Jurnal Kimia Khatulistiwa
Not a member yet
    249 research outputs found

    PERBANDINGAN METODE PENENTUAN Pb(II) DI SUNGAI KAPUAS SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS CARA KALIBRASI TERPISAH DAN ADISI STANDAR

    Get PDF
    Sungai Kapuas merupakan perairan yang digunakan sebagai jalur transportasi air. Aktivitas transportasi air di Sungai Kapuas memiliki gas buangan berpotensi menimbulkan pencemaran logam berat salah satunya timbal (Pb). Kadar logam Pb dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri ultra violet-visible dengan metode kalibrasi terpisah. Metode kalibrasi terpisah memiliki kelemahan jika sampel air yang dianalisis mengandung matriks, sehingga dipilih metode lain yaitu adisi standar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode kalibrasi terpisah dan adisi standar dalam menentukan kadar timbal di Sungai Kapuas serta melakukan validasi hasil analisis dari kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode kalibrasi terpisah diperoleh nilai akurasi 0,38%%-57,07%, presisi 8,06%-21,62%, LOD 2,04 mg/L, LOQ 6,8 mg/L, koefisien korelasi 0,984. Parameter analitik dengan metode adisi standar diperoleh nilai akurasi 8%-63%, presisi 9,07%-14,29%, LOD 0,08 mg/L, LOQ 0,28 mg/L dan koefisien korelasi 0,889. Hasil penentuan kadar Pb(II) dalam air Sungai Kapuas dengan metode kalibrasi terpisah dan adisi standar secara berturut-turut adalah 0,985±0,102 ppm dan 0,003±0,0036 ppm. Berdasarkan uji-t, penentuan kadar Pb dengan menggunakan spektrometri UV-Vis yang dianalisis dengan metode kalibrasi terpisah dan adisi standar menunjukkan hasil analisis yang berbeda secara signifikan. Berdasarkan parameter analitiknya, metode yang lebih baik dalam menentukan kadar Pb adalah dengan metode adisi standar. Kata kunci: Pb(II), kalibrasi standar, adisi standar, validasi metode, spektrofotometri UV-Vi

    UJI TOTAL FENOL, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSITAS DAUN AKAR BAMBAK ( Ipomoea sp.)

    Get PDF
    Akar bambak merupakan salah satu tumbuhan dari genus Ipomoea yang berpotensi sebagai antioksidan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol, aktivitas antioksidan dan aktivitas toksisitas ekstrak kasar metanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi metanol daun tapak kuda. Uji total fenol menggunakan metode Folin-Ciocalteu, aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) dan sitotoksisitas menggunakan metode BSLT (brine shrimp lethality test). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  hasil skrining fitokimia semua fraksi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan steroid. Kandungan total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi  terdapat pada fraksi metanol yaitu sebesar 20,51 μg/mL dan nilai IC50 42,54 ppm. Uji toksisitas menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas toksisitas yang tertinggi dengan nilai LC50 93,317 ppm. Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa fraksi metanol daun akar bambak bersifat aktif sebagai antioksidan dan fraksi etil asetat bersifat aktif sebagai antikanker. Kata Kunci :  akar bambak (Ipomoea sp.),  skrinning fitokimia, total fenol, antioksidan, sitotoksita

    SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG LEMBAWANG (Mangifera sp.)

    Get PDF
    Lembawang (Mangifera sp.) merupakan salah satu tumbuhan endemik Kalimantan Barat dan umumnya masyarakat menggunakan buahnya untuk dikonsumsi, Tumbuhan ini berpotensi digunakan sebagai antioksidan. Pada penelitian ini telah dilakukan beberapa tahap yakni ekstraksi, skrining fitokimia, dan uji antioksidan dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif dan menentukan aktivitas antioksidan dari kulit batang lembawang. Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol dan triterpenoid. Uji aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril-hidrazil) dengan parameter IC50 dan diukur serapannya menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil dari pengukuran untuk ekstrak metanol memiliki nilai IC50 sebesar 17,91 ppm dan  nilai IC50 vitamin C sebesar 2,95 ppm. Berdasarkan hasil pengukuran aktivitas antioksidan kulit batang lembawang dengan nilai IC50 < 50 ppm berpotensi sebagai antioksidan.   Kata kunci: lembawang (Mangifera sp.), fitokimia, antioksida

