SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    Pelaksanaan Asesmen Pembelajaran Pada Mata Pelajaran PKn di SMP Negeri 19 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Setiawan,David Mitra.2016 Pelaksanaan Asesmen Pembelajaran Pada Mata Pelajaran PKn di SMP Negeri 19 Malang.Skripsi, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan,Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II)Drs. Margono, M.Pd, M.Si Kata Kunci: Asesmen, Pendidikan Kewarganegaraan, Teknik Penilaian Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia saat ini, karena tanpa pendidikan sulit untuk dapat melaksanakan kehidupan atau berkehidupan dengan baik dan manusia yang baik adalah manusia yang selalu belajar dan belajar sepanjang hidupnya mulai dari kelahiran sampai dengan kematianya.Asesmen atau penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pembelajaran secara keseluruhan. Dengan demikian guru patut dibekali dengan ketrampilan melakukan asesmen sebagai ilmu yang mendukung tugasnya Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab semua masalah pokok yang ada dalam penelitian ini, yaitu: (1) perencanaan asesmen pembelajaran pada mata pelajaran PKn di SMPN 19 Malang; (2) pelaksanaan asesmen pembelajaran di SMPN 19 Malang; (3) hambatan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran pada pelajaran PKn di SMPN 19 Malang; (4) upaya mengatasi hambatan dalam pelaksanaan asesmen pemebelajaran pada mata pelajaran PKn di SMPN 19 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMPN 19 Malang. Terdapat dua jenis data yang dipergunakan yaitu data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian dan pembahasanmenunjukan bahwa (1) dalam melakukan perencanaan untuk asesmen pembelajaran harus memperhatikan empat hal yaitu, kompetensi yang diukur, aspek yang akan diukur ( pengetahuan, keterampilan atau sikap), kemampuan peserta didik yang akan diukur, dan sarana dan prasarana yang ada; (2)pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa dilakukan saat ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. Tingkatan penilaian untuk ranah kognitif yakni dengan diberikan soal soalsampai tingkat aplikasi, sedangkan penilaian afektif dilakukan secara pengamatan;; (3) hambatan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran yaitu proses penilaian yang membutuhkan waktu cukup lama, dan Alat ukur (instrumen) yang digunakan cukup banyak; (4)Upaya guru dalam mengatasi hambatan penilaian terbagi atasupaya mengatasi hambatan pada perencanaan penilaian, upaya dalam mengatasi hambatan penilaian sebelum pembelajaran, terkait upaya yang dilakukan guru, untuk

    Nilai-Nilai Pancasila yang Tercermin Pada Makna Relief Candi Minak Jinggo

    No full text
    ABSTRAK Sukmana, Dwingga Abi. 2016. Nilai-nilaiPancasila yang sebagaimanaTercerminPadaMakna Relief CandiMinakjinggo. Skripsi, program StudiPendidikanPancasiladanKewarganegaraan, JurusanHukumdanKewarganegaraan, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs, Suparlan Al Hakim, M.Si (2) SitiAwaliyah, S.Pd. M.Hum. Kata Kunci :Nilai-nilaiPancasila, Relief, CandiMinakJinggo.Biladilihatdarilatarbelakangbudaya Indonesia, sejarahtelahmencatatbahwapopularitasmajapahitmemberikanpengaruh yang cukupkuatdalamperkembangankebudayaanislamdan Hindu-Budhadiwaktuitu. Dalamkonteksmakro, keberadaanmajapahittelahmemberipengaruhbesarterhadapnilai-nilaikebangsaan yang sekarangada.PemahamanakanPatriotisme, gotongroyong, danpersatuanadalahcontoh yang konkrit yang sampaisaatinimasihmenjiwaibangsakitadalamkonteksmokro.Tujuandaripenelitianiniadalahuntuk: (1) mengetahuiragam relief candiminakjinggo, (2) mengetahuimakna yang terkandungpadarelief minakjinggo, (3) mengetahuinilai-nilaiPancasila yang terdapatpada relief candiminakjinggo.Untukmencapaitujuantersebut, penelitidalammelakukanpenelitianmenggunakanpendekatankualitatifdanjenispenelitiannyakualitatifdeskrptif, informandalampenelitianiniyaitunarasumberdarikementerianBalaipelestariancagarbudaya.Prosedurpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan/ verifikasi. Untuk menjamin keabsahan yang diperoleh, peneliti melakukan: (a) uji kredibilitas, yaitu dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, dan Tringulasi.Berikut ini saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya: (1)PerluadanyasinergitasdariPemerintahkabupatenmojokertodalammerawatdanmelestarikanpeninggalancagarbudaya yang adadi TrowulankabupatenMojokerto.(2) Pemerintahberkewajibanuntukmelakukansosialisasikepadamasyarakatluastentangpentingnyamelindungidanmenjagabersama-samapeninggalanpurbakala. (3) seluruhmasyarakatberhakmemahamidanmengertibahwadidalampahatan relief memilikimaknadanNilai-nilaiPancasila, yang sebagaimanabukanhanyasebagaipemandangandankenikmatankeindahansajatetapididalammakna relief tersebutadanyanilai-nilaidasardalamkehidupanmanusiasebagaipedomanhidupyaituPancasila

