SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
859 research outputs found
Sort by
BERITA BOHONG (HOAX) DI MEDIA SOSIAL
Abstrak. Fenomena berita bohong (hoax) khususnya melalui media sosial begitu marak terjadi di tanah air. Realitasnya, sejumlah berita bohong yang menyebar tersebut diyakini kebenarannya oleh banyak orang. Dampak dari beredarnya berita bohong yaitu terbentuknya opini publik yang mengarah kepada terjadinya kehebohan di masyarakat. Kemajuan teknologi informasi mendorong perubahan kultur dan kebiasaan masyarakat, termasuk salah satunya adalah menyebarkan berita atau informasi. Alasan sebagian orang 'suka' menyebarkan berita bohong karena terutama budaya komunikasi kita selama ini terbiasa formal normatif, di mana identitas sangat dibutuhkan. Ketika muncul online, tanpa harus memberikan identitas orang dapat mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Hal inilah yang menyebabkan ketika ada isu yang belum tentu benar dan kebetulan sesuai dengan opininya, seseorang kemudian menyebarkannya begitu saja. Kata Kunci: berita, bohong, hoax, media, sosial
Nilai Nilai Budaya Sabung Ayam di Desa Nglegok, Kec. Nglegok, Kab. Blitar
Permainan sabung ayam merupakan salah satu permainan yang di sukai oleh sebagian masyarakat desa nglegok. Permainan sabung ayam di lakukan untuk menghilangkan rasa penat sebagian warga desan glegok dari segala aktifitas kesehariannya. Permainan ini juga di gunakan sebagai arena untuk meningkatkan harga jual ayam. Permainan sabung ayam ini masih dilakukan untuk sarana hiburan sebagian masyarakat desa nglegok. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis asal mula terjadinya budaya sabung ayam (2) menganalisis bentuk dan tata cara permainan sabunga yam (3) menganalisis nilai-nilai dan tujuan yang terkandung dalam permainan sabung ayam (4) menganalisis prospek ke depan dan persepsi masyarakat dari permainan sabung ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: observasi, wawancara, dokumentasi. Jadi data yang digunakan berasal dari para informan, hasil observasi proses permainan sabung ayam tertulis berupa dokumentasi desa. Hasil penelitian ini perolehan kesimpulan bahwa permainan sabung ayam dilakukan sejak tahun 1818 dari zaman cerita rakyat cindelaras dan seorang kamandaka sejak itu permainan sabung ayam disukai oleh banyak pihak dan di teruskan oleh orang-orang yang menyukai permainan ini dan diteruskan sampai sekarang. Di dalam permainan sabung ayam memiliki bentuk dan tata cara sendiri dalam mengatur berlangsungnya permainan sabung ayam. Dalam permainan sabung ayam juga terkandung nilai-nilai dan tujuan antar lain nilai sosial, nilai psikologis, nilai seni, nilai religi, nilai ekonomis. Tujuan dari permainan sabung ayam adalah tujuan sosial, tujuan psikologis, tujuan seni, tujuan ekonomis. Permainan sabung ayam juga menuai pro dan kontra karena dalam masyarakat ada yang menyukai permainan sabung ayam dan tidak. Unsur yang menyebabkan pro dan kontra itu terjadi adalah adanya unsur judi, tetapi semuanya itu adalah sebagian dari sifat rekretif masyarakat yang bertujuan untuk menghibur diri dari kepenatan keseharianya dalam bekerja. Pada dasarnya permainan sabung ayam adalah sebuah budaya yang tetap harus di lestarikan agar generasi yang akan dating dapat melihat dan menikmati budaya sabung ayam.Kata Kunci: Nilai - nilai, Budaya, Sabung Aya
ANALISIS SEMIOTIKA CHRISTIAN METZ NILAI-NILAI MORAL FILM KOREA
ABSTRAK Moral merupakan dasar pemikiran seseorang untuk bertindak . Di mana kedudukan moral sebagai self-control dapat berfungsi dalam merealisasikan apa yang ada pada diri manusia dalam bentuk perbuatan, sikap, dan lain-lain. Dengan moral segala tindakan akan mudah terkontrol serta terarah, yang kemudian berpotensi untuk menumbuhkan sikap toleransi antara individu satu dengan yang lainnya
NORMA-NORMA YANG BERLAKU DALAM KOMUNITAS PELANGGAN KOPI IJO DI WARUNG KOPI DESA BOLOREJO KECAMATAN KAUMAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Sutrisno, Lantip. 2018. Norma-Norma Yang Berlaku Dalam Komunitas Pelanggan Kopi Hijau Di Warung Kopi Waris Desa Bolorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung. Skripsi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Nur Wahyu Rochmadi, M.Pd, M.Si (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si
The Impacts of The Existence of Semando Agrobusiness Market to The Welfare of The People in Moropelang Village Babat Sub-district Lamongan District