    BIOADSORPSI Pb2+ OLEH PATI SINGKONG (Manihot utilissima Pohl) TERFOSFORILASI

    Get PDF
    Pencemaran logam timbal telah menjadi salah satu masalah bagi lingkungan sehingga perlu dilakukan penanganan serius untuk mengurangi pencemaran logam berat tersebut. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode adsorpsi, oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan sintesis pati singkong terfosforilasi sebagai adsorben logam timbal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data pH optimum adsorpsi  Pb2+, waktu kontak dengan adsorpsi tertinggi dan untuk mengetahui isoterm yang menggambarkan proses adsorpsi Pb2+ oleh pati singkong terfosforilasi. Pati hasil isolasi sebelum dan sesudah modifikasi dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer infra merah. Spektrum pati sebelum modifikasi menunjukkan adanya vibrasi regang O-H pada 3425,58 cm-1, vibrasi regang C-Halifatik pada 2931,80 cm-1 dan vibrasi regang C-OH pada 1157,29 cm-1, sedangkan setelah modifikasi fosfat muncul puncak baru yaitu gugus C-O-P pada 995,27 cm-1. Pada proses adsorpsi Pb2+, dilakukan penentuan pengaruh pH terhadap adsorpsi Pb2+ dengan variasi 4, 5, 6, 7, dan 8, waktu kontak dengan variasi waktu 60, 100 dan 140 menit serta penentuan isoterm adsorpsi Pb2+. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai pH optimum yaitu pada pH 6 dengan waktu kontak 140 menit. Isoterm Freundlich dan Langmuir belum dapat menggambarkan proses adsorpsi Pb2+ oleh pati singkong terfosforilasi, dimana nilai R2 Isoterm Freundlich dan Langmuir secara berturut-turut adalah 0,5667 dan 0,1876.   Kata kunci :  pati singkong (Manihot utilissima Pohl) terfosforilasi, timbal, pH, waktu konta

    AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRAM POSITIF DAN NEGATIF DARI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN NIPAH (Nypa fruticans Wurmb.) ASAL PESISIR SUNGAI KAKAP KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    Secara empiris Nipah (Nypa fruticans Wurmb.) telah digunakan sebagai obat sakit gigi, sariawan dan diare. Aktivitas farmakologi Nipah tersebut berkaitan dengan kandungan senyawa metabolit sekunder Nipah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak dan fraksi daun Nipah, serta aktivitas antibakteri Eschericia coli dan Bacillus cereus. Kandungan metabolit sekunder daun Nipah diketahui dari uji fitokimia. Ekstrak dan fraksi metanol, etil asetat dan n-heksana menunjukkan aktivitas antibakteri pada bakteri E. coli dan B. cereus dengan metode difusi sumuran (Well). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Nipah mengandung senyawa golongan polifenol, flavonoid, triterpenoid/ steroid, saponin dan alkaloid; fraksi metanol mengandung polifenol, flavonoid, saponin dan alkaloid; fraksi etil asetat dan fraksi n-heksana mengandung triterpenoid/ steroid. Aktivitas antibakteri E. coli oleh fraksi etil asetat ditunjukkan dari diameter zona hambat (dalam satuan mm) berdasarkan variasi konsentrasi etil asetat yang digunakan adalah sebagai berikut 9,387 (1000 ppm); 8,275 (500 ppm); 8,487 (250 ppm); 6,662 (125 ppm); 7,462 mm (62,5 ppm); dari fraksi n-heksana sebesar 9,012 (1000 ppm); 8,825 (500 ppm); 8,512 (250 ppm). Diameter zona hambat yang menunjukkan aktivitas antibakteri B. cereus oleh variasi konsentrasi fraksi etil asetat sebesar 9,512 (1000 ppm); 8,075 (500 ppm); 7,875 (250 ppm); dari fraksi n-heksana sebesar 11,250 (1000 ppm); 10,650 (500 ppm); 9,487 (250 ppm); 8,625 (125 ppm). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa fraksi etil asetat dan n-heksana daun Nipah dengan konsentrasi 1000 ppm dapat menghambat bakteri B. cereus.   Kata kunci:     aktivitas antibakteri, metabolit sekunder, Nypa fruticans Wurmb, E. coli, B. cereu

