SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    EFEKTIVITAS PEMBIASAAN MENYANYIKAN LAGU NASIONAL DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MEMBENTUK SIKAP NASIONALISME SISWA SMA NEGERI 8 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK Suminar. 2017. Efektivitas Pembiasaan Menyanyikan Lagu Nasional dalam Pembelajaran Untuk Membentuk Sikap Nasionalisme Siswa di SMAN 8 Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M. Pd, MH, (2) Dr. H. M. Yuhdi Batubara, SH, MH. Kata Kunci: efektivitas, pembiasaan, lagu nasional, sikap, nasionalismeEfektivitas merupakan kata yang menunjukkan keefektifan suatu indikator atau tujuan yang telah ditentukan, dalam hal ini kefektifan yang ingin diketahui adalah tentang pembiasaan menyanyikan lagu nasional dalam pembelajaran untuk membentuk sikap nasionalisme siswa SMA Negeri 8 Kota Malang. Pembiasaan (habituation) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang. Serangkaian pembiasaan yang dilakukan dalam pembelajaran di SMA Negeri 8 Kota Malang diantaranya adalah pembiasaan menyanyikan lagu nasional diawal kegiatan pembelajaran, pelaksanaan pembiasaan tersebut sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP). Menyanyikan lagu nasional atau lagu kebangsaan Indonesi Raya dalam pembelajaran merupakan motivasi awal bagi siswa untuk menumbuhkan semangat sebelum memuali kegiatan belajar mengajar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan efektivitas pembiasaan menyanyikan lagu nasional dalam pembelajaran untuk menmbuhkan sikap nasionalisme siswa yang meliputi (1) wujud sikap nasionalisme siswa; (2) bentuk pelaksanaan pembiasaan menyanyikan lagu nasional dalam kegiatan pembelajaran; (3) wujud efektivitas pelaksanaan pembiasaan menyanyikan lagu nasional dalam kegiatan pembelajaran.Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan jenis penelitian yaitu studi kasus, dalam mencari data dari informan yang terdiri dari Guru, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Waka Sarana dan Prasarana, Kepala Tata Usaha dan Staff nya serta siswa-siswi SMAN 8 Kota Malang. Pengumpulan data data tersebut dilakukan dengan 3 (tiga) metode yaitu: observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan keabsahan data dengan cara sebagai berikut: perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamatan, dan triangulasi.Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut, yang pertama sikap nasioanalisme siswa SMA Negeri 8 Kota Malang yang sudah baik, sikap yang tercermin dari keasadaran dalam ikut serta dan melaksanakan kegiatan uapacara rutin hari senin dan hari-hari besar nasional lainnya dengan khidmat dan disiplin, aktif serta bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.Kedua, upaya membentuk sikap nasionalisme siswa melalui pembiasaan dalam kegiatan pembelajaran yang dipraktekan dengan beberapa pembiasaan seperti, melalukan serangkaian pembiasaan di pagi hari sebelum memulai kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat kegiatan menyanyikan lagu wajib Indonesia Raya, melaksanakan uapacara rutin satu bulan sekali pada hari senin minggu pertama, melaksanakan pembiasaan hari senin, melaksanakan “maaf, tolong, terimakasih” dalam lingkungan sekolah, serta pemberian sosialisasi dan motivasi terkait nasionalisme yang diberikan di awal pada masa orientasi siswa baru.Ketiga, efektivitas pembiasaan menyanyikan lagu nasional dalam pembelajaran untuk membentuk sikap nasionalisme siswa dicerminkan dalam sikap disiplin, aktif dan kritis, serta cinta tanah air. Ketiga sikap tersebut terlihat dalam pelaksanaan kegiatan yang melibatkan siswa baik di dalam kelas maupun diluar kelas di lingkungan SMA Negeri 8 Kota Malang. Saran peneliti setelah melakukan penelitian ini antaralain sebagai berikut: (1) Bagi sekolah SMA Negeri 8 Kota Malang, upaya yang harus dilakukan oleh pihak sekolah dalam membentuk sikap nasionalisme siswa yaitu dengan memaksimalkan fasilitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan serangkaian pembiasaan “menyanyikan lagu nasional” untuk membentuk sikap nasionalisme serta peran guru dalam mendampingi siswa di kelas untuk melaksanakan pembiasaan dengan baik, dan pembiasaan sebelum mengakhiri kegiatan pembelajaran bisa selalu dilaksanakan oleh setiap guru yang mengajar di kelas tersebut; (2) Bagi peneliti lain, hasil dari penelitian ini bisa digunakan sebagai salah satu bahan referensi bagi rekan-rekan mahasiswa yang ingin mengkaji dan melakukan penelitian lebih lanjut terkait tema yang sama dengan peneliti dikemudian hari

    Proses Berpikir Aljabar Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Menyelesaikan Permasalahan Fungsi