ABSTRACT Thohir, Annas. 2016. The Impacts of The Existence of Semando Agrobusiness Market to The Welfare of The People in Moropelang Village, Babat sub-district, Lamongan District.Thesis, ProgrameOf Pancasila and Civic Education, Departement of Law and Civics, Fakulty of Social Science, State University of Malang. Preceptor: (I) Dr. NurWahyuRochmadi, M.Pd.,M.Si, (II) Yuniastuti, S.H, M.Pd. Key Word:The Impacts of The Existence of Semando Agrobusiness Market to The Welfare of The People in Moropelang Village. The existence of Semandoagrobusiness market caused traditional market located in Moropelang village gradually decreased in activities and income received by the merchants, pedicab drivers, and porters. This also has an impact to the sociological changes of the people in Moropelang village who start to be developed and gradually leave traditional culture schemes which exist in that traditional market. It makes the merchants existing at Moropelang traditional market have to look for possible efforts to do, so that it makes them still exist and be able to compete with Semandoagrobusiness market. The purposes of this study are: 1. To explain the impacts which is inflicted by the existence of Semandoagrobusiness market to the people in Moropelang village, 2. To explain sociologically impacts which is inflicted by Semandoagrobusiness market to the people in Moropelang village, 3.To explain the efforts done by the people at Moropelang traditional market related to the existence of Semandoagrobusiness market. This study uses descriptive qualitative approach based on the situation of the research location. The process of data analysis had been done continuously (cyclical) since the researcher get into the field until the end of this study. The activity of this study is inseparable from the four following activities: 1. Data collection; 2. Data reduction; 3. Data presentation; 4. Inference/verification. The results of the study are: 1. The existence of Semandoagrobusiness market located in Babat sub-district influenced welfare of the people in Moropelang village marked with the deflation of received income.2. the existence of Semandoagrobusiness market also had an impact of sociological change of the people in Moropelang village, Babat sub-district. 3. The existence of Semandoagrobusiness market made the merchants at Moropelang traditional market did some efforts such as leaving home to work in another place, becoming a farmer or still peddling at Moropelang traditional market. Based on the finding of this study, there are three sugestions for the impacts of the existence of Semandoagrobusiness market to the welfare of the people in the Moropelang village, i.e: 1. The merchants existing at Moropelang traditional market is strongly recommended to increase the quality of the goods and the services so that the buyers don’t move into Semandoagrobusiness market. 2. The merchants existing at Moropelang traditional market should be sociologically ready with any risks caused by the transformation of society life style. 3. The merchants existing at Moropelang traditional market should also look for some efforts to still exist for trading
Tindakan Kekerasan Suporter Sepakbola (Studi Kasus Suporter Arema Di Kota Malang)
ABSTRAKHamzah,Muhammad. 2016. Tindakan Kekerasan Suporter Sepakbola (Studi Kasus Kekerasan Suporter di Kota Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M. Si. (2) Drs. Petir Pudjantoro, M. Si.Kata Kunci: Kekerasan Suporter, Fanatisme, Upaya represif dan upaya preventifIndonesia merupakan Negara besar yang memiliki keanekaragaman budaya di setiap daerahnya, tidak terkecuali pula denga olahraga sepakbola. Jawa timur menjadi provinsi penyumbang terbanyak klub yang berlaga di kompetisi sepakbola dalam negeri. Kota Malang termasuk salah satu kota besar di wilayah Jatim yang mempunyai klub bernama Arema. Aremania adalah suporter fanatik milik Arema yang senantiasa mendukung Arema saat bertanding. Namun kehadiran suporter disertai dengan fanatisme yang tinggi tidak selamanya berakhir baik. Fanatisme yang tinggi akhirnya akan menimbulkan persaingan antar suporter yang dapat menimbulkan aksi kekerasan antar suporter. Kekerasan ini tidak hanya menyebabkan korban jiwa tetapi juga menimbulkan kekacauan di masyarakat. Maka dari itu diperlukan solusi untuk menyelesaikan kekerasan suporter agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah kasus kekerasan suporter yang terjadi di Kota Malang? (2) Apakah faktor penyebab terjadinya kekerasan yang dilakukan oleh suporter sepakbola di Kota Malang? (3) Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kekerasan suporter di wilayah Kota Malang?