    Kemitraan Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam Pengelolaan Wisata Air Terjun Tirto Galuh di Desa Bakung Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar

    No full text
    ABSTRAKKemitraan Pemerintah Desa dengan  Karang Taruna Dalam Pengelolaan Wisata Air Terjun Tirto Galuh di Desa Bakung Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar, Tujuan dari penelitian ini untuk mendiskripsikan: (1) pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh; (2) model kemitraan Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh; (3) kendala pelaksanaan kemitraan antara Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh; (4) mengatasi kendala pelaksanaan kemitraan antara Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh.Penelitiaan ini dilaksanakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode penelitian studi kasus.Sumber data penelitian ini adalah : Kepala Desa Bakung, Ketua dan anggota Karang Taruna selaku pengelola wisata Air Terjun Tirto Galuh, warga yang tinggal disekitar lokasi wisata, dan pengunjung Air Terjun Tirto Galuh.Data/Informasi didapatkan oleh peneliti menggunakan cara diantaranya: observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk pengecekan kebashaan data, peneliti melakukan dengan cara berikut: perpanjangan pengamatan, dan meningkatkan ketekunan.Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh dilaksanakan sepenuhnya oleh Karang Taruna Desa Bakung. Karang Taruna sebelum melaksanakan pengelolaan meminta izin terlebih dahulu kepada Pemerintah Desa karena tempat ini merupakan aset Desa Bakung. Meskipun kewenangan pengelolaan sepenuhnya dipegang oleh Karang Taruna, tetapi Pemerintah Desa tetap melakukan pengawasan agar pengelola mampu memanfaatkan aset desa tersebut. Pengelola menggunakan sistem tiketing untuk memasuki wisata Air Terjun Tirto Galuh. Dari hasil tiket pengunjung, selanjutnya dibagikan kepada pengelola sebagai upah dan sisanya dimasukkan ke Kas pembangunan Tirto Galuh. Semua dana yang didapatkan dikelola sendiri oleh Karang Taruna yang berperan sebagai pengelola wisata. Kedua melihat adanya hubungan antara Pemerintah Desa dengan Karang Taruna dalam pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh menandakan adanya kemitraan didalamnya. Model kemitraan yang berlangsung di Tirto Galuh adalah Mutualism Partnership karena pelaksanaan pengelolaan di wisata Air Terjun Tirto Galuh yang melibatkan Karang Taruna bersama Pemerintah Desa mampu menjalankan tugas masing-masing secara dasar. Meskipun kemitraan telah berlangsung tetapi kesepakatan/perjanijian secara tertulis antara Pemerintah Desa bersama Karang Taruna belum ada. Ketiga kendala yang dihadapi pada pelaksanaan kemitraan pengelolaan Air Terjun Tirto Galuh yaitu: (1) pengalokasian dana yang masih belum cukup untuk melaksanakan pembangunan fasilitas dilokasi wisata secara berkelanjutan karena terbatasnya dana yang didapatkan dan belum masuknya bantuan pendanaan dari Pemerintah Desa. (2) belum adanya kesepakatan/perjanjian tertulis dalam pelaksanaan kemitraan pengelolaan wisata Air Terjun Tirto Galuh. Tidak adanya kesepakatan tertulis mengakibatkan ketidak jelasan tanggung jawab yang dimiliki oleh tiap-tiap aktor dalam melaksanakan kemitraan. Keempat Untuk mengatasi kendala yang dihadapi Pemerintah Desa bersama Karang Taruna melaksanakan musyawarah dan memberikan penyelesaian yaitu: (1) kendala pengalokasiandanauntuk pembangunan fasilitas Air Terjun Tirto Galuh diselesaikan oleh Pemerintah Desa dengan memanfaatan dana Desa. Saat ini yang telah terlaksana pembangunan menggunakan dana Desa adalah akses jalan menuju lokasi Air Terjun dan semuanya dilakukan sendiri oleh Pemerintah Desa. Sehingga Karang Taruna sebagai pengelola terima bersih dalam pelaksanaan pembangunan. (2) untuk mengatasi kendala belum tertulisnya kesepakatan kemitraan, Karang Taruna sendiri melalui musayawarah meminta kepada Pemerintah Desa agar dibuatkan perjanjian tertulis. Adanya perjanjian tertulis memberikan kejelasan tanggung jawab serta tugas masing-masing dalam pengelolaan Air Terjun Tirto Galuh. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melaksanakan penelitan ini adalah sebagai berikut: Terjalinnya kemitraan antara Pemerintah Desa bersama Karang Taruna perlu adanya kesepakatan/perjanian tertulis. Adanya perjanjian tertulis ini akan memberikan kejelasan tugas tiap-tiap aktor pelaksana kemitraan ataupun siapa saja yang akan bertanggung jawab apabila ada permasalahan di Tirto Galuh. Perlunya meningkatkan kepercayaan Pemerintah Desa terhadap Karang Taruna sebagai pengelola Air Terjun Tirto Galuh apabila berkaitan dengan pendanaan. Harus ada yang meningkatkan promosi pariwisata Air Terjun Tirto Galuh baik dari karang Taruna sendiri maupun Pemerintah Desa Bakung agar destinasi wisata ini semakin dikenal oleh masyarakat