    No full text
    ABSTRAK Berpikir aljabar sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menyebabkan perlunya berpikir aljabar untuk dipelajari/dikembangkan sejak dini.  Salah satu topik yang memiliki peranan yang mendasar dalam berpikir aljabar adalah konsep fungsi. Fungsi dideskripsikan secara umum sebagai tabel, grafik, simbol aljabar, kata-kata dan situasi permasalahan. Sedangkan dalam permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, siswa biasanya menggunakan beberapa representasi berupa kata-kata, tabel, grafik, dan persamaan. Masing-masing representasi ini mendeskripsikan bagaimana nilai satu variabel ditentukan oleh nilai variabel yang lainnya. Oleh karena itu, diperlukan studi yang mendalam bagaimana memahami pemahaman dan proses berpikir siswa terhadap konsep fungsi atau permasalahan fungsi.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian riset naratif. Penelitian dilakukan di kelas VIII SMP Terpadu Cendekia Insani Situbondo. Subjek penelitian yang diambil adalah tiga siswa dengan masing-masing berkategori tinggi, sedang, dan rendah. Pengkategorian siswa didasarkan dari hasil pemberian tes konsep fungsi pada studi pendahuluan. Metode Think-aloud digunakan saat subjek penelitian mengerjakan soal untuk mengungkap proses berpikir aljabar siswa dalam menyelesaikan permasalahan fungsi. Selanjutnya dilakukan wawancara untuk menggali/melakukan pengecekan lebih dalam proses berpikir aljabar siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal permasalahan fungsi, pedoman wawancara, daftar Think-aloud, dan alat rekam video. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa proses berpikir aljabar yang tampak hanya pada topik generalisasi aritmetika, penggunaan simbol yang bermakna, dan mempelajari fungsi. Generalisasi aritmetika yang digunakan adalah generalisasi operasi dan menggali suatu pola. Walaupun siswa menggunakan simbol yang bermakna, ada beberapa simbol yang digunakan tetapi tidak bermana yaitu penggunaan simbol “=” yang tidak bermakna pada beberapa bagian penyelesaian yang dikerjakan siswa. Berpikir aljabar yang dilakukan oleh 3 subjek penelitian ternyata ada pada level 3 untuk subjek 1 dan subjek 2 (siswa berkategori tinggi dan sedang) dan pada level 2 untuk subjek 3 (siswa berkategori rendah). Level 3 memiliki deskripsi melibatkan variabel dengan deskripsi yang jelas, menggunakan beberapa operasi, dan menggunakan simbol secara analitik. Level 2 memiliki deskripsi melibatkan variabel dan generalisasi tugas dikenali tetapi tanpa deskripsi yang jelas. Pelevelan berpikir aljabar tersebut mengacu pada 7 level berpikir aljabar yang dikemukakan oleh Godino dkk (2014). Empat langkah Polya dalam menyelesaikan permasalahan fungsi tidak selalu dilalui secara keseluruhan atau runtut. Empat langkah Polya tidak terlihat secara jelas pada penyelesaian tertulis subjek penelitian (tersirat) tetapi terlihat jelas saat subjek penelitian mengungkap dalam percakapan saat wawancara. Subjek penelitian dengan kategori tinggi dan sedang memiliki kesamaan proses berpikir aljabar dalam menyelesaikan permasalahan fungsi yaitu mengalami proses berpikir aljabar siswa tipe 1. Subjek penelitian dengan kategori rendah mengalami proses berpikir aljabar siswa tipe 2

