SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    859 research outputs found

    RUMAH BACA HARAPAN BANGSA: BENTUK UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN MINAT BACA ANAK DI DESA DALISODO, KECAMATAN WAGIR, KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASAN Tujuan kegiatan mendirikan rumah baca harapan bangsa yaitu sebagai wadah bagi anak-anak untuk belajar dan membaca. Karena memang rasa ingin tahu dan semangat belajar anak-anak desa Dalisodo kecamatan Wagir, kabupaten Malang bisa terbilang tinggi. Namun karena sarana dan prasarana yang kurang memadai sehingga membuat anak tidak bisa menyalurkan minatnya untuk belajar dan membaca di rumah. Melihat permasalahan tersebut maka penting adanya rumah baca di desa Dalisodo kecamatan Wagir, kabupaten Malang Kata Kunci: minat baca, sarana-prasarana, rumah bac

    Peningkatan Kualitas Pendidikan melalui Pembangunan Masyarakat Berbasis Program Kecakapan Hidup (Life Skill)

    No full text
    RINGKASAN Dalam artikel ini akan disajikan informasi mengenai solusi yang dapat dilakukan oleh guru dalam menerapkan berbagai metode pembelajaran yang menggunakan strategi pembelajaran ekspositori. Pada ajaran kurikulum 2013 ini siswa dituntut untuk lebih aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Permasalahan siswa yang paling utama adalah ketika mereka tidak tertarik dalam mata pelajaran PKn dan sulit sekali menerima penjelasan dari guru. Kurangnya pengetahuan guru dalam memberikan metode-metode pembelajaran yang menarik merupakan kendala utama seorang guru. Untuk itu guru harus memikirkan terlebih dahulu jika akan menerapkan strategi pembelajaran, apakah akan berjalan dengan baik atau malah menghambat proses belajar mengajar. Maka dari itu diperlukan solusi untuk mengubah suatu metode yang membosankan menjadi metode yang dapat mengembangkan pola pikir siswa SMA. Kata Kunci : strategi pembelajaran, strategi pembelajaran ekspositori, permasalahan siswa memahami mata pelajaran PKn, metode ceramah, dan kurikulum 201

    PEMILU KELILING UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT SAAT PEMILU

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ini disajikan informasi mengenai solusi permasalahan minimnya partisipasi politik masyarakat saat pemilu. Solusi tersebut adalah Pemilihan umum berbasis keliling (door to door). Kegiatan ini merupakan kegiatan guna meningkatkan partisipasi politik masyarakat saat pemilu. Kegiatan ini menggunakan prinsip seperti pemilu biasanya namun ada beberapa langkah- langkah yang berbeda. Pemilu keliling merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat saat pemilu. Hasil akhir dari pemilu keliling adalah data efektivitas pemilu keliling dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat

    NEGARA HUKUM BERDASARKAN PANCASILA

    No full text
    RINGKASAN Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang telah hidup lama dalam diri bangsa Indonesia, pancasila merupakan sumber segala hukum yang digunakan di Indonesia. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, kesadaran, dan cita-cita hukum, serta budaya luhur yang menjiwai bangsa Indonesia. Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik, dan merupakan negara hukum. Indonesia adalah negara yang menjungjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), yang telah direalisasikan perwujudanya dalam undang-undang yang berlaku saat ini

    PENERAPAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI UNTUK MEMINIMALISIR TINDAK KORUPSI

    No full text
    RINGKASAN Pada artikel ilmiah ini dipaparkan informasi mengenai solusi meminimalisir tindak korupsi dikalangan pelajar dengan menerapkan pendidikan anti korupsi. Solusi tersebut ditawarkan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan lain- lain serta kebiasaan-kebiasaan baik yang akan di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan anti korupsi dapat memberikan pembelajaran atau pengalaman baru bagi peserta didik melalui kegiatan praktek, observasi, penyampaian materi oleh pengajar serta pemberian penyuluhan atau sosialiasi terkait dengan kerugian tindak korupsi. Dari penerapan ini peserta didik diharapkan mampu untuk bersikap kritis dan aktif terhadap perilaku-perilaku yang berpotensi terhadap tindak korupsi serta menciptakan inovasi terhadap cara pencegahan maupun penyelesaian tindak korupsi baik dalam lingkup sempit maupun yang lebih luas

