SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    PERAN KOMUNITAS 1000 GURU MALANG DALAM MEMAJUKAN PENDIDIKAN PEDALAMAN MELALUI PROGRAM TRAVELING AND TEACHING DI KABUPATEN MALANG

    No full text
    Abstrak   Kata kunci: peran, komunitas 1000 Guru Malang, pendidikan pedalaman   ABSTRAK: Pendidikan merupakan sarana memperbaiki sumber daya manusia dengan memberikan pendidikan kepada peserta didik secara sistematis. Faktor yang mendukung pendidikan yaitu faktor dari dalam (intern) meliputi kondisi fisik, jasmani maupun rokhani dan faktor dari luar (ekstern) yaitu keadaan lingkungan keluarga, sekolah dan masyrakat. Kedua faktor tersebut harus berjalan seimbang karena mempunyai peranan yang penting untuk menciptakan pendidikan yang dapat mencapai cita-cita nasional. Komunitas 1000 Guru malang merupakan bentuk partisipasi generasi bangsa yang peduli terhadap pendidikan pedalaman di Kabupaten Malang melalui program komunitas yaitu traveling and teaching. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi: (1) latar historis berdirinya komunitas 1000 Guru Malang, (2) program traveling and teaching, (3) peran komunitas 1000 Guru Malang  melalui program traveling and teaching, (4) kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Malang dalam kegiatan traveling and teaching di Kabupaten Malang, dan (5) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh komunitas 1000 Guru Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data informan terdiri anggota komunitas, pihak sekolah, dan relawan. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data dan mengeceknya ulang yang diperoleh dilapangan. Hasil penelitian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, latar historis berdiri komunitas 1000 Guru Malang merupakan gabungan dari komunitas 1000 Guru di regional Malang, tujuan komunitas yaitu peduli terhadap pendidikan pedalaman. Kedua, program traveling and teaching merupakan kegiatan mengunjungi sekolah pedalaman dan mengunjungi wisata lokal. Ketiga, peran komunitas 1000 Guru Malang melalui program traveling and teaching yaitu: mengajar, pemberian motivasi, penyuluhan gizi, pengobatan gratis, kegiatan pentas seni, dan traveling. Keempat, kendala yang dihadapi oleh komunitas sebagai berikut, miskomunikasi antar anggota tim, relawan, dan sponsorship, relawan yang kurang bertanggungjawab, perizinan, dan kesibukan para anggota. Dan kelima, upaya mengatasi kendala dengan meningkatkan kerjasama yang baik diantara anggota tim, relawan, dan sponshorship

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK EKS LAPAS DI SHELTER RUMAH HATI DESA JELAK OMBO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    ABSTRACT: Character education in period  now become the primary needs in all aspects of community life. No exception for ex-prison child (Lapas). The purpose of writing is to describe the program and implementation as well as obstacles in the education of children's character ex prison (Lapas) in Shelter Rumah Hati. The method used qualitative research with descriptive approach. Data obtained from the board Shelter Rumah Hati. The purpose of character education in Shelter Rumah Hati is to change the pattern of life and morals of ex-prisoners. There are two programs in the character education of ex prison children in Shelter Rumah Hati, that is: psychological rehabilitation programs and educational rehabilitation programs. In the implementation of the program the child is directly involved in the process. Obstacles to be faced, among others: from the internal (family), external (association), and lack of human resources management.   Keywords:Character education, Children ex prison (Lapas), Shelter Rumah Hati     ABSTRAK: Pendidikan karakter di zaman sekarang menjadi kebutuhan primer dalam semua aspek kehidupan masyarakat, Tak terkecuali untuk anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tujuan dari penulisan adalah mendeskripsikan program dan pelaksanaan serta hambatan dalampenanaman pendidikan karakter anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Shelter Rumah Hati. Metode menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari pengurus Shelter Rumah Hati. Tujuan pendidikan karakter di Shelter Hati adalah untuk merubah pola hidup dan moral anak eks Lapas. Terdapat dua program dalam pendidikan karakter anak eks lapas di Shelter Rumah hati, yaitu: program rehabilitasi psikologi dan program rehabilitasi pendidikan. Dalam pelaksanaan program tersebut anak dilibat secara langsung dalam prosesnya. Hambatan yang harus dihadapi, antara lain: dari pihak internal (keluarga), eksternal (pergaulan), dan kurangnya SDM pengurus.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak eks Lapas, Shelter Rumah Hat