    Peranan Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Sido Makmur Di Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK Priantoro, Nurcholis Dedy. 2017. Peranan Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Sido Makmur Di Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Sri Untari, , M.Si.(II) Drs. Suparman Adi Winoto, , S.H., M.Hum. Kata Kunci: Peranan, Pemerintah Desa, Pemberdayaan, Kelompok TaniPemberdayaan kelompok tani merupakan hal yang penting jika menginginkan adanya kemajuan di sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Pemberdayaan kelompok tani ini juga mempengaruhi kemajuan desa yang sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian dari bertani. Kemajuan desa berhubungan erat dengan adanya pembangunan di desa yang melibatkan pemerintah desa sebagai pemeran utama yang menjadi penanggung jawab serta fasilitator agar desa terus berkembang dan beranjak maju sehingga masyarakatnya menjadi sejahtera. Oleh karena itu pemerintah desa memiliki kewajiban untuk memberdayaakan sebuah kelompok yang terdapat dalam masyarakat salah satunya adalah dengan memberdayaakan kelompok tani dengan tujuan supaya masyarakatnya yang berprofesi sebagai petani menjadi sejahtera. Begitu pula dengan Desa Cepoko sendiri, sebagian besar masyarakat Desa Cepoko berprofesi sebagai petani yang kemudian para petani tersebut membentuk sebuah kelompok tani yang bernama Kelompok Tani Sido Makmur. Berdasarkan hal itu maka diperlukan peranan Pemerintah Desa Cepoko dalam memberdayakan Kelompok Tani Sido Makmur dengan tujuan agar petani yang tergabung dalam kelompok tani tersebut menjadi sejahtera. Pemerintah Desa Cepoko dalam melakukan pemberdayaan terhadap kelompok tani sido makmur memiliki peranan sebagai penyandang dana, motivator, fasilitator, dan monitor.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) program-program yang dilakukan oleh kelompok tani Sido Makmur di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, (2) peranan Pemerintah Desa dalam pemberdayaan kelompok tani Sido Makmur di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, (3) kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam melaksanakan pemberdayaan terhadap kelompok tani kelompok tani Sido Makmur di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dan (4) cara mengatasi kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam melaksanakan pemberdayaan terhadap kelompok tani kelompok tani Sido Makmur di Desa Cepoko, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualititaf dengan jenis penelitian studi kasus, dengan metode ini peneliti berusaha untuk mengumpulkan informasi dan data sebanyak-banyaknya serta mendalam yang terkait dengan peranan pemerintah desa dalam pemberdayaan kelompok tani sido makmur di Desa Cepoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi dilapangan, wawancara terhadap informan dan dokumentasi dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah perjodohan pola seperti yang diungkapkan oleh Robert K. Yin. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pegecekan data dengan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.Adapun hasil penelitian adalah (1) Program-program yang dilaksakan oleh kelompok tani sido makmur meliputi program budidaya, program peternakan, program industri kecil, dan program SDM. (2) Peranan Pemerintah Desa Cepoko dalam pemberdayaan kelompok tani sido makmur ini adalah dengan menjadi penyandang dana yaitu memberikan bantuan dana dan bantuan lainnya, menjadi motivator yaitu dengan mengundang ahli pertanian dari kota untuk melakukan penyuluhan terhadap kelompok tani sido makmur, menjadi fasilitator dengan membangun kios desa, dan terakhir menjadi monitor yang mengawasi kelompok tani sido makmur ini. (3) Kendala yang dihadapi Pemerintah Desa Cepoko dalam pemberdayaan kelompok tani sido makmur ini adalah akses jalan menuju Desa Cepoko yang terlampau sulit dan kurangnya komunikasi antara pemerintah desa dengan kelompok tani sido makmur. (4) untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pemberdayaan kelompok tani sido makmur ini, Pemerintah Desa Cepoko menerapkan cara yaitu menyuruh semua Dusun yang ada di Desa Cepoko secara bergantian setiap hari minggu pagi untuk melakukan perbaikan jalan secara gotongroyong dan Pemerintah Desa Cepoko mendatangi terlebih dahulu kelompok tani sido makmur baik dalam kumpulan rutin kelompok tani maupun pada saat senggang dan santai. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian adalah (1) Kepada kelompok tani sido makmur agar program-program yang dilaksakan ditambah dengan program dibidang pertanian jahe, jagung dan cengkeh. (2) Kepeda Pemerintah Desa Cepoko dan kelompok tani sido makmur agar melakukan rapat rutin minimal setiap satu bulan sekali untuk meningkatkan komunikasi antara kedua belah pihak

    Nilai-nilai Sosial Dalam Ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK Arisanti, Reni. 2017. Nilai-nilai Sosial Dalam Ritual Barong Ider Bumi di Desa Kemiren  Kecamatan  Glagah Kabupaten  Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si, (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd., MH Kata kunci : Nilai-nilai, Sosial, Ritual, Barong Ider Bumi, Desa KemirenBarong Ider Bumi adalah sebuah ritual pengusir bahaya dan permohonan kesuburan kepada sangMaha Kuasa. Upacara ini dipercaya sebagai pensucian diri dari segala kesalahan yang dilakukan selama setahun dan penyembuhan wabah penyakit. Awal mula diadakan Barong Ider Bumi ini adalah pada suatu ketika terdapat suatu bencana yang dialami oleh masyarkat Kemiren yaitu pagebluk (bencana kematian dan gagal panen secara tiba-tiba) yang tidak diketahui sebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, (1) Asal mula tradisi Barong Ider Bumi masyarakat Using di desa Kemiren  kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi, (2) Prosesi tradisi Barong Ider Bumi masyarakat Using di desa Kemiren  kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi, (3) Nilai-nilai sosial  yang terkandung dalam tradisi Barong Ider Bumi masyarakat Using di Desa Kemiren  kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi.Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama asal mula tradisi Barong Ider Bumi masyarakat Using di desa Kemiren  kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi adalah karena Masyarakat Desa Kemiren diserang oleh wabah pagebluk yang menyerang warga dan juga tanaman tani warga sehingga terjadi gagal panen yang kemudian dilaksanaa kembali tradisi Barong Ider Bumi. kedua prosesi tradisi Barong Ider Bumi dibagi mejndi 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan juga tahap selamatan. Ketiga nilai-nilai sosial  yang terkandung dalam tradisi Barong Ider Bumi adalah nilai toleransi, nilai kasih sayang, nilai gotong royong, nilai kerukunan dan kebersamaan, nilai kerjasama dan nilai kekeluargaan. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: Bagi pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memperbaiki lagi pendanaan karena dalam pelestraian suatu produk kendala yang dialami adalah prsoalan tentang dana. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengaturan pengelolaan keuangan yang baik. Bagi lembaga pendidikan dan akademisi penelitian lanjutan tentang kebudayaan nasioanal sangat diperlukan. Alasan hal tersebut dilakukan adalah karena untuk menambah wawasan dan kepedulian masyarakat luas akan pentingnya kebudayaan yang kita miliki. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa. Hal ini berkaitan dengan semakin mengalirnya pertukaran pelajar, dengan ini generasi penerus bangsa sangatlah berperan penting.sebagai pemuda yang akan meneruskan perjuangan bangsa harus menanamkan sikap cinta akan kebudayaan bangsa