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Kehadiran peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian terletak di Polres Malang, PSSI Kota Malang dan PT. Arema Indonesia. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Untuk menjaga keabsahan temuan digunakan triangulasi (metode, sumber dan waktu), dan kecukupan referensial.Berdasarkan analisis data tersebut, diperoleh dua kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, faktor terjadinya aksi kekerasan suporter adalah faktor fanatisme, faktor panpel dalam mengakomodasi keamanan, faktor keputusan wasit, faktor perilaku pemain saat bertanding, faktor kondisi sosial dan ekonomi dan faktor fasilitas stadion. Kedua, langkah yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalah tersebut ada dua yaitu upaya represif dan upaya preventif. Upaya represif yang dilakukan secara garis besar adalah menerapkan sanksi hukuman sesuai dengan pedoman masing-masing sesuai dengan golongan pelanggaran yang dilakukan oleh suporter, Upaya preventif yang dilakukan secara garis besar adalah melakukan sosialisasi untuk meminimalisir aksi kekerasan di dalam maupun di luar stadion. Disarankan penelitian selanjutnya untuk mengkaji tentang kondisi sosial dan ekonomi suporter di Kota Malang terkait tentang kekerasan suporter di Kota Malang
Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Dalam Menyejahterakan Masyarakat Di Dusun Jurangjero, Desa Jatigreges, Kec.Pace, Kab. Nganjuk
ABSTRAKArdhiana, Nisfathul. 2016. Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Dalam Menyejahterakan Masyarakat Di Dusun Jurangjero, Desa Jatigreges, Kec.Pace, Kab. Nganjuk. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan. Jurusan Hukum Dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Arbaiyah Prantiasih,M.si, (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum.Kata Kunci: PAMSIMAS, kesejahteraan, masyarakat.Pamsimas adalah kegiatan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang dananya berasal dari konstribusi masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan Bank Dunia.Kegiatan ini didukung oleh Kementrian Departemen Pekerjaan Umum sebagai executing agency bersama dengan Kementrian Departemen Dalam Negeri dan Kementrian Departemen Kesehatan.Di wilayah Kabupaten Nganjuk masih mengalami kekurangan air bersih dan buruknya keadaan sanitasi. Salah satu desa di Kabupaten Nganjuk yang mengalami kekeringan yang memprihatinkan pada musim kemarau dan mempunyai sanitasi yang buruk adalah Dusun Jurangjero, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan: (1) keadaan kesejahteraan masyarakat di Dusun Jurangjero, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk sebelum adanya Program Pamsimas, (2) kegiatan program Pamsimas di Dusun Jurangjero, (3) pelaksanaan kegiatan program Pamsimas di Dusun Jurangjero, (4) program Pamsimas dapat menyejahterakan masyarakat di Dusun Jurangjero.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian ini berada di Dusun Jurangjero, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data yang digunakan yaitu model Miles and Huberman dengan tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Keadaan kesejahteraan masyarakat dusun Jurangjero sebelum adanya program Pamsimas sangat memprihatinkan, masyarakat kesulitan mencari air bersih,tidak ada sanitasi hanya beberapa rumah yang mempunyai WC. Masyarakat dulu sering membuag air besar (BAB) di sembarang tempat seperti disungai, di ladang, ada juga yang di hutan karena tidak ada air bersih dan tidak mempunyai WC. Kesehatan masyarakat tidak baik karena kurang bersihnya air yang di konsumsi, banyak yang sakit diare, (2) kegiatan program Pamsimas di dusun Jurangjero ada 5 kegiatan yaitu: a) pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan daerah, b) Peningkatan perilaku dan layanan hidup bersih dan sehat melalui STBM, c) Penyediaan Sarana Air Minum Dan Sanitasi, d) Insentif Desa/Kelurahan Dan Kabupaten/Kota, e) Dukungan Manajemen Pelaksanaan Proyek, (3) pelaksanaan program Pamsimas dilakukan dengan keswadayaan dari masyarakat dusun Jurangjero desa Jatigreges. Pemilihan desa lokasi sasaran Pamsimas II didasarkan pada proposal desa yang disampaikan oleh calon desa sasaran. Penyusunan proposal desa harus berbasis pada data real kondisi air minum dan sanitasi di desa yang bersangkutan. Di desa Jatigreges dusun Jurangjero dalam program Pamsimas menggunakan kegiatan perluasan. Kegiatan Perluasan yaitu kegiatan pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk desa yang belum/mempunyai