    EKSTRAK METANOL BUAH LAKUM (Cayratia trifolia (L.) Domin) SEBAGAI INDIKATOR ALAMI PADA TITRASI BASA KUAT ASAM KUAT

    Get PDF
    Buah lakum mengandung pigmen antosianin yang peka terhadap derajat keasaman (pH). Kandungan tersebut membuat buah lakum memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai indikator alami dalam proses titrasi basa kuat-asam kuat. Ekstraksi pigmen antosianin buah lakum dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh kemudian digunakan sebagai indiaktor alami pada titrasi basa kuat-asam kuat. Data yang diperoleh dari hasil titrasi divalidasi dengan hasil titrasi yang dilakukan menggunakan indikator sintetis. Indikator sintetis yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian ini yaitu indikator fenolftalein (pp). Hasil yang diperoleh pada titrasi basa kuat-asam kuat menggunakan ekstrak metanol buah lakum mempunyai rentang pH sebesar 9,81-4,25 menunjukkan perubahan warna yang tajam dengan nilai standar deviasi (SD) yaitu 0,141. Penggunaan indikator fenolftalein (pp) sebagai pembanding menunjukkan reentang pH yaitu 9,83-4,20 dengan nilai SD sebesar 0,036. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah lakum layak dijadikan sebagai alternatif pengganti indikator sintetis dalam proses titrasi basa kuat-asam kuat. Kata Kunci: buah lakum, ekstrak metanol buah lakum, indikator, pH, titrasi basa kuat-asam kua

    PERBANDINGAN METODE HIDROLISIS ASAM DAN BASA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ASAM OKSALAT

    Get PDF
    Asam oksalat merupakan senyawa dikarboksilat yang dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis berbagai produk kimia pada industri hilir. Telah dilakukan pada penelitian ini sintesis asam oksalat dari tandan kosong kelapa sawit. Sintesis dilakukan dengan menggunakan dua metode hidrolisis yaitu dengan metode asam (asam nitrat) dan metode basa (natrium hidroksida). Konsentrasi asam nitrat dan natrium hidroksida yang digunakan masing-masing 3, 4, 5 dan 6 M. Waktu reaksi divariasikan 60, 75, 90 dan 105 menit. Kondisi terbaik untuk pembuatan asam oksalat diperoleh dari oksidasi selulosa menggunakan asam nitrat 6 M dengan waktu reaksi 75 menit, rendemen yang dihasilkan sebesar 79,58%. Hasil tersebut lebih banyak daripada reaksi hidrolisis selulosa menggunakan NaOH 6 M dengan waktu reaksi 105 menit. Reaksi hidrolisis pada kondisi tersebut hanya menghasilkan  5,22% rendemen. Berdasarkan rendemen yang dihasilkan, metode hidroilisi asam lebih baik dari pada metode basa. Karakterisasi asam oksalat dilakukan menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Spektrofotometer Massa (MS). Hasil FTIR metode basa menunjukkan adanya serapan OH (3411,8 cm-1), C=O (1687,6 cm-1), C-O (1263,3 cm-1), C-H alifatik (2925,8 cm-1), Sedangkan untuk metode asam  menunjukkan adanya serapan OH (3402,43 cm-1), C=O (1620,21 cm-1), C-O (1126,43 cm-1), C-H alifatik (2939,52 cm-1). Hasil Analisis GC-MS menunjukkan berat molekul sampel sesuai dengan berat molekul dari asam oksalat. Kata kunci : asam oksalat, TKKS, asam, bas

    AKTIVITAS BIOINSEKTISIDA EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP KECOAK (Periplaneta americana)