    Pengembangan Aspek Moral Keagamaan Anak di Sekolah TK Madinah Kebonsari Sukun Malang

    No full text
    ABSTRAK Hikmah, Nurul. 2016. Pengembangan Aspek Moral Keagamaan Anak di Sekolah TK Madinah Kebonsari Sukun Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si (II) Dr. A. Rosyid Al Atok, M.Pd.,MH Kata Kunci :pengembangan, aspek, moral, keagamaan, anakPengembangan aspek moral keagamaan anak sangat penting dilakukan karena pembentukan moral dan agama anak harus sudah tertanam sejak dini. Selain itu jika sejak dini sudah ditanamkan moral dan agama, hingga dewasa nanti anak-anak tidak akan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik baginya. Peranan.tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) konsep pengembangan aspek moral keagamaan anak (2) strategi pengembangan aspek moral keagamaan anak (3) metode pengembangan aspek moral keagamaan anak (4) faktor-faktor pendukung pengembangan aspek moral keagamaan anak (5) faktor-faktor penghambat aspek moral keagamaan anak (6) upaya mengatasi faktor-faktor penghambat pengembangan aspek moral keagamaan anak.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Selain itu penelitian ini juga menggunakan pendekatan interaksional atau pendekatan mikro dengan menggunakan analisis kualitatif yang selanjutnya akan dianalisis secara sistematis dan logika dengan menggunakan metode kualitatif. Dalam mencari data dari informan yang terdiri atas Kepala Sekolah, Guru kelas A, Guru kelas B, Masyarakat, dan walimurid. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data, analisis data dan penyimpulan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peniliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triangulasi.Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut, Pertama konsep pengembangan aspek moral keagamaan anak yaitu pengenalan, percontohan, pembiasaan, reward and punishment. Kedua, strategi pengembangan aspek moral keagamaan anak yaitu pembiasaan, keteladanan, nasehat, dan kisah. Ketiga, metodepengembanganaspek moral keagamaananakyaitubelajarsambilbermain, belajar sambil bernyanyi, belajar sambil bercerita. Keempat, faktor-faktor pendukung pengembangan aspek moral keagamaan anak yaitu dari pendidik, dari keluarga, dan dari lingkungan masyarakat. Kelima, faktor-faktor penghambat aspek moral keagamaan anak yaitu emosi anak, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Keenam, upaya mengatasi aspek moral keagama ananak yaitu dari pendidik, dari keluarga, dan dari masyarakat. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: bagi sekolah hendaknya menambah dan meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran terutama dalam pengembangan moral keagamaan, bagi pendidik agara senantiasa memberikan contoh dan teladan yang baik bagi peserta didiknya agar mereka mengikuti apa yang dilakukan oleh gurunya, bagi orang tua agar mendidik dan membimbing anaknya mulai sejak dini agar saat dewasa nanti anak-anak menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah terpengaruh dengan penyimpangan dan penyelewengan

    PelaksanaanPenanggulanganPengemis Dan PedagangAsonganBerdasarkanPeraturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 Tahun 2013 TentangPenyelenggaraanKetentraman Dan KetertibanUmum