    KINERJA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENGAKOMODASI ASPIRASI MASYARAKAT PADA KEGIATAN PEMBANGUNAN DESA SIDODADI KECAMATAN PAITON KABUPATEN PROBOLINGGO

    No full text
    RINGKASAN Abstrak: Kinerja merupakan singkatan dari kinetika energi kerja yang dalam Bahasa Inggris yakni performance, dan kerap di Indonesiakan dengan kata performa.  Mengoptimalkan sumber daya manusia menjadi fokus utama sebuah organisasi dalam meningkatkan kinerja. Sehingga dapat dikatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam rangka memperoleh kinerja yang baik. Agar organisasi berfungsi secara efektif dan sesuai dengan sasaran organisasi, maka organisasi harus memiliki kinerja karyawan yag baik yaitu dengan melaksanakan tugas-tugasnya dengan cara yang handal. Jika sebuah organisasi memiliki karyawan yang memiliki skill yang baik, maka tujuan dari suatu organisasi akan sesuai dengan apa yang diharapkan karena kinerja karyawan yang sangat baik. Disisi lain kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas atau kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai atau karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan kepadanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) program kerja yang dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo dalam kegiatan pembangunan, (2) aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan yang ada di Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, (3) kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, (4) hambatan apa saja yang ditemui oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo saat melaksanakan fungsi pengawasan dan penampung sekaligus penyalur aspirasi masyarakat, (5) solusi yang dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap hambatan ketika melaksanakan fungsi pengawasan dan penampung sekaligus penyalur aspirasi masyarakat Penelitian ini menggunakan Pendekatan kualitatif merupakan suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang atau masyarakat dan perilaku yang dapat diambil. Sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif yang diperoleh dari data-data berupa tulisan, kata-kata dan dokumen yang berasal dari sumber atau informan yang diteliti dan dapat dipercaya. Sumber data peneliti yaitu informan, peristiwa, dokumentasi. Informan tersebut yaitu Hartono (kades), Rahmad (ketua BPD), Haryanto (wakil ketua BPD), Novianto (kasun alasmalang), Saffan (tokoh masyarakat). Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan  wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, serta diakhiri dengan memberikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan teknik ketekunan pengamatan dan menggunakan teknik trianggulasi. Temuan penelitian ini adalah: (1) Program kerja dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sidodadi dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat yaitu pertama, membahas dan menyetujui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) bersama dengan kepala desa dan tokoh masyarakat yang ada disetiap dusun, kedua, menampung aspirasi masyarakat Desa Sidodadi di setiap dusun, ketiga, melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan jalan desa dan drainase.menampung aspirasi masyarakat yang ada di setiap dusun mengenai pembangunan desa, serta melakukan pengawasan atau kontrol terhadap pelaksanaan program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Sidodadi. (2) Aspirasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo meliputi permintaan akses jalan desa, pembangunan drainase, fasilitas olahraga dan pembangunan rumah bagi warga kurang mampu. Aspirasi masyarakat desa pada pemerintah sebelumnya yang pada saat itu sudah cukup baik dalam menyampaikan keluhannya, namun tidak diimbangi dengan kinerja yang baik dari pemerintah desa khususnya BPD. Pada pemerintah sekarang, dengan cara yang dilakukan oleh BPD, masyarakat cukup antusias dalam menyampaikan pandangan mereka mengenai pembangunan yang ada di desa. (3) Kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo adalah dengan cara memanfaatkan kegiatan keagamaan masyarakat desa dalam mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat, serta untuk mengetahui persoalan yang ada dilapangan. BPD Desa Sidodadi menempatkan anggota nya untuk mendatangi kegiatan keagamaan warga sehingga dengan cara itu masyarakat lebih dekat lagi dengan pemimpinnya dan mudah untuk menyampaikan keluhan maupun permintaan warga desa. (4) Hambatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam melaksanakan kinerja di Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo yaitu kinerja yang masih lambat dari anggota BPD dalam merespon aspirasi warga desa, sarana dan prasarana pendukung kinerja BPD yang masih kurang dan gaji yang diterima oleh BPD dinilai masih terlalu kecil. (5) Solusi yang dilakukan Badan Permusyawaratn Desa (BPD) dalam menyelesaikan permasalahan hambatan kinerja di Desa Sidodadi Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo yaitu melakukan musyawarah dengan anggota BPD atau jika hal tersebut berkaitan dengan kinerja yang buruk dari individu, maka akan dilakukan teguran terhadap yang bersangkutan, mengenai gaji BPD melalui pemerintah desa masih mengusulkan kenaikan gaji BPD kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo, dan sarana serta prasarana yang kurang sedang diusahakan untuk melakukan pembelian namun pembelian tersebut bertahap. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan: (1) Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk lebih meningkatkan kinerja dalam melaksanakan fungsinya dalam menampung aspirasi masyarakat. Tidak hanya memanfaatkan kegiatan keagamaan masyarakat dalam mengetahui permasalahan dilapangan, namun juga bisa memanfaatkan kegiatan masyarakatt yang lain untuk mendengarkan keluhan dan saran dari warga. (2) Bagi Pemerintah Desa Sidodadi untuk lebih memperhatikan sarana dan prasarana yang ada di kantor desa, guna menunjang kinerja dari aparatur pemerintah desa khususnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Karena sarana di ruang kerja bagi anggota BPD dinilai masih kurang terutama mengenai alat elektronik yaitu komputer yang jumlahnya masih kurang. (3) Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo hendaknya lebih memperhatikan jalannya pemerintahan desa yang ada di Kabupaten Probolinggo, terutama anggaran bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) karena anggaran yang selama ini diberikan dinilai masih kurang. Sebagai mitra Kepala Desa, BPD dinilai berhak menerima pendapatan yang sama dengan Kepala Desa karena memiliki kedudukan yang sama. (4) masyarakat Desa Sidodadi hendaknya membantu serta bekerja sama dengan BPD dalam menyampaikan aspirasinya. Dengan saran dan kritik dari masyarakat, diharapkan BPD dapat bekerja dengan lebih baik lagi sehingga program kerja yang dilaksanakan dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditentuka

    PELAYANAN PUBLIK BANTUAN PANGAN NONTUNAI MELALUI E-WARONG AL AWALU AL BAROKAH DI KELURAHAN BENDO KOTA BLITAR

    No full text
    RINGKASAN     ABSTRAK   Dwiningrum, Sindi. 2018.PelayananPublikBantuanPanganNontunaimelalui            E-Warong Al Awalu Al Barokah di KelurahanBendo Kota Blitar. Skripsi, JurusanHukumdanKewarganegaraan, FakultasIlmuSosial, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si,                                        (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si.       Kata Kunci: pelayananpublik, BPNT, PKH, E-Warong, bantuansosial, bidangsosial       BantuanPanganNontunaimelalui E-Warong KUBE PKH merupakanpelayananpublikdalampenyaluranbantuansosialpengganti program Rastraatauberassejahtera.   Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif yang menghasilkandeskriptif. Dalampenelitianini, penelitiberperansebagai instrument penelitian. Penelitimemilihlokasipenelitian di unit E-Warong Al Awalu Al Barokah di KelurahanBendo Kota Blitar. Sumber data dalampenelitianiniterbagimenjadiduayaitusumber data primer dansumber data sekunder. Prosedurpengumpulan data dilakukandengantigateknik, yaituteknikwawancara, observasidandokumentasi. Analisis data yang digunakanyaitureduksi data, penyajian data danpenarikankesimpulan/verifikasi. Pengecekankeabsahan data dilakukanmelaluitriangulasisumberdantriangulasiteknik. Dalampenelitianiniterdapatempattahap, yaitutahapawal, tahap inti, tahapanalisis data dantahappenulisanlaporan.   Hasilpenelitianinisebagaiberikut. Pertama, pelayananpublikbantuanpangannontunaimelalui E-Warong Al Awalu Al Barokah di KelurahanBendo Kota Blitardilaksanakanmelaluibeberapatahapanyakni; (a) adanya e-warongdanpengelola e-warong, (b) rapatseluruhpendamping e-warongbersamakoordinator PKH Kota Blitar, (c) pengemasanulangkomoditi BPNT, (d) pembuatanundanganpengambilan BPNT untuk KPM, (e) pembuatan form kontrol, (f) penyaluran BPNT, (g) rekon form kontrol, (h) melunasikekurangankomoditidan (i) membuatlaporan.   Kedua, kendaladalampelayananpublikbantuanpangannontunaimelalui E-Warong Al Awalu Al BarokahKelurahanBendo Kota Blitaryakni; (a) kendaladari SDM yaknikurangnyapengelola e-warong  (b) kendalakemitraandenganpenyuplaikomoditi BPNT yaknikualitaskomoditiburuk ( c) kendalakemitraandengan BNI yaknimesin EDC seringeror, (d) KPM yang kehilangan KKS/ lupanomorpinnya, (e) KPM yang tidaktandatangan di form kontrol, (f) KPM yang tidakhadirpadasaatpenyaluran BPNT.   Ketiga, upayauntukmengatasikendaladalampelayananpublikBantuanPangan Non Tunaimelalui E-Warong Al Awalu Al Barokah di KelurahanBendo Kota Blitaryakni(a)upayamengatasikendaladarisegi SDM yaknipadasaatpenyaluran BPNT dibantuoleh PSM, (b) upayamengatasikendalakemitraandenganpenyuplaikomoditiyaknidilakukanpengembaliankepadapenyuplaiuntukkomoditi yang buruk, (c) upayamengatasikendalakemitraandengan BNI yaknidilakukan reset ulangmesin EDC yang eror, (d) upayamengatasi KPM kehilangan KKS/lupanomorpinnyayaknimemberikanamplopwadah KKS yang diberiketerangannomor pin, (e) upaya mengatasi KPM yang tidak tanda tangan di form kontroladalahmelakukanpengecekanpadabuktitransaksi yang disimpanolehpengelola e-warong, (f) upaya mengatasi KPM yang tidak hadir saat penyaluran BPNTadalahmelakukankunjungankerumah KPM untukmengetahuipenyebabnyadanmemberikansolusinya.   Saran yang diberikanpenelitiyaitu: (a) bagiDinasSosial Kota Blitaruntuklebihmeninjaukeadaan di lapangan, (b) bagipendampingdanpengelola E-Warong Al Awalu Al Barokahlebihmemahamifungsidantujuan e-warongsehinggadapatmelaksanakansemuafungsi e-warong, (c) bagirekankemitraan E-Warong Al Awalu Al Barokahuntuklebihmeningkatkankerjasama di bidangnyamasing-masing,                  (d) bagi KPM di unit E-Warong Al Awalu Al Barokahuntuklebihmeningkatkanpartisipasinyadalam proses pelaksanaanfungsi e-warong.                                                                                       