    PENDIDIKAN KARAKTER ANAK EKS LAPAS DI SHELTER RUMAH HATI DESA JELAK OMBO KECAMATAN JOMBANG KABUPATEN JOMBANG

    No full text
    ABSTRACT: Character education in period  now become the primary needs in all aspects of community life. No exception for ex-prison child (Lapas). The purpose of writing is to describe the program and implementation as well as obstacles in the education of children's character ex prison (Lapas) in Shelter Rumah Hati. The method used qualitative research with descriptive approach. Data obtained from the board Shelter Rumah Hati. The purpose of character education in Shelter Rumah Hati is to change the pattern of life and morals of ex-prisoners. There are two programs in the character education of ex prison children in Shelter Rumah Hati, that is: psychological rehabilitation programs and educational rehabilitation programs. In the implementation of the program the child is directly involved in the process. Obstacles to be faced, among others: from the internal (family), external (association), and lack of human resources management.   Keywords:Character education, Children ex prison (Lapas), Shelter Rumah Hati     ABSTRAK: Pendidikan karakter di zaman sekarang menjadi kebutuhan primer dalam semua aspek kehidupan masyarakat, Tak terkecuali untuk anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tujuan dari penulisan adalah mendeskripsikan program dan pelaksanaan serta hambatan dalampenanaman pendidikan karakter anak eks lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Shelter Rumah Hati. Metode menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari pengurus Shelter Rumah Hati. Tujuan pendidikan karakter di Shelter Hati adalah untuk merubah pola hidup dan moral anak eks Lapas. Terdapat dua program dalam pendidikan karakter anak eks lapas di Shelter Rumah hati, yaitu: program rehabilitasi psikologi dan program rehabilitasi pendidikan. Dalam pelaksanaan program tersebut anak dilibat secara langsung dalam prosesnya. Hambatan yang harus dihadapi, antara lain: dari pihak internal (keluarga), eksternal (pergaulan), dan kurangnya SDM pengurus.   Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak eks Lapas, Shelter Rumah Hat

    KEDUDUKAN GARUDA PANCASILA DALAM INTEGRASI DAN IDENTITAS NASIONAL

    No full text
    ABSTRACT: The position of Garuda Pancasila in the integration and national identity. Each country has a symbol of the country that describes all aspects of life within a country as well as the Indonesian State of Garuda Pancasila. The symbol of the State of Indonesia is a self-portrayal of the Indonesian nation consisting of various ethnic, linguistic, customs, cultures, and religions embraced by millions of people in thousands of islands, but the presence of these differences makes no opposition possible but to be a challenge in unifying diversity. It is also closely linked to national integration.   Key Words: Garuda Pancasila. national integration, national identity   ABSTRAK: Setiap negara memiliki simbol atau lambang negara yang menggambarkan seluruh aspek kehidupan dalam suatu negara begitu juga dengan Negara Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Lambang Negara Indonesia merupakan penggambaran diri bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat, kebudayaan, serta agama yang dianut oleh jutaan masyarakat di ribuan pulaunya, namun hadirnya perbedaan-perbedaan tersebut tidak membuat timbulnya pertentangan melainkan untuk dijadikan tantangan dalam mempersatukan keberagaman. Hal tersebut juga berkaitan erat dengan integrasi nasional.   Kata kunci: Garuda Pancasila, integrasi nasional, identitas nasiona

    BERLAKUNYA HAM DALAM MASYARAKAT INDONESIA

    No full text
    Manusia hidup di dunia memiliki hak. Manusia lebih dominan dalam kepemilikan hak daripada makhluk lain, meskipun sama-sama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di Indonesia HAM berlaku untuk seluruh masyarakatnya, sehingga oleh masyarakat banyak terdapat pandangan-pandangan tentang keberlakuan HAM. Keberlakuan HAM tak luput dari adanya pelanggaran. Meski banyak peraturan-peraturan yang telah dibuat oleh para lembaga pemerintahan. Namun, tetap tidak dapat menghilangkan atau mencegah adanya pelanggaran. Harus ada solusi yang tepat untuk meminimalisir pelanggaran terhadap HAM

    PERAN KOMUNITAS BEKYAD SEBAGAI GERAKAN KREATIF PENERAPAN NILAI PANCASILA DI DUSUN PREMBAN DESA SUMBERKRADENAN KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Dewasa ini globalisasi telah menjangkiti seluruh dunia tidak terkecuali Indonesia. Globalisasi merupakan suatu proses tatanan di dalam masyarakat yang global tanpa mengenal batasan wilayah, letak geografis, serta waktu. Globalisasi mempunyai hubungan dengan peningkatan ketergantungan antar manusia dan bangsa di seluruh belahan dunia melalui berbagai aspek, yaitu perdagangan, pendidikan, investasi, perjalanan, politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, serta teknologi informasi. Sudah bukan waktunya untuk menyalahkan globalisasi atas kekurangan dan permasalahan bangsa. Sebagai generasi muda haruslah bisa bersatu di dalam suatu organisasi atau komunitas untuk memanfaatkan globalisasi supaya menciptakan kondisi yang adil dan makmur bagi masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti yang telah dilakukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Bekyad ini