    No full text
    ABSTRAK   PrawiraNataKusuma, Tomy.2017.PelaksanaanPenanggulanganPengemis Dan PedagangAsonganBerdasarkanPeraturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 Tahun 2013 TentangPenyelenggaraanKetentraman Dan KetertibanUmum.Skripsi, Program StudiPendidikanPancasiladanKewarganegaraan.JurusanHukumdanKewarganegaraan, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang, Pembimbing: (1)Dr. DidikSukriono, S.H, M.Hum, (II)SitiAwaliyah, S.Pd, M.Hum.   Kata Kunci: Penanggulangan, Pengemis, PedagangAsongan, Ketentraman, KetertibanUmum Akhir-akhirinikeberadaanparapengemisdanpedagangAsongan di Kota-kotabesarmenjadipermasalahan yang seriusbagipemerintah Indonesia, salahsatunya di KabupatenNganjuk, karenakeberadaanpengemisdanpendagangasongandinilaimenggangguketentramandanketertibanumumsepertimengganggulalulintas yang manamerekakebanyakanberada di Pinggir-pinggirjalansehinggaparapengendaratergangguuntukberkendara.DalamhaliniuntukmelakukanpenanggulanganterhadappengemisdanpedagangasonganpemerintahKabupatenNganjukmengeluarkanperaturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 tahun 2013 tentangpenyelenggaraanketentramandanketertibanumum.Halinilah yang mendorongpenelitiuntukmelihatbagaimanaPelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasonganberdasarkanperaturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 tahun 2013 tentangpenyelenggaraanketentramandanketertibanumum. Penelitianinidilaksanakandengantujuanuntukmendiskripsikanpihak-pihak yangterkaitdalampelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasongan, proses pelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasonganberdasarkanperaturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 tahun 2013 tentangpenyelenggaraanketentramandanketertibanumum, kendala yang dihadapidalampelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasonganberdasarkanperaturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 tahun 2013 tentangpenyelenggaraanketentramandanketertibanumum. Penelitianinimenggunakanrancanganpenelitiandiskriptif-kualitatif.Dengan data penelitian yang berupapaparandarinarasumber yang berasaldariSatuanPolisiPamongPraja, Dinassosial, ketenagakerjaandantransmigrasiKabupatenNganjuk, danwargamasyarakat, Isntrumen yang digunakanyaitupenelitisendiri. Untukmenjagakeabsahan data, makadilakukantrianggulasidata.Kegiatananalisis data dimulaidaritahapreduksi data kemudianpenyajian data dan yang terakhirpenarikankesimpulan. Berdasarkananalisis data diperolehkesimpulanbahwapihak-pihak yang terlibatdalampelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasongan di KabupatenNganjukantara lain SatuanPolisiPamongPraja, DinasSosial, ketenagakerjaandantransmigrasi,(Dinsoskertrans)danmasyarakatKabupatenNganjuk. Kedua, pelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasongandilakukandengan a).KegiatanSosialisasimengenaiPeraturanDaerahNomor 08tahun 2013 tentangpenyelenggaraanketentramandanketertibanumumdi masyarakat,kegiatansosialisasidiwujudkandalambentukpemasanganpapanpelarangandanpembagianselebarankertasb). Melakukankegiatanpatrolikeliling, c).Melakukanpembinaanterhadappengemisdanpedagangasongan yang terjaringrazia.Dalamkegiatanpembinaantersebutparapengemisdanpedagangasongandiberikanpelatihan-pelatihanuntukberwirausaha, sepertidiajaraiuntukmenjahit, membuatkerajinan, sepertitas, dan lain-lain Ketiga, kendala yang dihadapidalampelaksanaanpenanggulanganpengemisdanpedagangasonganberdasarkanperaturanDaerahKabupatenNganjukNomor 08 tahun 2013 tentangpenyelenggaraanketentramandanketertibanumummeliputi a). Kurangnyakesadaranhukumdarimasyarakat, tidaksedikitmasyarakat di KabupatenNganjukwalaupunsudahmengetahuikeberadaanPeraturanDaerah yang melaranguntukmemberiuangkepadapengemisnamunmerekatetapsajamemberiuangkepadapengemiskarenakebanyakanmerekaberalasanmerasakasihanjikamelihatpengemis. ;b). Fasilitas yang masihkurangmemadai, salahsatunyamasihminimnyakamerapengawasatau CCTV di setiapsudutjalankhususnyadiperempatan, dandikawasan-kawasankeramaiansepertiAlun-Alun, jadisangatsulituntukmelakukanpengawasanterhadapparapengemisdanpedagangasongan yang berkeliarandiDaerahtersebut c). Anggarandana yang minim, d). Masihrendahnyatingkatsumberdayamanusia, sehinggasecaratidaklangsungkebanyakanperusahantidaktertarikuntukmenggunakanjasamereka, selainbelummemilikipengalamanmerekajugatidakmemilikikeahlihan yang lebih, padaakhirnyapengangguransemakinmeningkatdanmau-mautidakmaupekerjaan yang dianggapgampangyaitumenjadipengemis. e). Ketidaktahuanmasyarakat , f). Semakinbertambahnyajumlahpenduduk di KabupatenNganjuk, haliniakanberdampakpadaketersediaanLapanganpekerjaan, karenadenganbertambahnyajumlahpenduduk di KabupatenNganjuk, akansemakinbanyak yang membutuhkanLapanganpekerjaan