ABSTRACT   Dwiningrum, Sindi .2018. Public Service for Non-Cash Food Assistance through E-Warong Al Awalu Al Barokah in Bendo Sub-District, Blitar City. Thesis, Department of Law and Citizenship, Faculty of Social Sciences, University of Malang. Advisor: (I) Drs. Margono, M.Pd, M.Si, (II) Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si.       Keywords: public services, BPNT, PKH, E-Warong, social assistance, social fields        Non-cash food assistance through E-Warong KUBE PKH is a public service in the distribution of social assistance that replaces Rastra(Beras Sejahtera)or prosperous rice program.   This study uses qualitative approach that produces descriptive. In this study, the researcher acts as the research instruments. The researcher chose the location of the study in the Al Awalu Al BarokahE-Warong unit in the Bendo Village of Blitar City. The data sources in this study are divided into two which are primary data sources and secondary data sources. The procedure of data collection is carried out with three techniques; there are interviews, participatory observation and documentation. The researcher then uses three data analysis; data reduction, data presentation and conclusion or verification. The validity checking of the data is done through source triangulation and technical triangulation. There are four stages in this study, which are initial stage, core stage, data analysis stage and report writing stage.   The results of this study are as follows. First, public service for non-cash food assistance through E-Warong Al Awalu Al Barokah in Bendo Sub-District, Blitar City is carried out through several stages; (a) the existence of e-warong and e-warong manager, (b) meeting of all e-warong assistants along with the Blitar PKH coordinator, (c) repackaging BPNT commodities, (d) making invitations to take BPNT for KPM, (e) making control form, (f) BPNT distribution, (g) control form record, (h) pay off commodity shortages and (i) make a report.   Second, the constraints in public services for non-cash food assistance through E-Warong Al Awalu Al Barokah, Bendo Sub-District, Blitar City, namely;                            (a) constraints from HR, namely the lack of e-warong managers (b) the constraints of partnerships with BPNT commodity suppliers, namely the quality of bad commodities (c) the constraints of partnerships with BNI, namely EDC machines are often error, (d) KPM loses the KKS / forgets the pin number, (e) KPM that does not sign in the control form, (f) KPM that is not present at the time of BPNT distribution.   Third, resolving attempts to overcome the obstacles in the public service of Non-Cash Food Assistance through E-Warong Al Awalu Al Barokah in Bendo Sub-District, Blitar City namely (a) resolving attempts to overcome the HR constraints, namely when the BPNT is assisted by PSM, (b) resolving attempts to overcome constraints on partnerships with commodity suppliers, namely the return to suppliers of bad commodities, (c) resolving attempts to overcome the constraints of partnerships with BNI, namely an erroneous reset of EDC machines, (d) resolving attempts to overcome KPM losing KKS / forgetting the pin number, namely giving KKS container envelopes who was given a pin number statement, (e) an attempt to overcome KPM which is not a signature in the control form is to check the proof of transaction that is kept by the e-warong manager, (f) resolving attempts to overcome KPM that were not present at the BPNT distribution were to visit home KPM to find out the cause and provide a solution.   Suggestions given by researchers are: (a) for the Social Service Office of the City of Blitar to better review the conditions in the field, (b) the facilitators and managers of E-Warong Al Awalu Al Barokah better understand the function and purpose of e-warong so that they can carry out all e-functions warong, (c) for partners of E-Warong Al Awalu Al Barokah partnerships to further enhance cooperation in their respective fields, (d) for KPM in Al Awalu Al Barokah's E-Warong unit to further increase its participation in the process of implementing e-functions warong.                                      

    PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN EGRANG DI KOMUNITAS GUBUK BACA LENTERA NEGERI DESA SUKOLILO KECAMTAN JABUNG KABUPATEN MALANG

    No full text
    RINGKASANSasmito, Adi. 2018. Penerapan Pendidikan Karakter Malalui Permainan Egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Prodi PPKn, Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Siti Awaliyah S.H, M.Hum, (2) Drs. Suparlan Al Hakim M.Si.Kata Kunci: Gubuk Baca Lentera Negeri, Permainan Tradisional Egrang, Penerapan Pendidikan Karakter.Budaya dan kesenian harus tetap dilestarikan karena dengan budaya dan kesenian dapat membentuk karakter seseorang. Banyaknya kasus yang mencerminkan pembentukan karakter yang tidak baik membuat pendidikan karakter sangat penting. Gubuk Baca Lentera Negeri merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan yang mengajak anak-anak untuk gemar membaca dan mengenalkan budaya, kesenian, cinta lingkungan serta permainan tradisional egrang kepada anak-anak. Minimal dengan begitu dapat membentuk karakter anak melaui kegiatan membaca, mengenalkan budaya dan permainan tradisional egrang.Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan asal-usul permainan tradisional egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (2) menjelaskan tata cara permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (3) menjelaskan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (4) menjelaskan penerapan pendidikan karakter melalui permainan tradisional egrang di komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, (5) menjelaskan kendala penerapan pendidikan karakter melalui permainan egrang di Komunitas Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang.Pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan jenis peneilitian diskriptif. Lokasi penelitian yang di pilih oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Gubuk Baca Lentera Negeri Desa Sukolilo Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, serta gubuk baca binaan Gubuk Baca Lentera Negeri seperti Gubuk Baca Gang Tato dan Gubuk Baca Anak Alam yang masih dalam satu Kecamatan Jabung. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Prosedur yang dilakukan untuk mengumpulkan data adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.  Kegiatan analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Agar data yang diperoleh tidak diragukan kebenaranya maka dilakukan pengecekan keabsaahan temuan yaitu dengan meningkatan ketekunan, triangulasi, mengunakan bahan refrensi.Temuan penelitian menghasilkan lima pembahasan, yaitu (1) asal-usul permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri mulai dari awal hingga terciptanya tarian egrang, (2) tata cara memainkan permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri yaitu mulai tahap persipan, tahap pelaksanaan, tahap penutup, (3) nilai-nilai karakter yang terkandung dalam permainan egrang diGubuk Baca Lentera Negeri mengadung delapan nilai yang baik yang dapat membentuk karakter seseorang yang memainkannya, (4) penerapan pendidikan karakter melalui permainan egrang di Gubuk Baca Lentera Negeri membuat seseorang tidak hanya bermain tetapi dapat belajar dengan apa yang dimainkan, sehingga ketika memainkan egrang  dapat menerapkan pendidikan karakter dan dapat mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari selain bermain egrang. (5) Kendala dalam penerapan permainan egrang.Saran yang dapat diberikan peneliti dalam penelitian ini yaitu Permainan egrang jika diterapkan kepada anak-anak atau seseorang secara tidak sadar mereka akan belajar tentang pendidikan karakter yang terkadung didalamnya. Seseorang memang dapat belajar tentang nilai-nilai kebaikan dari sebuah buku, tetapi tidak banyak orang yang mau mempraktikan dalam kehidupan nyata. Dengan bermain egrang tersebut seseorang dapat belajar nilai-nilai kebaikan dan mempraktikannya secara langsung. Untuk itu suatu pembelajaran juga dapat dibentuk melalui kegiatan belajar sambil bermain dan tidak harus melulu dikenalkan dengan teori-teori yang belum tentu seseorang memperaktikannya. Dalam permainan egrang seseorang langsung dapat belajar dan mepraktikan nilai kebaikan tersebut secara langsung. Ketika seseorang tersebut sudah mengerti niali-nilai tersebut harapannya agar dapat mempraktikan dalam kehidupan sehari-harinya. Jadi jangan pernah malu memainkan permainan tradisonal