    NILAI-NILAI PANCASILA YANG TERCEMIN PADA MAKNA RELIEF CANDI MINAK JINGGO

    No full text
    ABSTRAK Sukmana, Dwingga Abi. 2016. Nilai-nilaiPancasila yang sebagaimanaTercerminPadaMakna Relief CandiMinakjinggo. Skripsi, program StudiPendidikanPancasiladanKewarganegaraan, JurusanHukumdanKewarganegaraan, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang.Pembimbing: (1) Drs, Suparlan Al Hakim, M.Si (2) SitiAwaliyah, S.Pd. M.Hum. Kata Kunci :Nilai-nilaiPancasila, Relief, CandiMinakJinggo.Biladilihatdarilatarbelakangbudaya Indonesia, sejarahtelahmencatatbahwapopularitasmajapahitmemberikanpengaruh yang cukupkuatdalamperkembangankebudayaanislamdan Hindu-Budhadiwaktuitu. Dalamkonteksmakro, keberadaanmajapahittelahmemberipengaruhbesarterhadapnilai-nilaikebangsaan yang sekarangada.PemahamanakanPatriotisme, gotongroyong, danpersatuanadalahcontoh yang konkrit yang sampaisaatinimasihmenjiwaibangsakitadalamkonteksmokro.Tujuandaripenelitianiniadalahuntuk: (1) mengetahuiragam relief candiminakjinggo, (2) mengetahuimakna yang terkandungpadarelief minakjinggo, (3) mengetahuinilai-nilaiPancasila yang terdapatpada relief candiminakjinggo.Untukmencapaitujuantersebut, penelitidalammelakukanpenelitianmenggunakanpendekatankualitatifdanjenispenelitiannyakualitatifdeskrptif, informandalampenelitianiniyaitunarasumberdarikementerianBalaipelestariancagarbudaya.Prosedurpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, dan kesimpulan/ verifikasi. Untuk menjamin keabsahan yang diperoleh, peneliti melakukan: (a) uji kredibilitas, yaitu dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, dan Tringulasi.Berikut ini saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya: (1)PerluadanyasinergitasdariPemerintahkabupatenmojokertodalammerawatdanmelestarikanpeninggalancagarbudaya yang adadi TrowulankabupatenMojokerto.(2) Pemerintahberkewajibanuntukmelakukansosialisasikepadamasyarakatluastentangpentingnyamelindungidanmenjagabersama-samapeninggalanpurbakala. (3) seluruhmasyarakatberhakmemahamidanmengertibahwadidalampahatan relief memilikimaknadanNilai-nilaiPancasila, yang sebagaimanabukanhanyasebagaipemandangandankenikmatankeindahansajatetapididalammakna relief tersebutadanyanilai-nilaidasardalamkehidupanmanusiasebagaipedomanhidupyaituPancasila