    Diskriminasi Peran Gender yang Terkandung dalam Lirik (Pesan) Lagu Pop Indonesia

    No full text
    Jeraman, Edeltrudis Jumiarti. 2016. Diskriminasi Peran Gender yang Terkandung dalam Lirik (Pesan) Lagu Pop Indonesia. Skripsi. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (II) Hj. Yuniastuti, SH.M.Pd Kata Kunci : Gender, Diskriminasi Gender, Peran Gender, Feminis, Lagu Pop, dan Citra Perempuan Permasalahan mengenai diskriminasi gender khususnya bagi kaum perempuan kerap kali terjadi dalam masyarakat. Perbedaan peran gender antara laki-laki dan perempuan yang telah dikonstruksikan secara sosial dan budaya menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya diskriminasi. Dalam beberapa lagu Pop Indonesia juga menunjukkan bahwa permasalahan mengenai diskriminasi peran gender khususnya bagi kaum perempuan masih sering terjadi. Lagu yang merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, dapat menjadi salah satu alat yang dapat melanggengkan permasalahan tentang diskrimininasi khususnya bagi perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) ragam lagu Pop Indonesia yang bertemakan diskriminasi gender, (2) bentuk pesan yang mengandung diskriminasi peran gender dalam lagu Pop Indonesia, dan (3) ragam peran gender yang didiskriminasikan dalam lagu Pop Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa lagu-lagu Pop Indonesia yang mengandung diskriminasi peran gender khususnya bagi perempuan, sedangkan teknik analisis data yang digunkan adalah teknik analisis isi (Content Analysis), dimulai dari tahap (1) menemukan lambang atau simbol; (2) mengklasifikasi data berdasarkan lambang atau simbol; dan (3) prediksi atau menganalisa data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh empat simpulan sebagai berikut. Pertama, salah satu faktor penyebab terjadinya diskriminasi peran gender khususnya bagi perempuan dalam masyarakat yakni karena  adanya peran gender yang dikonstruksikan secara sosial dan budaya. Perbedaan peran gender yang telah dikonstruksikan tersebut, mengakibatkan posisi perempuan semakin terpojokkan dan semakin terbatasnya ruang gerak perempuan. Kedua, permasalahan mengenai diskriminasi bagi kaum perempuan juga nampak dalam lagu Pop Indonesia. Dalam lagu-lagu tersebut, bentuk diskriminasi yang ditujukan kepada perempuan nampak dalam bentuk stereotipe (pelabelan negatif) seperti perempuan mahkluk yang lemah, lembut, manja, mudah dibohongi dan lain sebagainya, subordinasi dan kekerasan (kekerasan psikologi maupun kekerasan dalam bentuk pelacuran). Ketiga, perbedaan gender antara laki-laki dan perempuan kerap kali menimbulkan konflik. Laki-laki dan perempuan terkesan saling berlomba-lomba untuk menjadi yang paling unggul. Keempat, ragam gender yang didiskriminasikan dalam lagu Pop Indonesia nampak dari posisi laki-laki yang mendominasi perempuan, keberadaan perempuan yang kerap dipandang sebagai obyek penderita sedangkan laki-laki sebagai subyek, dan peran laki-laki sebagai penguasa dan perempuann sebagai “hamba”

    Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan dalam Membentuk Sikap Nasionalisme pada Siswa SMAN 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK Rahmawati, Harisa. 2016. Pendidikan Karakter melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan dalam Membentuk Sikap Nasionalisme pada Siswa SMAN 10 Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd., M.Si, (II) Drs. Suparman AW, SH,.M.Hum. Kata Kunci : pendidikan karakter, ekstrakurikuler karawitan, nasionalisme, SMAN 10 Malang Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai karakter pada manusia agar membentuk kepribadian yang positif. Salah satu nilai karakter yang harus tertanam yaitu cinta tanah air atau nasionalisme. Globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama pada generasi muda. Generasi muda sekarang ini lebih tertarik pada budaya asing. Hal ini menjadikan pembentukan sikap nasionalisme sangat penting. Salah satu cara dalam membentuk sikap nasionalisme yaitu dengan melestarikan budaya Indonesia. Budaya di Indonesia sangatlah banyak, salah satunya yaitu kesenian karawitan. pembentukan sikap nasionalisme di sekolah dapat melalui kegiatan ekstrakurikuler salah satunya yaitu kegiatan ekstrakurikuler karawitan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiskripsikan tiga hal, yaitu mengenai pelaksanaan pendidikan karakter di SMAN 10 Malang, pelaksanaan nilai karakter dalam pendidikan karakter yang ditemukan dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SMAN 10 Malang, dan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan dalam membentuk sikap nasionalisme di SMAN 10 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif, Data penelitian yang berupa paparan pembahasaan dalam bentuk kata-kata dan tindakan, sumber tertulis, foto, dan fenomena/peristiwa yang diperoleh di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumen, dan bahan audiovisual. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data sampai kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan uji kredibilitas dengan peningkatan ketekukan dalam penelitian dan triangulasi. Temuan penelitian dalam penelitian ini menghasilkan tiga pembahasan. Hasil yang pertama yaitu SMAN 10 Malang mengembangkan pendidikan karakter bepedoman pada seven habit. Hasil yang kedua yaitu dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan menghasilkan beberapa nilai dalam pendidikan karakter, yaitu kejujuran, kedisiplinan, cinta tanah air, bekerjasama, tanggung jawab, kepedulian, dan kesabaran. Hasil yang ketiga yaitu kegiatan ekstrakurikuler karawitan merupakan cara melestarikan budaya Indonesia yang dapat membentuk sikap nasionalisme siswa. Sarannya yaitu kegiatan ekstrakurikuler karawitan lebih seharusnya diunggulkan agar para siswa lebih semangat dalam mendalami budaya Indonesia, dan melakukan kegiatan yang mengedepankan unsur budaya di sekolah agar dapat memupuk sikap nasionalisme siswa serta memperkenalkan budaya Indonesia. kegiatan kewirausahaan membuat jahe. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan melalui program pembiasaan meliputi (1) peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peningkatan sikap disiplin, (3) peningkatan sikap sopan santun, (4) penanaman sikap mandiri. Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang diantaranya (1) perbedaan latar belakang pemikiran atau persepsi antara pengasuh dengan anak asuh, (2) kurangnya kesadaran anak asuh terhadap tata tertib yang berlaku, (3) heterogenitas anak asuh, (4) pengawasan yang tidak maksimal saat anak asuh berada di luar lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Malang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang antara lain (1) ketlatenan dan kesabaran pengasuh dalam menghadapi anak asuh, (2) sikap yang tegas dari pengasuh terhadap anak asuh yang melanggar peraturan yang berlaku, (3) kedekatan secara lahir dan batin yang dilakukan oleh pengasuh kepada anak asuh, (4) menciptakan koordinasi dna hubungan baik antara pengasuh dengan pihak sekolah. Saran dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ialah untuk mengoptimalkan program-program dalam pendidikan moral anak asuh, selain dengan memberikan kasih sayang lebih baiknya juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan anak asuh yang semuanya terlokalisasi dalam satu area panti sehingga memudahkan pengasuh untuk memonitor kegiatan anak ash baik yang bersifat formal maupun non formal.