pelayanan air minum dan sanitasi rendah, (4) program Pamsimas sangat berpengaruh dalam kesejahteraan masyarakat khususnya di dusun Jurangjero. Ada beberapa bidang yang berpengaruh yaitu dalam bidang kesehatan sudah membaik, tidak ada yang sakit diare karena masyarakat sudah mengkonsumsi air bersih, bidang ekonomi sudah lebih baik, dengan adanya air bersih tidak ada yang sakit lagi sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk berobat, uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Adanya Pamsimas juga berpengaruh pada perubahan perilaku yaitu BAB(Buang Air Besar) disembarang tempat sekarang sudah bisa BAB(Buang Air Besar) di WC yang disediakan oleh Pamsimas.Berdasarkan hasil yang diperoleh dari analisis dalam penelitian maka penulis memberikan saran kepada pihak terkait sebagai berikut: (1) bagi masyarakat dusun Jurangjero, sebaiknya belajar menjadi masyarakat yang tanggap terhadap semua kegiatan yang terjadi disekitarnya. Dengan mengikuti kegiatan yang ada di desa, masyarakat menjadi semakin akrab dan muncul rasa gotong royong yang tinggi untuk menciptakan desa yang sejahtera, (2) Bagi pemerintah, hendaknya lebih memperhatikan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil lainnya agar kehidupannya terjamin dan lebih sejahtera, (3) Bagi pihak peneliti, untuk terus meningkatkan kemampuannya dalam melakukan penelitian yang sejenis ataupun yang lain, (4) bagi mahasiswa jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, penelitian ini diharapkan bisa memberi inspirasi kepada para calon peneliti lain untuk mengadakan penelitian di bidang sosial.
Kesadaran Hukum Masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
ABSTRAK Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum. Segala aspek kehidupan dilindungi serta dibatasi oleh hukum yang berlaku. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasara 1945 yang menyatakan bahwa “Indonesia adalah Negara Hukum”. Hukum bertujuan menciptakan tata tertib masyarakat dan melindungi manusia agar sesuai dengan aturan, menjamin kepastian dalam perhubungan masyarakat. Hukum diperlukan untuk penghidupan di dalam masyarakat demi kebaikan dan ketentraman bersama. Hukum kegunaannya untuk menciptakan tatanan masyarakat yang tertib, dengan menciptakan ketertiban dan keseimbangan dalam masyarakat. Namun dalam kenyataannya masih banyak pelanggaran-pelanggaran bidang sosial, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga.Penelitian ini dilaksanakan bertujuan (1) menjelaskan bentuk-bentuk KDRT yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, (2) mendiskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, (3) mengetahui kesadaran hukum masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), (4) menjelaskan upaya yang dapat dilakukan oleh perangkat desa dan warga masyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan terhadap pelaksanaan Undang-Undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualtitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk-bentuk KDRT yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan adalah kekerasan psikis dan penelantaran rumah tangga. (2) faktor-faktor penyebab terjadinya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh warga masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan adalah faktor masyarakat dan faktor ekonomi. (3) kesadaran hukum masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) cukup tinggi. (4) upaya yang dapat dilakukan oleh perangkat desa dan warga msyarakat untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan terhadap pelaksanaan Undang-Undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah upaya preventif melalui sosialisasi sedangkan upaya represif teguran dan diserahkan ke PPA. Merujuk pada hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan antara lain: (1) Menciptakan komunikasi yang harmonis antar masing-masing anggota baik dalam lingkup rumah tangga maupun dalam lingkungan masyarakat, (2) Masyarakat agar bisa saling memahami dan menghargai hak orang lain untuk menciptakan suatu tatanan masyarakat yang tentram dan harmonis, (3) Masyarakat menerapkan konsep kesetaraan, baik dalam lingkup rumah tangga ataupun dalam kehidupan bermasyarakat untuk menghindari berbagai macam permasalahan dalam kehidupan, terutama masalah KDRT, (4) Masyarakat lebih terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman antar masing-masing anggota, (5) Mematuhi segala bentuk peraturan yang telah ditetapkan dan disahkan oleh pemerintah demi kelangsungan hidup yang sesuai dengan prosedur hukum.