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS DENGAN SENI KOLASE PADA ANAK TUNADAKSA KELAS IV DI SLBN MANISREJO KOTA MADIUN

    No full text
    RINGKASAN   Yuyun Vandriyani. 2018. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Dengan Seni Kolase Pada Siswa Tunadaksa Kelas IV Di SLB Manisrejo Kota Madiun. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing  : (I) Dra. Wiwik Dwi Hastuti,M.Pd (2) Drs. M. Shodiq AM, M.Pd Kata Kunci : Pembelajaran Seni Kolase, Peningkatan Kemampuan Motorik Halus, Tunadaksa Dampak gagguan intelegensi yang dialami bagi siswa tunadaksa mengakibatkan hambatan perkembangan dalam bergerak, tersenyum, menunjukkan minat pada berbagai hal, menggunakan tangannya, duduk, berjalan, berbicara dan mengerti. Hal ini mengakibatkan bagi siswa tunadaksa mengalami kesulitan dalam menggerakkan motorik halusnya, sehingga dalam melatih motorik halus bagi siswa tunadaksa membutuhkan suatu pembelajaran ketrampilan yang dapat merangsang otot – otot pada jari jemarinya agar dapat lebih kuat dan terkontrol.   Penelitian ini menerapkan pembelajaran seni kolase yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan motorik halus bagi siswa tunadaksa kelas IV di SLB Manisrejo Kota Madiun.   Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian tindakan kelas ( PTK ). Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, dari masing – masang siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan evaluasi, serta refleksi. Pengumpulan data menggunakan tes praktek untuk mengetahui hasil kemampuan motorik halus sebelum dan sesudah diberikan treatment. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motorik halus melalui pembelajaran seni kolase dengan hasil nilai rata – rata pada  pra tindakan 38,9%, pada siklus I 45,4% dan pada siklus II 72,2%.   Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa “ ada peningkatan motorik halus peserta didik tunadaksa kelas IV melalu pembelajaran seni kolase di SLB Manisrejo Kota Madiun”.   Agar persiapan pembelajaran lebih matang, mudah dalam mengkondisikan kelas, dan pembelajaran tidak membuat siswa jenuh maka guru sebaiknya menyiapkan materi – materi yang akan diajarkan terlebih dahulu dan menggunakan media yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa

    . Peran Masyarakat alun-Alun dan Pemerintah Kota Malang dalam Menangani Pengemis di sekitar Masjid Agung Jami’ Kota Malang

    No full text
    RINGKASAN   Pada era modernisasi ini mengemis dianggap sebagai profesi pekerjaan bagi beberapa masyarakat Indonesia karena dengan mengemis para pengemis ini dengan mudah mendapatkan uang tanpa harus mengeluarkan modal ataupun jasa yang bisa ditawarkan. Tentu hal ini menjadi suatu penyimpangan sosial karena masyarakat yang berprofesi sebagai pengemis menganggap mendapatkan penghasilan dengan cepat tanpa bekerja merupakan hal yang wajar atau baik. Para pengemis tersebut memiliki berbagai strategi dalam mendapatkan penghasilan dengan mudah seperti ibu-ibu yang membawa anaknya yang masih dibawah umur dan berdiri di pinggir jalan atau didekat lampu lalu lintas menunggu pengemudi kendaraan yang merasa iba dan memberikan uang kepada mereka.Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 Tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis disebutkan bahwa pengemis tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan tersebut memunculkan upaya penanggulangan pengemis di Indonesia dengan memberikan program rehabilitasi agar mereka mampu mencapai taraf hidup yang layak tanpa melanggar norma. Meskipun beberapa program Pemerintah sudah dilakukan tapi masih belum dapat membuat jera para pengemis. Program yang dilaksanakan pemerintah dirasa masih kurang efektif dalam pelaksanaan nya untuk itu perlu ada solusi lain seperti melibatkan masyarakat umum dalam menangani pengemis yang berkeliaran khususnya di kota besar. Pengemis sering berkeliaran di kota-kota besar seperti di Kota Malang. Di Kota Malang pengemis dapat di jumpai dibeberapa titik keramaian seperti didepan Masjid Sabililah Kota Malang, Balai Kota Malang dan di kawasan Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Penelitian ini berisi tentang peran masyarakat Alun-Alun dan Pemerintah Kota Malang dalam menangani pengemis dilingkungan Masjid Agung Jami’ Kota Malang   Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) untuk mengetahui peran masyarakat Alun-Alun Kota Malang dalam menangani pengemis di Masjid Agung Jami’ Kota Malang, (2) untuk mengetahuiperan Pemerintah Kota Malang dalam menangani pengemis di Masjid Agung Jami’ Kota Malang, (3) untuk mengetahuibentuk pelaksanaan penanganan pengemis yang dilakukan Pemerintah Kota Malang   Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mencoba mengungkapkan kebenaran yang terjadi di lapangan terhadap peran masyarakat dan pemerintah dalam menangani sebuah masalah sosial. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam langsung ke lapangan dan studi dokumentasi dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi.Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara Pemeriksaan Sejawat Melalui Diskusi, Keajegan Pengamatan, Triangulasi, Tersedianya Referensi.   Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Peran masyarakat Alun-Alaun Kota Malang dalam menangani pengemis di sekitar Masjid Agung Jami’ Kota Malang dilakukan secara tidak langsung atau secara tidak sadar dilakukan oleh beberapa masyarakat. Diantaranya pemasangan tulisan oleh beberapa pemilik took di sekitar Masjid Agung Jami’ dan Alun-Alun untuk menentukan hari mereke bersedia menerima pengemis. Peran kedua sering nya para pengunjung Masjid Agung Jami’ dalam memberi sebuah makanan pada Hari Jum’at membuat pada hari lain pengemis tidak ada yang berkeliaran di depan Masjid Agung Jami’ sehingga mempermudah Satuan Pamong Praja dalam menangkapnya.(2) Peran Pemerintah Kota Malang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Malang dan Polisi Satuan Pamong Praja Kota Malang dengan tiga strategi penanganan yaitu usaha preventif, represif, dam rehabilitatif. (3) Bentuk pelaksanaan penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota Malang terfokus pada tata urutan dan pelaksanaan  tindakan preventif, represif, dan rehabilitatif.   Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1)Peran masyarakat yang minim hendaknya dilakukan secara maksimal dengan bantuan dari Pemerintah Kota Malang.(2) Perlu adanya penyuluhan dan penghalauan pengemis yang lebih sering dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan melibatkan masyarakat      

    0

    full texts

    859

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