    PERAN PENGASUH PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH MALANG DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK ASUH SESUAI DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

    No full text
    ABSTRAK Nunggraini, Elisa. 2016. Peran Pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Malang Dalam Pendidikan Moral Anak Asuh Sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs, Margono. M.Pd, M.Si, (II) Hj. Yuniastuti, SH, M.Pd.   Kata Kunci: Moral, Panti Asuhan, Nilai-nilai Pancasila. Pendidikan moral ditujukan untuk memagari manusia dari melakukan perbuatan yang buruk yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada baik itu dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. pendidikan moral ialah proses perubahan tingkah laku secara sistematik yang bertujuan agar seseorang dapat berpikir, merasakan dan bertindak sesuai dengan kaidah kesusilaan atau kebiasaan serta nilai-nilai dasar yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat tertentu, sehingga menjadi manusia yang bermoral. Pendidikan moral yang terdapat di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, adapun kegiatan pendidikan moral itu terbagi dalam dua jadwal yakni program terjadwal dan program pembiasaan. Adapun contoh dari program terjadwal yaitu (1) tapak suci, (2) hizbul wathan, (3) kegiatan kewirausahaan membuat serbuk jahe instan. Dan contoh dari program pembiasaan yaitu (1) peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peningkatan sikap disiplin, (3) peningkatan sikap sopan santun, (4) penanaman sikap mandiri. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah peran pengasuh Panti Asuhan Muhammadiyah Malang dalam pendidikan moral anak asuh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila? (2) Bagaimanakah pelaksanaan program pendidikan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang? (3) Faktor-faktor apa sajakah yang menghambat pelaksanaan pendidikan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang? (4) Bagaimana upaya  mengatasi hambatan dalam pelaksanaan pendidikan moral sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang? Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang pada tanggal 10 Oktober-10 November 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan dari jenis penelitan deskriptif ialah untuk membuat deskripsi, atau gambaran secara sistematis mengenai fakta-fakta yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang peneliti peroleh dari penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ialah peran pengasuh panti asuhan dalam pendidikan moral anak asuh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, pengasuh panti asuhan berperan sebagai orang tua, fasilittaor dan evaluator bagi anak asuh dalam rangka pendidikan moral anak asuh sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Program pendidikan moral yang terdapat di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang dilaksanakan melalui dua program yakni (1) program terjadwal, (2) program pembiasaan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan  melalui program terjadwal meliputi (1) tapak suci, (2) hizbul wathan, (3) kegiatan kewirausahaan membuat jahe. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan melalui program pembiasaan meliputi (1) peningkatan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) peningkatan sikap disiplin, (3) peningkatan sikap sopan santun, (4) penanaman sikap mandiri. Faktor penghambat pelaksanaan pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang diantaranya (1) perbedaan latar belakang pemikiran atau persepsi antara pengasuh dengan anak asuh, (2) kurangnya kesadaran anak asuh terhadap tata tertib yang berlaku, (3) heterogenitas anak asuh, (4) pengawasan yang tidak maksimal saat anak asuh berada di luar lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Malang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam pendidikan moral anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang antara lain (1) ketlatenan dan kesabaran pengasuh dalam menghadapi anak asuh, (2) sikap yang tegas dari pengasuh terhadap anak asuh yang melanggar peraturan yang berlaku, (3) kedekatan secara lahir dan batin yang dilakukan oleh pengasuh kepada anak asuh, (4) menciptakan koordinasi dna hubungan baik antara pengasuh dengan pihak sekolah. Saran dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Panti Asuhan Muhammadiyah Malang ialah untuk mengoptimalkan program-program dalam pendidikan moral anak asuh, selain dengan memberikan kasih sayang lebih baiknya juga memberikan fasilitas yang dibutuhkan anak asuh yang semuanya terlokalisasi dalam satu area panti sehingga memudahkan pengasuh untuk memonitor kegiatan anak ash baik yang bersifat formal maupun non formal.