Pelaksanaan Pembelajaran Muatan Lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung Kabupaten Malang
ABSTRAK Seiring dengan diberlakukannya PERMENDIKBUD No.79 Tahun 2014 Tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013, maka setiap Sekolah memberikan pembelajaran muatan lokal dengan tujuan membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diperlukan untuk mengenal dan mencintai lingkungan alam, sosial, budaya, dan spiritual di daerahnya, melestarikan dan mengembangkan keunggulan dan kearifan daerah yang berguna bagi diri dan lingkungannya dalam rangka menunjang pembangunan nasional.Oleh karena itu SMP Negeri 2 Sumberpucung memberikan pembelajaran muatan lokal yang sesuai dengan kearifan daerah yaitu pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) Menjelaskan gambaran umum SMP Negeri 2 Sumberpucung, (2) Menjelaskan latar belakang terbentuknya program pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung, (3) Menjelaskan pelaksanaan program pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung, (4) Menjelaskan faktor yang mendukung pelaksanaan program pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung (5) Menjelaskan faktor yang menghambat pelaksanaan program muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung, (6) Menjelaskan upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengatasi hambatan pelaksanaan program muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian deskriptif ini, peneliti berusaha untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP). Informan dalam penelitian ini adalah anggota Ex TGP, guru muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) dan beberapa sumber dan instansi terkait muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP). Teknik analisis data yang digunakan dalam peneliti ini adalah analisis data model Miles dan Huberman dengan menggunakan kata-kata yang disusun dalam teks yang diperluas atau dideskripsikan. Teknik analisis data terdiri dari tiga proses, yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan Dari hasil temuan penelitian dikemukakan: Pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) ditetapkan sejak Tahun 2006 oleh Kepala Sekolah yang pada saat itu menjabat yaitu Bapak Suhari bersama anggota Ex TGP. Diadakannya program muatan lokal di SMP Negeri 2 Sumberpucung dilatar belakangi karena mulai lunturnya semangat dan nilai nasionalisme pada generasi muda saat ini, untuk itu perlunya mewujudkan semangat tersebut Ex TGP telah meninggalkan beberapa bangunan sekolah dimana mereka pernah melakukan perjuangan pada masa perang kemerdekaan. Pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar bertujuan mewarisi nilai-nilai luhur serta semangat juang dan rela berkorban, tangguh, tanggap, terampil kepada remaja pelajar/mahasiswa khususnya dan generasi muda umumnya, sebagai bekal landasan dalam ikut serta meneruskan perjuangan bangsa. Implementasi pembelajaran muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP) di SMP Negeri 2 Sumberpucung Kabupaten Malang masih ada beberapa faktor penghambat yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pengajar pembelajaran muatal lokal Tentara Genie Pelajar. Dikarenakan tidak ada lulusun khusus, prodi dan jurusan muatan lokal Tentara Genie Pelajar. Dengan adanya penghambat tersebut pihak SMP Negeri 2 Sumberpucung mengupayakan menambah jam mengajar untuk guru yang mempunyai jam kosong untuk membantu mengajar muatan lokal Tentara Genie Pelajar (TGP). Mengingat peraturan syarat sertifikasi guru diharuskan mengajar 24 jam setiap minggunya. Berdasarkan data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa diadakannya muatan lokal Tentara Genie pelajar di SMP Negeri 2 Sumberpucung bertujuan mewarisi nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme dari anggota Ex TGP yang telah menyumbangkan gedung SMP Negeri 2 Sumberpucung dan memberikan teladan bahwa tugas sebagai pelajar tidak hanya belajar saja namun dapat membela dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Peran Sanggar Asmoro Bangun dalam Upaya Melestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Wayang Topeng Malangan Di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