    Nilai-Nilai Pancasila dalam Kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK Pradana, Muhammad. Noval Eka. 2017. Nilai-Nilai Pancasila dalam Kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, Skripsi, Jurusan Hukum danKewarganegaraan, Progam Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, FIS, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (II)  Rusdianto Umar, S.H, M.Hum Kata Kunci: Nilai-nilai Pancasila, Kesenian kuda lumping, Paguyuban Singo BarongKesenian kuda lumping merupakan salah satu warisan budaya peninggalan nenek moyang masyarakat Jawa, yang terdapat diberbagai wilayah di Indonesia dengan versi yang berbeda-beda. Kesenian ini merupakan perpaduan antara musik, nyanyian serta gerak tari dan biasanya diikuti dengan hal-hal aneh yaitu kesurupan (ndadi). Paguyuban Singo Barong merupakan salah satu dari sekian banyak kelompok kesenian kuda lumping yang ada, paguyuban ini terletak di Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi. Oleh karena itu akan menarik bila dikaji lebih dalam bagaimana berkembangnya kesenian kuda lumping ini serta nilai-nilai Pancasila yang terkandung didalam kesenian Kuda Lumping Paguyuban Singo Barong.Tujuan dari penelian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui (1) perkembangan kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (2) tata cara pementasan dalam ritual/upacara kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (3) makna dalam tata cara dan gerakan tarian yang terdapat dalam kesenian kuda lumping  paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi, (4) nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata cara dan gerakan tari kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan (observasi), wawancara, dan dokumentasi. Dipilihnya Paguyuban Singo Barong karena Paguyuban ini masih tetap eksis hingga saat ini, keberadaanya di daerah ini masih kental akan kebudayaan Jawa.Hasil temuan dari penelitian ini adalah yang pertama latar historis kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi yang didirikan oleh Suripto untuk menyatukan serta menguatkan persaudaraan masyarakat kelurahan Singotrunan melalui kesenian kuda lumping serta ingin melestarikan kesenian kuda lumping. Kedua, Tata cara pementasan dalam ritual/upacara kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi ada 6 tahap yaitu sesajen, sulukan, ndadi, perpisahan, dagelan. Ketiga, Makna dalam tata cara dan gerakan tarian yang terdapat dalam kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi adalah sebagai berikut : Sesajen dimaksudkan untuk mengingat para leluhur yang telah tiada, sulukan dimaksudkan untuk memuji Tuhan Yang Maha Kuasa, Kembangan menggambarkan karakter dari simbol kuda sebagai atribut yang dikenakan, yaitu simbol kuda yang dibuat dari anyaman bambu yang memiliki makna dalam kehidupan manusia kadang kalanya sedih, susah, senang. Prosesi ndadi memiliki makna yang ingin disampaikan kepada penonton, yaitu mengingatkan manusia bahwa didunia ini ada 2 macam alam kehidupan yaitu alam kehidupan nyata pada saat penari dalam kondisi sadar dan alam kehidupan ghaib pada saat penari ndadi. Selanjutnya adalah prosesi perpisahan yang memiliki makna dengan berakhirnya acara tersebut maka tidak ada makhluk halus yang mengikuti  penari ataupun penonton yang ada disana, semua kembali ketempat asal masing-masing dengan pertongan Tuhan Yang Maha Kuasa. Terakhir yaitu dagelan merupakan alunan perpisahan yang dimaksudkan memberikan refleksi dan membuat sauasana rileks kepada para penonton. Keempat, Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam tata cara dan gerakan tarian kesenian kuda lumping paguyuban Singo Barong Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi yaitu nilai-nilai religius, nilai sosial, nilai estetika, nilai vital, nilai hiburan.Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu bagi paguyuban. Bagi peguyuban agar lebih meningkatkan kualitas agar paguyuban ini terus berkembang, bagi dinas pendidikan dan kebudayaan agar lebih memperhatikan kebudayaan-kebudayaan lokal yang merupakan warisan nenek moyang agar tetap terjaga karena di era globalisasi ini kebudayaan lokal mulai tergeser dengan adanya kebudayan modern dan juga perlu diadakan pelatihan berkala terhadap paguyuban kesenian meningkatkan kualitas pertunjukannya agar tetap lestari, bagi peneliti lain yang akan meneliti mengenai nilai-nilai agar direncanakan secara matang   sehiingga data yang diperoleh dan hasil penelitian bisa didapatkan secara lengkap