    KESADARAN HUKUM ANGGOTA “GABUNGAN OJEK NGORO” (GONG) TERHADAP UU NO 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI DESA WOTANMAS JEDONG KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    ABSTRAK Setyawan, Ahmad, Agung, Budi. 2015. Kesadaran Hukum Anggota “GABUNGAN OJEK NGORO” (GONG) terhadap UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Desa Wotanmas Jedong Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Moch. Yuhdi Batubara, S.H., M.H., (II) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H., M.Hum. Kata kunci: Kesadaran Hukum, Lalu Lintas, Ojek. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan suatu negara yang berdasarkan atas hukum. Fungsi hukum ialah menertibkan masyarakat dan pengaturan pergaulan hidup pada semua bidang termasuk bidang transportasi. Berperilaku tertib berlalu lintas merupakan cerminan budaya bangsa yang harus dimiliki oleh setiap individu maupun orang, untuk berperilaku tertib berlalu lintas dibutuhkan pemahaman, kesadaran, dan moralitas yang tinggi karena akan berpengaruh terhadap keselamatan dan keamanan jiwa orang atau pengguna jalan. Masih kurangnya tingkat pemahaman, kedisiplinan berlalu lintas dan belum mengakarnya kesadaran akan hukum ketertiban berlalu lintas serta banyaknya kasus pelanggaran Lalu Lintas yang dilakukan oleh anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) pada saat berkendara menjadi masalah yang cukup komplek. Oleh karena itu, ketertiban berlalu lintas akan tercapai apabila semua masyarakat termasuk anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) sudah memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penerapan Undang-Undang Lalu Lintas dan semua itu bermula pada proses penertiban diri sendiri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mendiskripsikan pengertian atau pemahaman anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas, (2) mengetahui kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas, (3) mendiskripsikan bentuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU NO. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan, (4) mendiskripsikan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Penelitian ini dilakukan di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang yang digunakan adalah obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langka pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan/keajekan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengertian atau pemahaman anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas masih kurang, (2) kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengenai perlengkapan saat berkendaraan, rambu-rambu Lalu Lintas, sanksi hukum pelanggaran Lalu Lintas juga masih kurang, (3) bentuk pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU NO. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan adalah (a) tidak memakai helm pada saat mengendarai kendaraan (sepeda motor), (b) membawa penumpang melebihi satu orang menggunakan sepeda motor tanpa kereta samping, (c) tidak menyalakan lampu utama pada siang hari, (d) tidak memberi/menyalakan lampu isyarat penunjuk arah atau isyarat tangan pada saat akan membelok atau balik arah, (e) kelengkapan kendaraan bermotor laik jalan kurang (tidak ada)atau tidak standar. (4) upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) di desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto terhadap pelaksanaan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan  Jalan yang dilakukan oleh Pihak Satlantas Polres Mojokerto bersama Pihak Unit Lantas Polsek Ngoro yaitu melalui upaya preventif (a) sosialisasi UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, (b) turjawali Lalu Lintas, (c) himbauan dan pemasangan spanduk tentang Lalu Lintas, dan upaya represif (a) teguran, (b) penindakan tilang. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan antara lain: (1) diharapkan agar anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) dapat lebih mengerti, memahami, menyadari, serta menerapkan cara berkendara sesuai dengan aturan yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, agar tercipta kondisi Lalu Lintas yang tertib dan aman, (2) bagi pengendara khususnya anggota gabungan ojek Ngoro (GONG) dan masyarakat di kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto, seyogyanya mematuhi peraturan Lalu Lintas pada saat berkendara guna untuk membangun dan meningkatkan kesadaran hukum akan ketertiban berlalu lintas, (3) Bagi Satlantas Polres Mojokerto dan Unit Lantas Polsek kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto serta instansi terkait dapat berkerja sama dalam menggencarkan sosialisasi dan penjagaan Lalu Lintas sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum tertib berlalu lintas, sehingga dapat menekan angka pelanggaran Lalu Lintas dan menegakkan ketertiban di jalan raya.

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