ABSTRAK Dhari, Diah Putri Wulan. 2017. Peran Sanggar Asmoro Bangun Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Kesenian Wayang Topeng Malangan Di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (2) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Kata Kunci: Sanggar, Kearifan Lokal, KesenianKesenian merupakan hasil kebudayaan yang harus dilestarikan karena didalamnya mengandung unsur keindahan. Nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam suatu kesenian harus terus dilestarikan untuk tetap menjadi pedoman hidup masyarakat dalam bertingkah laku. Sanggar Asmoro Bangun merupakan sanggar yang ada di Dusun Kedungmonggo Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji yang berupaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kesenian wayang topeng malangan.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan (1) asal mula tumbuhnya sanggar Asmoro Bangun di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji, (2) arti penting kesenian wayang topeng malangan dijunjung tinggi di sanggar Asmoro Bangun, (3) tata cara pelaksanaan kesenian wayang topeng malangan sampai kegiatan selesai, (4) ragam nilai-nilai yang terkandung didalam kesenian wayang topeng malangan, (5) sisi penting dari kesenian wayang topeng malangan agar tetap terus dilestarikan.Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data berasal dari kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Teknik pengecekan keabsahan data dengan cara ketekunan atau keajegan pengamatan dan triangulasi. Tahap-tahap penelitian yang digunakan adalah tahap pra lapangan meliputi, penelitian pendahuluan, penyusunan proposal, pengurusan izin penelitian, tahap memasuki lapangan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penulisan laporan.Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Sejarah sanggar Asmoro Bangun adalah awalnya sanggar bernama pendowo limo yang pada saat kepemimpinan Mbah Serun dan Mbah Kiman lalu setelah peresmian sanggar Asmoro Bangun berganti menjadi sanggar Asmoro Bangun yang pada saat itu dipimpin oleh Alm. Mbah Karimun. Tetapi saat Mbah Karimun sudah meninggal lalu kepemimpinan digantikan oleh Bapak Tri Handoyo sampai sekarang. (2) Alasan sanggar Asmoro Bangun mengembangkan kesenian wayang topeng malangan adalah untuk sarana hiburan serta melestarikan kesenian wayang topeng malangan yang masih tetap dipertahankan kelestariannya dengan melihat upaya orang terdahulu yang bersusah payah berkorban untuk kesenian ini. (3) Proses praktik kesenian wayang topeng malangan adalah yang pertama para pemain mempersiapkan diri untuk memakai kostum dan setelah selesai langsung menuju pentas lalu pertunjukan siap dimulai. (4) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian wayang topeng malangan adalah ada nilai hiburan, nilai moral, nilai keberanian dan nilai persatuan dan kesatuan. (5) Peran sanggar Asmoro Bangun dalam upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal melalui kesenian wayang topeng malangan di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji adalah sebagai pengembang nilai-nilai kearifan lokal yang ada di dalam kesenian wayang topeng malangan melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh sanggar seperti pembuatan topeng, latihan tari, dan pertunjukan stiap malam senin legi.Saran yang diberikan peneliti yaitu: (1) Agar kesenian wayang topeng malangan dapat terus dilestarikan, seyogyanya pihak sanggar Asmoro Bangun yaitu Bapak Tri Handoyo selaku pengelola sanggar bisa mengikutsertakan warga masyarakat umum untuk membantu proses pelestarian kesenian wayang topeng malangan ini, serta ada kerjasama yang baik dengan pemerintah, (2) Agar nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam kesenian wayang topeng malangan dapat terus ada dan tertanam dalam diri anggota dan masyarakat, seyogyanya anggota dari sanggar itu bisa ikut serta dalam memajukan program kerja yang sudah disusun oleh pihak sanggar dalam struktur organisasi. Sehingga Sanggar Asmoro Bangun dapat terus menampilkan serta menunjukkan cara yang lebih menarik dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat umum, (3) Agar proses pelestarian kesenian wayang topeng malangan yang dilaksanakan oleh sanggar Asmoro Bangun berjalan sesuai harapan dengan adanya kegiatan yang ada di sanggar, seyogyanya pemerintah daerah membantu untuk proses pelestariannya: yang pertama yaitu bantuan dana untuk sedikit memperluas sanggar sebagai tempat latihan anak-anak dan pertunjukan atau gebyak malam senin legi, yang kedua yaitu menjadikan kesenian wayang topeng malangan sebagai mata pelajaran muatan lokal di sekolah baik di jenjang SD, SMP, maupun SMA atau SMK.ABSTRAK Dhari, Diah Putri Wulan. 2017. The Role Of Sanggar Asmoro Bangun In The Effort Of Preseruing Local Wisdom Values Through Malangan Puppet Mask Art In Karangpandan Village Pakisaji Subdistrict Malang Regency. Thesis, Justice and Citizenship Department, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor(1) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si (2) Rusdianto Umar, S.H., M.Hum. Keywords: Studio, Local Wisdom, Art Art is the result of culture that must be preserved because it contains elements of beauty. The values of local wisdom that exist in an art should continue to be preserved to remain a guideline of community life in behaving. Sanggar Asmoro Bangun is a studio located in Kedungmonggo HamletsKarangpandan Village Pakisaji Subdistrict which seeks to preserve the values of local wisdom in the art ofmalangan puppet mask art.