    Partisipasi Perempuan sebagai Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Malang Tahun 2016

    No full text
    ABSTRAK Kata Kunci: Partisipasi, Perempuan, Badan Eksekutif Mahasiswa UniversitasNegeri Malang.Partisipasi merupakan salah satu aspek penting demokrasi. Partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Kabinet Berani Tahun 2016 tinggi. Hal ini dikarenakan pengurus perempuan turut aktif memberikan gagasan maupun kinerjanya baik saat perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasi kegiatan. Selain itu dengan adanya ruang yang cukup untuk pengurus perempuan dalam beraktualisasi di BEM UM membuat perempuan dapat memberikan inisiatif dan berkontribusi sehingga dapat melakukan kinerjanya secara maksimal. Namun dalam kepengurusan tidak semua pengurus perempuan aktif dari awal sampai akhir kepengurusan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu: (1) partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Tahun 2016, (2) faktor pendorong dan penghambat partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Tahun 2016, (3) cara meningkatkan partisipasi pengurus perempuan di BEM UM Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian yang berupa paparan data didapatkan dari penelitian ex post facto. Artinya yaitu, penelitian yang dilakukan setelah kejadian itu terjadi, pengambilan datanya dengan cara wawancara dan pemanfaatan dokumen. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan trianggulasi data.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut. Pertama,bentuk-bentuk partisipasi yang dilakukan pengurus perempuan BEM UM Kabinet Berani Tahun 2016 untuk berpartisipasi yaitu:1) kegiatan pemilihan, pengurus perempuan berkontribusi dengan menjadi tim sukses, 2) kegiatan lobbying; pengurus perempuan melakukan lobbying denganPendamping BEM UM, OPM dan ONPM, organisasi daerah, dan mitra kerja diluar kampus mengenai program kerja, 3) kegiatan organisasi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Kedua, partisipasi perempuan di BEM UM Tahun 2016 dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong, meliputi faktor internal yaitu: 1) adanya semangat yang tinggi dalam berorganisasi untuk mengembangkan soft skill; 2) adanya keinginan untuk belajar bersosial, menjalin relasi dan menjadi Problem Solver. Faktor eksternal yaitu: 1) adanya Ruang yang cukup bagi pengurus perempuan untuk beraktualisasi; 2) adanya Pengarus Utamaan Gender. Sedangkan Faktor Penghambat meliputi faktor internal yaitu: 1) beberapa pengurus perempuan yang kurang percaya diri dan pasif; 2) daya tahan tubuh dan emosional perempuan yang kurang stabil. Faktor eksternal yang menghambat pengurus perempuan untuk berpartisipasi aktif yaitu: 1) beberapa pengurus perempuan mengikuti organisasi lebih dari satu dan kesibukan yang bermacam-macam; 2) tempat tinggal dari pengurus perempuan yang memberlakukan jam malam dan jarak tempat tinggal yang jauh. Ketiga, cara meningkatkan partisipasi perempuan di BEM UM Tahun 2016 yaitu: 1) adanya pendekatan personal; 2) melibatkan perempuan pada posisi dan peran penting dalam kepengurusan maupun kepanitiaan; 3) adanya diskusi atau pertemuan non formal antar pengurus. Berdasarkan hasil penelitian di atas, terdapat saran yang diajukan kepada 1)Mahasiswa Universitas Negeri Malang, khususnya perempuan(mahasiswi) harus ikut berpartisipasi aktif dalam organisasi pemerintahan mahasiswa karena organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi diselenggarakan berdasarkan prinsip dari, oleh, dan untuk mahasiswa dengan memberikan peranan dan kekuasaan lebih besar kepada mahasiswa, 2) Organisasi Pemerintahan Mahasiswa harus mewadahi dan memberikan ruang yang cukup untuk pengurus perempuan dalam beraktualisasi, agar perempuan dapat memberikan inisiatif dan berkontribusi secara maksimal, dengan tidak membeda-bedakan antara pengurus laki-laki dan pengurus perempuan (adanya pengarus utamaan gender),3) Universitas Negeri Malang bagian kemahasiswaan dibawah kepemimpinan Wakil Rektor III seyogyanya memberikan wawasan dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya berorganisasi agar mahasiswa tidak apatis, sehigga fungsi dari organisasi kemahasiswaan dapat tercapai dengan maksimal sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Kemitraan PT Indana Paint, Mahasiswa UMM dan Masyarakat dalam Mengembangkan Kampung Wisata Jodipan Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Rohana, Kartika. 