    PENGARUH PEMUTARAN ULANG FILM G 30 S/PKI TERHADAP MOTIVASI BELA NEGARA PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 WONOSARI KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Bela negara merupakan suatu tekad warga negara untuk mempertahankan keutuhan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dalam rangka menjaga kelangsungan hidup  bangsa dan negara. Indikator bela negara meliputi (1) Cinta tanah air (2) Kesadaran berbangsa dan bernegara (3) Yakin akan Pancasila  sebagai ideologi negara (4) Rela berkorban unuk bangsa dan negara (5) Memiliki kemampuan awal bela negara. SMP Negeri 1 Wonosari merupakan lembaga pendidikan tingkat pertama dengan visi misi yang hendak dicapainya. Bela negara yang dimiliki oleh siswa, khususnya kelas VIII disinyalir mulai luntur karena berbagai pengaruh baik dari luar sekolah maupun dari dalam sekolah. Sehingga diperlukannya inovasi untuk menumbuhkan kembali motivasi bela negara pada siswa, salah satunya dengan melalui kegiatan pemutaran ulang film    G 30 S/PKI yang merupakan film sejarah yang dibumbui dengan unsur-unsur bela negara didalamnya. Tujuan dilakukan penelitian ini meliputi (1)  Mengetahui pengaruh antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh antara pemutaran ulang Film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara.  Penelitian ini menggunakan motede kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 177 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling, karena subjek penelitian dianggap sama sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk dapat diambil sebagai sampel. Maka peneliti mengambil 45 siswa sebagai responden dalam penelitian ini. Setelah peneliti menentukan responden, kemudian peneliti mulai melakukan tahapan pertama yaitu pemutaran ulang Film G 30 S/PKI  kepada responden. Setelah melalukan pemutaran ulang film G 30 S/PKI, peneliti menyebarkan instrumen penelitian berupa angket dengan rincian untuk variabel X (Film G 30 S/PKI) sejumlah 20 item, sedangkan untuk variabel Y (Bela Negara) sejumlah 23 item. Keseluruhan item tersebut sudah mewakili masing-masing indikator variabel. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan uji T.  Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa hipotesis kerja diterima yang menyatakan ada pengaruh antara pemutaran ulang film G 30 S/PKI terhadap motivasi bela negara yang ditunjukkan t hitung > t tabel  sebesar 55.554 > 1.681 dengan taraf signifikasi sebesar 0,05 atau 95%. Besarnya pengaruh yang diperoleh, dapat diihat dari beberapa indikator. Indikator cinta tanah air sebesar 25%, indikator kesadaran berbangsa dan bernegara sebesar 6,25%, indikator yakin akan Pancasila sebesar 18,75%, indikator rela berkorban sebesar 25%, serta indikator kemampuan awal bela negara sebesar 25%.Saran yang dapat diberikan kepada siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Wonosari, hendaknya motivasi bela negara yang ada pada diri masing-masing lebih ditingkatkan lagi. Tidak hanya dengan bantuan media film-film sejarah sebagai pendongkrak motivasi bela negara, namun hal-hal yang ada dilingkungan sekitar harusnya menjadi media dalam menerapkan sikap bela negara yang sudah sepatutnya selalu tercermin pada diri masing-masing siswa. Perilaku yang sebelumnya buruk yang tidak patut untuk dilakukan sebagai generasi penerus bangsa, wajib dihilangkan pada diri masing-masing siswa agar kedepannya sikap bela negara selalu tertanam dan terpatri pada diri siswa

    Penerapan Pendidikan Politik dalam Kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah di SMA Negeri 1 Tumpang

