge) merupakan tanaman yang banyak dijumpai di Kalimantan Barat, mempunyai potensi sebagai penghasil minyak atsiri, salah satunya adalah dari bagian daun. Minyak atsiri  pada daun juga berpotensi sebagai anti rayap. Penelitian ini bertujuan menentukan bioaktivitas anti rayap minyak atsiri terhadap rayap tanah macrotermes sp. Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap yaitu destilasi uap, analisis minyak atsiri menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry(GC-MS), dan uji bioaktivitas minyak atsiri terhadap rayap tanah. Hasili destilasi uap diperoleh rendemen sebesar 0,3594% (%b/b). Analisis GC-MS menghasilkan 23 komponen, dengan senyawa mayor terdiri dari elemol (14,59%), β-eudesmol (11,52%), 1-β-pinen (8,73%), germakren D (8,61%), dan aristolen (6,26%). Uji bioaktivitas anti rayap menunjukkan bahwa pada konsentrasi 12% (%v/v) dapat membasmi rayap dengan mortalitas sebesar 82% dan persentase kehilangan berat kertas uji tertinggi adalah pada konsentrasi 3% (%v/v) yaitu sebesar 6,948%. Hasil uji bioaktivitas anti rayap  yang dilakukan menunjukkan minyak atsiri daun jeruk sambal mempunyai aktivitas anti rayap alami dengan tingkat aktivitas yang tergolong kuat.   Kata kunci : Minyak atsiri daun Citrus microcarpa Bunge, hasil GC-MS, bioaktivitas anti raya

    PENGARUH WAKTU DISTILASI TERHADAP KOMPONEN MINYAK ATSIRI PADA DAUN KESUM (Polygonum minus Huds)

    Get PDF
    Kesum merupakan tanaman endemik Kalimantan yang memiliki aroma khas sehingga oleh masyarakat setempat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan khususnya bubur pedas dan telah dikenal sebagai obat tradisional dan penyedap masakan. Daun Kesum  berpotensi sebagai penghasil minyak atsiri dan sebagai sumber alami aldehida alifatik yang dapat berguna sebagai zat aditif makanan dan industri parfum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu dengan metode distilasi uap terhadap komponen senyawa yang terkandung dalam daun kesum. Penelitian ini dibagi dua tahap yaitu isolasi dengan distilasi uap dan analisis dengan gas chromatograph - mass spectrometry (GC-MS). Sampel daun kesum segar seberat 1 kg didistilasi masing-masing 4 jam dan 8 jam. Rendemen rata-rata minyak atsiri daun kesum yang dihasilkan pada daun segar selama 4 jam sebesar 0,083 %, daun segar 8 jam sebesar 0,106 %. Hasil uji statistik dengan ANOVA satu jalan dengan tingkat signifikan 0,05 diperoleh daun segar 4 jam tidak berbeda nyata terhadap daun segar 8 jam,. Hasil dari analisis GC-MS terdapat kandungan senyawa utama pada daun segar 4 jam yaitu dodekanal 31,18 % dekanal 16,88%, dan daun segar  8 jam yaitu yaitu dodekanal 18,31 %, dekanal 13,14. Kata kunci: kesum, distilasi uap, polygonum minus Hud

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