2017 Kemitraan PT Indana Paint, Mahasiswa UMM dan Masyarakat dalam Mengembangkan Kampung Wisata Jodipan Kota Malang. Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Sri Untari M.Si (2) Dr. Sutoyo, S.H, M.Hum Kata Kunci: Kemitraan, Kampung Wisata Jodipan Kota Malang, Indana Paint, Mahasiswa UMM (Guyspro), Masyarakat.Kota Malang terkenal sebagai Kota Pendidikan, tidakhanya itu Kota Malang kaya akan berbagai jenis destinasi wisata.Salah satunya ialah Kampung Wisata Jodipan (KWJ)yang baru -baru ini menarik perhatian banyak masyarakat khususnya masyarakat Kota Malang.Kampung  Jodipanmerupakan salah satu kampung kumuh di Kota Malang, menariknya kampung kumuh ini telah resmi menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Malang.Haltersebut berkat kreasi dari tangan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok Guys of Public Relation (Guyspro) sedang menyelesaikan salah satu tugas kuliah yaitu public relation .Dalam menyelesaikan proyek ini mahasiswa mengandeng salah satu perusahaan cat tertua di Kota Malang yaitu PT. Indana Paint dikenal dengan nama decofresh bersama dengan masyarakat Kampung Jodipan.Hingga resminya kampung ini menjadi icon wisata baru di Kota Malang akhirnya terbentuklah kemitraan antara PT. Indana Paint bersama Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Masyarakat dalam upaya mengembangkan Kampung Wisata Jodipan ini.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode studi kasus. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa informan dan data sekunder dari dokumen yang diperoleh dari lokasi penelitian maupun dari daftar pustaka lainnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa hasil dokumentasi dan wawancara dengan berbagai macam informan yaitu penasehat KWJ, ketua koordinator  KWJ,  manager indana paint, mahasiswa umm, masyarakat KWJ dan pengunjung. Kegiatan analisis data dengan dilakukan dengan penjodohan pola, pembuatan eksplanasi dan analisis deret waktu. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara uji credibility danujidependability.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan hasil penelitian yaitu, (1) Pengelolaan yang dilakukan dengan pembagian beberapa peran dari berbagai pihak diantaranya PT. Indana Paint berperan sebagai donatur penyalur danaCorporate Social Responbility (CSR), Mahasiswa UMM berperan sebagai konsultan public relation atau sebagai master plandan Masyarakat sebagai agen pelaksana dilapangan yang bertugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Pengelolaan dengan menentukan harga dimuali dari tiket masuk sebesar Rp. 2000 dan parkir sebesar Rp.2000, dari pemasukan yang didapat akan disetorkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) sebesar Rp.500.000per bulan danbagi petugas mendapatkan 20% dari hasil penjualan tiket masuk. (2) Model kemitraan yang berlangsung adalah kemitraan mutualistik dilengkapi dengan perjanjian berbentuk Memorandum Of Understanding (MOU).(3) Kendala dalam pelaksanaan pengelolaan Kampung Wisata Jodipan yaitu kurangnya dana untuk pengembangan Kampung Wisata Jodipan dan kurangnya lahan akibat tidak strategisnya lokasi parkir yang ada di Kampung Wisata Jodipan. (4) Untuk mengatasi kendala beberapa cara ditempuh dimulaidengan membuat proposal untuk diajkuan pada perusahaan swasta di Kota Malang untuk memenuhi dana dan mengajukan permohonan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk dicarikan lahan atau tempat parkir bagi pengunjung Kampung Wisata Jodipan. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian  ini antara lain : (1) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan pengetahuan melalui beberapa pendekatan mengenai kemitraan kepada masyarakat. (2) Pengurus menghubungi pihak Pemerintah Kota Malang dan menggandeng Pemerintah Kota Malang dalam upaya mengembangkan Kampug Wisata Jodipan. (3) Melakukan pelatihan di bidang kesenian dan informatika kepada masyarakat