    No full text
    ABSTRAK Warga negara dalam suatu negara memiliki hak yang sama dalam kegiatan politik negaranya. Namun beberapa warga negara kurang memiliki pemahaman dan informasi yang cukup dalam melaksanakan kegiatan politik tersebut. Kondisi tersebut dapat dilihat dari jumlah golongan putih dalam suatu negara dalam pemilihan pemimpin. Pendidikan politik merupakan suatu upaya untuk memberi pemahaman kepada warga negara mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara di suatu negara. Pendidikan politik dapat dilaksanakan kepada orang dewasa maupun kepada remaja mengingat remaja menjadi salah satu tokoh dalam pelaksanaan kegiatan politik di Indonesia. Pendidikan politik di lingkungan sekolah juga merupakan salah satu solusi akan kenakalan remaja yang cukup tinggi di Indonesia, pendidikan politik ini akan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kegiatan politik di lingkungan sekolah.Pendidikan politik untuk remaja dapat diterapkan melalui instansi pendidikan yang diinternalisasikan melalui mata pelajaran maupun organisasi siswa. Organisasi siswa yang dapat menerapkan pendidikan pendidikan politik salah satunya adalah organisasi siswa intra sekolah (OSIS). Organisasi siswa intra sekolah sebagai salah satu organisasi di dalam sekolah memiliki program kerja sebagai penerapan dari pendidikan politik. Penerapan pendidikan politik di dalam intansi pendidikan khususnya di dalam organisasi siswa intra sekolah memerlukan suatu pengkajian untuk memastikan bagaimana pelaksanaan program kerja organisasi siswa intra sekolah sebagai pendidikan politik.Kata kunci: Pendidikan politik, remaja, organisasi siswa intra sekolah.ABSTRACTCitizens in a country have equal rights in the political activities of their country. But some citizens lack sufficient understanding and information in carrying out these political activities. The condition can be seen from the number of white groups in a country in the election of leaders. Political education is an effort to provide understanding to citizens about their rights and obligations as citizens in a country. Political education can be implemented to adults as well as adolescents as teenagers become one of the leaders in the implementation of political activities in Indonesia. Political education in the school environment is also one of the solutions to juvenile delinquency is high enough in Indonesia, this political education will internalize the values ​​of Pancasila into political activities in the school environment.Political education for adolescents can be applied through educational institutions that are internalized through subjects as well as student organizations. Student organizations that can apply political education education are one of the intra-school student organizations (OSIS). The organization of intra-school students as one of the organizations within the school has a work program as the application of political education. The application of political education in educational institutions, especially within the intra-school student organizations requires an assessment to ascertain how the implementation of the work program of intra-school student organizations as political education.Key Words: Political education, youth, intra-school student organizations

    PRESEPSI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN PROGRAM RASKIN

    No full text
     ABSTRAK Program raskin diluncurkan dalam rangka mengamankan kondisi rawan pangan yang di akibatkan oleh krisis yang berkempanjangan dan menurunnya daya beli masyarakat, dengan tujuan untuk meningkat kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu bahwa masyarakat pada saat ini jauh dari kondisi sejahtera, maka perlu indikator-indikator masyarakat yang telah mencapai kesejahteraan. Usaha-usaha kesejahteraan sosial merupakan suatu organisasi yang formal. Pemberian bantuan dan amal perorangan, walaupun mereka mengadakan usaha kesejahteraan namun demikian tidak terorganisasi secara formal. Juga pelayanan-pelayanan dan bantuan dalam hubungan saling menolong seperti keluarga, sahabat-sahabat, tetangga, kelompok-kelompok kekerabatan dan semacamnya tidak termaksud dalam pengertian struktur kesejahteraan sosial (sebagai sistem sosial untuk memenuhi kebutuhan manusia).Kata Kunci: Presepsi, Masyarakat, Efetivitas, Pelayanan, Program, Raskin.

    PENEGASAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA SEBAGAI NEGARA PANCASILA

    No full text
    ABSTRAK Indonesia merupakan negara yang sejak awal berdirinya dilandaskan atau didasarkan pada Pancasila. Pancasila merupakan hasil dari nilai-nilai luhur yang digali dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu. Keberagaman yang ada di Indonesia baik berupa budaya, suku, agama, dan perbedaan lainnya menjadikan Indonesia sebagai negara kesatuan yang kaya akan keberagaman. Sejak dirumuskannya proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia, para tokoh yang mempunyai andil dalam berdirinya negara Indonesia telah melakukan berbagai pertimbangan dalam menentukan Pancasila sebagai ideologi bangsa sekaligus dasar negara Indonesia. Pancasila sebagai hal yang melekat dalam diri setiap bangsa Indonesia, memiliki peran atau fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan bangsa. Indonesia dikatakan sebagai negara Pancasila karena Pancasila merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari negara atau bangsa Indonesia. Pancasila mempunyai banyak fungsi dan peranan penting bagi kehidupan negara maupun bangsa Indonesia, fungsi tersebut adalah sebagai ideologi negara, sumber dari segala sumber hukum nasional, paradigma pembangunan nasional, alat pemersatu bangsa, dan sebagai pedoman dalam kepemimpinan. Pancasila merupakan bagian dari diri bangsa Indonesia yang sudah melekat dalam setiap kepribadiannya. Pancasila sendiri merupakan benteng bagi Indonesia pada saat seringnya pertentangan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lain yang akhir-akhir ini sering terjadi. Penjelasan bahwa Pancasila merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari setiap warga Indonesia diharapkan mampu menumbuhkan rasa sadar terhadap bangsa Indonesia untuk turut serta mempertahankan Pancasila agar posisinya tidak akan bisa diganti oleh pemikiran ataupun ideologi yang berasal dari luar karena tidak cocok atau tidak sesuai dengan pandangan maupun kepribadianbangsa Indonesia.Kata Kunci : Pancasila, negara Pancasila, ideolog

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