    Get PDF
    Kecoak (Periplaneta americana) merupakan serangga yang tergolong sebagai hama dan dapat menjadi vektor bakteri dari beberapa penyakit seperti disentri, kolera, diare, tifus, dan polio. Penggunaan insektisida sintetis sebagai pembasmi kecoak umumnya meninggalkan residu berupa bahan aktif yang sulit terurai dan berdampak negatif bagi lingkungan. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan tanaman yang memiliki beberapa manfaat diantaranya berpotensi sebagai insektisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak kasar, fraksi n-heksan, etil asetat dan etanol daun belimbing wuluh sebagai insektisida alami pada kecoak. Pengujian dilakukan menggunakan metode semprot pada 10 ekor hewan uji dan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali. Mortalitas hewan uji dianalisis dan dihitung menggunakan analisis One Way ANOVA. Fraksi n-heksan memberikan nilai signifikan (P<0,05) terhadap kontrol negatif sedangkan fraksi lainnya tidak memberikan hasil yang signifikan. Pengujian fraksi n-heksan selanjutnya menggunakan variasi konsentrasi 12,50; 25,00; 37,50; dan 50,00% (b/v), dilakukan juga uji terhadap kontrol positif (Baygon) dan kontrol negatif (Akuades+DMSO). Hasil fitokimia menunjukkan fraksi n-heksan mengandung senyawa golongan terpenoid/steroid. Konsentrasi optimum fraksi n-heksan membunuh kecoak adalah 25,00%. Nilai LC50 fraksi n-heksan sebesar 24,135% serta LT50 sebesar 47,044 jam sehingga dari hasil penelitian ini, fraksi n-heksan berpotensi sebagai bioinsektisida. Kata kunci : Averrhoa bilimbi, Bioinsektisida, Periplaneta american

    ADSORPSI BESI DAN BAHAN ORGANIK PADA AIR GAMBUT OLEH KARBON AKTIF KULIT DURIAN

    Get PDF
    Keberadaan logam besi dan bahan organik pada air gambut menyebabkan warna merah kecoklatan sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Telah dilakukan penelitian untuk mengurangi kandungan besi dan bahan organik pada air gambut menggunakan adsorben karbon aktif kulit durian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh derajat keasaman (pH) dan waktu kontak terhadap adsorpsi besi dan bahan organik pada air gambut oleh karbon aktif kulit durian teraktivasi KOH 25% b/v. Arang kulit durian diaktivasi menggunakan KOH 25% b/v selama 24 jam dan dilanjutkan dengan pemanasan pada temperatur 110 selama 6 jam. Pada penelitian ini, diperoleh optimasi penurunan konsentrasi Fe (II) di air gambut yaitu pada pH 3 dan watu kontak 90 menit dengan persentase penurunan Fe (II) sebesar 81,61%. Sedangkan optimasi penurunan bahan organik di air gambut diperoleh pada pH 3 dan waktu kontak 15 menit dengan persentase penurunan bahan organik sebesar 9,04%.   Kata kunci : adsorpsi, air gambut, bahan organik, besi, karbon akti

    Aktivitas Antirayap Minyak Atsiri Kulit Buah Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Terhadap Rayap Coptotermes sp.

    Get PDF
    Tanaman Jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr.) famili Rutaceae merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri terutama pada bagian kulit buahnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas  minyak atsiri kulit buah jeruk bali (C. maxima (Burm.) Merr.) sebagai antirayap terhadap rayap Coptotermes sp. dengan uji penghambatan makan yang dilakukan selama 7 hari. Minyak atsiri kulit buah jeruk bali (C. maxima (Burm.) Merr.)  diperoleh dengan metode destilasi uap yang dilakukan selama 4 jam. Rendemen minyak atsiri kulit buah jeruk bali (C. maxima (Burm.) Merr.)  diperoleh sebesar 0,2%. Hasil identifikasi GC-MS menunjukkan bahwa minyak atsiri kulit buah jeruk bali (C. maxima (Burm.) Merr.) mengandung senyawa terbesar dl-limonen (41,98%) dan senyawa lain yaitu β-mirsen (15,34%),(E,E,E)-3,7,11,15-Tetrametil hexadeka 1,3,6,10,14-pentena (2,07%), δ-elemen (2,05%), dan Germakren D (0,78%). Hasil yang diperoleh menunjukkan minyak atsiri kulit buah jeruk bali (C. maxima (Burm.) Merr.) berpotensi sebagai antirayap dengan konsentrasi 8% sudah tergolong memiliki aktivitas antirayap yang sangat kuat terhadap rayap Coptotermes sp. dan menyebabkan  mortalitas rayap sebesar 97,33%. Kata Kunci: Citrus maxima (Burm.) Merr., Rutaceae, Minyak atsiri, Antirayap, Coptotermes sp

    242

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kimia Khatulistiwa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