    Pengembangan Infografis sebagai Media Pembelajaran untuk Mata Pelajaran PPKn Kelas X di SMKN 1 Turen

    No full text
    ABSTRAK   Munawaroh. 2017. Pengembangan Infografis sebagai Media Pembelajaran untuk Mata Pelajaran PPKn Kelas X di SMKN 1 Turen. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (1) Dra. ArbaiyahPrantiasih, M.Si. (II) Dr. Sri Untari, M.Si.   Kata Kunci: Pengembangan, Infografis, Media Pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.   Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses komunikasi, sayangnya sering kali dalam proses komunikasi terdapat adanya hambatan, akibatnya tidak selamanya pesan yang hendak disampaikan mudah diterima oleh penerima pesan. Karenanya dalam suatu proses komunikasi diperlukan saluran yang berfungsi untuk mempermudah penyampaian pesan, saluran tersebut dalam proses belajar mengajar disebut media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami mata pelajaran yang mengandung banyak teks dalam materinya, salah satunya adalah mata pelajaran PPKn. Di era digital sekarang terdapat banyak alternatif media pembelajaran yang dapat dibuat guru dengan memanfaatkan TIK, salah satunya adalah infografis. Dalam penelitian dan pengembangan ini tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran berupa infografis untuk mata pelajaran PPKn Kelas X di SMKN 1 Turen serta menguji tingkat kelayakannya. Model penelitian dan pengembangan mengunakan model Borg & Gall yang terdiri dari 10 langkah namun direduksi menjadi 7 langkah yang terdiri dari: (1) Penelitian dan pengumpulan data, (2) Perencanaan, (3) Pengembangan draf produk, (4) Validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi pembelajaran, (5) Revisi produk, (6) Uji lapangan, (7) Revisi produk akhir. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah sebuah produk media infografis untuk mata pelajaran PPKn kelas X yang memuat materi sistem hukum dan peradilan nasional dalam lingkup NKRI. Produk pengembangan ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena telah diuji kelayakannya. Tingkat kelayakan media infografis untuk mata pelajaran PPKn kelas X diperoleh dari hasil validasi dan uji coba lapangan. Hasil validasi ahli media mencapai 91,2%, hasil validasi ahli materi mencapai 98%, sedangkan hasil validasi praktisi pembelajaran mencapai 98,5% yang berarti media memiliki kriteria sangat layak digunakan. Pada uji lapangan media infografis juga memenuhi kriteria sangat layak digunakan karena dalam uji coba kelompok kecil hasil validasi mencapai 91,2%, sedangkan pada uji coba kelompok besar mencapai 96% . Penelitian dan pengembangan ini terbatas untuk mengetahui tingkat kelayakan media infografis untuk mata pelajaran PPKn kelas X, dengan hasil akhir sangat layak digunakan. Adapun untuk mengetahui tingkat keefektifannya disarankan adanya penelitian lebih lanjut. Untuk sekolah adanya pengembagan media infografis dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk menunjang proses belajar mengajar dan meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PPKn

    NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL YANG TERKANDUNG DALAM TRADISI SEDEKAH DESA DI PUCANGAN DESA KEPUHREJO KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    ABSTRAK  Bintari, Irma Purwita. 2017. Nilai-Nilai Kearifan Lokal Yang Terkandung Dalam Tradisi Sedekah Desa di Pucangan Desa Kepuhrejo Kabupaten Jombang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, M. Si., (II) Drs. Petir Pudjantoro, M. Si. Kata Kunci: Kearifan lokal, Tradisi Sedekah Desa, PucanganKearifan lokal berhubungan erat dengan masyarakat yang tradisional. Kearifan lokal dapat diajarkan secara turun temurun kepada anak cucu. Dengan mengajarkan secara turun temurun maka dapat disebut sebagai tradisi. Tradisi merupakan kepercayaan kepada leluhur sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kepercayaan yang digunakan adalah anggapan bahwa ada roh selain roh yang paling berkuasa. Dengan adanya kepercayaan, masyarakat juga mewariskan kepada generasi penerus untuk tetap percaya dan melakukannya. Sedekah desa sebagai wujud dari tradisi yang masih dipercaya masyarakat merupakan suatu tradisi yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang harus tetap dilestarikan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Prosesi Sedekah Desa di Pucangan Desa Kepuhrejo Kabupaten Jombang; (2) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam prosesi Sedekah Desa di Pucangan Desa Kepuhrejo Kabupaten Jombang; (3) Cara melestarikan tradisi Sedekah Desa di Pucangan Desa Kepuhrejo Kabupaten Jombang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data penelitian berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi diperoleh dari beberapa informan yaitu: (1) Kepala Desa Kepuhrejo; (2) Juru Kunci Pucangan; (3) Tokoh Masyarakat Desa Kepuhrejo; (4) Juru Kunci Pucangan; (5) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jombang. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model Spredley dimulai dari tahap analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, analisis tema.Berdasarkan hasil penelitian data tersebut diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Prosesi Sedekah Desa di Pucangan sebagai tradisi yang masih relevan dan dipercaya masyarakat yang meliputi membawa tumpeng, mandi di sendang, membawa bunga dan ziarah ke makan Dewi Kili Suci, pembacaan doa dan ujub jawa, slametan, dan pertunjukkan wayang kulit; (2) nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dan tersirat dalam tradisi Sedekah Desa yaitu nilai religi, nilai gotong royong, nilai keharmonisan, nilai syukur, nilai keikhlasan; (3) Cara melestarikan tradisi Sedekah Desa sebagai kearifan lokal di Kabupaten Jombang meliputi pemahaman dan niat diri sendiri, mengajak seluruh warga dan muda-mudi desa, melalui media cetak, memberikan penjelasan bahwa sedekah desa bukan hal musrik.Berdasarkan penelitian diberikan saran kepada: (1) pembaca sebagai pengetahuan tentang tradisi sedekah desa yang perlu dilestarikan; (2) masyarakat untuk melestarikan dan mengenalkan tradisi sedekah desa yang mulai tergeser dan ditinggalkan; (3) generasi muda untuk menjaga dan melestarikan tradisi sedekah desa yang menjadi aset budaya daerah; (4) peneliti lain untuk dijadikan acuan supaya tradisi dapat berkembang dan tidak menghilangkan unsur keasliannya

    PENGELOLAAN TANAH BENGKOK DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DI DESA KROWE KECAMATAN LEMBEYAN KABUPATEN MAGETAN

    No full text
    ABSTRAK   Rahmawati, Kismala. 2017. Pengelolaan Tanah Bengkok Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Kepala Desa Dan Perangkat Desa Di Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suparman Adi Winoto SH., M.Hum, (II) Dr. Edi Suhartono, SH, M.Pd. Kata kunci: Penggelolaan, Tanah Bengkok, Kesejahteraan, Kepala Desa, Perangkat Desa, Desa Krowe    Tanah bengkok dalam sistem agraria di Pulau Jawa adalah lahan garapan milik desa. Tanah bengkok tidak dapat diperjual belikan tanpa persetujuan seluruh warga desa namun boleh disewakan oleh mereka yang diberi hak mengelolanya. Menurut penggunaannya, tanah bengkok dibagi menjadi tiga kelompok yaitu tanah lungguh, menjadi hak pamong desa untuk menggarapnya sebagai kompensasi gaji yang tidak mereka terima. Tanah kas desa, dikelola oleh pamong desa aktif untuk mendanai pembangunan infrastruktur atau keperluan desa. Tanah pengarem-arem, menjadi hak pamong desa yang pensiun untuk digarap sebagai jaminan hari tua. Apabila ia meninggal tanah ini dikembalikan pengelolaanya kepada pihak desa. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui sejarah tanah bengkok di desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, untuk mengetahui pengelolaan tanah bengkok di desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, dan untuk mengetahui dampak dari pengelolaan tanah bengkok terhadap kesejahteraan Kepala Desa dan Perangkat Desa di Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulam data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi. Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama sejarah tanah bengkok di desa Krowe adalah hak asal-usul yang melekat pada kepala desa dan perangkat desa. Kedua pengelolaan tanah bengkok di desa Krowe dilakukan dengan dua cara yaitu dikelola sendiri dan dikelola dengan sistem bagi hasil (maron). Jika tanah bengkok dikelola sendiri maka hasilnya miliknya sendiri, sedangkan tanah bengkok dikelola dengan sistem bagi hasil (maron), maka hasil dari tanah bengkok dibagi dua dengan si penyewa. Ketiga mengingat gaji pokok dan tunjangan kepala desa dan perangkat desa sedikit, dengan adanya tanah bengkok kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa meningkat. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain. Untuk kepala desa dan perangkat desa, dalam mengelola tanah bengkok sebaiknya dikelola sendiri agar menghasilkan hasil yang maksimal. Sedangkan untuk pemerintahan desa, mengingat waktu jabatan kepala desa dan perangkat desa tidak untuk selamanya. Sebaiknya ada yang mengatur tentang jangka waktu pengelolaan tanah bengkok

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